Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Di balik Topeng Emas dan Misteri Di Dalam Kotak Pandora.

"Memang sesuai berita yang beredar, bahkan jarak sedekat ini aku tidak bisa melihat wajahnya. Aku hanya melihat bayangan- bayangan yang tidak jelas saat menatap topengnya." Seorang murid wanita berbisik kepada murid pria di sampingnya

"Sama sepertimu, penglihatan ku juga hanya bayangan-bayangan yang tidak jelas saat menatap topengnya." pria itu menjawab sambil terus menatap Xuan tanpa berkedip.

Murid-murid sekte angin selatan berbisik-bisik satu sama lainnya. Baru kali ini mereka melihat secara langsung kultivator yang menggetarkan Kekaisaran wilayah selatan tersebut. Mereka seolah lupa bahwa tubuh mereka masih terluka.

"Tetua Lie, ada apa denganmu? kenapa kamu terlihat seperti orang bodoh? Bukankah mendengar namanya saja itu sudah lebih dari cukup untuk kita? Jangan terlalu berharap lebih." Seorang pria tampan di sampingnya juga tiba-tiba membuka suara.

"Kamu tidak tau seperti apa hati wanita. Disaat saat genting dalam hidup mereka, tiba-tiba seorang pahlawan tanpa jasa datang menolong. Maka hati mereka akan langsung berpaling."

Pria lain tiba-tiba menjawab pertanyaan pria tampan itu karena Lie tidak menjawab pertanyaan yang tertuju padanya.

"Sejak kapan kamu mengerti tentang wanita, bukankah kamu masih jomblo. Aku tidak pernah mendengar kamu menggandeng wanita." pertanyaan menusuk dari pria tampan itu membuat mereka menahan tawa.

"Aku seperti mengenalnya, tapi aku lupa entah dimana. Perasaan akrab ini sungguh menyiksaku." Jawaban meluncur begitu saja dari mulut Lie membuat mereka tercengang.

Dari tatapan mereka seperti ingin mengatakan kepada Lie. Sejak kapan kamu mengenal kultivator bertopeng emas ini? apakah kamu tidak berlebihan mengaku mengenalnya? Ada juga yang ingin mengatakan Lie adalah wanita yang tidak tau malu. Ada juga yang ingin menampar wanita itu karena pura-pura akrab dengan orang lain. Bahkan ada juga yang ingin mengatakan. Apakah ada orang lain yang pernah melihat wajah kultivator bertopeng emas sejauh ini?

Kalimat-kalimat itu hanya tersangkut di tenggorokan mereka. Tidak mungkin mereka mengatakan secara langsung, kecuali mereka sudah bosan hidup.

"Apakah kalian hanya berdiri saja? Tidakkah kalian lebih baik memulihkan diri terlebih dahulu sebelum kembali." Xuan tiba-tiba berbicara membuat mereka semua tersadar.

"Tentu, terimakasih telah mengingatkan kami, Tuan." Patriark Qin menjawab pertanyaan Xuan. Lalu menyuruh semuanya mencari tempat masing-masing untuk memulihkan diri.

"Yang Xu Lie, bagikan pil-pil ini kepada yang terluka parah terlebih dahulu, bantu meraka memulihkan diri." Panggil Xuan, membuat mereka semua kembali berhenti mendadak.

Mereka semua menatap Yang Xu Lie ketika Xuan memanggil nama lengkapnya. Mereka ingin mengatakan sesuatu kepada wanita itu, tapi tiba-tiba mereka lupa apa yang ingin meraka katakan.

Walaupun tidak mengenal wajahnya, namun melihat langsung dari dekat sudah membuat mereka bahagia. Mendapat pertolongan secara langsung dari kultivator bertopeng emas adalah berkah. Bahkan tidak terlukiskan kebahagian yang meraka dapatkan hari ini. Apalagi mengenalnya secara langsung, bukankah itu keberuntungan yang begitu besar! Pikir mereka masing-masing.

"Baik Tuan." Yang Xu Lie berjalan mendekat kearah Xuan.

Saat Xuan memanggil nama lengkapnya dia sudah bisa menebak siapa pria di balik kultivator misterius bertopeng emas itu. Perasaan akrab itu tiba-tiba muncul kembali. Jantungnya tiba-tiba berdebar debar apalagi jarak di antara meraka hanya menyisakan satu langkah.

"Apakah bibi tidak mengenalku?" Sambil membuka topengnya. Xuan memperlihatkan wajahnya. Wajah seputih giok itu tersenyum dan rambut panjangnya berkibar di terpa angin.

"Bai Xuan." Hanya itu yang keluar dari mulut wanita itu. Dia belum sadar telah mengungkap misteri. Dia langsung memeluk Xuan dan menangis sejadi-jadinya. Peristiwa kelam masa lalu menambah haru pertemuan itu.

Xuan yang ada dalam pelukan wanita itu malah mematung seolah-olah tersambar petir yang sangat ganas di siang bolong.

Anggota klan Yang juga baru tau bahwa Xuan berasal dari klan mereka, namun ada yang aneh. Sepertinya meraka tidak mendengar Yang Xu Lie memanggil Xuan Sebagai Bai Xuan

Mereka melihat Xuan dengan pandangan berbeda. Semua klan Yang juga tau bahwa Xuan telah mati saat mengunjungi ibukota kekaisaran sepuluh tahun yang lalu. Mereka juga tau bahwa Xuan adalah kultivator yang lemah dan kultivasinya tidak pernah meningkat walau umurnya sudah tiga belas tahun waktu itu. Namun di klan Yang, Xuan Tidak pernah mendapat perundungan.

Tapi kenapa sekarang sangat kuat bahkan mampu meruntuhkan puluhan sekte aliran hitam dan aliran putih, puluhan kelompok pembunuh dan beberapa klan.

Mereka tidak menduga dibalik topeng emas itu ternyata tersimpan wajah tampan, walau sedikit wajahnya berubah dari Xuan remaja namun masih ada kemiripan. Mungkin efek dari kekuatannya sehingga kulit Xuan berubah seputih giok, tubuhnya sangat kekar rambut panjang. Sebagian wanita melihatnya tanpa berkedip seolah-olah pangeran telah turun dari langit.

Semua orang yang ada di tempat itu menatap Xuan dengan pandangan haru. Mereka tentu merasa haru karena kenal dengan pemuda itu. Pemuda yang menggetarkan Kekaisaran wilayah selatan itu ternyata berasal dari klan Yang. Semua orang yang berasal dari klan Yang langsung mendekat dan memeluk Xuan secara bergantian. Mereka kembali lupa atas luka mereka masing-masing.

"An'er, ternyata penjaga neraka mencoret namaku dari daftar meraka karena belum bertemu denganmu." Seorang pria paruh baya memeluk Xuan. Dia mengira hari ini akan hari terakhirnya melihat matahari muncul dari ufuk timur.

"An' er, ternyata dewa Kematian hampir tiba di wilayah ini. Aku tidak menduga seorang dewa bisa juga kesasar." Seorang wanita paruh baya memeluk Xuan dengan erat.

"Kamu sama misteriusnya dengan namamu. Sedari kecil anggota Klan Yang hanya tau namamu Xuan. Dari pada kamu mati penasaran tanyakan saja pada Yang Xu Lie. Dia sudah mengungkapkan misteri itu bukan." Ternyata ada juga yang mendengar Yang Xu Lie memanggil namanya sebagai Bai Xuan.

Xuan hanya mematung ditempatnya untuk waktu yang lama. Dia ingat ayahnya pernah melarangnya sewaktu kecil memperkenalkan dirinya sebagai Yang Xuan. Tapi dia masih kecil dan tidak mempermasalahkannya. Dia juga teringat nama ayahnya sebagai Jendral Yang Bai. Apakah nama ayah juga bukan Yang Bai melainkan Bai Yang? Tiba-tiba dia tersadar oleh sesuatu!

Semua anggota klan Yang dan murid-murid sekte angin selatan telah duduk di tempat masing-masing untuk memulihkan diri. Xuan tidak ingat berapa lama dia mematung di tempatnya. Dia memperhatikan Yang Xu Lie namun wanita itu masih fokus membantu yang terluka parah memulihkan diri.

Xuan mengedarkan pandangannya. Semua orang fokus memulihkan diri kecuali patriark Qin. Xuan mendekat kearah patriark sekte angin selatan itu dan ingin bertanya sesuatu. Dia ingat Yang Shen mengatakan nama patriark angin selatan itu adalah Bai Qin.

"Patriark Qin, wajah anda bertambah tua hanya beberapa jam setelah pertempuran." ucap Xuan membuka pembicaraan.

"Memang benar apa yang dikatakan oleh tetua Yang Da, mungkin penjaga neraka salah membawa catatan. Ternyata sebelum bertemu denganmu, bahwa aku Bai Qin belum di takdirkan bertemu dengan para penjaga neraka itu. Aku juga belum ditakdirkan untuk mati di tangan siluman itu."

Patriark Qin juga tidak menduga kultivator misterius bertopeng emas yang menggetarkan wilayah kekaisaran selatan tersebut adalah keponakannya sendiri. terakhir dia bertemu Xuan sepuluh tahun yang lalu dan kultivasi Xuan masih di tingkat satu pembentukan tubuh dan tidak pernah naik tingkat. Kebahagian tidak terlukiskan di wajahnya sekarang.

"Patriark Qin."

"Paman Qin. Mulai sekarang panggil aku demikian." patriark sekte angin selatan itu langsung menyela.

"Aku tau apa yang ada dalam pikiranmu. Namun tempat ini tidak cocok untuk berbicara panjang lebar bukan. Undangan Paman sangat cocok untuk melepaskan dahagamu. Membuka kotak misteri sambil meminum arak adalah hal yang menyenangkan. Aku sudah tua dan sangat sulit untuk naik tingkat ketingkat yang lebih tinggi, sebelum aku mati mungkin sudah waktunya kotak Pandora di buka. Misteri dalam kotak Pandora yang akan menjadi jawaban atas semua yang ada dalam pikiranmu." Patriark Qin berbicara panjang lebar membuat Xuan hanya mendengarkan dengan seksama.

"Paman Qin. Aku menantikan kotak Pandora itu di buka, mudah-mudahan misteri di dalam kotak Pandora itu adalah semua jawaban yang menghantui pikiranku."

"Menghilangnya Ayahmu bersama kamu waktu itu tanpa kabar yang jelas, membuat ibumu sering menyendiri. Menunggu kepulangan kalian selama bertahun-tahun membuatnya lama-kelamaan menjadi sakit-sakitan. Aku bahkan sering menegurnya namun tidak dihiraukan. Setelah mendapat kabar bahwa ayahmu masih hidup membuat penyakit ibumu sedikit membaik, namun karena ayahmu tak kunjung kembali kesini membuat ibumu kembali sakit-sakitan. Dia malah membenci semua orang dan sering berteriak karena mengira membohonginya." Patriark Qin menghela nafas panjang.

"Aku sudah puluhan kali memanggil tabib untuk mengobatinya namun para tabib mengatakan tidak ada yang perlu di obati selain hatinya." Patriark Qin melanjutkan ceritanya. Dia tidak menyalahkan Xuan karena tidak pernah pulang selama puluhan tahun.

"Paman.!" sambil memukul-mukul dadanya." Aku memang anak yang tidak berbakti namun aku juga mengalami cerita yang tragis bahkan sulit untuk di ceritakan, aku tidak bisa pulang sebelum kekuatanku mencapai tahap tertentu karena jatuh ke jurang yang sangat dalam." Xuan begitu sedih dan terpukul mendengar kabar tentang ibunya, namun dia sedikit merasa lega bahwa ibunya masih selamat atas tragedi sepuluh tahun yang lalu.

"Ayo kita ke sekte, temui ibumu. Mungkin dia akan bahagia setelah kepulanganmu." ucap Patriark Qin sedikit merasa lega setelah menceritakan hal tersebut.

Sepertinya beban berat itu dia pikul sendirian, sampai kesehatannya dia abaikan, luka dalam nya selama puluhan tahun terabaikan. Belum lagi klan Yang yang menumpang di sektenya membuat tubuh fisiknya jauh lebih tua dari yang seharusnya.

"Baik paman. Mulai sekarang aku yang bertanggung jawab atas sekte angin selatan untuk sementara waktu." Seolah-olah Xuan mengerti apa yang ada di kepala pamannya itu. Dia memeluk pamannya itu lalu memukul mukul punggungnya. Dia berpikir sudah waktunya pria tua mengobati luka dalamnya. Dia juga mengetahui luka dalam pria tua itu dari Yang Shen. Sekarang setelah mengeceknya ternyata jauh lebih parah dari yang dia bayangkan.

"Aku menantikannya. Apakah kamu khawatir denganku.?" Pria tua itu tau, Xuan mengecek kondisi tubuhnya secara diam-diam. Namun dia tidak berharap lebih atas perkataan Xuan, Kondisi luka dalamnya sangat parah. Ia tidak yakin bisa di sembuhkan.

"Ya? Aku ingin paman fokus mengobati luka dalam itu agar kultivasi paman bisa naik tingkat ketingkat yang lebih tinggi, agar layak memimpin sekte angin selatan di masa depan." jawab Xuan membuat pria tua itu tersenyum bahagia.

"Baiklah kalau begitu, aku tidak sabar kembali ke sekte, sekarang ayo kita kembali. Sepertinya meraka sudah selesai memulihkan diri." Ucap pria tua itu sambil memberikan arahan agar mereka bersiap siap.

"Kumpulkan jasad murid-murid yang gugur dalam pertempuran ini, bawa mereka semua ke sekte, kita akan melakukan penghormatan kepada jasad mereka." perintah patriark Qin.

"Baik patriark." Jawab meraka serempak. Saat mereka berkemas dan akan kembali ke sekte angin selatan. Suara elang merah melengking di udara dan mengitari wilayah tersebut lalu turun secara perlahan.

"Ayah....! Apakah ayah baik baik saja?" Lin Lin langsung melompat dari punggung elang merah dan berlari kearah patriark Qin. Dia memastikan apakah ayahnya terluka?

"Lin'er, syukurlah kamu selamat, ayah sangat mengkhawatirkan mu. Namun ketika elang merah membawa kalian kesini tidak ada yang perlu ayah cemaskan."

"Tidak dengan mereka ayah, demi melindungi ku meraka semua mengorbankan diri." Ucap wanita itu sedih sambil menunjuk Lima mayat yang ada di punggung elang merah.

"Tidak perlu sedih putriku, semua itu sudah menjadi kehendak langit, kita sebagai manusia tidak bisa menghindari takdir itu." patriark Qin menenangkan putrinya itu.

Saat Lin Lin berbincang bincang dengan yang lainnya, Yang Shen justru ternganga kembali. Ketika elang merah datang menjemput mereka, dia hampir saja pingsan karena ketakutan. Sekarang dia malah mematung tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Puluhan pertanyaan dilontarkan anggota klan Yang padanya, namun dia tidak bergeming.

'Sial, sial, sial! Kenapa menjadi seperti ini? Kenapa aku tidak mengenalnya sejak awal kami bertemu?' Batin Yang Shen mengutuk kebodohannya sendiri. Dia sadar tidak mungkin Xuan datang kepadanya tanpa alasan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!