Indonesia
NovelToon NovelToon
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:67.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Aynara terpaksa menikah dengan Aksa karena perjanjian kedua kakek mereka. Pernikahan itu diikat satu syarat: jika mereka bercerai sebelum satu tahun, Aynara harus membayar denda 10 miliar, sementara Aksa akan kehilangan haknya sebagai pewaris keluarga Wicaksono.

Namun, usai janji suci diucapkan, Wicaksono mengalami kecelakaan dan terbaring koma.
Merasa tak ada lagi yang bisa mengaturnya, Aksa berkata kepada Aynara, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek. Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu. Dunia kita beda. Mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara terpaksa menelan kenyataan pahit itu. Namun, takdir mengubah segalanya ketika kecelakaan merenggut nyawa Aksa.
Regan, pembelot yang sedang diburu organisasi kriminal, memanfaatkan kematian Aksa untuk menyelamatkan dirinya.

Aynara tidak pernah tahu bahwa suami yang ia benci telah mati. Dan pria yang kini hidup sebagai Aksa adalah orang asing yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Tak Diinginkan di Dua Rumah

Aynara berada di sana. Gadis itu duduk di tepi ranjang dengan tas di sampingnya. Wajahnya masih sembap dan kemerahan meski rasa gatalnya sudah jauh berkurang.

Aksa menatapnya beberapa detik, kemudian berkata dingin, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek."

Aynara mengangkat wajah.

"Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu." Nada suara Aksa datar. "Dunia kita berbeda. Jadi mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara mengernyit. "Maksudmu?"

"Kamu pulang saja ke rumah orang tuamu. Atau pergi ke mana pun terserah." Sorot mata Aksa mengeras. "Yang pasti, aku gak mau lihat kamu lagi."

Aynara terdiam, tangannya di atas pangkuan mengepal erat.

"Bagiku, kamu cuma nasib sial yang harus kubuang," ucap Aska tanpa sedikitpun merasa iba pada Aynara. "Sejak namamu mulai disebut di depanku, gak ada satu pun hal baik yang terjadi dalam hidupku."

Beberapa detik Aynara hanya menatapnya, lalu sebuah senyum tipis muncul di bibirnya. Namun senyum itu sama sekali tidak sampai ke matanya. "Kau pikir aku suka menikah denganmu?"

Aksa diam, tak menyangka akan mendapatkan respon semacam ini.

"Pria angkuh dan sombong sepertimu?" lanjut Aynara dengan nada suara tak kalah dingin dari Aksa.

"Kalau begitu cepat pergi." Aksa menunjuk ke arah pintu. "Apa lagi yang kamu tunggu?" Ia menyipitkan mata. "Atau kamu berharap bisa tinggal di sini dan menikmati kemewahan keluarga Wicaksono? Mimpi!"

Aynara langsung berdiri dari duduknya dan mengambil tasnya. "Siapa juga yang mau berlama-lama dengan pria sepertimu."

Aynara berjalan melewati Aksa, lalu berhenti sesaat di dekat pintu. "Dan jangan pernah mengira aku silau dengan kemewahan keluargamu." Ia meraba wajahnya yang masih sembab. "Sejak namamu di sebut di depanku, hanya kesialan yang aku dapat"

Aksa tidak menjawab. Aynara akhirnya membuka pintu dan pergi.

Pintu kamar tertutup.

Buk!

Aksa meninju dinding. "Berani sekali."

 

Sementara itu, Aynara terus melangkah keluar dari rumah megah yang baru beberapa jam ia masuki. Sesampainya di gerbang, ia berhenti dan menoleh ke belakang. Rumah itu tampak begitu besar dan mewah, tetapi entah kenapa tidak sedikit pun membuatnya ingin kembali.

"Lebih baik seperti ini daripada harus tinggal serumah dengan pria angkuh dan sombong yang bahkan tidak kucintai."

Aynara menarik napas panjang. Tanpa ragu, ia meninggalkan rumah itu. Namun begitu hendak memesan taksi, langkahnya terhenti. Ia tidak tahu harus pergi ke mana. Kalau pulang ke rumah, ia sudah bisa membayangkan bagaimana reaksi keluarganya.

Tapi kalau tidak pulang, ia juga tidak memiliki tempat tujuan. Uang yang dibawanya tidak banyak, pekerjaan pun belum ia dapatkan. Aynara menatap layar ponselnya.

"Setelah ini aku harus mencari pekerjaan apa pun." Ia menggigit bibir. "Asal aku bisa keluar dari rumah itu dan hidup mandiri."

Tidak masalah jika harus makan seadanya. Bahkan makan sekali sehari pun akan ia jalani.

"Lebih baik hidup kekurangan daripada tinggal di rumah sendiri tapi dijadiin pembantu."

Malam semakin larut ketika taksi yang ditumpanginya akhirnya berhenti di depan rumah peninggalan keluarganya. Aynara membayar ongkos, lalu turun.

Ia berdiri beberapa saat di depan pagar sambil menarik napas dalam-dalam, kemudian melangkah masuk ke halaman. Tangannya meraih gagang pintu, tetapi terkunci.

Aynara memejamkan mata. Tentu saja pintu itu telah dikunci karena sekarang sudah hampir tengah malam. Ia akhirnya menekan bel.

Ting tong.

Tidak ada jawaban.

Aynara menekan bel sekali lagi. Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah.

Pintu terbuka.

Jayadi berdiri di ambang pintu dengan wajah mengantuk. Begitu melihat Aynara, ekspresinya langsung berubah. "Nara?"

Aynara menundukkan kepala sedikit. "Yah."

Jayadi mengerutkan kening. "Kamu kenapa pulang malam-malam begini?" ia menatap ke teras dan sekeliling rumah. "Mana Aksa? Kenapa kamu pulang sendirian?"

Cepi yang mendengar suara dari ruang tamu segera keluar. Begitu melihat Aynara masih mengenakan pakaian yang sama, ia langsung menyilangkan tangan di dada.

"Lho? Pengantin baru kok sudah pulang? Bukannya ke Maldives selama tujuh hari? Ini belum dua puluh empat jam malah sudah pulang lagi." Nada suaranya terdengar menyindir.

Caca menyusul dari belakang sambil mengucek matanya. "Kak Nara?"

Tatapannya kemudian tertuju pada wajah Aynara. "Kakak berantem sama suamimu?"

Aynara menghela napas. "Bukan begitu."

Jayadi semakin tidak sabar. "Kalau bukan begitu, kenapa kamu pulang?"

"Aku..." Aynara terdiam sesaat. Ia tidak tahu harus mulai dari mana.

Cepi mendengus. "Jangan bilang keluarga Wicaksono gak nerima kamu."

Aynara menatap ibu tirinya. "Kakek Aksa mengalami kecelakaan."

Suasana langsung berubah.

Jayadi yang semula kesal mendadak terdiam. "Apa?"

"Wicaksono?" Cepi ikut bertanya.

Aynara mengangguk. "Beliau kecelakaan setelah acara pernikahan."

Caca yang tadinya terlihat mengantuk langsung membuka mata lebar-lebar. "Serius?"

"Beliau sekarang di rumah sakit," lanjut Aynara. "Dokter melakukan operasi karena cedera kepala."

Jayadi memegang lengan putrinya. "Bagaimana kondisinya?"

Aynara menundukkan wajah. Ia ingat pesan yang dikirim ibu mertuanya. "Beliau koma."

Cepi terdiam. Bahkan untuk beberapa saat, tidak ada lagi sindiran yang keluar dari mulutnya.

Jayadi menghela napas panjang. "Terus kenapa kamu pulang?"

Pertanyaan itu membuat dada Aynara kembali sesak. "Karena..." Ia menatap ayahnya. "Aksa menyuruhku pergi."

Jayadi mengerutkan dahi. "Dia mengusirmu?"

Aynara mengangguk pelan.."Katanya dia gak mau aku tinggal bersamanya."

Caca menatap kakaknya dengan ekspresi penasaran. "Terus Kakak mau tinggal di sini?"

Aynara tidak langsung menjawab. Ia hanya menggenggam tali tasnya lebih erat. "Untuk sementara."

Cepi menyandarkan tubuhnya pada dinding, senyum tipis mulai muncul di sudut bibirnya. "Ya sudah. Besok juga kamu bisa kembali."

Aynara menatapnya. "Kenapa?"

"Karena sekarang kamu sudah punya suami." Cepi tersenyum kecil. "Jangan sampai baru sehari menikah sudah jadi beban keluarga lagi."

Jayadi melirik istrinya, tetapi kali ini ia tidak menegur.

Aynara menundukkan wajahnya. Ia baru saja meninggalkan rumah suaminya karena di sana ia tidak diinginkan. Namun ternyata, pulang ke rumah sendiri pun tidak membuatnya merasa benar-benar diterima.

Cepi berbalik hendak kembali ke kamar. Namun sebelum pergi, wanita itu berhenti dan menoleh kepada Aynara. “Kamu sudah punya suami. Jadi jangan berharap bisa terus tinggal di sini.”

Aynara perlahan mengangkat wajah.

Cepi melanjutkan dengan nada dingin, “Ibu gak mau jadi bahan gunjingan tetangga karena punya anak yang baru nikah malah langsung diusir suaminya. Malu-maluin.”

Aynara terdiam. Tidak ada satu pun kata yang mampu keluar dari bibirnya. Malam itu, akhirnya ia benar-benar sadar... ia tidak lagi memiliki rumah untuk pulang.

 

...🔸🔸🔸...

...“Rumah bukan sekadar tempat untuk pulang. Rumah adalah tempat di mana seseorang merasa diterima....

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Sugiharti Rusli
dan perasaan itu ga bisa bohong, mungkin Aynara juga sudah jatuh cinta pada 'Aksa' yang sekarang yah,,,
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Maaf ya, Kak Nana... Aku baru sempaf baca, soalnya kemarin lagi ada urusan... Maaf ya, Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Sugiharti Rusli
karena pada kenyataannya kami memamg sudah jatuh cinta pada Aynara sih sejak kamu melihatnya pertama kali di rumah sakit Regan,,,
Oma Gavin
akhirnya regan yg menyentuh aynara ngga apa itu lebih baik daripada doni lucknut yg akan memanfaatkan kelemahan tsb, semoga kecebong premium regan jadi bayi 🤣
Kadek Sri
syukurlah Aynara selamat
Hanima
😍😍😍😍👍
Puji Hastuti
trus gimana nanti,kalau Nara sadar
Eka Burjo
syukurlah selamat. jangan kasih ampun tuh si Doni
tse
waduh sayang sekali.....
mereka jadinya melakukan zina ya....
Regan ga kuat iman nya..
Eka Burjo
harus nikah ulang ijab qobul lagi si, biar jadi halal hubungannya 😁✌️, tanya ahlinya
Puji Hastuti
ayolah regan, selamatkan ay
Sugiharti Rusli
semoga saja Regan masih keburu menolongnya yah, karena kalo sampai Aynara dilecehkan oleh Doni, itu akan jadi malapetaka sih😔😔😔
Sugiharti Rusli
mana kondisi Aynara sedang tidak baik" saja karena obat yang diminum saat tadi di ballroom,,,
Sugiharti Rusli
pada akhirnya si Doni malah berhasil membawa Aynara kan jadinya,,,
Sugiharti Rusli
meski dia belum tahu kalo orang yang mencegat dirinya suruhan si Doni, dia seharusnya ga usah meladeni,,,
Sugiharti Rusli
waduh si Aksa kemakan umpan si Doni lagi dia yah,,,
Cicih Sophiana
ya Allah Nara... semoga Regan cepat menemukan Nara dan menolong nya...
Siti Jumiati
semoga regan cepat datang dan menolong Aynara
Siti Jumiati
semoga regan cepat datang dan menolong Aynara
Eka Burjo
aakh gubrak 👊😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!