Indonesia
NovelToon NovelToon
Dia Yang Tak Dirindukan

Dia Yang Tak Dirindukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Chicklit
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author:

Ananta soehadi, hidup tanpa adanya sosok ayah dan tidak pernah sama sekali mendapat pengakuan dari ibunya. Hanya hidup dengan kakek dan neneknya sewaktu bayi, namun setelah dewasa dia harus memikirkan sendiri bagaiman ia akan hidup kedepannya. Begitu juga dengan keluarga besarnya yang hanya menganggapnya sebagai benalu lantaran orang tuanya tidak mau merawatnya.
Bagaimana akhirnya dia bisa menjalani hidupnya dan menemukan cinta?

Khawatir

"Kemarin juga kamu ke perpus kenapa pake gandengan tangan sama cowok?" ucap Pram dengan suara melemah.

"Apa mas?" tanya Ananta yang tidak bisa mendengar dengan jelas suara Pram, "Enggak saya nggak ngomong apa-apa" kilahnya.

Setelah itu tidak ada lagi perbincangan sampai disekolah. Hari ini yang mendapat giliran menjadi guru piket adalah Bu Yunissa, jadi pagi ini wanita itu sudah terlihat berdiri di halaman depan sekolah menyambut kedatangan para murid.

"Selamat pagi Ananta" sapanya dengan senyum, "pagi bu" jawab Ananta sambil mencium tangan gurunya. Ketika Ananta hendak berlari masuk gedung sekolah, sebuah panggilan menghentikan langkahnya.

"Taa, sini dulu!" dan yang memanggilnya itu Pram. Ananta berbalik arah untuk mendekat ke parkiran guru, "Iya Pak ada apa?" tanya Ananta sopan.

Pram mengambil duduk di jok motornya, "Nanti agak siangan saya harus ke kampus, mungkin sampek agak sorean. Kamu mau nungguin saya, atau mau naik ojek aja nanti pulangnya?"

Jika harus menunggu Pram, nanti anak-anak yang akan belajar pasti lama menunggunya pulang. Kalau naik ojek Ananta tidak tahu pangkalan ojek terdekat.

"Saya nanti bareng temen aja deh pak, kalo naik ojek saya nggak tahu pangkalan ojeknya dimana."

"Yaudah nih, nanti buat beli jajan sama temen kamu" Pram memberikan uang 50 ribu lagi untuk Ananta, tapi kali ini Ananta menolak.

"Enggak pak uang saya masih ada, saya permisi masuk ya pak" ucap Ananta sambil sedikit membungkuk, kemudian berlari ke dalam gedung sekolah.

Pram tersenyum simpul melihat tingkah Ananta, dari kejauhan Bu Yunissa memperhatikan interaksi antara dua orang itu.

Ada rasa tidak suka, ketika orang yang sudah dikenalkan keluarganya itu sebagai calon tunangannya, setiap hari selalu berangkat bersama dengan siswi disekolah.

Meskipun dari segi penampilan Ananta sangat jauh dibawahnya, tapi wajah ayu Ananta tidak bisa disembunyikan, meskipun tanpa make up ada gurat kecantikan yang terlihat dari wajah siswi itu.

Dan Bu Yunissa merasa Pram terlalu menaruh perhatian lebih ke siswi satu itu.

___

Hari ini sekolah berjalan dengan lancar, pekerjaan Ananta dikantin juga baik-baik saja. "Fita, aku bareng sama kamu pulangnya boleh nggak?" tanya Ananta, "Tapi aku udah sama Eva mbak, dia tadi nggak bawa motor"

"Ooh gitu ya, yaudah nggak papa"

"Maaf ya mbak, emang pak Pram kemana?"

"Itu lagi ada urusan dikampusnya" jawab Ananta

"Maaf banget ya mbak enggak bisa kasih tumpangan, atau nanti aku kasih tau mas bagus atau mas iril biar mbak dijemput?" tawar Fita memberi solusi lain.

"Jangan deh, masih belum ada orang jam segini dirumah, masih pada kerja. Ngga papa nanti naik ojek aja didepan"

"O didepan ada pangkalan ojek? yaudah kalau gitu mbak bisa naik ojek biar nggak kesorean" jawab Fita.

"Iya" meskipun Ananta tidak yakin apakah benar-benar ada pangkalan ojek didepan, tapi dia mencoba mencari alasan agar Fita dan eva bisa pulang dengan tenang.

"Yaudah ya mbak aku duluan sama eva"

"Iya hati-hati dijalan"

"Rumah lo dimana biar gue anter?" Ananta pikir sudah tidak ada orang lagi dikelasnya ternyata masih ada satu makhluk menyebalkan, Arya. "Nggak usah bisa pulang sendiri" tolak Ananta dengan wajah datar.

Ia malas sekali berhadapan dengan orang yang suka berbuat semaunya ini, "Lo pikir didepan beneran ada pangkalan ojek, mau naik bus juga bisanya cuma sampe jalan raya aja, ngga bisa sampe jalan Kampung. Mau jalan kaki sampe betis lo kering?"

"Itu urusan aku, nggak ada hubungannya sama kamu" Ananta kemudian pergi meninggalkan Arya, dia lebih memilih untuk menunggu di pos satpam, Ia hanya berharap salah satu dari bagus atau iril akan datang menjemputnya.

Atau kalau tidak, Pram segera pulang dan menyusulnya kemari. Tapi sampai pukul 16:30 sore belum ada tanda-tanda orang yang datang menjemputnya, Pram juga belum datang.

"Apa pak Pram langsung balik ke rumahnya ya, kan tadi pagi aku bilang mau bareng temen" kata Ananta dalam hati.

"Kamu belum dijemput juga?" tanya salah satu satpam sekolah.

"Belum pak" jawab Ananta "Mau pinjam HP buat hubungi orang rumah?" tawar satpam itu. "Nggak usah pak, saya nggak hapal nomor orang rumah" jawab Ananta nyengir kuda.

"Wah terus gimana pulangnya, rumah kamu jauh nggak?" tanya satpam itu lagi. "Lumayan sih pak Sekitar 9 km dari sini" jawab Ananta.

"Jauh itu, yaudah tunggu dulu disini. Nanti kalau sampai mau magrib kamu belum dijemput saya anterin, ini HP saya taruh sini, nanti siapa tahu kamu inget nomor saudara atau siapapun yang bisa kamu hubungi" kata pak satpam sambil meletakkan HP nya dimeja ruang satpam.

"Iya pak, terimakasih" akhirnya ada angin segar, setidaknya ia pasti akan pulang hari ini meskipun hari hampir gelap. Jadi tidak akan menginap disini sampai besok.

Ditempat lain, Pram yang sudah sampai dirumahnya sejak setengah jam lalu baru selesai mandi. Dia mengecek HP nya, ada notifikasi pesan masuk dan itu dari Bu Yunissa.

Pesan itu Ia biarkan saja, tidak Ia buka, apalagi Ia balas. Dia malah mencari nomor salah satu satpam sekolah, dia ingin memastikan apakah masih ada murid yang belum pulang atau tidak. Ia takut Ananta belum pulang.

Meskipun tadi Ananta bilang akan pulang bersama temannya, tapi perasaannya seperti tidak tenang. Dihubunginya nomor satpam itu, panggilan pertama tidak ada jawaban, panggilan kedua juga sama.

Baru saat Ia mencoba menghubungi untuk yang ketiga kali, panggilannya tersambung "Ya halo assalamu'alaikum"

"Ini bukan suara pak Hafid, suaranya suara perempuan, kayak aku kenal" batin Pram dalam hati. "Maaf Pak satpam yang punya HP sedang tugas dijalan nyebrangin murid yang mau pulang, nanti mungkin anda bisa menghubungi lagi" kata perempuan itu disebrang sana.

"Halo" Ananta yang menerima telpon itu terkesiap mendengar suara penelpon, Ia tau itu suara siapa, itu suara Pram. Tadi nomor kontaknya hanya diberi nama 'Pak Boss' bukan nama asli Pram, jadi dia tidak tau kalau itu Pram yang menelepon.

"Saya perlu bicara sekarang sama pak hafid, bisa tolong panggilkan" suara Pram kembali terdengar. "Ini pak Pram ya?" ragu-ragu Ananta bertanya memastikan apa itu benar Pram atau bukan.

"Iya, ini siapa?" tanya Pram "Ini saya Ananta pak" nah kan tidak salah lagi, Pram seperti mengenal suara itu dan ternyata itu suara Ananta.

"Kamu belum pulang ta?" tanya Pram kemudian "Hehehe belum pak" jawab Ananta dengan senyum kikuk.

"Katanya mau bareng temen, kok sampe sekarang belum pulang? udah sore lo ini" cecar Pram, Ia seketika menjadi khawatir, bagaimana bisa perasaan tidak tenangnya ini terjadi karena Ananta.

"Tadi temen saya yang satunya nggak bawa motor pak jadinya mereka boncengan berdua, ya masak iya saya mau ikut bareng bonceng tiga" jawab Ananta jujur.

"Yaudah kamu tunggu di sana jangan kemana-mana ya" kata Pram sebelum menutup telponnya.

"Pak jadi dipanggilkan.... lah udah mati aja, katanya tadi suruh panggilin pak satpam" gerutu Ananta, Ia kemudian meletakkan lagi ponsel itu dimeja.

Sekarang jam menunjukkan pukul 16:45 semua murid sudah pulang, hanya tinggal Ananta ,dan rupanya masih ada tiga motor guru yang terparkir disana.

15 menit kemudian Ia mendengar suara motor yang berhenti didepan gerbang sekolah, Ia mengecek melalui jendela pos satpam. Melihat siapa yang datang, dari motornya Ia tahu itu Pram.

Pram turun dari motor dan berjalan ke pos satpam "Ayo pulang, mau nginep disini kamu" tanya Pram dengan nada ketus, Ananta tidak mengerti apa yang terjadi dengan orang ini.

"Iya pak" Ananta hanya menurut saja, mengikuti Pram dari belakang. Baru akan melangkah pergi, terdengar suara perempuan yang mengajukan pertanyaan pada Pram.

"Loh mas, kamu kok disini, bukannya tadi bilang ke kampus ya? terus kok nggak pakek seragam?"

1
Lestari Setiasih
bagus ceritanya
Humaira Ardi: Haii! 👋 terimakasih Sudah mau membaca cerita saya🤗 mohon dukungan kritik dan saran yaa🙏🙏
total 1 replies
Ghabita
ditggu slalu updatenya ,,,smngt ya outor 😘
Ghabita
ditunggu slalu updatenya ,,smngt ya😘
Humaira Ardi: terimakasih sudah membaca dan selalu menunggu update ceritanya🥰 mohon dukungan kritik dan sarannya yaa🥰🥰
total 1 replies
Setyo Arifin
ceritanya bagus lanjut dong autornya
Setyo Arifin
bagus ceritanya saya suka
Humaira Ardi: Haii 👋 terimakasih sudah membaca, semoga suka terus ya mohon dukungan kritik dan sarannya☺☺
total 1 replies
kappa-UwU
Author, kapan nih next chapter?
Humaira Ardi: Haii 👋 terimakasih sudah membaca, ditunggu yaa🤗
total 1 replies
iza
Suka banget sama cerita ini, thor!
Humaira Ardi: Haaiii terimakasih sudah mau baca cerita ini, ditunggu kritik dan sarannya yaa😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!