Takdir Tuhan tidak mungkin bahkan tidak akan pernah salah, entah itu Riski, Jodoh bahkan kematian. Dalam memberikan anugrah kepada hamba-Nya juga tidak akan tertukar, karenanya semua yang terjadi itu pasti ada makna dibalik semua.
Kisah seorang yang disatukan karena perjodohan berbalut cinta tapi, harus berakhir
karena takdir yang tertulis, menghadirkan sosok baru menjadi penopang hati membuat cerita baru.
Bagaimana sosok itu hadir membuat kisah takdir cinta
Simak cerita mereka di sini
next episode
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AD UTAMI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
waktunya membawa mereka semakin dekat dan melengkapi satu sama lain, kini waktu yang ditunggupun tiba, saatnya Diana pulang. Kevin kini lebih posesis dalam memberikan pehatiannya salah satunya tidak memberikan ijin Diana kembali ke kosan melainkan memberikan rumah untuknya.
Diana yang mulai mengikuti tanpa lagi paksaan tapi sedikit keterpaksaan yang beralaskan rasa sayang, "kita pulang kerumah"Kevin, Diana tidak menjawab hanya sekilas memandang sosoknya yang menawan.
Semua berjalan dengan baik sebaik itulah membawa mereka ke tujuan utama sebuah rumah masa depan tapi bukan kuburan, sebuah rumah minimalis dengan halaman lebar lengkap dengan penjaganya.
"mas ini rumah siapa?"Diana seketika tercengang melihat apa yang ada di depannya kini, "rumah kita"Kevin dengan dinginnya dan membuka pintu sebagai akses mereka masuk
"mari non,"sambutan sosok kepercayaan Kevin "ini Bik ina, masukkan semua kemar saya Bik" tegas kevin hanya membuahakan anggukan
"istirahatlah sayang"Kevin mengantar Diana sampai dikamar, menata semua seakan memberikan kenyamanan untuk wanita yang tengah mengisi hatinya.
Kebersamaan ini sedikit menyiksa karsna godaan akan keingin tahuan akan seauatu yang terlarang sering kali terjadi, saat mereka berduaan, disitulah pondasi atas sebuah iman dan pengetahuan harus kuat disiapkan sendari awal.
Banyak lembaga bahkan instansi baik Badan maupun Dinas di negeri ini melakukan himbauan, sosialisasi Edukasi Informasi kenapa perlunya Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) diperlukan, karena unit terkecil dari suatu negara yang sangat penting itu adalah keluarga, jika dari awal sudah baik bahkan bagus seterusnya akan tidak jauh dari kata baik meakipun tidak menutup kemungkinan ada yang kurang bahkan melenceng dari pondasi tersebut, akan tetapi masih sangat bisa di kondisikan bahkan di minimalisir.
Bayangkan jika keluarga sebagai bagian terkecil dari keluarga baik bisa dipastikan baik juga negara, dalam banyak hal bisa di lakukan lebih terstruktur karena sumber daya manusia yang baik menjadi salah satu pendukung kemajuan negara.
Tujuan awal Diana mengejar mimpi sampai lulus kuliahnya, baru memikirkan menikah, dengan konsekuensi julukan perawan tua, bahkan hinaan untuk apa nunggu lama lama toh wanita berakhirnya di tiga M saja, tidak jauh dari itu Karena kodratnya wanita itu Macak Masak Manak, sesimpel itukah menikah dan problematikanya ? tentu tidak semua butuh pemikiran persiapan yang matang, karena itu Cinta keluarga cinta terencana.
Sudah setahun ini godaan itu silih berganti, selain godaan dari sisi diri akan gejolak ingin tahu juga memiliki satu sama lain, tapi ada juga gangguan dari sosok lain pasangan, disitulah ujian kesetiaan terhadap pasangan.
Jika pria sudah mampu dan berpengahasilan sudah bisa bsrtangung jawab atas sebuah sikap segeralah menentukan sikap dengan menjalin sebuah hubungan yang resmi yaitu Pernikahan yang secara legal baik agama maupun negara.
Begitu juga wanita jika sudah matang dalam hal reproduksinya silahkan memilih untuk menerima atau menolak pasangan yang menginginkanya. Kenapa ? karena menjadi ibu itu tidaklah mudah, harus kuat menjadi tiang penyangga untuk keluarga juga anak anaknya kelak, meski bukan yang utama juga bisa menjadi penopang penyeimbang dari suami dalam menjalankan mahligai rumah tangga yang tidak hanya indah kadang juga sebaliknya.
Dalam hidup tidak cukup sekedar punya tekat untuk mencapai tujuan, seperti Diana juga harus merasakan sakit bagaimana ditinggalkan di duakan bahkan memilih menjadikan ujian itu untuk lebih baik bukan menyerah pada kenyataan.