Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM FLASH SALE Rp1

SISTEM FLASH SALE Rp1

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Ardi, seorang pemuda miskin yang tulus, tiba-tiba dicampakkan oleh Siska, kekasihnya selama lima tahun, demi Bagas, sahabat Ardi yang baru saja naik jabatan menjadi manajer yang kaya raya. Di tengah keputusasaan dan hinaan brutal, Ardi secara tak terduga membangkitkan [Sistem Flash Sale Rp1], sebuah antarmuka misterius yang memungkinkannya membeli barang apa pun—dari mobil sport mewah, penthouse, hingga seluruh perusahaan—hanya dengan satu rupiah. Dengan kekayaan instan yang tak terbayangkan ini, Ardi mulai membalas dendam secara face-slapping kepada mereka yang meremehkannya, sembari menjelajahi kehidupan barunya sebagai miliarder muda yang paling berkuasa di negeri ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Clara semakin terkesan, biasanya para pria akan langsung bertingkah salah tingkah saat berjabat tangan dengannya.

Namun pemuda bernama Ardi ini terlihat sangat menguasai dirinya sendiri dengan sempurna.

"Kevin, sepertinya acara pamer apartemenmu harus ditunda dulu ya," sindir Clara menoleh ke arah Kevin yang masih membeku.

"Tuan Ardi ini memiliki seluruh lantai puncak, levelnya terlalu jauh jika dibandingkan dengan lantai enam puluhmu itu," tambah Clara mematikan sisa harga diri Kevin.

Kevin menelan ludah dengan susah payah, wajahnya memerah karena malu yang luar biasa.

Tanpa berani mengucapkan sepatah kata pun lagi, Kevin berbalik dan berjalan cepat meninggalkan lobi VIP dengan langkah tertatih-tatih.

Ardi hanya tertawa pelan melihat pecundang itu melarikan diri dengan ekor terselip di antara kedua kakinya.

"Terima kasih sudah membantuku mengusir lalat mengganggu itu Ardi," ucap Clara sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda.

"Sama-sama, lagipula telingaku juga sakit mendengar ocehannya yang sok kaya tadi," balas Ardi santai.

"Tuan Ardi, proses pendaftaran sidik jari Anda sudah selesai," potong sang manajer dengan sangat sopan menyodorkan kembali kartu hitam itu.

"Mulai sekarang, lift khusus VVIP akan langsung mendeteksi sidik jari Anda tanpa perlu memindai kartu lagi," jelasnya.

"Kerja bagus," jawab Ardi mengambil kartunya dan memasukkannya ke dalam saku jas.

"Kalau begitu, mari kita naik bersama tetangga baru," ajak Clara sambil melangkah anggun menuju deretan lift berlapis emas.

Ardi berjalan berdampingan dengan super model cantik itu, mencium aroma wangi yang menguar dari tubuh Clara.

Mereka berdua masuk ke dalam lift khusus VVIP yang ukurannya sangat luas dan memiliki sofa santai di dalamnya.

Ardi menempelkan ibu jarinya ke panel pemindai, dan lift itu langsung meluncur naik dengan kecepatan tinggi namun sangat halus.

"Jadi, apa pekerjaanmu Ardi? Kau terlihat terlalu muda untuk membeli Penthouse A secara tunai," tanya Clara memecah keheningan lift.

"Aku hanya seorang investor kecil yang kebetulan sedang beruntung saja," jawab Ardi merendah dengan senyum misterius.

"Investor kecil?" Clara tertawa renyah mendengar jawaban merendah itu.

"Penthouse A harganya lebih dari tiga ratus miliar rupiah, jika itu yang kau sebut kecil, lalu seberapa besar keuntungan besarmu?" goda Clara dengan mata menyipit tajam.

"Mungkin cukup untuk membeli gedung ini jika aku sedang bosan," jawab Ardi dengan nada santai bercanda, padahal itu bisa saja nyata.

Clara tertegun sejenak mendengar jawaban arogan namun penuh karisma itu, jantungnya tiba-tiba berdetak sedikit lebih cepat.

Ting!

Suara bel lift berbunyi menandakan mereka telah tiba di lantai paling atas Mega Tower.

Pintu lift terbuka, menampilkan sebuah lorong luas berlapis karpet tebal yang memisahkan dua buah pintu kayu ganda yang sangat besar.

Di sebelah kiri adalah unit milik Clara, dan di sebelah kanan adalah unit milik Ardi.

"Nah, kita sudah sampai di kerajaan kita masing-masing," ucap Clara sambil melangkah keluar dari lift.

"Kapan-kapan aku akan mampir ke tempatmu untuk syukuran rumah baru, pastikan kau menyiapkan anggur yang enak," pesan Clara sebelum masuk ke unitnya.

"Tentu, pintu rumahku selalu terbuka untuk tetangga yang cantik," balas Ardi tersenyum.

Clara tersenyum puas, melambaikan tangannya sekilas, lalu menghilang di balik pintu ganda unitnya.

Ardi menghela napas panjang dan berbalik menghadap pintu ganda unit Penthouse A miliknya.

Dia menempelkan ibu jarinya di panel pintu, dan terdengar suara klik elektronik yang sangat halus.

Pintu ganda itu terbuka secara otomatis, menyuguhkan pemandangan yang membuat napas Ardi seketika terhenti.

"Selamat datang di rumah, Tuan Ardi," sapa sebuah suara sistem kecerdasan buatan dari dalam ruangan.

Lampu-lampu kristal perlahan menyala secara otomatis, menerangi sebuah ruangan raksasa seluas lapangan basket yang berlapis marmer kualitas nomor satu.

Dinding di bagian depan terbuat sepenuhnya dari kaca bening anti peluru, menampilkan pemandangan kota Jakarta dari atas awan yang berkelap-kelip indah bak lautan bintang.

Di luar kaca itu, terdapat sebuah teras luas dengan kolam renang infinity yang airnya memantulkan cahaya rembulan malam ini.

Ardi melangkah masuk dengan kaki sedikit gemetar, matanya menyapu setiap sudut ruangan yang dihiasi perabotan mewah bernilai miliaran.

"Ini gila, tempat ini benar-benar melebihi imajinasi terliarku sekalipun," gumam Ardi sambil berjalan mendekati jendela kaca raksasa itu.

Dia berdiri di sana, menatap hamparan kota yang luas di bawah kakinya dengan dada yang bergemuruh bangga.

Beberapa jam yang lalu, dia hanyalah seorang staf miskin yang menangis karena dicampakkan pacarnya di sebuah kafe rendahan.

Sekarang, dia berdiri di puncak dunia, memiliki kekayaan tak terbatas, dan baru saja digoda oleh model tercantik di gedung ini.

[Notifikasi Sistem Flash Sale Rp1]

Antarmuka emas tiba-tiba muncul di depan pandangan Ardi, memecah momen kontemplasinya.

[Tuan rumah telah berhasil menempati kediaman yang sesuai dengan status dewa kekayaan.]

[Level Sistem berhasil ditingkatkan ke Level 2!]

[Fitur Baru Terbuka: Flash Sale Keterampilan Permanen.]

Ardi mengernyitkan dahinya membaca fitur baru yang ditawarkan oleh sistem.

"Flash sale keterampilan? Maksudmu aku tidak hanya bisa membeli barang fisik sekarang?" tanya Ardi penasaran di dalam hatinya.

[Benar Tuan Rumah.]

[Mulai level 2, Anda bisa membeli kemampuan fisik, pengetahuan ahli, hingga ilmu bela diri tingkat master hanya dengan harga Rp1.]

Ardi menyeringai lebar hingga memamerkan deretan giginya yang putih.

Dia sudah memiliki uang yang sangat banyak, dan sekarang Sistem akan membuatnya menjadi sosok manusia yang sempurna dari segi fisik maupun keahlian.

"Ini akan menjadi permainan yang sangat menyenangkan," batin Ardi dengan mata menyala penuh ambisi.

[Flash Sale Keterampilan Pertama Telah Tersedia!]

[Item: Keahlian Bela Diri Campuran (MMA) Tingkat Grandmaster.]

[Harga Spesial: Rp1.]

[Waktu Tersisa: 23 Jam 59 Menit.]

"Beli sekarang juga," perintah Ardi tanpa ragu sedikit pun.

Dia tahu betul di dunia kaum elit, uang saja kadang tidak cukup untuk melindungi diri dari lawan-lawan licik yang akan datang.

[Memproses transaksi keterampilan...]

[Pembelian Berhasil. Saldo Anda terpotong Rp1.]

[Mulai mengintegrasikan memori otot dan teknik bertarung ke dalam tubuh Tuan Rumah. Proses ini mungkin akan terasa sedikit menyakitkan.]

Tiba-tiba, Ardi merasakan aliran listrik panas menyengat dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya.

Tubuhnya menegang hebat saat ribuan memori teknik pukulan, tendangan, dan kuncian membanjiri otaknya dalam hitungan detik.

Otot-otot di balik kemejanya secara ajaib mulai mengeras dan terbentuk dengan sangat sempurna bak patung dewa Yunani.

"Akh!"

Ardi mendesis pelan menahan rasa panas yang membakar tubuhnya selama sepuluh detik penuh.

Ketika proses itu selesai, Ardi membuka matanya perlahan sambil mengatur napasnya.

Dia mengepalkan kedua tangannya, merasakan kekuatan luar biasa yang kini mengalir deras di setiap urat nadinya.

Ardi mengayunkan sebuah pukulan ringan ke udara kosong di depannya.

Wush!

Terdengar suara angin yang robek akibat kecepatan pukulannya yang tidak masuk akal.

"Luar biasa," gumam Ardi tersenyum puas melihat tinjunya. "Sekarang, aku tidak hanya kaya, tapi juga sangat mematikan."

Ardi melepas jas birunya dan melemparnya sembarangan ke atas sofa mahal seharga ratusan juta.

Malam ini dia akan tidur dengan sangat nyenyak di ranjang berukuran raksasa di lantai dua penthouse-nya.

Esok hari, masih banyak wajah-wajah sombong di kota ini yang harus dia tampar menggunakan kekayaannya yang mutlak.

1
clara
😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️
pricilia
🥰🤩
Antoni gergio
saya suka cerita ini kak🥰🌹
sasa
🤗🥰😍🤩💘💟
nurul khusna
🥰🌹🌟⭐
Anton barly
baik dan bagus novel nya😍🤩
yani
💫🌟🌟
fitri
⭐⭐⭐⭐
yudi permana
seru kak🥰
Angel
keren kak Cherly🥳😘😘
setiawan
/Good//Good//Moon//Heart/
gofur
baik🥰😍🤩
Äï
dia terlalu mudah menguasai dunia fana co aku curiga ntar dia bakal ke dunia lain seperti abad pertengahan, alam kultivator, dunia pedang dan sihir atau kek lou feng yg menjelajah di luar angkasa dan membangun kerajaan di semesta
Shinta geol
💟🥰💋
Cherlly
baca judul nya kaka dia memliki sistem flash sale Rp1 jdi dia bisa beli apa saja dgn Rp 1
Äï
loh uang dari mana dia? saldo nya kan 10M terus pake belanja 800jt kok malah nambah jadi 50M
Cherlly
itu di gas keras kalo ferari/lambo pasti keluar api dan asap kaka,..
Äï
masa mobil baru berasap
samuel df
🌹🥰
Äï
plot klise ini sudah lama aku tidak melihat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!