Indonesia
NovelToon NovelToon
RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Nagato, pemuda miskin dari Jepang, tewas usai menolong seorang gadis. Mendengar permintaan terakhirnya yang hanya ingin hidup tenang, Dewa Kematian melahirkannya kembali sebagai Alan di tengah Hutan Monster dengan Skill Domain Absolut—kemampuan hidup abadi dan menciptakan apa pun di wilayahnya.
Niat hati ingin hidup santai, bayangan imajinasi Alan justru tanpa sengaja mewujudkan sebuah kerajaan megah. Dianggap sebagai ancaman besar oleh Kerajaan Manusia dan Iblis, Alan terpaksa membangkitkan pasukan abadi, penyihir agung, hingga menundukkan dua Naga Kuno. Didampingi Skill berkesadaran mandiri, Alan kini menguasai kerajaan terkuat di dunia—semuanya demi satu alasan sederhana: bertahan hidup dengan tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DONGENG SEBELUM TIDUR

Di dalam aula rapat istana utama Kerajaan Solaria, suasana berlangsung sangat serius dan tenang.

Alan duduk di kepala meja rapat berukir emas, dikelilingi oleh para menteri kerajaan, Zero, dan Akami. Mereka sedang membahas manajemen logistik, pembagian wilayah pertanian sihir, serta tata kelola administrasi untuk lima ribu penyintas dari berbagai ras yang baru saja menghuni Kota Suaka Solaria.

"Laporan logistik terkini, Tuan Alan," ujar Menteri Dalam Negeri seraya membuka gulungan perkamen sihir. "Pasokan bahan pangan dari perkebunan sihir kita sangat melimpah. Pembagian rumah untuk kaum Elf, Beastkin, dan manusia juga berjalan tanpa kendala sedikit pun."

"Bagus," sahut Alan mengangguk puas. "Pastikan sistem kesehatan dan air bersih untuk mereka tetap terjamin. Kalau ada racun atau penyakit dari luar, segera minta Akami untuk—"

BRAKKK!

Pintu kayu raksasa ruang rapat mendadak terdorong terbuka lebar dengan cukup keras!

Suasana hening dan formal di dalam ruangan itu pecah seketika. Para menteri refleks tersentak kaget, beberapa di antaranya bahkan hampir menjatuhkan gulungan laporan mereka. Zero dan Akami langsung menoleh cepat ke arah pintu.

"Hihihi! Gigi... nda bisa kejar Sena!"

Suara tawa melengking yang sangat menggemaskan bergema di seluruh ruang rapat. Sosok kecil bergaun kuning cerah melesat masuk, berlari-lari kecil melintasi karpet merah di tengah ruangan seraya menepuk-nepuk tangannya gembira.

Di belakangnya, Yumi berlari-laki kecil dengan wajah serba salah dan napas yang sedikit terengah. "Nona Sena! Jangan lari ke sana, Tuan Alan sedang ada rapat penting—"

Melihat pemandangan konyol tersebut, Alan yang duduk di kepala meja rapat hanya bisa memijit pelipisnya pelan, lalu menghela napas panjang yang amat berat. "Ya ampun... baru juga mau kelihatan wibawa di depan para menteri..."

Alan mengangkat tangannya, menatap para menteri yang masih membatu kaku. "Maaf semuanya, rapatnya kita tunda dulu sepuluh menit ya."

Alan bangkit dari kursi kebesarannya, melangkah santai menghampiri Sena yang sedang berputar-putar di dekat pilar ruangan. Saat Sena hendak melesat kabur lagi menuju arah meja rapat, Alan dengan sangat sigap membungkuk dan menyergap tubuh mungil itu ke dalam gendongannya.

"Gotcha! Tertangkap kan!" goda Alan sambil mengangkat Sena tinggi-tinggi.

"Aaa! Ayah!" jerit Sena kaget, namun tawa kegirangannya justru makin meledak saat tubuhnya melayang di udara.

Alan menurunkan Sena ke dalam pelukannya, menepuk-nepuk punggung mungil keponakannya itu dengan penuh kasih sayang. Ia menoleh menatap para menteri yang berdiri kaku di sekitar meja rapat.

"Saya urus putri kecil ini dulu. Kalian bisa istirahat sebentar," ucap Alan tersenyum ramah sebelum melangkah keluar dari ruang rapat seraya menggendong Sena.

Para menteri, Zero, dan Akami menatap punggung Alan yang berjalan menjauh. Wajah para menteri yang tadinya tegang kini meleleh penuh haru. Salah satu menteri tua bahkan mengusap sudut matanya dengan kain sapu tangan.

"Luar biasa..." bisik menteri tersebut terharu. "Penguasa Agung kita... sosok yang memiliki kekuatan setingkat Dewa Mutlak, begitu penyayang dan hangat pada Putri Sena."

"Benar," sahut Zero dengan senyum bangga. "Di balik kekuatan tanpa batas milik Tuan Alan, hatinya sungguh-sungguh murni."

Alan melangkah menyusuri lorong istana menuju lorong khusus kediaman royal, didampingi oleh Yumi yang mengekor setia di sampingnya.

Tak lama kemudian, mereka tiba di depan pintu kamar khusus Sena. Begitu pintu terbuka, pemandangan di dalam kamar tersebut tampak begitu menakjubkan dan hangat.

Kamar Sena sengaja dirancang oleh Alan menggunakan kekuatan Domain Absolut. Langit-langit kamarnya dihiasi oleh kristal-kristal sihir kecil yang memancarkan cahaya lampu lembut bagaikan awan malam bercahaya. Di sekeliling ruangan, menumpuk puluhan boneka hewan sihir yang sangat lucu dan empuk—mulai dari boneka naga mini, boneka kelinci bersayap, hingga boneka beruang sihir berukuran raksasa di sudut ranjang.

Alan merebahkan tubuh Sena secara perlahan di atas kasur busa yang sangat empuk, lalu menarik selimut sutra bersulam bunga hingga ke dadanya.

"Nah, sekarang waktunya tidur siang, manis," ucap Alan lembut sambil mengelus jidat Sena.

Namun, Sena langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia memanyunkan bibirnya gemas, lalu duduk kembali di atas ranjang. "Nda mau tidur! Belum ada cerita!"

Sena merangkak kecil ke tepi ranjang, meraih sebuah buku gambar tebal bertepi emas yang terletak di atas meja samping tempat tidur. Buku itu berisi gambar-gambar kisah fantasi yang pernah dimanifestasikan Alan untuknya. Sena menyodorkan buku itu ke dada Alan dengan pandangan penuh harap.

"Bacain ini... baru Sena tidur," cicit Sena dengan mata bulatnya yang mengedip-edip polos.

Alan terkekeh pelan. Ia menyambar kursi kayu di dekat tempat tidur, lalu duduk menyandarkan punggungnya di samping kasur Sena.

"Ya sudah, Ayah bacakan," sahut Alan penuh kehangatan.

Alan membuka lembar pertama buku gambar tersebut. Dengan suara yang sangat lembut dan tenang, Alan mulai membacakan setiap kisah di dalam buku itu. Suaranya bergema halus di dalam kamar yang hangat, menceritakan petualangan ksatria baik hati dan putri kecil yang tinggal di dalam kerajaan ajaib di atas awan.

Sena mendengarkan dengan khusyuk. Tubuh kecilnya perlahan-lahan kembali berbaring di bawah selimut. Kelopak matanya yang tadinya segar kini mulai terasa berat. Sesekali jemari kecilnya mengelus lengan jubah Alan, merasa sangat aman dan nyaman berada di dekat sang paman.

Di dekat pintu kamar, Yumi berdiri menangkupkan kedua tangannya di dada. Di belakang Yumi, tiga orang pelayan wanita mengintip pelan dari celah pintu yang terbuka sedikit.

Melihat pemandangan seorang Penguasa Mutlak yang sanggup meratakan naga dan kerajaan musuh dalam sekejap, kini duduk dengan sabar membacakan dongeng sebelum tidur untuk seorang anak kecil tanpa sihir, dada Yumi dan para pelayan terasa sangat hangat dan tersentuh.

"Tuan Alan sungguh-sungguh sosok yang sempurna..." bisik salah satu pelayan wanita dengan mata berkaca-kaca.

Yumi tersenyum manis, mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari Alan dan Sena.

Hanya dalam hitungan beberapa menit, napas Sena mulai teratur. Buku gambar di tangan Alan perlahan-lahan ditutup. Alan menatap wajah Sena yang telah terlelap lelap dengan senyuman manis terpatri di bibir mungilnya.

Alan mengulurkan tangannya, merapikan sedikit helai rambut hitam Sena dari dahinya, lalu mengecup pelan kening keponakannya tersebut.

"Selamat tidur siang, Putri Sena," bisik Alan sangat pelan.

Alan bangkit berdiri dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara, melangkah keluar kamar disambut oleh bungkukan hormat yang sangat mendalam dari Yumi dan para pelayan. Di dalam istana megah Solaria, kehangatan keluarga ini kini menjadi harta paling berharga yang akan selalu dijaga oleh sang Penguasa Absolut.

1
𝓐. 𝓗.𝓸
terima kasih Babnya. saya suka dengan ceritanya dengan membangun kerajaan hingga mencipta pasukan lalu dengan membangun sebuah kota, cukup memuaskan di baca. 😁😊
Prayy: terimakasih atas dukungan nya saya akan menulis semenarik mungkin untuk pembaca agar terhibur mohon selalu di tunggu bab selanjutnya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!