bara menikahi aluna karna perjodohan belaka yang di rencanakan oleh orang tua dari mendiang ayah aluna.
dulu kedua orang tua aluna dan bara bersahabat, sehingga mereka menjodohkan anak anak nya.
akan kah aluna bahagia dengan pernikahan nya dengan bara, bara seorang yang dingin dan juga kasar, bara tidak segan segan menyakiti istri nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan tempet
Jadi di sini adalah ke lanjutan dari part yang sebelum nya ya teman teman, terima kasih buat kalian yang sudah membaca cerita saya dan jangan lupa untuk mampir ke cerita cerita yang lain nya ya teman teman, ada cerita yang lebih menarik dari yang ini tentu nya, walau masih amatiran saya tetap mencoba untuk membuat cerita ini.
************
Bara pov.
" Waktu nyaa aku untuk pergi ke kantor " kata bara.
Bara segera bersiap siap untuk pergi ke kantor nyaa itu, bara tidak lupa mengguna kan jas kerja nyaa.
Bara menelfon tangan kanan nya itu, untuk menyiap kan bahan untuk meeting nanti dan juga untuk memberi tahu untuk menyiap kan mobil, karena bara akan segera turun ke bawah.
" Halo pak " kata deni tangan kanan bara.
" Siap kan mobil, saya akan turun ke bawah se bentar lagi " kata bara.
" Baik pak " kata deni.
Bara langsung mematikan telfon nya itu secara sepihak, lalu bara melangkah kan kaki nya untuk menemui bunda nya itu.
" Bi bunda ada di mana? " tanyaa bara, saat diri nya melihat maid.
" Nyonya ada di dalam kamar nyaa tuan " kata maid ter sebut.
" Terima kasih bi " kata bara, diri nya tidak lupa mengucap kan kata kata yang sangat penting itu.
" Sama sama tuan " kata maid ter sebut.
Bara segera melangkah kan kaki nya menuju ke kamar ke dua orang tua nya ter sebut.
Tok tok
" Bun " panggil bara.
" Masuk nak, tidak di kunci " kata ines bunda nya itu.
Ines melihat ke arah sang anak yang baru saja masuk ke dalam kamar nyaa itu, lalu beliau ber tanya.
" Ada apa nak? " tanya ines.
" Aku mau pergi ke kantor bun " kata bara.
" Ya sudah hati hati yaa di jalan nak " kata ines lagi.
" Iyaa bun " kata bara.
" Bai bun " kata bara lagi.
" Baik nak " kata ines.
Bara orang nya sangat swet ke pada ke dua orang tua nya itu, seperti nya nurun dari sang ayah nyaa.
Bara segera turun dari kamar sang kedua orang tua nyaa itu, dan segera masuk ke dalam mobil yang sudah di siap kan oleh deni tadi.
" Siang pak " kata deni ke pada bos nya itu.
" Siang " kata bara dengan cuek.
" Kalau saja dia bukan atasan ku, sudah ku hajar dia " batin deni.
Yang perlu kalian tahu, bahwa deni adalah sahabat nya di smp, jadi deni lebih berani ke pada atasan nya itu, karena mereka ber teman, deni juga tau di saat mana yang serius dan di saat ber canda.
" Kau bawa bahan bahan untuk meeting nya kan? " tanyaa bara.
" Bawa pak bara yang ter hormat " kata deni ter senyum lebar.
Bara yang melihat itu hanyaa menggeleng kan ke pala nyaa, karena dia sudah tau kelakuan dari tangan kanan nya itu, yang kadang suka tidak benar.
Kini bara dan juga deni baru saja sampai di kantor, bara segera turun dari mobil nyaa itu yang di buka kan oleh deni tangan kanan nya.
" Siang pak " kata satpam yang ber jaga di kantor.
" Siang " kata bara ter senyum tipis.
Bara segera masuk ke dalam kantor nyaa itu dan melihat para karyawan nya yang sedang pada fokus mengerja kan tugas nya masing masing.
" Siang pak " kata karyawan yang menyadari ada nyaa bara.
" Siang " kata bara dengan cuek.
" Kau sudah siap kan ruang meeting kan? " tanya bara.
" Sudah pak " kata deni.
Karna deni pernah waktu itu lupa jika bos nya itu minta di bersihkan ruangan meeting nyaa
Kini bara segera naik ke dalam lift untuk pergi ke dalam ruangan meeting nyaa, yang akan di datangin oleh orang orang penting, karena akan mengejer kan beberapa proyek besar.
" Tolong siap kan minuman minuman itu di atas meja nya masing masing " pinta bara ke pada sang ob.
" Baik pak " kata ob ter sebut.
" Ini untuk kalian " kata bara sambil menyerah kan uang 100 ribuan.
" Terima kasih banyak pak, kami per misi dulu pak " kata mereka.
" Hemm " kata bara.
****************
Aluna pov.
Aluna kini sedang duduk duduk santai di tempat kasir nyaa itu, aluna bingung harus melaku kan apa lagi, karena sudah tidak ada pembeli yang datang lagi.
" Ka beli " panggil pembeli.
" Iyaa mau beli apa yaa? " tanya aluna ke pada pembeli itu.
" Mauu beli aqua botol 1 dus ka " kata pembeli itu.
" Sebentar ya kaka ambilin dulu di dalam gudang aqua nyaa " kata aluna memberitahu kan.
" Iyaa kak " kata pembeli itu.
" Inii yaa aqua nyaa, mau taro di mana? " tanya aluna sambil masih mengangkat aqus dus nyaa itu.
" Bisa taroin di motor saya aja ngga ka " kata pembeli itu.
" Iyaa boleh ko " kata aluna, aluna kini tengah menuju ke motor si pembeli ter sebut.
" Terima kasihs kak, berapa kak harga nyaa? " tanya pembeli itu.
" 15 ribu aja " kata aluna sambil ter senyum.
" Ini kak uang nyaa " ucap pembeli sambil menyodor kan uang 50 an nyaa.
" Sebentar ya di ambil kan dulu uang kembalian nyaa " kata alunaa.
" Iyaa kak " kata pembeli itu.
" Ini yaa kembalian nyaa, kembali nya 15 ribu yaa " kata aluna sambil menghitung kembali uang nyaa itu.
" Iyaa ka terima kasih ka " kata pembeli lalu langsung pergi dari toko.
" Sama sama " kata aluna ter senyum.
Padahal aluna baru saja tadi bilang kalau tidak ada yang membeli lagi, lalu tiba tiba datang se orang pembeli.
Aluna melihat ke arah jam dingding yang berada di tembok itu, tidak ke rasa sudah jam 3 saja, aluna memutus kan untuk makaan bekal nya dari rumah tadi.
" Tidak terasa banget ya, udah jam 3 sore aja, padahal aku belum ada rasa lapar sedikit pun, tapi gappa deh, aku lebih baik makan dulu takut jika ada pembeli lagii, yang ada aku jadi lupaa makan " kata aluna.
Aluna segera memakan bekal nya yang ia bawa dari rumah nyaa itu, lalu segera ia makan dengan nikmat nyaa.
" Makan tempe sama sambel doang ter nyata enak jugaa ya " batin aluna.
Aluna kini memutus kan untuk.menghabis kan dulu makan nyaa itu, takut jika ada pembeli yang datang untuk membeli di toko tempat aluna jaga itu.
" Tapi lumayan juga ya kalau aku bawa bekel setiap hari, aku jadi bisa menghemat uang gajian hehe " kata aluna.
Kini aluna sudah selesai dengan makannyaa itu dan segera mencuci kedua tangannya.