Sekretaris muda yang cantik dan bertubuh tinggi, bernama Merliana. Dia gadis yang ceri. Merliana memiliki atasan yang jauh lebih tua, hingga suatu hari sang atasan berniat untuk pensiun atau mengundurkan diri dari jabatannya dan akan di gantikan oleh anak laki laki nya yang tampan.
Sang bapak berniat menjodohkan Merliana nya dengan anak laki lakinya.
Bagaimana kisahnya, silahkan di baca☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melrosalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Puding Coklat Strawberry
Dikamar kesayangannya, Lia sedang melamun memikirkan sikap atasannya yang semakin hari semakin berubah menurutnya sedikit lembut dan hangat, "Pak Dimas terlihat lebih tampan kalau selembut itu" Ucapnya dalam hati
Sampai suara mobil membuatnya tersadar dari lamunannya, lalu Lia mengintip sedikit dari dalam jendela kamarnya untuk mengecek apakah ada tamu yang datang "Mbok Jum" Ucap Lia lalu turun ke bawah untuk menghampiri kedua pasangan suami istri itu
Lia menyambut kedatangan Mbok Jum dan suaminya dengan semangat sampai berlarian, "Mbok sudah pulang, gak jadi 3 hari dong?" Tanyanya dengan raut wajah bahagia
"Iya non, cucu mbok sudah sehat kemarin kata dokter cuma diare aja ternyata, mungkin kangen juga sama mbok dan pakde" Jawab mbok Jum tersenyum, sejujurnya mbok Jum juga tidak tega meninggalkan gadis itu lama lama
"Alhamdulillah kalau gitu Lia senang dengarnya mbok" Jawab Lia tulus
Malam ini seperti biasa Lia menghabiskan malamnya dengan nonton film film drama kesukaannya, sampai akhirnya mbok Jum datang menghampiri dan mengatakan bahwa ada seorang laki laki yang datang mencarinya
"Pak Dimas" Ucap Lia yang kaget melihat Dimas yang sedang duduk di ruang tamu lalu kemudian sedikit berlari menuruni tangga untuk menghampiri nya
Dimas pun tidak kalah kaget melihat penampilan gadis itu yang hanya memakai sweater kebesaran dan celana pendeknya, tanpa mengedipkan mata dia memuji Lia yang memang begitu cantik meski dengan wajah yang polos tanpa makeup dan rambut yang kuncir asal, hanya saja terlihat lebih kekanakan baginya
Lia menghampirinya dan bertanya, "Pak Dimas ada perlu kesini?" Tanya Lia sopan
Dimas tidak menjawab hanya mengekspresikan wajah ketidaksukaannya mendengar ucapan Lia yang memanggil nya bapak
Lia yang menyadarinya langsung merubah pertanyaannya, "hmm maaf Dim kamu ada perlu kesini?" Tanya nya yang sambil duduk di sofa samping dimas
"Hanya kebetulan lewat lalu saya mampir untuk lihat keadaan kamu, apa kamu sudah makan dan minum semua obatnya hari ini?" Tanya Dimas
Mbok Jum berjalan menuju mereka sambil membawa minum untuk Dimas,"Ini den silahkan diminum" Ucapnya lalu pergi meninggalkan keduanya
Lia mengangguk patuh seraya memberitahu iya sambil tersenyum,"Oh iya aku tadi sempat buat puding coklat strawberry, kamu mau coba gak?" Ucap Lia sontak membuat Dimas kaget mendengar kue buatan Lia
"Puding coklat strawberry" Dimas teringat akan seseorang
Dimas mencoba puding itu, dia tidak menyangka gadis itu cukup pintar membuat puding seenak itu, dirinya pun tersenyum menatap Lia yang sangat antusias sekali menunggu respon Dimas ketika mencoba pudding buatannya, dengan wajah yang sulit di artikan Dimas mencoba untuk mengerjai gadis itu, "Bagaimana pak?" Tanya lia hati hati
Dimas tidak menjawab, hanya menatap Lia dengan wajah datarnya, Lia yang merasa takut tidak berani menatap Dimas dan merasa bersalah, "Mungkin pak Dimas tidak menyukai pudingnya" Pikir Lia sedikit sedih
"Enak, aku suka sama rasa pudingnya" Jawab Dimas santai seraya melahap kembali pudingnya
Lia menatap Dimas dengan mata yang berbinar, dirinya begitu senang ternyata bos dinginnya ini menyukai puding buatannya, dan lagi Lia pun menyadari kalimat yang Dimas ucapkan sangat berbeda seperti biasanya, terdengar tidak seperti bos dan karyawannya
Setengah jam berlalu, Dimas pun segera pamit pulang dan kini keduanya sedang berjalan menuju mobil, "Kamu langsung tidur istirahat, supaya besok sudah benar benar pulih" Ucap Dimas sambil mengusap pelan kepala Lia
Lia sempat kaget mendapatkan perlakuan yang mendadak seperti itu, dia pun mencoba menutupi kegugupannya saat ini, Lia mengangguk seraya menjawab iya, "Hati hati di jalan Dimas, terima kasih sudah mampir" Jawab Lia tulus
Sesampainya di kamar, Lia tidak bisa tidur mengingat kejadian hari ini bersama bos dinginnya itu, rasa senang yang berlebihan kini menyelimuti hati nya, "Pak Dimas tidak seburuk itu ternyata, dan terlihat semakin tampan jika bersikap hangat seperti tadi" Tersadar akan ucapannya, Lia lalu menggelengkan kepalanya mencoba untuk menghilangkan segala pikirannya tentang Dimas, lalu menarik selimut dan memejamkan matanya
"Siska?" Panggil Dimas ketika melihat Siska sudah berdiri di depan pintu apartemen nya
Melihat Dimas berada didepannya Siska berlari menghampiri Dimas, gadis itu lantas memeluknya dan menangis, "Apa kamu sudah melupakan aku, kenapa akhir akhir ini tidak pernah menjawab pesan dan mengangkat tlp ku" Keluh Siska
Mendengar ucapan kekasihnya itu Dimas merasa bersalah karena telah mengabaikan gadis itu, entah kenapa akhir akhir ini dia selalu memikirkan Lia, bahkan sama sekali tidak berminat untuk membalas pesan pesan dari Siska, kekasihnya.
"Maaf sayang, aku sibuk akhir akhir ini, kamu lihat sendiri bahkan aku baru sampai apartemen selarut ini" Jawab Dimas sambil melepaskan pelukan Siska
Malam ini Siska memaksa Dimas untuk membiarkannya tidur di apartemen nya, dengan alasan gadis itu masih merindukannya, Dimas hanya bisa pasrah karena gadisnya memang sedikit keras kepala meskipun selama ini mereka tidak pernah melakukan hal hal yang melebihi batas.
Diawal kalimat juga masih ada yang typo,harusnya menggunakan huruf besar.