Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkitnya Kaisar Dewa

Bangkitnya Kaisar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rick Tur

Di lima alam kultivasi yang bertingkat — Dunia Fana, Dunia Roh, Dunia Dewa, Dunia Dewa Kuno, hingga Dunia Kekosongan — seorang Kaisar Dewa gagal menembus batas tertinggi dan tubuhnya hancur menjadi debu. Namun jiwanya yang tak pernah mati terlahir kembali ke dunia fana sebagai Ye Hu, anak tertua seorang Marquis yang dicap sampah karena dantian-nya hancur akibat keracunan tiga tahun lalu.

Dengan ingatan ribuan tahun dan pengetahuan alkimia serta teknik kuno yang telah hilang dari dunia, Ye Hu bangkit perlahan. Ia menyembuhkan dantian-nya sendiri, menciptakan pil dengan kemurnian mustahil bagi siapa pun di tingkatnya, dan mengungkap pengkhianatan di dalam keluarganya sendiri —

Ini barulah awal perjalanannya, Selanjutnya dia menemui keturunan dari murid-muridnya sedang menderita di dunia dana ini. Dengan kondisi tubuh yang terbatas, Ye Hu berusaha untuk membantu buyut dari murid-muridnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chu Hua, Ketua Pusat Bayangan Malam.

Jauh dari Kota Awan, di atas pegunungan yang tingginya menembus awan dan tak terjamah oleh manusia, dua sosok melayang di udara. Di bawah mereka, hutan belantara membentang luas tanpa ujung, sunyi dan liar.

Di sebelah kiri berdiri seorang wanita tua yang wajahnya tertutup kain tipis berwarna hitam. Ia adalah Ketua Bayangan Malam, seorang kultivator tingkat Nascent Soul — Tahap Awal. Aura gelap dan dingin memancar dari tubuhnya, seakan seluruh cahaya di sekitarnya terserap habis. Di hadapannya berdiri seorang kakek tua berjanggut putih panjang yang melambai tertiup angin — Si Tua Bo, Tetua Sekte Bambu Kuning, sekte yang berpegang pada jalan lurus dan memusuhi segala kejahatan. Tingkatnya lebih tinggi, Nascent Soul — Tahap Menengah, dan ia menatap wanita itu dengan tatapan penuh kemarahan.

"Kau yang memimpin organisasi jahat itu!" bentak Tua Bo suaranya menggelegar di angkasa. "Banyak murid dan orang baik yang tewas di tangan anak buahmu! Hari ini aku akan membasmi kejahatan ini sampai ke akarnya!"

Ketua Bayangan Malam tertawa dingin, suaranya tajam bagai belati. "Kau mengejarku selama berhari-hari, Tua Bo. Dan sekarang kau sudah sampai di tempat tak ada orang. Bagus sekali. Sebenarnya akulah yang menginginkan ini. Terlalu banyak orangku yang tewas di tanganmu. Hari ini giliranmu untuk mati."

"Kau kurang ajar!" Tua Bo tidak menunggu lagi. Ia melesat maju, kedua tangannya meluncurkan gelombang kekuatan yang membelah awan. Sebagai kultivator tingkat menengah, ia merasa keunggulannya sudah pasti — perbedaan satu lapisan di alam Nascent Soul bukanlah hal yang sepele. Perbedaan ini cukup jauh.

Pertarungan meletup dengan dahsyat. Langit berubah gelap, petir buatan tangan mereka saling bertabrakan. Kedua pihak mengerahkan segala kemampuan. Chu Hua, Ketua Pusat Bayangan Malam Mengeluarkan cahaya raksasa seorang Dewi menyerangnya dengan cahaya tajam bagai pedang panjang tapi artefak pelindung seperti Lonceng emas milik Tua Bo dapat menahan setiap serangan sihir.

Pedang kuno Kualitas Tinggi Tua Bo juga sangat dahsyat. Pedangnya berubah menjadi ratusan dan kembali menyerang Chu Hua.

Dewi yang berbentuk raksasa juga memberikan pertahanan dengan muncul cahaya perisai.

Pertarungan semakin memberi efek buruk, untungnya mereka jauh dari pemukiman. Angin topan berputar di sekitar mereka, dan puncak gunung di bawahnya hancur berkeping-keping karena getaran kekuatan itu.

Meskipun tingkatnya lebih rendah, Ketua Bayangan Malam sama sekali tidak terdesak. Setiap serangan Tua Bo ditangkis atau dielakkan dengan gerakan yang mematikan dan tepat.

Merasa tidak dapat menaklukkan lawan dengan kekuatan biasa, Tiba-tiba, di punggung Chu Hua itu muncul sepasang sayap raksasa yang terbuat dari api berwarna jingga menyala — sayap Phoenix Api. Cahaya yang menyilaukan menyebar ke segala arah, dan kecepatan serta kekuatannya melonjak berkali-kali lipat seketika. Dewi raksasa juga menyemburkan api jingga dari mulutnya. Dengan kecepatannya dia dapat menghindar dari serangan lawan dan setiap serangannya yang di sertai api Phoenix meningkatkan kerusakan yang besar.

Tua Bo terkejut namun tetap tenang. Teknik Phoenix Api… ia membutuhkan energi yang sangat besar. Selama aku bertahan dan menahannya, ia pasti akan kehabisan tenaga lebih dulu! Ia terus menyerang dengan sabar, berharap api itu perlahan meredup.

Sekali lagi lonceng emas berdenting mengeluarkan suara besar dan menahan serangan api. setibanya di lonceng, api itupun lenyap.

Si Tua Bo menggunakan pedangnya hingga berbentuk pedang raksasa untuk menebas Dewi Raksasa. Tapi selendang Dewi cahaya dalam ukuran besar melilit pedang raksasa hingga kedua benda itu buyar menciptakan ledakan besar.

Ketua Bayangan Malam mengeluarkan Busur kuno yang disebut Busur Bara. Anak panah api Phoenix muncul dengan sendirinya. Tali busur ditarik, api jingga menyelimuti busur itu. busur dari api murni, dan melesatkan satu anak panah api jingga yang bergetar hebat di udara. Terdengar suara membelah angin Panah itu bagaikan torpedo yang tak dapat dihalangi dengan kecepatan luar biasa — menembus angin,

THINK

Terdengar gema benturan keras. Anak panah api jingga itu menghancurkan perisai lonceng emas pelindung Tua Bo seakan itu kertas tipis, dan menembus langsung ke dada orang tua itu.

Tua Bo mengerang, tubuhnya berubah menjadi abu sebelum jiwa Nascent-nya sempat melarikan diri. Ia tewas seketika.

Ketua Bayangan Malam mendarat di atas batu puncak gunung, sayap apinya perlahan lenyap. Napasnya sedikit memburu, namun ia tidak terluka parah.

Hari ini selesai sudah pengganggu yang selalu menjadi penghambat Bayangan Malam dan membunuh banyak anggota Bayangan Malam.

Belum lama ia berdiri, sebuah batu persegi berwarna hijau susu terbang melayang ke arahnya — batu pengirim pesan dari markas besar Bayangan Malam. Ia menangkapnya, dan suara dari kejauhan terdengar jelas di telinganya. Itu suara Tetua Pengurus Pesan.

"Laporan dari Ketua Cabang Kota Awan. Terjadi sedikit masalah. Adik Nyonya Liu bertindak sendiri tanpa sepengetahuan markas untuk membunuh Ye Hu anak Marquis Ye Ba. Upaya pembunuhan gagal. Orang-orang yang dikirim mengaku di hadapan orang lain bahwa mereka berasal dari Bayangan Malam. Identitas organisasi terancam terbongkar di Kota Awan."

Pesan itu berakhir. Wajah Ketua Bayangan Malam menjadi dingin dan mengerikan. Ia tahu persis siapa Ye Hu — anak sampah yang dantiannya hancur, yang sejak dulu dianggap tidak berbahaya. Bahkan ia menduga bahwa orang yang menolong Ye Ba puluhan tahun lalu, pemuda yang kekuatannya luar biasa, jugalah yang membunuh anggota-anggotanya. Bayangan Malam sudah berusaha untuk tidak menyentuh pemuda penolong Ye Ba.

Jika nama Bayangan Malam sudah menyebar di Kota Awan, berita itu bisa sampai ke telinga penguasa daerah maupun kerajaan. Rencana menggulingkan kerajaan yang telah disusun selama puluhan tahun bisa hancur begitu saja.

"Dungu…" geramnya pelan namun penuh amarah. "Mereka merusak segalanya."

Ia mengambil batu pesan itu kembali, menyalurkan Qi-nya untuk mengirim perintah balasan. "Perintah: Eksekusi Nyonya Liu dan adiknya karena melanggar perintah dan membahayakan organisasi. Segera. Setelah itu, aku sendiri yang akan pergi ke Kota Awan."

Batu itu terbang kembali lenyap ke angkasa.

Perlahan-lahan, aura wanita tua itu berubah. Kerutan di wajahnya menghilang, tubuhnya tumbuh kembali menjadi muda dan ramping, hingga berubah menjadi seorang gadis cantik berusia sekitar dua puluh tahun. Pakaiannya yang gelap dan berat pun berubah menjadi jubah sederhana yang biasa dikenakan oleh kultivator pengembara. Tidak ada lagi tanda bahwa ia adalah pemimpin organisasi paling ditakuti.

Ia melayang perlahan turun ke arah kaki gunung, matanya menatap ke arah timur — ke arah Kota Awan.

"Aku akan datang sendiri," gumamnya, suaranya lembut namun berisi ketegasan yang tak terbantahkan. "Aku harus memastikan rencana ini tidak berantakan karena kesalahan orang bodoh. Dan juga… aku ingin melihat sendiri siapa sebenarnya Ye Hu itu dan siapa pemuda sakti pendukung Ye Hu. Anak yang seharusnya sudah mati, namun justru tumbuh semakin kuat."

Langkah kakinya ringan bagai angin, dan dalam sekejap ia lenyap di antara pepohonan, menuju Kota Awan — tempat di mana takdirnya akan bertemu kembali dengan Ye Hu, dan dengan pemuda misterius yang telah menitipkan bayi itu dua puluh tahun lalu.

 

1
Nanik S
Ternyata Gurunya hanya seutas Jiwa
Nanik S
Chu Hua sangat licik
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
Nanik S
Chu Hua juga bengis dan kejam
Nanik S
Menuju jalan didepan yang yak terbatas
Nanik S
Ye Ba... dan seluruh keluarga harus mengetahui
Nanik S
Apakah Pemuda tampan itu Ayah Xuan Ling
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
Nanik S
Kesepakatan yang bmenguntungkan
Nanik S
Ambil saja sekalian lempenganya
Nanik S
Rhu Shun ketua bayangan malam
Nanik S
Keren dan keren ... apakah bisa didapat lempenganya
Nanik S
Sebenarnya Ye Hu anak siapa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!