Indonesia
NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Namun ada aroma mineral laut yang sangat pekat di balik rasa asin tersebut.

"Tulis jawaban kalian di papan tulis kecil di depan kalian dalam waktu lima detik," perintah Chef Bram.

Aldo meraba spidol di depannya dan dengan cepat menuliskan jawabannya.

"Waktu habis, buka penutup mata kalian dan angkat papan jawaban kalian," ucap Chef Arya.

Srek.

Aldo membuka penutup matanya dan mengangkat papannya tinggi tinggi bersama peserta lainnya.

Di papan Aldo tertulis jelas Garam Laut Kasar.

Sementara di papan Kevin tertulis Garam Meja Biasa, dan Rina menuliskan MSG atau penyedap rasa.

"Jawaban yang benar adalah Garam Laut Kasar," umumkan Chef Renata sambil tersenyum.

"Garam meja biasa tidak memiliki tekstur kristal sebesar itu Kevin, lidahmu kurang sensitif," kritik Chef Bram.

Kevin mendecakkan lidahnya kesal sambil menghapus papannya dengan kasar.

"Hanya beda tekstur sedikit saja, ini hanya soal keberuntungan di awal," gumam Kevin tidak mau kalah.

"Tutup kembali mata kalian, bahan kedua akan segera disajikan!" teriak Chef Arya melanjutkan tempo yang cepat.

Tantangan berlanjut dengan sangat intens dan penuh tekanan mental dari kegelapan.

Bahan kedua masuk ke mulut Aldo, rasanya pedas menyengat namun ada aroma jeruk yang sangat kuat.

Aldo langsung menulis Andaliman di papannya dan jawabannya kembali benar mutlak.

Bahan kelima adalah cairan kental manis yang ditebak Aldo sebagai Gula Aren asli, sementara Kevin salah menjawab Sirup Karamel.

Bahan kesepuluh adalah potongan kecil daun yang berbau sedikit langu namun segar.

"Ini Daun Ketumbar, bukan Daun Seledri," ucap Aldo pelan saat menulis jawabannya yang lagi lagi membuahkan poin penuh.

Memasuki bahan kelima belas, ketegangan semakin memuncak karena jumlah peserta yang bertahan dengan poin tinggi semakin sedikit.

Hanya tersisa Aldo, Rina, dan Kevin yang saling kejar mengejar poin di papan klasemen sementara juri.

"Bahan keenam belas adalah jebakan maut bagi kalian yang tidak terbiasa dengan rempah tradisional Nusantara," ucap Chef Arya penuh teka teki.

Sebuah cairan kental berwarna kehitaman disuapkan ke dalam mulut Aldo.

Rasanya sangat asam, sedikit sepat, dan meninggalkan jejak rasa tanah di langit langit mulutnya.

Aldo memejamkan matanya di balik kain hitam dan mencoba memanggil memori ibunya saat membuat sayur asem.

"Ini bukan asam jawa biasa, ini adalah asam kandis yang sering dipakai di masakan Sumatera," batin Aldo tersenyum yakin.

Srek.

Dia menuliskan Asam Kandis di papannya dengan sangat cepat sebelum waktu habis.

"Waktu habis, buka mata dan angkat papan kalian!" teriak Chef Bram.

Aldo mengangkat papannya dan melirik ke arah papan milik Kevin di seberang mejanya.

Di papan Kevin tertulis Cuka Hitam Balsamic.

"Jawaban yang benar adalah ekstrak Asam Kandis," umumkan Chef Renata membuat Kevin langsung memukul mejanya keras keras.

Brak.

"Bagaimana mungkin cairan asam seperti itu bukan cuka balsamic impor?!" protes Kevin tidak terima.

"Karena kau terlalu sombong dengan masakan Eropamu sampai kau lupa akar rasa masakan negerimu sendiri Kevin," jawab Chef Arya telak.

Aldo menatap Kevin dengan tatapan datar yang menyiratkan kemenangan tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun.

Tantangan terus berlanjut hingga bahan kedua puluh yang merupakan bahan penentuan terakhir.

Bahan terakhir ini berwujud serbuk halus yang memiliki rasa sangat kompleks antara pahit, gurih, dan sedikit wangi kayu manis.

Aldo sempat ragu sejenak karena rasanya sangat mirip dengan bubuk kari India.

Namun aroma akhirnya lebih condong ke arah rempah arab yang sering dipakai untuk masakan kambing oven.

"Ini Garam Masala," tulis Aldo dengan tangan sedikit bergetar karena ini di luar zona nyaman masakan Nusantaranya.

"Angkat papan kalian untuk terakhir kalinya!" perintah Chef Arya.

Aldo, Rina, dan Kevin mengangkat papan mereka secara bersamaan.

Aldo menulis Garam Masala, Rina menulis Bubuk Kari, dan Kevin menulis Bubuk Jintan.

"Dan bahan terakhir yang sangat mengecoh ini adalah rempah Garam Masala," ucap Chef Bram sambil tersenyum ke arah Aldo.

"Luar biasa, dari dua puluh bahan tebakan, kau berhasil menebak delapan belas dengan sempurna Aldo."

Seluruh peserta di galeri langsung menatap Aldo dengan tatapan tidak percaya dan penuh kekaguman.

Menebak delapan belas bahan yang diacak dari berbagai negara dengan mata tertutup adalah rekor baru di galeri musim ini.

Kevin yang hanya berhasil menebak dua belas bahan langsung membuang spidolnya ke lantai karena merasa sangat dipermalukan.

"Aldo Raditya, kau adalah pemenang mutlak di babak uji kepekaan lidah hari ini," umumkan Chef Arya dengan nada bangga.

"Lidahmu memiliki perpustakaan rasa yang sangat mengerikan untuk ukuran anak muda yang tidak pernah sekolah kuliner."

Aldo membungkukkan badannya sedikit untuk menghormati pujian tinggi dari para dewan juri tersebut.

"Terima kasih Chef, saya hanya mengingat semua rasa masakan yang pernah ibu saya suapkan ke mulut saya," jawab Aldo tulus.

Jawaban yang sangat membumi itu membuat Rina tersenyum haru dan beberapa peserta wanita lain ikut merasa bersimpati padanya.

"Sebagai pemenang, kau mendapatkan keuntungan besar di tantangan memasak utama siang ini," lanjut Chef Renata.

"Ikut kami ke ruang pantry sekarang juga untuk mendengarkan keuntungan apa yang akan kau dapatkan."

Ketiga juri berjalan turun dari podium dan melangkah menuju pintu kayu raksasa ruang pantry.

Aldo mengikuti mereka dari belakang dengan langkah tenang meninggalkan Kevin yang masih terbakar api cemburu di barisannya.

"Pecundang itu pasti menggunakan ilmu hitam untuk menebak semua bahan itu Leo," bisik Kevin penuh keputusasaan kepada temannya.

"Sudahlah Kapten, kita balas dendam di tantangan memasak utamanya saja nanti," hibur Leo mencoba menenangkan bosnya.

Di dalam ruang pantry yang dingin, Chef Arya berbalik menatap Aldo dengan tatapan yang sangat serius.

"Tantangan memasak utama hari ini adalah tentang menaikkan derajat bahan makanan kelas bawah."

"Kami sudah menyiapkan tiga jenis ikan yang dikenal sebagai makanan rakyat jelata berharga murah."

Chef Bram membuka tiga buah keranjang bambu yang tertutup kain basah di atas meja pantry.

Keranjang pertama berisi Ikan Lele hidup yang kumisnya bergerak gerak agresif.

Keranjang kedua berisi Ikan Sepat Asin yang ukurannya sangat kecil dan kering.

Keranjang ketiga berisi Ikan Bandeng yang terkenal dengan ribuan duri halusnya yang menyiksa.

"Tugas kalian adalah menyajikan hidangan restoran fine dining bintang lima menggunakan salah satu dari ikan kampungan ini," jelas Chef Renata.

"Dan keuntunganmu sebagai pemenang adalah, kau berhak menentukan ikan apa yang harus dimasak oleh dirimu sendiri dan seluruh peserta lainnya."

Mendengar kekuatan luar biasa yang baru saja diberikan juri kepadanya, otak cerdas Aldo langsung berputar menyusun strategi.

Ini adalah kesempatan emas baginya untuk menghancurkan keangkuhan Kevin dan geng kayanya secara legal di depan kompor.

"Kau bisa memilih ikan lele yang amis, ikan asin yang hancur, atau ikan bandeng yang durinya bisa membunuh waktu peserta," tawar Chef Arya memprovokasi.

Aldo menatap ketiga keranjang itu bergantian lalu tersenyum miring yang sangat jarang dia perlihatkan.

"Ikan bandeng terdengar sangat sempurna untuk menguji kesabaran orang orang yang terlalu sombong Chef."

"Saya pilih Ikan Bandeng untuk dimasak oleh semua peserta hari ini."

Keputusan Aldo yang sangat sadis itu membuat Chef Bram langsung tertawa kecil mengagumi mental kompetitif pemuda di depannya ini.

Membersihkan duri ikan bandeng mentah tanpa merusak tekstur dagingnya adalah mimpi buruk teknis bagi koki amatir yang tidak terbiasa memegang pisau cabut duri.

"Pilihan yang sangat cerdas dan kejam Aldo," puji Chef Arya tersenyum tipis.

"Mari kita lihat berapa banyak peserta yang jarinya akan berdarah tertusuk duri bandeng pilihanmu hari ini."

Aldo mengangguk pelan dan bersiap kembali ke galeri utama untuk mengumumkan berita buruk ini kepada Kevin dan kawan kawannya.

Pertarungan sebenarnya baru saja dimulai dan Aldo sudah memegang kartu as terkuat di tangannya.

1
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
makasi crazy up nya
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
Was pray
Rina mentalnya tempe ketakutan mesti perut mules. kok gak pusing atau yg lain.. masak hobi kok perut mules. 🤭
Was pray
Aldi sering kalah duluan bangun paginya sama Kelvin
Was pray: si Aldo thooor...
total 2 replies
sitanggang
terlalu monoton, hanya seputaran galery memasak saja. gak ada konteks diluar gallery , sprti org yg pinjamkan uang 50k atw kluarganya yg me onton di tv semisalnya🙄
kiyoe: kan Aldo yatim piatu kak
total 2 replies
ceuceu
di tunggu up nya thor
Was pray
nah benar kan? sejelek apapun hasil masakan Kevin tetap lolos, lama lama jadi kurang greget baca novel ini
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
ceuceu
aneh kok bisa jojo bertahan pdhl ga bisa masak ceroboh,knp ga tereleiminasi dari awal thor,masak apa si jojo selama tanding?
ceuceu
baru tau tehnik membuka kluwek
kiyoe: wkwk berarti belum pernah masak pakai kluwek yaa kak 🤭
total 1 replies
ceuceu
danang sotoy arogan
ceuceu
serakah bgt kevin
ceuceu
perjuangan seorang anak demi masa depan
Was pray
beberapa kali Kevin melakukan kesalahan dalam memasak tapi tetap juga lolos... ini ntar memasak bebek betutu yg amburadul juga lolos lagi kah?
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
kiyoe: Terimakasih kak selalu mensupport saya 🙏
total 1 replies
Was pray
Danang and Jojo selevel Danang sok pintar tapi o'on Jojo berpikir lemot tapi mau belajar walau pelan, kalau Dua koki ini digabungkan satu tim bisa mengundang tim damkar.... 🤣🤣🤣
Was pray
kok bisa lolos audisi si Jojo k as lau masak dop aja keasinan? ntar kalau Jojo bukan warung makan bisa bisa pembelinya bisa pada darah tinggi tuh..... 😄😄😄
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
Was pray
ya salah tim biru sendiri yg memilih Danang jadi kapten tim, kalau udah kacau baru menyesal
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!