Indonesia
NovelToon NovelToon
PAMAN! JANGAN GODA AKU

PAMAN! JANGAN GODA AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Nita

Aku menikahi dia, tapi justru pamannya yang membuatku kehilangan akal. Setiap kali pria itu menatapku, ada bara yang tak bisa kupadamkan. Di mata keluarga, pria itu hanyalah paman dari suamiku. Di hatiku, dia adalah pria yang tak pernah boleh kusentuh. Namun, semakin aku menghindar, semakin dekat dia datang, membawa bisikan-bisikan yang memecah pertahananku. Bagaimana jika cinta ini terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PINGSAN

Seline membawa bocah tersebut ke meja pemeriksaan. “Ayo duduk di sini.”

Bocah itu menurut. Seline menarik kursi dan dia memeriksa kedua tangan, kaki, lalu wajah dan kepalanya.“Ada yang sakit?”

Bocah itu menggeleng.“Di sini?” Seline menyentuh pelan lengannya.

Bocah itu kembali menggeleng.

“Kalau ini?” Seline memeriksa lututnya. Ada lecet kecil yang sudah mengering. “Nah, ini ada luka.”

Seline mengambil kapas dan cairan antiseptik. “Sedikit perih, ya.”

Bocah itu tetap diam ketika luka di lututnya dibersihkan. Hanya sesekali wajahnya meringis menahan rasa perih. Setelah selesai, Seline memasang plester kecil. “Sudah.”

Bocah itu menunduk, memperhatikan plester di lututnya. Seline kemudian mengambil sebotol air dan menyerahkannya. “Minum.”

Bocah itu menerima botol tersebut dengan kedua tangannya. Baru beberapa teguk, tiba-tiba terdengar suara keras dari luar tenda

Bocah itu tersentak. Botol di tangannya hampir terjatuh. Matanya langsung mencari sumber suara. Tubuh kecilnya menegang dan wajahnya berubah pucat.

Seline memperhatikannya. “Tidak apa-apa. kita sudah aman di sini!”

Bocah laki-laki itu mendekati Seline lalu memegang lehernya sendiri. Seperti sedan memberinya isyarat. Seline tersenyum lalu berkata sambil tersenyum. “Ya aku tahu, kau tidak bisa bicara!”

Bocah laki-laki itu mengangguk, tersenyum, lalu membalikan badannya dab pergi berlari keluar dari tenda. Seline langsung berdiri dan berkata, “Hei, siapa namamu?”

Teman sejawat Seline mendekati, “Kenapa?”

“Pasien kecilku tadi. Eum… dia… dia tidak bisa bicara?”

“Ah iya, kasihan sekali ya!” kata Lin Yue, teman sejawat Seline.

Hari terasa berlalu begitu cepat. Tepat di tengah malam Eric pulang ke rumah. Begitu masuk ke kamar, sedikit bingung karena lampu kamar mereka masih gelap. Dia menyalakan saklar lampu.

“Dia pergi ke mana?” pikirnya sambil melihat ke layar ponselnya. Eric semakin bingung karena tidak ada panggilan masuk ataupun pesan masuk dari Seline.

Dia mencoba beberapa kali menghubungi nomor ponsel istrinya itu. Tapi, tidak tersambung. Mencoba lagi. Namun, hal yang sama terjadi lagi. Tidak hilang akal, dia pun menghubungi pihak Rumah Sakit.

“Apa, pergi ke daerah bencana. Menjadi Relawan!” kata Eric yang langsung berdiri dari duduknya.

Raut wajah Eric terlihat kesal, lalu dia menulis pesan teks kepada Seline. “Apa kau masih marah kepadaku, karena itu kau ingin membuatku marah. Pergi menjadi relawan tanpa seizinku!”

Baanyak pesan yang Eric kirimkan, namun semua hanya terlihat centang satu. Sementara itu, di pengungsian. Seline baru benar-benar bisa duduk santai sambil menyesap teh hangat panas.

Lin Yue menghampiri, “Eh kau tahu tidak? Aku dengar-dengar. Rumah Sakit kita akan menambah bala bantuan!”

“Benarkah?” tanya Seline.

Lin Yue menunjukan ponselnya, “Apa kau tidak membacanya di grup kita?”

Seline merogoh ponsel dari sakunya, “Ah, batrainya habis!”

“Sana, kau segera isi daya. Sepertinya antriannya sudah tidak banyak!” kata Lin Yue.

Karena supply listrik terbatas, karena itu untuk mengisi daya batrai mereka harus bergantian. Seline berdiri dan menuju ke tempat pengisian daya baterai ponsel. Baru saja berjalan beberapa langkah, dia melihat si bocah bisu yang tadi dia obati berjalan ke arah rumah-rumah yang sudah hancur.

“Mau pergi ke mana dia, ini sudah malam. Bukankah semakin berbahaya!” pikirnya.

Tujuan Seline langsung berubah, dia memutuskan untuk mengikuti bocah laki-laki itu. merasa jalan terlihat gelap. Dia meraba sakunya lagi, dan mengeluarkan senter kecil. “Nah, ini lumayan membantu!” katanya dalam hati.

Si bocah laki-laki itu ternyata bisa berlari sangat cepat meski di medan tanah berlumpur dan licin. Sementara Seline beberapa kali terjatuh. Jas dokter berwarna putihnya langsung saja menjadi sangat kotor.

“Hei!” teriak panggil Seline kepada Bocah itu.

Mendengar suara Seline, Bocah itu menghentikan langkahnya. Seline segera bangkit berdiri lalu menghampirinya. “Kau mau kemana?” tanya Seline dengan sedikit tersengal.

Bocah bisu itu menghampus air matanya, lalu menunjuk ke sebuah arah. Seline melihat itu sepertinya menuju arah hutan. “Apa di sana rumahmu?”

Bocah itu mengangguk. Seline langsung bersimpuh di depannya dab berkata, “Dengarkan aku, terlalu bahaya jika pergi kembali ke sana!”

“Dimana keluargamu?” tanya Seline

Bocah itu menggelengkan kepala, lalu Seline bertanya lagi, “Ayahmu!”

Bocah itu tidak menjawab. “Ibumu!” tanya Seline lagi semakin penasaran.

Bocah itu malah memandang ke atas langit. Melihat ini Seline pun langsung menghela napas. “Lalu siapa yang kau cari, jika ibumu sudah tidak ada sebelum kejadian ini!”

Bocah itu hanya diam berdiri, tiba -tiba wajahnya menegang, lalu tangan kecilnya terangakat. Menunjuk arah belakang. Seline berdiri, belum sempat membalikan badan sebuah tangan besar membekap mulutnya. Sementara, bocah laki-laki itu hanya bisa menangis ketakutan.

Tangan pria asing itu membekap mulut Seline sampai susah bernapas, dan pada akhirnya bekapan itu membuatnya pingsan. Pria itu menatap Si Bocah dengan tatapan membunuh. Lalu menariknya dengan satu tangan tapi dengan kekuatan penuh.

Satu tangan menggendong tubuh Seline di bahu, dan satu tangan menarik Si Bocah Bisu. Keesokan paginya. Lin Yue sibuk mencari-cari Seline karena tiba-tiba ada ibu hamil yang akan segera melahirkan.

“Dimana dokter Seline, aku tidak bisa menghubunginya!”

“Kami tidak melihatnya pagi ini!” kata salah satu perawat.

Teringat semalam Seline pergi ke tenda petugas untuk mengisi daya batrai ponselnya. Lin Yue pun pergi ke sana. “Apa semalam Dokter Selin ke sini!”

Petugas penyelamat yang ditanya menggelengkan kepala seraya berkata, “Tidak datang ke sini!”

“Lho, jadi dia pergi kemana?” kata Lin Yue yang measa mulai cemas seraya mengambil ponselnya dari saku.

Dia menekan nomor Direktur mereka. “Direktur Simon, Seline Menghilang!”

Simon yang baru saja menyesap susu dari gelas, langsung saja menyemburkannya tepat di wajah Xander. Wajah pria itu pun langsung terlihat mematung.

Simon langsung merasa limbung, telinganya mendengar Seline baru saja hilang, sementara matanya menangkap wajah mematung Xander. Dalam otaknya langsung berpikir, “Ini siapa yang lebih dulu yang harus aku urus!”

Simon langsun menambil serbet makan yang tersedia di atas meja, dia langsung berdiri dan mengelap wajah Xander sambil bercakap di sambungan ponsel. “Apa katamu. Seline menghilang. Bagaimana mungkin dia bisa menghilang!”

Xander yang ingin menepis tangan Simon, mengurungkan niatnya sambil menguping percakapan di telepon.

“Apa kalian sudah mencarinya?” tanya Simon lagi.

Lin Yue menjawab sambil terbata, dan menceritakan seluruh kejadian. Gerakan tangan Simon terhenti, lalu meletakan serbet makan yang ada di tangannya ke atas kepala Xander.

Sungguh jika bukan karena ingin menguping, Xander pasti akan memukul telak wajah Simon si Direktur Rumah Sakit sayap Suci, yang masih terlihat sibuk dengan sambungan ponselnya.

Xander berdiri, meninggalkan Simon yang masih sibuk berbicara dengan Lin Yue. Sampai-sampai tidak sadar jika sedari tadi temannya sudah pergi meninggalkan dirinya di ruangan makan sendirian.

1
Farid Attalah
selalu di tunggu ka
Siti Solihah
langsung baca terus kok thor,mlh nunggu up trus...
Nova Silvia
aahhh,,kelen greget tau
seline kamu polos bed
thor pengen visuaaaaalllllll
biar halu ny enak🤭
Nova Silvia
riana lu takut ketauan klo itu bkn anak eric kan,,
Rosy
dia itu ceo yg lagi nyamar Selin 😂😂

semoga si pelakor kena jebakan Batman..niat hati menjebak Selin malah dia yg terbukti bersalah
Rosy
kalau memang Selin berniat mau membvnvh,kenapa tidak keduanya saja..sangat merepotkan
ollyooliver
mau itu anak lu apa bukan ..gk ada alasan buat seline mencari pria lain. dia berhak! dan yg namanya lu dah tidur sama riana ..ya itu udah kesalahan menuju perceraian😏
Rosy
jangan mau Selin..itu pasti si pelakor
suka banget dg ketegasan tuan Mo..tapi lebih suka lagi kalau mereka di izinkan berpisah biar Selin jadi adik ipar saja 🤭
Nova Silvia
aku suka semua karya othor
Nova Silvia
c jalang bikin ulah
pph you the best,,,tp maaf bentar lg bkal jd istri paman
Nova Silvia
selueniamu polos bed,,punya lu klo nanti you nikah ma xender,,heee
xender aku mau satuuuu
Nova Silvia
ciye² seline merasa aman dekat xender
Widya Febrina
aku jadi penasaran...apa yang jadi tujuan Seline masih mempertahankan pernikahannya dgn Eric yg jelas2 telah mengkhianati pernikahan mereka
Widya Febrina
Rania...berarti pelakor sah ya...Krn mertua Seline tidak mengabaikan nya ...kasian bgt kami Seline
Widya Febrina
seline....seline...ternyata kamu hanya dijadikan alat utk dimanfaatkan sama keluarga suamimu..🤦🤦🙆🙆
Widya Febrina
pertemuan yang tak diduga🤭🤭😅😅
Rosy
pemiliknya Xander kah ?
Rosy
bagus sekali Xander..bocah itu bisa jadi perantara untuk menemui Selin tanpa ada rasa curiga 😂
Yuli Chen
tiap buka novel toon selalu cari karya kak nita, karena penulisan dan ceritanya bagus moga sampe tamat ya tor
Nova Silvia
ky ny cmn xander yg bisa lepasin kamu dr tuan mo,,,dengean cara elegan(curang)🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!