Indonesia
NovelToon NovelToon
JUAL DIRI 2 "SANG PENULIS"

JUAL DIRI 2 "SANG PENULIS"

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Nikah Kontrak / Romansa / Tamat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: karmela

Ini bukan sambungan buku pertama "JUAL DIRI" ya.

sinopsis
Susan adalah seorang penulis. Karena dia butuh uang, di tipu, naskahnya dijual orang lain, banyak platfrom online menulis yang tiba-tiba ganti aturan dan dia tak mendapatkan bayaran Susan terpaksa jual diri untuk mendapatkan uang, untuk menghidupi keluarganya di kampus. Dia bertemu dengan Tuan Agung, Indonesia-korea, seorang pemilik perusahaan di industri hiburan. Dia menyewa Susan setelah datang ke tempat seorang Madam. Ibunya ingin sekali segera memiliki cucu.
"setelah melahirkan anak saya. Kita akan bercerai." kata tuan agung kepada Susan. Susan tak masalah. Asal dia punya uang banyak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HASIL INSEMINASI

Mamanya agung tak henti menangis setelah melihat usgnya dan mengetahui hasilnya. Tante mengganti vitamin dan susu untuk Susan. Sekarang harus dengan susu untuk ibu hamil.

"Ini resep baru. Minum susu ini ya ibu hamil." Tante dokter memberikn resepnya.

"Iya tante." Susan senang sekali dipanggil seperti itu. Walau awalnya dibayar, tapi entah kenapa rasanya Susan bahagia sekali.

Ini adalah salah satu impiannya. Termasuk menikah dengan laki-laki kaya, juga menjadi ibu, mengandung, merasakan malaikat kecil tumbuh diperutnya. Membayangkan saja rasanya sangat bahagia.

Mereka keluar klinik. Kembali masuk ke dalam mobil. Susan duduk di belakang dengan mamanya agung, agung duduk di depan dengan Joko.

"Bagaimana hasilnya tuan, nyonya, saya boleh tahu kah? Saya juga ikut penasaran?" Tanya Joko sebelum jalan.

"Kepo kamu jok." Agung bercanda dengan Joko.

"Sebentar lagi kamu dipanggil om jok." Mama agung yang menjawab di belakang.

"Ahh, selamat tuan. Mau jadi papa, selamat nona mau jadi ibu sekarang. Nyonya juga, jadi dipanggil nenek." Joko ikut bahagia mendengarnya.

"Makasih om Joko."

Susan tertawa. Agung meminta Joko untuk ke apotik. Joko pun menjalankan mobilnya. Sepanjang jalan mama agung tak pernah melepas tangannya yang ada diperut Susan yang masih rata. Dia selalu mengusapnya.

"Makasih ya sayang. Mama masih gak nyangka, akhirnya. Setelah sekian lama mama merengek ke agung, mama dapetin juga. Tahu tidak. Ini hadiah yang paling susah mama minta ke agung." Mama agung menangis mengatakannya.

"Mama, jangan nangis terus. Nanti sakit kepala gimana? Sakit gimana mama?" Susan mengusap air matanya mamanya agung. Dia memeluk mamanya agung dengan erat. Mengusap punggung sang mama mertua.

Agung tak pernah melihat ada wanita yang bisa dekat dengan mamanya. Ini pertama kali. Rasanya bukan seperti agung membayar Susan, Susan seperti tak berakting. Dia seperti sungguhan melalukan semuanya.

Tak lama mobil mereka sampai di apotik. Agung yang akan turun. Mamanya dan Susan tetap di dalam mobil.

"Minta ice cream ya?" Kata Susan ketika agung mau turun.

"Ice cream apa? Rasa apa?" Agung turun dan berhenti di depan pintunya. Dia menatap Susan. Susan kenapa jadi menggemaskan. Cara bicaranya dan cara mintanya.

"Ibu hamil ngidam ya?" Tanya mama agung melepaskan pelukannya dan mengusap perut Susan lagi.

"Dikit ma. Boleh kan ya ice cream? Tiba-tiba pingin ma."

"Iya boleh."

Susan pun mengatakan apa yang dia minta. Agung masuk dan berjanji membelikannya. Dia menebus resepnya juga ditambah ice cream.

"Ini bukan?"

Agung membuka pintu mobil di samping Susan. Dia menunjukkan apa yang dia beli. Susan mengangguk. Dia mengambil ice creamnya dari agung.

"Iya ini. Makasih sayang."

Susan langsung membukanya dan memakannya. Agung menutup pintunya kembali. Dia kembali ke tempat duduknya. Kali ini mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.

"Ma, nanti malam boleh makan nasi goreng?" Tanya Susan tiba-tiba di tengah jalan.

"Boleh lah. Kenapa gak boleh?"

"Yang nasi goreng Abang keliling itu ma. Gak mau yang di restoran."

Padahal Susan sedang makan ice creamnya. Tapi dia tak henti mengoceh di belalang. Agung yang mendengar itu langsung menoleh.

"Gak. Gak boleh makan sembarangan kata Tante ya. Harus makan makanan yang sehat dan higenis, juga bersih."

"Itu kan bersih. Memangnya kenapa sama nasi goreng Abang keliling itu. Itu lebih enak dari nasi goreng di restoran empat Minggu lalu."

"Empat Minggu lalu, maksudnya sayang?"

Susan cerita yang dia mau nasi goreng tapi diajak makan ke restoran. Susan merengek kepada mama mertuanya.

"Ma, mau itu. Nasi goreng yang di Abang keliling itu loh ma. Gak mau di restoran pokoknya. Aku udah pengen dari dulu, tapi gak dibolehin."

"Berarti bukan ngidam kan. Itu kamu aja yang mau." Timpal agung.

"Ya ngidam juga. Bayinya kok yang mau." Susan tak mau kalah.

"Kan maunya dari dulu. Bukan baru sekarang."

"Tapi sekarang mau lagi, ma. Boleh ya, pliss."

"Gak ada. Gak boleh. Bisa minta tolong bibi atau mama yang buatin kalau gak mau yang di restoran."

"Mau yang di gerobak itu! Titik."

"Gak boleh. Titik! Gak boleh bantah kata suami."

Susan diam seketika. Agung menatap Susan dengan mata yang melotot. Seakan marah. Susan memberikan ice cream yang belum habis itu kepada agung. Dia meminta agung mengulurkan tangannya lalu menaruh ice creamnya di tangan agung.

"Ya udah. Kalau gak boleh, gak percaya yang mau bayinya. Aku gak mau makan sama bayinya. Sebelum nasi goreng keliling, gak mau makan yang lain. Bodo amat sakit."

"Sayang, jangan gitu dong."

Susan memalingkan muka dari agung. Mamanya agung yang panik mendengar ancaman menantunya.

"Gung, masak kamu tega sih liat Lia gak makan. Kalau sakit, gimana?"

"Prisilia, jangan bantah. Kamu jadi ibu gimana sih? Gak sayang sama anaknya?"

"Sayang."

"Ya sudah. Nasi goreng restoran atau mau dibuatkan mama dan juga bibi?"

Susan diam. Dia malah menangis. Air matanya saja yang menetes.

"Jangan sudah deh dibilangin. Aku gak mau kamu sama bayi kamu kenapa-napa."

"Ya udah. Terserah. Aku mau makan apa aja. Aku gak mau anak aku kenapa-napa."

Susan akhirnya mengalah. Sampai di rumah Susan segera turun. Dia ke kamar mandi. Mamanya agung mengikuti Susan.

"Sayang kenapa? Hati-hati ya di kamat mandi."

"Cuma cuci muka kok ma. Iya ma."

Susan tak menutup pintunya bahkan. Agung berangkat ke kantor karena ada meeting dengan papanya.

"Ma, aku tinggal ya. Aku ada meeting sama papa. Kamu juga, jangan aneh-aneh mintanya."

Agung pamit kepada mamanya. Mamanya dan Susan keluar dari kamar mandi. Agung mencium tangan mamanya. Dia mau mengusap kepala Susan, tapi Susan malah mengelak.

"Jangan gini. Aku kasih waktu sampai aku pulang ya. Kalau aku lihat kamu masih ngambek soal nasi goreng-"

Susan pergi ke kamarnya begitu saja. Mamanya agung mencoba untuk mendiskusikannya dengan sang anak tunggal.

"Nasi goreng keliling, bersih juga kok Gung. Di depan kompleks kan ada. Sudah pasti bersih lah."

"Aku gak mau ambil resiko ma. Mama juga kan yang mau punya cucu."

"Iya sih. Tapi orang hamil itu kalau mau sesuatu harus dituruti Gung. Nanti bayinya jadi benci sama kamu gimana kalau gak diturutin? Soalnya bayinya bisa merasakan kalau mamanya lagi bete sama papanya."

"Gak usah lah ma. Mama mau masakin nasi goreng kan? Lebih baik mama saja atau bibi. Pasti juga cucunya mau makan kalau neneknya yang masak. Suruh bibi belanja untuk nasi gorengnya ya ma."

"Iya deh. Coba."

Mamanya agung mengantar sampai ke luar rumah. Agung dan joko pergi dengan mobilnya. Dia melambaikan tangan kepada sang mama.

1
Hasmirawati
kapan upnya Thor, penasaran banget dengan cerita nya
Hasmirawati
lanjut Thor
Arsih Afisam
lanjuut thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!