Indonesia
NovelToon NovelToon
Meet You Again

Meet You Again

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Hamil di luar nikah / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

Cinta monyet? hais!! jika di kenang sungguh manis saat-saat pertama kali merasakan debaran cinta di dalam dada. Namun jika akhirnya tak berakhir bersama dia, sungguh pedih rasanya.

Menyerah?? tentu tidak!.

Bahkan jika perempuan manis itu pergi meninggalkan dirinya, Fatur Baskoro, tetap menunggu kembalinya sang kekasih hati. Meski tak sedikit waktu yang harus di lalui, meski tak sedikit air mata yang mengalir karena siksanya rindu, pria itu tetap menunggu dalam gelapnya cinta tak bertepi.

Sementara itu, Meysa sang gadis yang sempat pergi dari hidupnya, hidup begitu lama dalam rasa penuh penyesalan. Rindu itu sangatlah curang, meski di tepis tak sedikitpun kunjung menipis. Jauh di lubuk hati yang paling dalam, cinta manis itu tak pernah memudar sedikitpun, cinta manis itu masih merapalkan mantra cinta, memeluk jiwa sang gadis dengan eratnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vino

Bunda Vino menata makan malam di meja makan sambil bersenandung ria. Dia mengatur letak makanan itu sedemikian rupa, maklum, bunda orangnya teliti pake banget.

"Ayah pulanggg!!," terdengar suara si kepala keluarga dari ruang tengah. Nampaknya ayah Hermanto ini sangat kelelahan, letak dasi saja sudah mereng kekiri dan kekanan.

"Wahhh, waktunya pas banget, langsung makan apa mau mandi dulu, ayah?," tanya bunda sembari mengambil alih tas kerja dari tangan sang suami. Nggak lupa mencium punggung tangan suami nya.

"Ayah pengen mandi dulu, bund. Badan ayah rasanya lengket sekali, cuaca akhir-akhir ini panas melulu. Apa sudah musim kemarau ya," ujar nya sembari mengelus lembut pucuk kepala bunda.

"Iya mungkin yah. Bunda sih senang kalau cuaca panas, cucian bunda jadi cepat kering," celetuk bunda mengekor langkah ayah.

BRUK!!"Eh! eh! kok berhenti mendadak?, untung kejedot perut ayah, kalau kejedot pintu gimana dong?," bunda meringis memegangi kepala .

"Bunda enak cuciannya cepat kering. Kalau ayah lagi ada kerjaan di luar kantor musti panas-panasan. Nggak kasihan?," tangannya kembali mengusap kepala Bunda.

"Lagian, bunda sih jalannya nunduk doang, sampai nggak sadar ayah balik arah."

"Biar di elus-elus sama ayah terus seperti ini," senyum manis bunda membuat ayah juga ikutan tersenyum.

Vino mengintip tingkah kedua orang tuan nya dari balik ruang keluarga"Huh!! mesra amat. Apa mereka kira cuman mereka berdua saja penghuni dunia ini?. Lagian mulus banget perjalanan cinta ayah sama bunda!, beda banget sama jalan cinta aku!," Vino menendang tembok enggak berdosa dengan mulut mengerucut manyun.

"Agh!!! Coba aja ini tembok bisa berubah jadi Lian. Ughh pengen aku bejek-bejek tu muka," dengan kesal dia kembali ke kamar, di sertai langkah menghentak kasar.

"Bun ayah kok merasa ada aura-aura kemarahan di sini?," ujar ayah nggak enak hati.

"Kebanyakan nonton sinetron horor sih," sahut Bunda nyengir.

"Vinoooo, ayo makan yuk," seru bunda.

Vino muncul masih dengan langkah kasar nya. Terseok-seok malas seperti menarik beban hidup yang sangat berat.

"Oh ternyata si babang tamvan yang bawa aura-aura horornya," timpal ayah setelah mendapati wajah kesal si anak semata wayang.

"Lian lagi?," bunda mencoba menebak.

"Atau Kaila?."

"Duniamu masih di antara mereka berdua, Vino?," ayah semakin ingin tahu dengan lika-liku perjalan cinta sang putra.

"Sudahlah! Vino nggak bisa cerita. Intinya mereka berdua bikin Vino kesal."

"Syut!," sambil menutup mulut dengan satu jari, bunda memberi kode pada ayah.

Ayah mengendikkan bahu dan melenggang ke kamar untuk mandi, sementara bunda dan Vino duduk bersama di meja makan, sambil nungguin Ayah selesai bebersih diri.

...----------------...

Di Cafe Ceria..

"Kaila, mau sampi kapan kamu bertahan dengan dua suami seperti itu?," Mey nyeletuk.

"Dua suami? enak aja!," Kaila menyahut.

"Biarin gini aja deh, Mey. Lagi malas memulai perdebatan. Kalau ngomongin hubungan, Lian sama Vino pasti bertengkar," lanjutnya kembali sibuk dengan aktifitas bekerja.

"Jangan gitu mbak bro. Di antara Lian sama Vino kamu lebih tertarik sama siapa sih?," Mey masih ingin tahu dengan hubungan segi tiga sang sahabat.

Kaila acuh sambil trus merapikan meja.

"Kaila, kalau nanti salah satu dari mereka menuntut kepastian dari kamu, gimana?," terus saja, Mey melancarkan pertanyaan.

"Aishh Kucing kurap, jedotin deh kepala aku ke tembok, Mey!. Dari kemarin aku ogah banget mikirin hal itu!," stok sabar Kaila mulai menipis.

"Buset dah, cantik begini di bilang kucing kurap. Aku tampol juga tu congor," Mey mendelik namun dengan tatapan mengejek.

"Sorry babe!!, kamu nanyain mulu sih, jadi pusing dong kepala aku," elak Kaila.

"Ngomong-ngomong tadi babang Vino ngabek kan? doi merajuk kan?."

Kaila mengangguk"Sepertinya karena pesan dia nggak aku balas. Kamu seperti nggak tahu Vino aja, dia kan memang tukang ngambek."

"Kalau Lian?," selidik Mey.

"Lian mah santai anaknya. Asalkan nggak berhubungan sama Vino aja."

"Jadi kamu lebih nyaman sama Lian."

"Enggak sih," hemm, asli si Kaila enggak jelas, bikin Meymey geleng-geleng kepala.

Mey mencebik kepada Kaila, rasa penasarannya terus mendorong untuk memastikan pilihan Kaila"Berarti sama Vino?."

"Enggak juga sih!," jawaban Kaila membuat emosi Mey turun naik.

"Terus sama siapa, La?!," sumpah! kepalanya mendadak pusing dengan tingkah Kaila.

Di tengah argumen unfaedah dua sahabat ini, tiba-tiba Fatur datang dengan melempar senyum kepada Mey.

"Langsung kerja?," menghampiri Mey dan Kaila. Mey mengangguk menanggapi.

Fatur melihat pelanggan semakin berdatangan ke Cafe Ceria"Semangat ya, hari pertama sudah kerja keras nih."

"Perlu bantuan?," tambahnya bersiap menggulung lengan baju yang dia kenakan.

"Jangan! bos nggak bakal sanggup gaji kamu," tukas Kaila.

Fatur pun mundur"Ck! apaan sih, Kaila!."

...✒✒✒✒...

Kembali ke kediaman Vino....

Benda pipih di putar Vino begitu kencang di meja kerjanya. Berpikir pesan apa yang akan dia kirim pada Kaila. Pengennya sih Kaila menerima jika dia mengungkapkan perasaan lagi kali ini. Tapi....gimana dengan Lian?."

Astaga! dia masih memikirkan perasaan Lian ternyata. Benar sih apa kata Joe, Kaila serba salah. Tapi kan dia yang duluan mengenal Kaila!. Sekarang pikiran Vino seperti rasa permen nano-nano, manis asam asin bercampur semua jadi satu.

Setelah berpikir panjang akhir nya dia memutuskan mengunjungi Cafe Ceria. Dan nggak butuh waktu lama, Vino kini sudah duduk berhadapan dengan Fatur di Cafe ceria. Mereka sengaja memilih duduk di meja outdor, angin nya alami kalau di luar.

"Hmmm....??," Fatur memandang Vino datar"Aku nggak bisa kasih saran bro, perjalanan kalian lebih parah dari pada kisah cinta ku dulu."

"Jangan gitu dong, Fatur!. Bantuin mikir!," ujung matanya terus mengawasi ke dalam Cafe, ketika curhat colongan pada Fatur.

"Kalau kamu maju Lian kecewa, terus kalau Lian maju kamu yang kecewa."

"Jalanin seperti biasa aja deh," tambah Fatur dengan kedua tangan terangkat ke atas, pertanda dirinya menyerah, memberatkan otaknya dengan permasalahan cinta segi tiga mereka.

"Bertahun-tahun seperti ini aja, Tur? nggak ada kemajuan," keluh Vino.

"Kalian bedua sahabat aku, aku nggak bisa bantu. Entar di bilang nggak adil," Fatur menjelaskan sambil melirik jam tangannya.

"Sebentar lagi mereka pulang, semua terserah kamu deh Vin. Semoga sukses bro."

Tring!! suara notifikasi pesan masuk ke ponsel Vino. Kedua matanya terbelalak ketika membaca pesan dari si pengirim"Joe mau pindah keluar kota."

"Hah? kemana?," Fatur pun di buat terkejut.

"Balik kampung dia, mungkin ayahnya pindah tugas lagi," Vino berucap sambil sibuk membalas pesan dari Joe. Sejurus kemudian mereka pun asik membahas Joe yang akan pindah dalam beberapa hari ke depan.

...☘☘☘☘...

Jam menunjukan pukul 22:00. Kaila dan Mey akhirnya selesai bekerja.

Vino dengan sigap membawa Kaila masuk ke dalam mobilnya"Kok tergesa-gesa, ada apa Vino?," Kaila merasa ada yang nggak beres dengan Vino. Dia juga teringat pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan Mey tadi.

"Jangan-jangan Vino minta kepastian?," terka sang hati.

Tanpa menjawab, Vino menyalakan mobil dan mengantarkan Kaila pulang. Di perjalanan Kaila di diamkan oleh Vino, hal itu membuat Kaila semakin gelisah.

"Apa Vino beneran akan menuntut kepastian?," hatinya berkata lagi.

Cowok berperawakan tinggi putih itu memarkir mobilnya di depan jalan kecil menuju rumah Kaila. Merasa Vino bakal ngomel-ngomel kaila pun segera turun. Dan Vino bergegas pula menyusul Kaila dan memeluk nya dari belakang.

"Vino apa-apaan!," berontak Kaila.

"Please, Kaila. Aku mau memelukmu sebentar," suaranya pelan dan terdengar penuh beban.

Kaila menurut, gadis itu merasakan pelukan hangat Vino.

"Maaf La, aku nggak bisa mengalah," gumam Vino, dia memilih tetap bertahan menunggu Kaila.

Kaila meraih lengan Vino dan berbalik"Aku juga minta maaf, Vin. Aku terlalu serakah."

"Aku tahu kamu bertahan demi aku dan Lian."

Kaila mengangguk.

"Kita hanya bisa menunggu kepastian dari Tuhan, tentang siapa jodohmu itu masih menjadi rahasianya," kata-kata nya terdengar bijak.

"Tumben kamu berpikiran dewasa," tawa Kaila memecah kecanggungan mereka.

Merengkuh kedua pipi Kaila"Awas ya kalau sampai kamu jadian sama Lian!!," ancam pemuda itu.

"Yee, kok pake ngancem?," Kaila mencoba menepis tangan Vino.

Cup!!, sebuah kecupan mendarat di kening Kaila"Sudahlah, sudah malam, kamu cepat pulang."

Kaila terkejut dengan ciuman itu.

"Buruan pulang!," Vino mengerti dengan tatapan tajam Kaila.

"Huh!!," Kaila berbalik dari hadapan Vino dan berjalan ke arah rumahnya.

"Hati-hati di jalan," ujarnya melambakan tangan tanpa menatap Vino lagi.

Vino tertawa sambil melambaikan tangan pada Kaila. Hatinya sedikit lega, entah tentang apapun itu yang pasti dia sudah merasa lega sekarang. Mereka hanya bisa menunggu sampai rahasia Tuhan terungkap.

Entah itu Lian atau dirinya, atau mungkin orang lain yang akan berjodoh dengan Kaila.

Bersambung.

♡♡Happy reading . Jangan lupa like vote fav dan komen ya teman ^,^

Salam anak Borneo.

1
Andini
ternyata bnr Mey yang JD pendonor nya
Andini
jadi mewek AQ😭
Be___Mei: Terima kasih sudah mampir di karya lamaku ini, kak Andini 🤗. Maaf masih banyak typo dan kesalahan dalam penulisan. Semoga ceritanya nggak mengecewakan. Jika berkenan silakan mampir di cerita aku yang lainnya, ya 🤗. Semoga keberkahan selalu bersama kita.
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Nurlela Nurlela
typo kakal
Nurlela Nurlela
tegur seraya jovana >>> tegur jovana seraya🙏🙏
Nurlela Nurlela
bau koq bisa keliatan mbak? 🤭
Be___Mei: candaan mereka aja itu kak 🤭🤭
total 1 replies
Nurlela Nurlela
typo hari
Elisabeth Ratna Susanti
sip 👍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Nurlela Nurlela
cucu bukan cucuk
beda arti lg itu😢
Be___Mei: kwkwkw typo kak lela 🤭🤭
total 1 replies
Nurlela Nurlela
gaji bukan gajih
itu udah beda artinya🙏🙏
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
Nurlela Nurlela
mamu???
Nurlela Nurlela
pemirsa bukan pemirsah🙏🙏
Nurlela Nurlela
nasi atau nasib? 🤭
Nurlela Nurlela
kelapa? 🤭🤭🤭
Nurlela Nurlela
gontai bukan gontay
Nurlela Nurlela
dia pel >>> dipel
Nurlela Nurlela
villa atau village?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!