Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 Aisyah dan Kaivan Berbicara.

Aisyah dan Kaivan berjalan menyusuri taman rumah Kaivan, dengan langkah keduanya sama beriringan berdiri dengan bersebelahan.

"Kamu menerima perjodohan ini?" tanya Kaivan setelah cukup lama mereka berdua hanya diam.

"Lalu kenapa Kakak tiba-tiba menerima perjodohan ini dan padahal sebelumnya tidak tertarik?" tanya Aisyah tanpa melihat ke arah pria tampan di sebelahnya.

"Saya tidak tahu harus memberi alasan apa, mungkin yang pertama karena saya sudah seharusnya menikah, saya juga tidak ingin mencari kemana-mana, saya mengenal kamu sejak kamu masih kecil, kamu bersahabat dengan Amira sampai saat ini, saya pikir tidak ada alasan untuk tidak menerima perjodohan itu," jawab Kaivan dengan template.

Tidak ada yang istimewa dari jawabannya, tidak ada yang membuat jantung Aisyah berdebar, ia sedikit gugup karena ini pembicaraan paling intens selama ini dilakukan bersama Kaivan.

"Orang tua kita sama-sama setuju, mereka sudah membicarakan pernikahan kita, sekarang hanya tinggal kita berdua, saya menerima dan melanjutkan perjodohan ini, tetapi kembali lagi semua ada pada kamu, saya tidak bisa memaksa kamu jika kamu ragu apa tidak menginginkannya," ucap Kaivan.

Aisyah menghentikan langkah dan menghadap Kaivan.

"Boleh Aisyah meminta syarat?" tanya Aisyah.

Kaivan mengerutkan dahi.

"Maaf, Kak, bukan Aisyah lancang meminta syarat dan padahal kita berdua dijodohkan. Tetapi ini adalah rumah tangga, perjalanannya sangat panjang dan bahkan menjadi ibadah yang panjang, Aisyah tidak perlu mengatakan seperti apa Aisyah, berbicara ini dan itu, bagaimana Aisyah kehidupan keluarga Aisyah dan sudah pasti seperti apa yang Kakak katakan, sudah mengenal, sudah mengetahui, tetapi untuk pernikahan ini Aisyah membutuhkan satu syarat yang harus ditepati," ucap Aisyah.

"Katakan," sahut Kaivan

"Jika memang pada akhirnya kita berdua menikah, Aisyah mengharamkan untuk berpoligami," ucap Aisyah.

Dia takut apa yang dialami bundanya akan terjadi padanya.

"Aisyah tahu, berpoligami adalah sunnah, Rasul juga melakukan hal itu, tetapi Aisyah bukan istri Rasulullah, Aisyah mungkin tidak sanggup dan lebih baik berpisah, jika suatu saat nanti Kakak jatuh cinta pada orang lain," ucap Aisyah berbicara seadanya kepada Kaivan.

"Kita memang tidak saling mencintai, saat ini belum ada perasaan apa-apa diantara kita berdua, Aisyah juga tidak menuntut banyak, kita bisa menjalani rumah tangga dengan seiring waktu," ucap Aisyah.

"Saya menerima syarat kamu," sahut Kaivan ternyata tidak berpikir lama.

"Alhamdulillah," sahut Aisyah tersenyum merasa lega.

Kaivan sejak tadi menatap Aisyah begitu dalam, bukan senyum lebar itu yang dia lihat, tetapi matanya.

"Aisyah saya sangat menyukai mata kamu," lirih Kaivan suara yang sangat pelan dan hampir tidak terdengar.

"Kakak mengatakan apa?" tanya Aisyah samar-samar mendengar suara itu.

"Oh tidak, saya tidak berbicara apapun," Kaivan tersadar dari lamunannya dan mengalihkan pandangannya, sedikit salah tingkah.

Aisyah kebingungan, pria di hadapannya itu memang benar-benar sangat dingin, tetapi entah mengapa tampak begitu gelisah saat berada dihadapannya.

"Ayo silahkan!" Kaivan memerintahkan Aisyah untuk berjalan terlebih dahulu.

Aisyah menganggukkan kepala, mereka berjalan tanpa ada obrolan lagi, pembahasan di antara keduanya cukup singkat, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi karena saat ini keduanya sama-sama sudah sepakat untuk menikah.

*****

"Bunda, sudah menyiapkan dekorasi pernikahan untuk Aisyah dan Kaivan, Aisyah punya impian menikah secara outdoor, jadi ada beberapa pantai yang menjadi pilihan. Mas, coba lihat!" Rahma berdiskusi dengan suaminya untuk membahas pernikahan putri mereka.

"Tempatnya bagus-bagus, anak teman saya juga pernah melangsungkan pernikahan di tempat ini, jadi menurut saya yang mana saja tetap bagus," jawab Dharma.

"Lalu bagaimana dengan warna seragam ini. Kira-kira kita akan memakai warna seperti apa?" Rahma juga memperlihatkan beberapa contoh warna seragam.

"Saya sudah membicarakan ini dengan Mbak Lidya, meraka pengen seragam biru langit, agar cocok dengan dress pengantin wanita yang berdominasi warna putih," ucap Rahma.

"Jika kalian sudah sepakat mengambil warna yang cocok, maka saya ikut saja, biasanya hal-hal seperti ini memang wanita yang paling tahu," jawab Dharma.

"Baiklah, nanti saya akan kembali membahas dengan Mbak Lidya, untuk masalah catering dan yang lainnya juga sudah diurus oleh keluarga Kaivan," sahut Rahma.

"Bagaimana dengan porsi seragamnya? Kamu juga menyiapkan untuk Kamila bukan?" tanya Dharma, membuat Rahma mengangkat kepala dan melihat serius ke arah suaminya.

"Kamila juga ingin melihat bagian dari tubuh putrinya menikah dengan orang yang dia cintai, kamu tidak bisa menghilangkan perannya dalam hal ini," ucap Dharma dengan suara berat tetapi terdengar penekanan kepada sang istri.

"Mas ini adalah pernikahan Aisyah, pernikahan impian Aisyah, jangan hancurkan hanya karena keegoisan, ini putriku bukan putri orang lain, tolong jadikan pernikahan ini menjadi sejarah yang berharga dalam hidupnya, menjadi kenangan terindah dan bukan luka, jangan membawa orang asing ke dalam pernikahan putriku dan ingin disamaratakan," ucap Rahma dengan suara yang terdengar lirih, terkesan memohon dan apa yang dia lakukan hanya demi kebahagiaan Aisyah.

"Rahma, kamu tidak melupakan sesuatu, jika dibalik pernikahan ini juga ada seorang ibu yang ikut bahagia, bukan saya egois tetapi saya hanya berusaha untuk adil dengan semua kesalahan saya," ucap Dharma.

Air mata Rahma jatuh dan mengalihkan pandangannya.

"Jika pada akhirnya perjuangan kamu untuk mewujudkan semua mimpi Aisyah dan melanjutkan hidup Aisyah, tetapi ujung-ujungnya ini akan menjadi ungkitan, ini akan menjadi luka yang besar untuknya, kenapa harus melakukan itu. Aisyah sudah cukup menderita dengan semua ini," ucap Rahma.

"Itu karena kamu tidak pernah mencoba untuk membuatnya mengerti, yang di kepala Aisyah dari kecil akulah penjahatnya, kamu juga menyembunyikan semua ini, sampai-sampai Aisyah tidak pernah menghargai usaha yang telah dilakukan ayahnya," ucap Dharma.

"Lalu Mas pikir dengan aku berkata jujur kepada Aisyah apa yang terjadi sebenarnya, Aisyah akan menyesal, tidak! Justru dia akan semakin menderita dan membenci dirinya, kamu tidak hanya akan kehilangan satu anak tetapi akan kehilangan dua anak, mentalnya akan hancur dan justru akan menyesal kenapa bertahan hidup!" tegas Rahma.

Dharma terdiam dengan pernyataan yang diberikan Rahmah, entahlah rahasia besar apa yang disembunyikan pasangan suami istri itu.

"Assalamualaikum!" Rahma mengusap cepat air matanya ketika mendengar suara Aisyah yang baru saja pulang.

"Walaikumsalam," sahut Rahma tersenyum seolah-olah tidak terjadi apapun barusan.

Aisyah mencium punggung tangan Rahma, melihat ada ayahnya di sana membuatnya terpaksa melakukan hal yang sama.

"Ayah dan Bunda baru saja membicarakan tentang persiapan pernikahan kamu, mungkin ada sesuatu yang ingin diubah, bisa bicarakan sekarang," sahut Dharma yang berusaha mencairkan suasana.

Mata Aisyah melihat ke arah kertas-kertas di atas meja, sangat tidak tertarik untuk membahas apapun dan mungkin karena ada keberadaan Dharma di sana.

"Aisyah, Tante Lidya mengatakan kepada Bunda. Kamu dan Amira yang akan memilih gaun pengantinnya," ucap Rahma.

"Iya Bunda. Aisyah mau ke kamar dulu," ucap Aisyah tidak banyak bicara dan langsung berlalu dari hadapan kedua orang tuanya.

"Cukup aku saja yang dihancurkan, tetapi tidak dengan hati putriku, tolong...." pinta Rahma dengan suaranya terdengar begitu pelan agar Aisyah tidak mendengar membuat Dharma tidak berbicara apapun.

Dia mungkin menginginkan peran istri keduanya juga ada dalam pernikahan itu. Tetapi sudah pasti Aisyah tidak pernah menginginkan hal itu.

Bersambung.....

1
Herman Lim
jgn nanti kebuka aja menikah karna ada mata mantan di tubuh Aisyah lihat apa yg akan Aisyah buat ke mata nya nanti ga sabar tgg part ne
Herman Lim
jgn menyesel aja nanti kaivan klo Aisyah tau niat kamu waktu nikah sama dia bukan utk Aisyah tapi mata mantan mu di tubuh Aisyah
puji hastuti
Kaivan bertanya " Jadi kamu tugasnya dii bali ?"
suaminya loh ....pengantin baru looh
Fauziah Rahma
kenapa bisa ayah aisyah menikah dengan Kamila?
Herman Lim
kaivan kamu pasti melihat mantan mu mk bisa gitu lembut sama aisyah
Herman Lim
kasian Aisyah yg di bohongi semua org tua dan suami nya 🤪😔
Herman Lim
gila ternyata Aisyah yg jadi korban dari semua ego kalian,tdk ada Aisyah kyk kian bangga kan tapi wanita yg dh mati hanya kerna mata nya yg Masi ada di tubuh Aisyah kalian paksa Aisyah nikah dgn kekasih ny dl 😔
Herman Lim
apa jangan² dl yg bertabrakan dgn aishay anak dari bini ayah nya yg mati Dan mata nya di donor ke aishay dan kaivan dl berpacaran dgn anak lain ayah nya 😔😔 rumit guys 🤣🤣
Oma Gavin
orang tua cerminan buat anaknya bila ayahnya saja poligami merasa paling bener jgn salahkan aisyah bila jadi pemberontak
Gian Hazza
lanjut thor👍
Rian Moontero
mampiiirr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!