Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Setelah dipecat secara tidak hormat dari istana akibat fitnah keji, Arya harus menghadapi kenyataan pahit sebagai tukang pijit yang kehilangan mata pencaharian utamanya. Namun, nasibnya berputar drastis saat ia tak sengaja menemukan seorang wanita dengan luka parah di tengah hutan gelap yang ternyata adalah Vanya, sang Ratu Iblis paling ditakuti. Sentuhan pijatan pertamanya pada tubuh wanita itu bukan hanya menahan pendarahan, melainkan memicu aktifnya Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis yang mengubah hubungan mereka dari mangsa dan predator menjadi ikatan absurd penuh intrik di tengah kejaran pasukan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Sinar matahari pagi merangsek masuk menembus celah-celah atap kuil tua yang sudah keropos dimakan usia.

Arya mengerjabkan matanya perlahan, lalu menggeliat kaku di atas lantai batu kuil yang terasa sangat dingin.

"Aduh... tidur di atas lantai batu begini rasanya badan mau copot jadi dua bagian," keluh Arya sambil memegang pinggangnya yang terasa sakit.

Ia bangkit duduk sambil mengusap matanya yang masih terasa sangat mengantuk berat.

Di sudut altar kuil, Vanya tampak masih duduk bersila dengan kedua mata terpejam rapat.

Namun ada pemandangan aneh yang langsung menarik perhatian Arya begitu ia melihat ke arah wanita itu pagi itu.

Cahaya merah kehitaman tampak berkilau liar di sekitar tubuh sang Ratu Iblis.

"Ada apa dengan tubuhnya? Kenapa auranya terlihat sangat tidak stabil begitu?" batin Arya merasa cemas.

Berkat fitur analisis energi spiritual yang baru dibuka oleh sistem kemarin, Arya bisa melihat aliran energi di tubuh Vanya tampak berantakan.

[Peringatan Sistem: Subjek Vanya mengalami ketidakstabilan energi spiritual akibat efek samping luka lama.]

[Saran: Lakukan pemulihan cepat melalui titik akupuntur leher untuk menekan ledakan energi iblis.]

Suara dengungan sistem itu berputar cepat di dalam kepala Arya tanpa henti sedetik pun.

"Sialan, pagi-pagi buta begini sudah dikasih masalah pelik yang bikin jantungan," umpat Arya pelan dalam hati.

Arya melangkah mendekati Vanya dengan hati-hati agar tidak mengusik ketenangannya.

Namun semakin dekat ia melangkah, hawa dingin yang menusuk kulit semakin terasa pekat di sekitarnya.

Sss... krr...

Udara di sekitar altar kuil bergetar hebat mengeluarkan suara dengung halus yang mengganggu telinga.

Vanya mendadak membuka kedua matanya lebar-lebar, menampilkan manik merah menyala yang dipenuhi butiran keringat dingin.

"Jangan mendekat, Arya!" geris Vanya dengan suara tercekat hebat dan napas yang memburu.

Arya menghentikan langkah kakinya seketika, menatap wanita itu dengan kening berkerut dalam penuh rasa khawatir.

"Wajahmu pucat pasi begitu, apa luka lamamu kambuh lagi di pagi ini?" tanya Arya memastikan keadaannya.

Vanya mencengkeram dadanya sendiri kuat-kuat, menahan rasa sakit luar biasa yang menyerang organ dalamnya.

"Energi iblis di dalam tubuhku... lepas kendali," jawab Vanya susah payah dengan gigi bergemeretak menahan sakit.

Seketika gelombang kejut energi merah meluap keluar dari tubuh Vanya ke segala arah tanpa bisa dicegah.

Brum...

Lantai batu di sekitar altar kuil bergetar retak akibat ledakan kecil yang tercipta dari energi itu.

Arya terpental setengah langkah ke belakang karena hantaman angin panas yang cukup kencang menerpa wajahnya.

"Kalau dibiarkan terus begini, dia bisa meledak dan menghancurkan seluruh kuil tua ini!" pikir Arya panik setengah mati.

Tanpa berpikir panjang lagi, Arya melompat maju menerobos gelombang energi panas yang menyengat kulit.

"Hei, mau apa kamu nekat mendekat ke arahku?!" bentak Vanya marah dengan suara bergetar keras.

"Mau menyelamatkan nyawaku sendiri supaya nggak ikut mati terpanggang di tempat antah berantah ini!" balas Arya ngegas.

Arya langsung berlutut di dekat Vanya dan meraih kedua bahu wanita tersebut dengan mantap menggunakan tangannya.

"Tahan sebentar, aku bakal pakai teknik pijit sistem untuk meredam aliran energimu!" seru Arya penuh tekad.

"Jangan sentuh aku, bodoh! Kamu bisa ikut mati tersengat energi iblis yang mengamuk ini!" teriak Vanya memperingatkan keras.

Arya mengabaikan peringatan itu sepenuhnya dan langsung menekan titik akupuntur utama di tengkuk leher Vanya.

Sss... shh...

Suara desisan energi bertabrakan langsung terdengar nyaring di telapak tangan Arya.

Rasa panas yang luar biasa menjalar lewat ujung jarinya, membakar kulit tangan Arya seketika tanpa ampun.

"Argh... panas banget rasanya seperti memegang besi membara!" rintih Arya menahan rasa sakit yang luar biasa di tangannya.

Namun ia tidak melepaskan tekanannya dan terus mengalirkan fokus lewat teknik pijit khusus yang ia miliki.

[Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis mendeteksi sinkronisasi energi tingkat tinggi antara Host dan Target.]

[Proses penekanan energi spiritual berhasil... 50%... 80%... 100% stabil!]

Suara dengungan sistem itu berputar cepat seiring meredanya amukan energi merah di tubuh Vanya.

Napas Vanya yang tadinya tersengal-sengal hebat perlahan-lahan mulai kembali teratur normal.

Butiran keringat dingin tampak membasahi kening dan helaian rambut perak sang Ratu Iblis.

Vanya menatap Arya dengan mata terbelalak lebar, dipenuhi rasa tidak percaya yang amat sangat besar.

"Kamu... bagaimana bisa tangan seorang manusia biasa meredam amukan energi iblis milikku?" tanya Vanya terbata-bata penuh kebingungan.

Arya menarik perlahan tangannya yang tampak kemerahan dan melepuh akibat panas tadi.

"Sudah kubilang tanganku ini ajaib, makanya jangan suka meremehkan tukang pijit keliling," jawab Arya lemas.

Arya mendudukkan dirinya di lantai batu sambil meniup-niup telapak tangannya yang terasa perih membara.

Vanya terdiam seribu bahasa, menatap lurus ke arah Arya dengan perasaan yang sangat rumit di dalam dadanya.

Belum pernah ada makhluk lain di dunia iblis maupun manusia yang sanggup menahan ledakan energinya seorang diri tanpa senjata.

"Kamu... tanganmu terluka sangat parah gara-gara menolongku tadi," gumam Vanya pelan tanpa sadar.

Arya menoleh sekilas sambil menyeringai kecil menahan rasa perih yang menjalar di telapak tangannya.

"Baru sadar ya? Nanti kalau tanganku cacat total, kamu wajib bayar ganti rugi yang mahal," ledek Arya bercanda.

Wajah Vanya yang tadinya pucat pasi seketika merona merah padam mendengar candaan santai itu.

"Siapa juga yang mau bayar ganti rugi ke manusia tengil sepertimu!" ketus Vanya mengalihkan pandangannya cepat.

"Iya deh yang gengsi mau ngaku berterima kasih sama orang lain," balas Arya terkekeh pelan.

[Peringatan Sistem: Tingkat kepercayaan Subjek Vanya mengalami lonjakan drastis.]

[Mendapatkan bonus poin kedekatan: +25 poin total menjadi 85 poin.]

Suara dengungan sistem itu berputar singkat di kepala Arya memberikan notifikasi baru yang menguntungkan.

Arya mengabaikan sistem tersebut dan kembali merebahkan diri di lantai untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.

Vanya melirik sekilas ke arah tangan Arya yang terluka dengan tatapan penuh arti yang disembunyikan rapat-rapat.

Hari itu, di dalam kuil tua yang sunyi, hubungan di antara mereka berdua mulai berubah tanpa disadari oleh siapapun.

1
gofur
mantap kaka karya kamu🥰
Anton barly
💟💟💟💟
Shinta geol
🥰🥰🥰🥰🥰
nurul khusna
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Antoni gergio
💞💓💗💖💝
samuel df
😍🤩🤩🤩🤩
Jangkar pion
iblis yg cantik😘
yudi permana
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
nabila
🤩🌹😘😍🥰
putri andini
😍🥰
asyifa fauziah
🌹😘🥰😘
setiawan
pijatan yang mematikan sang ratu
yani
keren kaka semangat berkarya🥰
sasa
💞💕💞💞💞💞💞
fitri
🥰😘🥰😘🥰🤩🤩
pricilia
🌹🌹🌹🌹🌹
Angel
🌟🥳🤠
clara
hebatkaka
Yono Haryono
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!