Tahun 6996, peradaban telah hancur dan kembali menjadi seperti masa kerajaan, kerajaan ColdendEarth, begitulah mereka menyebutnya, terkenal dengan legenda tentang... wanita beku.
Naila, dialah legenda yang dikenal sebagai wanita beku, seorang pria membuka tabung yang membuat Naila tertidur, dia tidak membeku, melainkan tidur beku.
Tujuan Naila melakukan tidur beku hanya satu, menagih janji kepada sang dewa waktu...namun tentu saja, perjalanannya tidak akan mudah, atau bahkan hampir mustahil, bagi manusia biasa yang mengalaminya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyubara Reona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19: Jalan Masuk Dan Mimpi Saat Kecil
Naila:"Jadi disini tempat Heart of Rubia berada?"
Arden:"Dari informasi yang diberikan seperti nya iya"
Mereka berada di depan sebuah goa yang cukup besar, yang berada di Dilforce Utara
"Goa ini, penuh dengan energi sihir. Kurasa kita tidak perlu takut akan kehabisan energi sihir saat bertarung" ucap Naila
"Sebaiknya kita jangan lengah, bisa saja kumpulan energi sihir ini adalah jebakan." Ucap Arden dengan ekspresi serius
"Kamu benar, kita tidak akan tau apa yang ada di dalam sebelum kita memasukinya" ucap Naila
Mereka memasuki goa tersebut, langkah demi langkah mereka perhatikan untuk memastikan semuanya aman.
Semakin mereka berjalan, semakin dalam pula mereka memasuki goa tersebut. Makhluk penjaga goa mulai bermunculan tetapi itu bukan masalah bagi Naila, Arden dan Eleine.
Hingga di kedalaman ke dua dari goa itu mereka harus berhadapan dengan Kong Stone
"Kong Stone, kurasa ini akan merepotkan" ucap Arden
Tanpa pikir panjang, Naila menerjang monster batu tersebut dengan menggunakan sihir air miliknya.
"Bubble bomb" Naila menciptakan gelembung air yang dapat meledak dalam 2 detik
.....................
*BOOM* Ledakan yang cukup besar terjadi dan mengguncang goa tersebut hingga menghancurkan atap dari goa.
Naila terkejut, Kong Stone beregenerasi dengan sangat cepat hingga kembali normal.
"Ih, gak adil." Ucap Naila dengan kesal
"Kong Stone, sesuai namanya ia menguasai elemen bumi. Selama ada batu di sekitarnya maka ia akan beregenerasi terus-menerus" ucap Arden menjelaskan tentang kemampuan Kong Stone
Naila menyadari sesuatu, ia terdiam sejenak membuat Arden dan Eleine bingung
"Apa apa, kak Naila. Kok diam saja?" Tanya Eleine
"Jika itu masalahnya....cukup bekukan saja goa ini" ucap Naila dengan entengnya.
Ucapan Naila membuat Arden sangat terkejut dan menganggap Naila sudah gila
Naila mulai mengeluarkan elemen es miliknya dan melepaskannya ke seluruh goa. Kini goa yang awalnya penuh dengan batu dan lumut kini berubah menjadi goa es akibat sihir es milik Naila.
Arden dan Eleine dibuat takjub dengan kemampuan dari Naila
"Baiklah tuan batu, waktunya melanjutkan pertarungan" ucap Naila sambil tersenyum licik
Naila kembali menyerang Kong Stone dengan kekuatan miliknya, kali ini ia menggunakan elemen es untuk melawannya, menyesuaikan dengan kondisi tempat tersebut.
"Icy Road" Naila menciptakan banyak tombak es yang muncul dari dinding goa dan mulai menusuk Kong Stone dari segala arah.
Merasa masih kurang cukup, Naila mengalirkan energi sihirnya ke tombak es tersebut yang dapat meledak ketika Naila melepaskan sentuhannya.
*BOOM* Naila melepaskan sentuhannya dari tombak es itu sehingga akhirnya meledak dan mengubah Kong Stone menjadi butiran debu.
Naila mengembalikan goa ke keadaan nya semula.
Saat mereka hendak melanjutkan perjalanan mereka, tiba-tiba mereka di serang dengan sebuah kunai, tetapi Naila dapat dengan mudah menahannya bahkan mengembalikan kunai tersebut ke arah dimana kunai itu datang
Akhirnya muncul sosok yang melempar kunai tersebut yang ternyata adalah dua gadis yang sama saat Arden dan Eleine pergi ke perpustakaan utama
"Me-mereka? Bagaimana bisa mereka masih dapat bertahan dari serangan ku tadi?" Ucap Eleine.
Kedua gadis tersebut tersenyum sombong
"Kekuatan mu masih terhitung lemah, gadis malang" ucap wanita itu
"Sepertinya kalian berdua membawa teman kalian, tapi itu tidak berpengaruh, kalian tetap tidak akan mendapatkan artefak itu" ucap gadis tersebut
"Heeee, begitu ya? Kalau begitu, bagaimana kalau kalian berdua melawan aku?" Ucap Naila dengan senyum menantang
Naila menyadari pakaian yang digunakan oleh 2 gadis tersebut, yaitu pakaian ninja. Dengan cepat ia menyadari bahwa mereka berdua berasal dari kerajaan Sakura
"Sakura kingdom..." Gumam Naila
Dengan cepat kedua gadis tersebut tersulut api amarah karena merasa direndahkan oleh Naila
"Jangan meremehkan kami, Sialan!" Ucap kedua gadis tersebut
Mereka berdua menyerang Naila bersamaan, tapi serangan mereka meleset dan Naila sudah tidak ada di hadapan mereka.
Tanpa kedua gadis itu sadari, Naila sudah ada di belakang mereka.
Kedua gadis itu reflek melompat menjauhi Naila
"Ba-bagaimana mungkin? Di-dia cepat!" Gumam si gadis dengan pakaian ninja merah.
"Bagaimana bisa kamu dapat bergerak dengan sangat cepat? Itu tidak mungkin manusia biasa seperti kamu!" Ucap gadis dengan pakaian ninja putih
Naila tersenyum, menatap kedua gadis tersebut dengan tatapan penuh kegelapan.
"Tidak mungkin? Tentu saja, karena pada dasarnya......"
Naila melesat dengan cepat ke arah kedua gadis tersebut. Menusuk leher kedua gadis itu dengan jari saja.
Naila melanjutkan perkataannya
"Karena pada dasarnya, manusia era sekarang sangatlah lemah" ucap Naila dengan nada yang dingin.
Kedua gadis itu terjatuh dan mati.
Arden dan Eleine yang melihat hal itu benar-benar dibuat tak bisa berkata-kata, antara takjub, hebat, atau mengerikan.
Naila menatap mereka berdua, seketika tatapan kegelapan Naila menghilang, kembali bercahaya seperti biasa
"Ayo kita lanjut menelusuri goa ini lebih dalam" ucap Naila dengan perasaan senang
Benar-benar perempuan yang berbahaya
Semantara itu, Ricky bersama dengan sang penasehat raja yaitu Tinn sedang di memasuki goa lebih dalam lagi untuk mendapatkan Heart of Rubia.
Ricky terus memikirkan tentang sahabat lamanya itu, yaitu Elara. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengannya setelah Elara telah dianggap sebagai pengkhianat kerajaan.
"Elara....kenapa kamu kembali? Diasingkan adalah cara terbaik agar kamu tetap hidup" gumam Ricky
*13 tahun yang lalu*
Ricky saat itu masih berumur 6 tahun, semua dimulai ketika ayahnya yang merupakan raja dari kerajaan Dilforce melakukan kunjungan pada salah satu penelitian yang sedang dilakukan oleh seluruh peneliti di kerajaan tersebut
Ricky benar-benar terpukau dengan tekad yang dimiliki oleh para ilmuwan, pada masa itu seluruh peniliti sedang berkumpul untuk membuat sebuah salinan dari artefak kuno, Heart of Rubia.
Ricky berkeliling di tempat penelitian itu matanya berbinar-binar penuh dengan kekaguman akan penelitian yang sedang dilakukan
(Saat itu aku hanyalah bocah labil yang perasaan nya selalu berubah seiring dengan hal baru yang kutemukan, tetapi saat aku melihat para ilmuwan disaat itu juga aku akhirnya dapat tujuan hidupku, yaitu menjadi seorang ilmuwan)
Isi hati Ricky
(Aku pun mendekati ayahku dan mengatakan bahwa aku ingin menjadi seorang ilmuwan peneliti)
Ia menarik jubah ayahnya
"Ayahanda, aku ingin menjadi ilmuwan peneliti seperti mereka" ucap Ricky kecil
Ayah Ricky, Dilan Dilforce menundukkan tubuhnya dan mengelus rambut Ricky dengan lembut
"Selama itu pilihan yang baik, ayah akan selalu mendukungmu, Ricky" ucap Dilan dengan ramah kepada putranya
Sejak saat itu, Ricky mulai mempelajari ilmu-ilmu yang diperlukan agar dapat menjadi ilmuwan peneliti yang hebat, sejak umur 6 tahun Ricky mulai belajar secara otodidak dengan membaca buku-buku yang ada di perpustakaan.
Salah satu buku yang Ricky baca pada saat itu adalah buku yang berjudul "Theory of Everything" yang diterbitkan oleh Joyce pada tahun 2030, ribuan tahun yang lalu.
Ricky duduk di kasurnya sambil memegang buku baru yang ia temukan di rak bukunya. Ia mengelap cover buku itu yang menunjukkan judul "Theory of Everything"
"Teoray...of....arghh namanya susah sekali, ini bahasa apa sih?" Ucap Ricky dengan kesal
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan memperlihatkan sang ayah masuk ke kamar nya
"Nampaknya kamu sedang kesulitan, putraku. Ada masalah apa?" Tanya sang ayah dengan lembut
"Bahasa buku ini, ayahanda, bahasa apa yang digunakan buku ini?" Tanya Ricky dengan kesal sambil menggaruk kepalanya
Ricky menunjukkan buku itu kepada ayahnya hingga membuat sang ayah terkejut
"Buku ini...darimana kamu mendapatkan nya, putraku?" Tanya Dilan kepada putranya.
Menunjuk ke arah rak buku yang ia pegang "aku mendapatkan nya disitu" ucap Ricky.
Ayah Ricky tersenyum kepadanya
"Theory of Everything, jika kita menggunakan bahasa Nusantara maka memiliki arti yaitu teori segalanya." Jelas Dilan kepada putranya
"Sebagai tambahan jika kamu tertarik, bahasa yang digunakan dalam buku tersebut ada 2, yaitu bahasa benua kita yaitu bahasa Nusantara, dan juga bahasa EngDear" ucap Dilan
Ricky sedikit kebingungan dengan maksud dari bahasa EngDear (bahasa inggris jika ribuan tahun yang lalu)
"Apa itu artinya di dunia ini memiliki banyak bahasa?" Tanya Ricky
"Tentu saja, banyak sekali bahasa di dunia ini. Bahkan 3 ilmuwan legendaris mampu menguasai 17 bahasa" ucap Dilan kepada Ricky
Hal itu membuat Ricky semakin kagum, dengan para Ilmuwan sehingga membuat semangatnya semakin menggebu-gebu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
3 Ilmuwan legendaris, merupakan 3 ilmuwan yang ada di abad ke 21.
3 ilmuwan tersebut antara lain yang pertama adalah Ramod, tangan kanan dari Johan yang artinya ia adalah makhluk asing sama seperti Johan
Yang kedua adalah Veliona, seorang ilmuwan perempuan yang memiliki IQ yang dapat disetarakan dengan 2 Albert Einstein yang digabung, benar-benar jenius. Hanya saja, Veliona menghilang di awal abad 22 tanpa kabar sedikitpun, hingga saat ini.
Tentu saja yang ketiga adalah Joyce, manusia yang benar-benar jenius, beberapa alat teknologi canggih telah ia ciptakan di masa lalu, salah satu yang ia ciptakan adalah sebuah teori yang sangat di cari-cari oleh seluruh ilmuwan di dunia, bahkan Albert Einstein pun tidak dapat membuat teori tersebut.
Teori tersebut adalah Theory of Everything, atau teori segalanya. Teori yang memuat segala sesuatu hal di alam semesta hanya dengan satu teori saja, Joyce mendapatkan teori itu di penghujung abad 21.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
9 tahun kemudian.....
Kini Ricky telah berumur 10 tahun, ia akhirnya dapat bersekolah di sekolah ilmuwan terbaik di kerajaannya, yaitu institut teknologi Dardwin.
Karena kepintaran Ricky, yang ia peroleh dari hasil kerja kerasnya dalam belajar otodidak selama 4 tahun lamanya Ricky dapat mencapai tingkat B+ hanya dalam waktu 3 bulan saja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dalam dunia sains, ilmuwan memiliki 7 tingkatan
Mulai dari paling rendah itu E, D, C, B, B+ A+, dan S+
Itu artinya di umur 10 tahun Ricky telah mencapai tingkat pertengahan hanya dalam waktu 3 bulan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saat Ricky di jalan pulang dari sekolah, ia melihat beberapa orang komplotan orang-orang jahat di gang. Dengan cepat Ricky menyadari bahwa para kumpulan preman itu sepertinya sedang memalak seseorang, kebetulan Ricky membawa alat setrum yang ia ambil dari gurunya.
Ricky berlari ke arah preman itu dan menyetrum mereka satu per satu hingga para preman itu tak sadarkan diri.
Ricky sedikit terkejut, ternyata para preman itu sedang tidak memalak, melainkan memukuli seorang gadis kecil yang kumuh.
Seorang gadis yang sangat kotor, menjijikkan, bahkan pakaiannya sudah koyak.
Ricky berinisiatif untuk menolong gadis tersebut dengan membawanya ke istana kerajaan.
Ricky menggendong tubuh gadis itu, tapi tubuhnya tidak kuat. Ia memutuskan untuk meminta bantuan kepada warga sekitar untuk membantunya membawa gadis yang terluka itu
Ricky cukup terpanah melihat gadis itu, rambut putih yang panjang menambah kesan baik Ricky padanya.
BERSAMBUNG...........