Reza Pahlevi, pria berumur 35 tahun yang menawarkan pernikahan kontrak kepada seorang wanita bernama Nagita
hal tersebut karena darah yang terus mendapatkan tekanan dari sang kakek yang memintanya untuk segera menikah.
Dia pun akhirnya menerima tawaran dari sekretarisnya untuk menikah kontrak dengan seorang wanita bernama Nagita yang terpojok karena terlilit hutang di bank.
bagaimanakah kisah percintaan mereka akankah hubungan mereka diwarnai dengan perasaan ataukah berakhir sesuai kontrak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.13
"Tuan, apa Anda bisa menyingkir dari atas tubuh saya? Anda sangat berat tahu!" Nagita berusaha mendorong tubuh besar tinggi itu namun Reza masih saja terpaku dan terus menatapnya. "Tuan, kenapa anda menatap saya? Saya mohon menyingkir lah Anda sangat berat. Anda pikir badan saya ini kasur ap--"
Nagita tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba saja Reza mendaratkan satu ciuman di bibirnya.
Sekujur tubuhnya Nagita terasa bergetar karena bibir yang selama ini dia jaga sepenuh hati akhirnya di sentuh seorang pria yang sudah resmi menjadi suaminya.
Hari sedih Saya merasakan bibir yang begitu lembut dan hangat hingga seperti kemudian dia tersadari jika Ini adalah sebuah kesalahan dan segera menyingkir turun dari atas ranjang.
Wajah Reza terlihat begitu panik dan juga pucat dan tidak menyangka hasratnya sebagai seorang lelaki tiba-tiba muncul begitu saja. "Ehm, maaf. Aku ti-tidak sengaja."
Tanpa mendengar apapun dari Nagita segera bergegas keluar dari dalam kamar hotel tersebut. bahkan dia tidak membawa dompet dan juga jaketnya hanya mengenakan baju kaos dan juga celana training.
Di atas ranjang Nagita Masih terpaku sambil menyentuh bibirnya yang terlihat basah. "apa yang telah dia lakukan, Berani-beraninya dia mengambil ciuman pertamaku!"
Nagita kembali-kembali berbaring sambil berguling-guling di atas ranjang bukan karena senang tetapi karena kesal. Tapi dia tidak bisa apa-apa walau bagaimanapun mereka memang resmi sebagai sepasang suami istri
***
Di luar kamar Reza terlihat kebingungan ke mana dia harus pergi tanpa membawa apapun. Saat ini dia begitu malu, Bagaimana tidak sebelum kejadian tadi dia sudah berkoar-koar bahwa tidak akan melakukan hal itu Namun nyatanya naluri lelaki yang Reza miliki menginginkan hal yang berbeda.
"kamu sekarang aku masuk pasti dia akan marah kepadaku. tapi ke mana aku akan pergi dengan penampilan seperti ini tanpa membawa uang pula."
Klek.
Pintu kamar tiba-tiba saja terbuka membuat Reza tersentak kaget. Apalagi saat melihat Nagita keluar. "Ehm, aku mau pergi ... pergi olahraga pagi dulu."
Tatapan Nagita terlihat begitu datar. "Benarkah? Anda mau pergi olahraga atau hanya ingin pergi menghindari saya?"
Reza mengalah nafas berat tidak ada gunanya dia menghindar. "Hufft, baiklah. Aku minta maaf, tadi itu aku tidak sengaja dan ... you know, aku laki-laki biasa."
"Ada baru saja melanggar pasal 2 dari surat kontrak yang anda buat sendiri. pasal itu berbunyi tidak ada sentuhan fisik dalam bentuk apapun apalagi bibir dan hubungan intiim.
Reza tidak bisa berkata apa-apa karena dia sadar bahwa kali ini sudah melakukan kesalahan. "Baiklah, aku akan menerima hukumanku. Katakan, kamu mau aku melakukan apa?"
Wah kesempatan bagus nih. aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak dia jalan-jalan ke menara Eiffel, batin Nagita.
"Ehm, karena saya orang yang baik jadi saya tidak akan memberikan Anda hukuman tetapi sebagai gantinya Anda harus menemani saya jalan-jalan ke menara Eiffel sekarang juga. jika anda setuju maka saya akan menganggap ciuman tadi tidak pernah terjadi."
Sebenarnya Reza malas pergi kemana-mana hari ini tetapi hukuman itu cukup ringan menurutnya. Padahal tadi dia sudah membayangkan Nagita akan meminta hal yang aneh-aneh.
"Baiklah, aku setuju."tanpa menunda waktu Reza segera kembali masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian. sementara Nagita terlihat begitu bahagia.
"Huftt, sudahlah Nagita lupakan ciuman itu dan anggap saja yang menciummu tadi itu adalah kadal buntung," gumam Nagita lalu ikut masuk kedalam kamar.
***
Akhirnya mereka sampai di kawasan menara Eiffel. Siapa yang tidak tahu Menara Eiffel, atau yang sebagaimana orang Prancis menyebutnya, La Tour Eiffel?
Ini adalah salah satu landmark paling terkenal di dunia dan menara ini memiliki sejarah yang cukup panjang.
Ia adalah hasil rancangan yang dibuat untuk World’s Fair 1889 di Paris dan dimaksudkan untuk memperingati seratus tahun Revolusi Prancis dan memamerkan kehebatan mekanik modern Prancis di kancah internasional dunia.
Sejak dibuka pada tahun 1889, Menara Eiffel telah didatangi lebih dari 300 juta orang dan mereka masih terus kedatangan hampir 7 juta pengunjung per tahun.
Terlepas dari banyaknya orang yang telah menaiki menara besi ini, mungkin Moms belum sepenuhnya tahu sejarah dan fakta yang belum banyak diketahui orang.
Nagita terlihat begitu senang ketika sampai di sana. "Tuan, tolong foto saya dong. Buat kenangan-kenangan."
Reza memutar bola matanya malas dia benar-benar tidak suka bepergian tanpa tujuan yang jelas. dengan malas dia meraih ponsel Nagita. "Ya, berdirilah di sana, aku akan memotret kamu satu kali saja, dan jangan minta lagi."
"Idih pelit amat. Yaudah, tapi harus bagus ya, jangan sampai aku terlihat pendek," ancamannya.
Reza tidak bisa menahan tawanya. "Haha, itu sih sudah nasib kamu. Kalau pendek ya pendek saja. Sudah jangan banyak bicara, berposelah."
"Iya-iya, sebentar." Nagita mengeluarkan gaya terbaiknya.
Ck gaya apa itu, hahaha, batin Reza.
Reza memotret dengan serius agar tidak perlu mengulang lagi. setelah selesai Dia memberikan kode dengan jempolnya kepada Nagita. "Kamarilah dan liat hasilnya."
Nagita segera mendekat dan melihat hasil potretan Reza. "Waw lumayan juga.", Dia beralih menatap Reza. "Tuan, apa tidak bisa satu kali lagi?"
"Tidak," tegas Reza lalu melanjutkan langkahnya.
Nagita pun segera menyusul. "Tuan berhenti sebentar." Dia menarik tangan Reza.
"Apalagi sih?" tanya Reza kesal.
"Anda lupa ya, kita ini harus memberikan bukti kepada kakek bahwa hubungan kita serius. Ayo kita berfoto bersama lalu kirim ke kakek."
Benar juga dia, aku sampai lupa. Astaga, sejak masuk tadi dia memanggil ku Tuan, bukan sayang. Bagaimana jika ada mata-mata Kakek disini, batin Reza.
"Ehm, baiklah sayang. Ayo kita berfoto bersama. Kamu masih saja memanggilku Tuan, lupa ya haha," ucap Reza sambil melirik kanan kiri.
Astaga iya aku lupa, batin Nagita.
"Ahaha, iya sayang. Aku lupa." Nagita melingkarkan tangannya di lengan sang suami. "Ayo kita foto bersama." dia mengarahkan kamera depan lalu segera melakukan foto selfie hingga beberapa kali.
Saat Nagita hendak melepaskan tangannya dari lengan Reza tiba-tiba saja Reza mendekat dan membisikkan sesuatu kepadanya. "Awas saja kalau kamu memanggil ku Tuan lagi."
Dengan wajah kesal Nagita pun balik berbisik. "Namanya juga lupa, anda juga lupa kan? Jangan menyalahkan saya saja."
Reza tidak menanggapi ucapan sang istri, dia hanya tersenyum lebar. "Ayo kita jalan-jalan lagi." dia menggandeng tangan Nagita menyusuri kawasan menara Eiffel.
Benar saja, seorang pria sedang bersembunyi di balik pohon yang berjarak sekitar 3 meter dari tempat Nagita dan Reza berdiri tadi.
Bersambung 💕
like
komen
give
star
iklan
tersemat
semangat y a k chayo
di tunggu extra part nya thor tetep semangat 💪💪💪