Lucy Troy, adalah seorang desainer muda sukses dan memiliki kemampuan sempurna. Tidak ada yang meragukan kemampuannya bahkan ia seringkali mengadakan fashion show untuk membesarkan namanya.
Elena Thomas, sahabatnya, selalu mendukung apa yang Lucy lakukan bahkan ia mengenakan gaun rancangan Lucy di hari bahagianya. Elena merasa tidak sabar mengenakan gaun rancangan Lucy. Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati Elena. Mengapa ia merasa bahwa pernikahannya tidak akan pernah terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gina Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pandora's Box
Leos mengumpulkan seluruh karyawan untuk memberi beberapa pengarahan. Sepeninggal Lucy, mereka terlihat sangat kebingungan. Pasalnya, Lucy selalu mengatur segalanya dengan sangat rapi dan terperinci.
"Saya mohon maaf atas meninggalnya kakak saya, Lucy, jika pernah meninggalkan luka hati yang mendalam untuk kalian semua." Leos mengatakan dengan setulus hatinya. Karyawan yang berjumlah empat orang itu terdiam dan terlihat sangat berduka.
"Tapi tidak apa. Karena Lucy sudah tidak bisa lagi berada disini, Lucy sudah memercayakan segala urusan di studio ini kepada saya. Jadi segala macam bentuk pembukuan, rancangan desain, peragaan busana sebaik mungkin akan saya lakukan. Dan saya mohon bantuan dari kalian semua." kata Leos.
Mungkin diantara para staff belum ada yang terbiasa dengan Leos. Tapi mau tidak mau mereka harus menerima bahwa atasannya yang selama ini sangat ramah, baik dan lembut sudah tidak ada lagi.
Salah satu staff bertanya untuk pertama kalinya pada Leos.
"Bagaimana dengan kebijakan Tuan yang baru? Apakah akan sama dengan Nona Lucy atau adakah yang berbeda?"
Leos menjawab dengan sangat santai dan berusaha membuat karyawannya nyaman.
"Lakukan saja sesuai apa yang sudah Lucy buat. Tapi jika suatu saat nanti saya nilai ada yang salah, tentu akan saya ubah entah kapan waktunya."
Para staff pun mengangguk.
"Dan ternyata, Lucy sudah membuat jadwal untuk peragaan busana tanggal 5 bulan depan. Saya harap kalian bisa bersiap untuk itu."
"Bagaimana dengan polisi yang datang kemari, Pak?" salah satu staff berambut pendek memakai tag nama Daisy bertanya.
"Biarkan saja. Dan satu lagi apapun info yang kalian punya tolong beritahu saya. Saya ingin mencari siapa pembunuh Lucy sebenarnya."
"Ya, Pak. Kami juga tidak bisa terima begitu saja bahwa Nona Lucy meninggal karena orang lain." kata seorang staff lagi yang memakai tag nama Anne.
"Dan juga, tag nama kalian pakai terus ya. Karena saya berada disini belum lama jadi saya harus mengingat nama kalian."
"Baik, Pak." mereka mengangguk bersamaan.
***
Setelah keluar dari ruang rapat bersama Leos, para staff berkumpul sebentar untuk membicarakan apa yang terjadi pada Lucy.
"Bagaimana bisa Nona Lucy meninggal begitu saja?"
"Entahlah. Apapun yang terjadi akan segera ditemukan siapa pelakunya."
"Iya kasihan Nona Lucy. Padahal dia baik loh. Aku tidak menyangka bahwa ia akan seperti itu."
"Sudah tidak usah dibicarakan. Bekerja saja yang benar. Kita akan siapkan gaun terbaru desain Nona Lucy dan serahkan pada Pak Leos"
"Ngomong-ngomong, Pak Leos adiknya Nona Lucy. Kenapa kita panggil Bapak?"
"Entahlah."
***
Hans duduk di meja kerjanya dengan sangat gelisah. Elena sudah tahu semua yang ia lakukan selama ini. Hans sudah salah menilai Sam yang lemah. Mungkin Sam bisa saja seorang yang lemah dimata Hans. Tapi tidak dengan Elena. Elena memiliki kharisma yang sangat kuat yang tidak bisa ditolak oleh siapapun.
Hans kembali menelpon seseorang. Ternyata Hans masih belum menyadari ada aplikasi penyadap di hapenya.
"Kita sudah tidak aman."
"Kau berhati-hatilah. Jangan sampai ada kecurigaan."
Hans menutup telponnya. Ia gelisah. Ia membolak balikkan dokumen yang tidak penting. Hans tidak pernah memprediksi akan terjadi semua ini. Ia berpikir apa yang sebaiknya dilakukan.
***
Elena bersandar di bangku kerjanya. Tersenyum. Ia menang kali ini. Sudah delapan tahun terakhir ia mencari bukti yang kuat untuk menghancurkan Hans. Dan kali ini ia berhasil. Baru saja Hans menelpon seseorang dan ia terdengar sangat gelisah.
Elena menelpon pengacaranya, Nathan. Ia ingin menyelesaikan kejahatan yang Hans lakukan di meja hijau. Ia tidak ingin orang seperti Hans bekerja lagi di perusahaannya.
***
Para staff Leos, menjejerkan gaun buatan Lucy yang terbaru untuk peragaan busana nanti. Totalnya ada 20 gaun yang sudah siap di pamerkan dan masih sisa 10 gaun lagi yang belum rampung.
"Ini gaun yang Nona Lucy buat dan masih ada yang belum selesai, Pak. Kami kebingungan bagaimana menyelesaikannya."
Leos memperhatikan gaun malam itu. Yang belum rampung masih berupa bahan dan sama sekali belum tersentuh oleh jahitan.
"Untuk yang sudah jadi ini gaunnya tolong simpan di ruang penyimpanan dan tandai bahwa itu akan dipakai untuk peragaan busana. Dan untuk yang belum jadi apakah Lucy memberikan desainnya?" tanya Leos bertanya pada staff.
Staff kebingungan menjawabnya. Lalu Leos bertanya secara acak dan memanggil mereka satu persatu melihat dari tag namanya.
"Anne? Daisy? Beatrice? Chloe?"
"Nona Lucy memberikan buku ini pada saya. Tapi saya belum membukanya sama sekali." kata Chloe memberikan buku sketsa pada Leos.
Leos mengambilnya dan mengecek isi buku sketsanya. Beberapa desain gaun malam yang Lucy buat. Diantaranya berbahan sutera.
"Kenapa buku ini ada di kamu, Chloe?" tanya Leos.
"Waktu itu Pak Hans datang. Saya belum pulang, Pak. Dan Nona Lucy meminta saya untuk menyimpan ini di loker saya. Untuk berjaga-jaga berikan pada Pak Leos. Begitu katanya , Pak."
Leos memperhatikan buku itu dam Chloe secara bergantian. Ia merasa ada seseuatu yang aneh jika Lucy harus berbuat seperti itu.
***
Suara mobil Hans terdengar dari luar. Sketsa yang sedang dikerjakan Lucy belum selesai dibuat. Lucy sudah sangat berhati-hati dengan Hans, ia tahu suatu saat nanti Hans bisa saja mengincar isi dari studio ini.
Lucy menutup buku sketsanya. Ia berlari ke ruang karyawan.
"Chloe! Kau belum pulang?" tanya Lucy dengan sangat terburu-buru.
"Saya baru mau pulang, Nona." kata Chloe merapikan tasnya.
"Simpan buku ini. Jangan beritahu siapapun. Kau bisa memberikannya pada Leos kalau dia kemari." kata Lucy. Lucy bergegas keluar dari ruang karyawan dan Chloe menyimpan buku itu di lokernya.
***
"Aku bersyukur. Lucy mempunyai karyawan yang baik seperti kalian. Aku harap kalian bisa terus dipercaya."
"Baik, Pak." jawab mereka bersamaan.
Leos mengecek buku desain itu di ruangannya. Ada desain yang belum selesai. Dan buku sketsa itu adalah harta karun untuk Lucy.
Andai kau menceritakan semuanya padaku termasuk buku desain ini, Lucy. Aku tidak akan bingung seperti sekarang.
***
Jam kantor akan segera berakhir. Hans masih di kantornya. Ia bingung apa yang harus ia selesaikan dengan suasana seperti ini. Tanpa mengetuk pintu, seorang jaksa masuk ke ruangan Hans.
"Saudara Hans George, Anda ditangkap atas dugaan korupsi sesuai dengan UU No. 20 tahun 2001 pasal 2 dan 3 yang dilakukan pada perusahaan Sunhwa. Anda berhak di dampingi pengacara dan setiap perkataan Anda dapat digunakan untuk membela diri Anda di pengadilan. Tangkap dia." seorang jaksa melakukan penangkapan pada Hans dengan tuduhan korupsi pada dirinya.
Beberapa polisi memborgol dan mendampingi Hans untuk keluar ruangan. Suasana kantor sangat heboh dengan penangkapan Hans. Mereka berbisik-bisik dengan karyawan lain karena yang mereka tahu Hans selama ini bekerja dengan sangat baik sampai menjadi tangan kanan Sam.
Elena mendatangi jaksa dan berdiri berhadapan dengan Hans.
"Aku tidak menyangka, jaksa akan bergerak secepat ini dengan pelaku korupsi."
Karyawan lain berbisik semakin gempar.
"Saya akan melakukan yang terbaik untuk Grup Sunhwa." kata jaksa tersebut. Elena tersenyum dengan kemenangannya.
"Sudah delapan tahun, Hans. Seharusnya kau sudah puas meraup keuntungan dari perusahaan Ayahku. Berbaik-baiklah di pengadilan." kata Elena.
Hans menatapnya tajam, hatinya sangat panas.
"Semua ini belum selesai, Elena."
Elena hanya tersenyum sinis dan jaksapun membawa Hans pergi dari kantornya.
Setelah kepergian jaksa, Elena berbicara dengan karyawannya yang sedang sibuk berbisik.
"Siapapun yang melakukan apa yang dilakukan oleh Pak Hans, akan tidur dengan nyaman di penjara. Jika masih ada yang mau pindah rumah ke penjara, silakan lakukan sekarang juga."
Elena tampak kesal hari ini. Ia sudah sangat lelah dengan pembukuan yang kacau karena Hans. Elena datang di saat yang tepat. Kalau tidak, sebentar lagi perusahaannya akan tumbang.
***
bagaimana nasib Hans yg di penjara?
semangat n sabar ya
lanjutkan ya.
tetap berkarya.
cia yo
manrep
susah diterka.
bagus ceritanya
kayak *mother* nya Gina Wijaya juga
semangat
aku mendukungmu ..
mampir ya "Don't touch My Heart"