Indonesia
NovelToon NovelToon
Archsoul

Archsoul

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyeberangan Dunia Lain / Sci-Fi
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jayzentz

Aku benar-benar tak pernah menyangka sesuatu seperti ini akan terjadi. Sesuatu yang hanya dapat kita lihat dari balik layar saja, kini bisa kita lakukan tak peduli seberapa berbahayanya. Demi mengejar sesuatu, sesuatu yang telah menjadi api semangat hidup masing-masing. Tanpa api tersebut, manusia tak lagi hidup, melainkan sebuah benda mati yang menunggu untuk dibuang oleh kehidupan.

Namun, tidak dengan mereka..

Codes.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jayzentz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14

Apa!? Bagaimana mungkin! Kita berada di.. Tunggu, ini bukanlah Alfheim. Ini di bumi. Tempat ini.. Adalah tempat ketika Rico kehilangan keluarganya.

"X! Apa yang dirimu lakukan!? Kita harus bergerak! Garis depan takkan mampu bertahan menghadapi para elf! Kita harus turun tangan!" Sahut Rico yang kini sudah berlari menuju tempat di mana ledakan-ledakan besar terjadi besera jeritan-jeritan penyayat hati.

Aku sadar aku sedang berada dalam sebuah mimpi, tapi, jika saja aku dapat membuat sebuah perbedaan, meskipun ini tak nyata, akan kulakukan segala cara demi merubahnya.

Dengan cepat energi terkumpul pada kedua kaki, membuat lampu neon merah pada sisi luarnya menyala terang hingga percikan listrik berwarna merah menyambar sekitar ketika aku berlari menyusul Rico yang juga menggunakan body parts yang sama untuk dapat mencapai garis pertahanan terakhir umat manusia.

Begitu kami tiba, sudah dapat terlihat tubuh berserakan, tak lagi bernyawa, tergeltak di atas tanah dengan posisi yang membuat kepala reflek memalingkan pandangan. Hanya sedikit tubuh elf yang terlihat, tubuh yang bahkan bukanlah tubuh nyata mereka, hanya sebuah klon ciptaan HQ untuk digunakan ketika berada di dunia berbeda. Namun timbunan tubuh manusia itu.. Adalah tubuh asli dengan jiwa yang kini telah tertidur tenang, setidaknya itulah harapanku. Tetapi melihat kondisi tubuh mereka, aku tak yakin jika jiwa-jiwa tersebut dapat beristirahat dalam ketenangan.

"Apa-apaan.. " Ucap Rico yang kemudian mengepalkan tangan dengan kuat, mengaktifkan mode bertarung body parts Z pada kedua tangan yang kemudian menghembuskan asap panas dengan tiap jari tampak menyala dalam warna oranye terang "Para elf sialan itu, mereka selalu bertindak semaunya! Akan kuberi mereka pelajaran!" Ia kemudian berlari ke depan, melompat tinggi melewati garis pertahanan di mana para manusia berusaha mati-matian bertahan dari serangan elf sembari menyahut agar para elf memikirkan kembali tindakan mereka yang tentu saja ditepis begitu saja.

Kedatangan Rico yang tiba-tiba menciptakan kawah, cukup mengejutkan para elf yang kemudian menyeringai angkuh, mengucapkan "Sudah kuduga, para manusia terlalu licik untuk dapat dipercaya" dan melancarkan serangan kedua berupa sihir di Tier 4 dan 5, berhasil membuat garis pertahanan terakhir berubah menjadi lahan ledakan serta tubuh yang terkoyak.

Abu tampak turun dari langit bagaikan hujan salju berwarna kelabu, menghias jalan yang telah terlukis oleh warna merah segar. Di depan sana, Rico bertarung sekuat tenaga menghadapi mereka, berhasil memukul mundur para elf, tapi tentu saja itu belum cukup untuk mengalahkan ras yang pada dasarnya berada di atas kami. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengambil alih situasi menggunakan sihir Tier 6 yang mampu menghancurkan seperempat kota, membunuh nyawa tak bersalah yang tak mengerti apa-apa, mengambil jiwa anak-anak yang masih belum mengerti akan kejamnya dunia. Di saat itulah kebencian umat manusia terhadap ras elf meningkat drastis, menerima serangan tanpa mengetahui alasannya, seolah ras elf melakukan hal tersebut hanya untuk bersenang-senang, menganggap kami, manusia layaknya sebuah mainan.

Aku maju ke medan perang, mengeluarkan segala sesuatu yang kumiliki tanpa menahan diri karena sadar, nyawaku pun dapat hilang kapan saja melawan pasukan elf yang melebihi dua ribu jiwa tak termasuk beberapa ratus pasukan elite mereka. Ras elf kali ini benar-benar berniat untuk menghabisi umat manusia yang untungnya memberi kami sebuah kesempatan untuk melancarkan serangan pada basis mereka dalam Archsoul yang membuat kami dapat merebut sebuah posisi strategis di masa sekarang.

Namun, saat ini, pikiranku hanya terfokuskan pada kenangan buruk yang akan terjadi tak lama lagi. Satu-satunya cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan membunuh sekumpulan Mage yang berada di tengah-tengah pasukan elf, sebuah misi bunuh diri bahkan untuk diriku. Aku tak mungkin dapat keluar dari dalamnya tanpa mengalami luka parah, tetapi apalagi yang dapat kulakukan selain ini? Kami umat manusia memanglah lebih lemah, namun jika kau membicarakan soal mental, kami bahkan jauh lebih kuat ketimbang para elemental!

Setelah mengerahkan energi pada kedua kaki hingga ke batas maksimal, aku meluncur ke sana dalam kecepatan tinggi, menciptakan sebuah ledakan sonik dengan suara menggelegar hingga merusak telinga para elf yang telat bereaksi ketika diriku menembus pertahanan mereka, menghantam tubuh-tubuh tersebut tak memedulikan mereka menjadi apa di belakang sana. Namun, ketika kaki ini telah mencapai batasnya, aku terpaksa berhenti di tengah-tengah pasukan, bertarung hidup dan mati menghadapi serbuan yang tiada habisnya, tak memedulikan tusukan, sayatan maupun hantaman pada tubuh. Fokus utamaku hanya pada barisan Mage di depan yang sudah mulai merapalkan mantra dengan lingkaran sihir hijau besar perlahan terbentuk di atas mereka.

Aku tak boleh membiarkan lingkaran sihir tersebut selesai terbentuk atau kejadian yang sama dapat terjadi kembali. Walau aku harus kehilangan nyawa di sini, aku pasti menghentikan mereka!

Sembari meneguhkan hati, aku mengerahkan tiap energi yang tersisa hingga tiap body parts pada tubuhku retak, memancarkan aliran listrik berwarna merah yang begitu mengenai beberapa elf, mereka seketika mati tak bernyawa di tempat, jatuh tergeletak di tanah layaknya sebuah boneka. Melihat hal itu, para pasukan elf mulai melangkah mundur dengan rasa takut perlahan menguasai diri, hingga enam prajurit elite menampakkan diri, muncul mengelilingiku sembari menggenggam pedang masing-masing, siap untuk mengambil nyawa.

Tanpa memedulikan mereka, aku berlari ke depan, menghantam siapapun yang menghalangi jalan termasuk seorang prajurit elite yang kini terlempar ke samping, menghantam kuat beberapa prajurit elf di belakangnya. Tetapi, mereka tak membiarkanku lolos begitu saja. Rantai-rantai mana putih-keemasan mengikat kedua lengan dan kakiku setelah menancapkan sebuah kerucut panjang yang membuatku menjerit sakit, sayangnya belum cukup untuk menghentikan tubuh yang sudah bergerak secara otomatis ini.

Kumanfaatkan rantai-rantai tersebut, menggenggamnya dengan erat menggunakan tangan kiri dan mengayunkan mereka layaknya sebuah senjata, memanfaatkan para elf elite yang berzirah besi dari atas hingga bawah sebagai sebuah palu godam, menghantam kuat para pasukan elf, membersihkan area sekitar dari mereka dan membuka jalan bagiku untuk pergi mendekati para Mage.

Lingkaran sihir di atas telah terbentuk setengahnya, tak butuh waktu lama bagi setengahnya lagi untuk terbentuk dan menyempurnakan lingkaran sihir tersebut. Para Mage tetap fokus pada rapalan mereka, berusaha untuk tak memedulikan kekacauan yang terjadi di sekitar, membuatku merasa aku harus memberikan sedikit rasa hormat untuk keberanian tersebut. Keberanian yang akan kubalas dengan kematian cepat tanpa sebuah siksaan. Aku hanya ingin menyelamatkan keluarga Rico dan bukan menjadi monster, meskipun aku sendiri tak tahu sampai kapan dapat menahan moral yang tampaknya sudah berada di ujung tanduk.

Tak sedikit anak panah ditembakkan padaku yang langsung meledak begitu mengenai tubuh, sesuatu yang tadinya mungkin akan mengganggu, tetapi tidak dengan sekarang ketika aku sudah begitu dekat, hanya perlu beberapa langkah lagi.

Namun, sebelum dapat meraih Mage terdekat, sesuatu menarikku dari belakang, melemparku cukup jauh hingga barisan Mage yang tadinya hanya berjarak beberapa senti saja, menjadi puluhan meter di depan. Begitu tubuhku jatuh terbanting di atas tanah, barulah aku dapat melihat sosok tersebut, muncul tinggi di atas sebelum mendarat tepat di depan sembari menggenggam sebuah tombak indah dalam warna putih berhias emas. Ia mengenakan zirah yang tampak begitu elegan sesuai ciri khas para elf, namun tak menyembunyikan sosoknya yang tegas dan tangguh.

"Kau takkan bisa menyentuh mereka selama diriku berada di sini" Tukasnya.

Aku bangkit berdiri, melirik pada tangan kiri yang sudah berada pada batasnya, lalu balik menatap tajam sosok di depan yang tak kusangka ternyata juga berada di sini, ikut dalam peperangan.

"Putri Yuna! Biar kami saja yang menghadapinya-

"Tidak, kalian belum memiliki kemampuan untuk menghadapinya dan sebagai tuan putri dari ras elf, aku harus memberikan contoh pada ras rendahan ini, bagaimana kita para elf menghukum para penghianat!"

Ia menghantamkan pangkal tombak pada tanah, menciptakan retakan besar dengan tombak tersebut sebagai pusatnya kemudian menghempaskan energi ke dalam, membuat retakan-retakan tadi terangkat tinggi ke atas yang digunakannya sebagai sebuah proyektil dengan memukul, menendang serta menghantamkam tombak pada tiap bebatuan tersebut.

Bebatuan besar yang kini bergerak hampir secepat peluru, hancur begitu menghantam tubuhnya, tubuh seorang pria manusia, tersembunyi di balik kepulan debu tebal yang tiga detik kemudian, tampak sebuah cahaya kemerahan terang dari dalam, hidup-redup layaknya sebuah percikan listrik. Sang putri elf diam di tempat, berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi di dalamnya dan terbelalak menemukan seorang manusia yang kini diselimuti oleh listrik berwarna merah terang dengan sepasang mata merah menyala oleh percikan listrik yang sama, menatap balik dirinya dengan penuh nafsu membunuh.

1
SongbirdGarden
Kok ya aku digantung sih…? Lanjut ga thor?! Lanjut ya? Haha
floufrouu
Aku belum bisa move on dari bab sebelumnya.. tapi aku nungguin bab baru.. gimana dong..
moonstrucktraveller
lanjut thor dan semangat thor bikin novelnya
Intan Haryanti
wahh kakak author .ini novel keren aku suka. ya meskipun belum selesai aku baca nya . tapi asli keren . nyesel dah pokoknya kalau udah baca gak diselesaiin. semangat ya kak😊😊
Cyberworrior
Aku kepo banget lanjutannya gimana Thor! Plis jangan lama-lama ya!
NewJerseyJack
Pokoknya author gak boleh sakit ya, supaya tetap bisa lanjutin cerita ini. Kalau sakit, bilang sama aku, siapa yang nyakitin kamu, Azekkk
infinite soul
Up lgi yha.. bagus critanya... semoga kedepan nya gk ngebosenin😅 lope lope dah pokok nya😍
Manah Dabukke
Tuh kan bersambung :( aku nungguinnya kaya nunggu doi yang turun dari langit #Ea sehari berasa seribu tahun~
floufrouu
Lha aku digantung… aku tunggu next chapnya kak!
rexa
semangat thor!!! lanjut yah thor, soalnya aku suka banget sama ceritanya
Prasetya Wibowo
makin penasaran ni lanjutn nya...
Penghargaan Pink
Keren banget demi apa pun suaranya keren banget 😍 minta tanda tangan dong
Rahmat Emas
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong
Gadis Sandman
Akhirnya dongggg update~ Makasih Thor! Kamulah makhluk Tuhan paling debest :*
booksand peonies
Thor tolong ya aku ini udh penasaran banget sama kelanjutannya nih
flower bean
Ngegantung lagi aja.. dan kenapa pula gantung pas bagian yang seru huaaa gasabar banget deh aku jadinya
Manah Dabukke
semangat selalu Thor aku suka ceritanya ❤️❤️
SizzlingTeapot
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
Winda Utami
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
enjouecollectif
Ya author yg chakeeep, bisa kali aku jadi pemeran di dalem ceritanya huehue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!