Indonesia
NovelToon NovelToon
Malam Ke 7

Malam Ke 7

Status: tamat
Genre:Misteri / Kutukan / Horor
Popularitas:128.1k
Nilai: 5
Nama Author: ridwan jujun

di suatu kampung hiduplah sebuah keluarga yang sangat kaya raya namun kekayaannya tersebut,dihasilkan dari pesugihan.

dito anak yang berumur 10 menjadi korban perjanjian orang tuanya dengan iblis laknat yang akan memberikan kekayaan tersebut.

dito juga sebenarnya sudah meninggal 5 tahun lalu,namun dengan bantuan iblis itu dito dihidupkan kembali untuk memberikan kekayaan kepada orang tuanya dito. dengan syarat dito harus diberi makan dengan belatung dari mayat yang sudah dikubur 7 malam.

dan apa akibatnya jika kedua orang tua dito, tidak memberi makan dito dengan belatung tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 14

Hujan lebat di sertai Angin kencang serta petir yang menggema membuat Domo dirundung ketakutan yang teramat sangat.

"Sraaaak.... Sraaaak... Sraaaak...! " Domo mendengar suara seperti langkah kaki yang di seret.

"Ah, siapa itu...? Apa itu Mbok Kah...?." Tanya Domo dalam hati.

"Sraaak... Sraaaak... Sraaaak....!." Suara itu terdengar mendekat dan berhenti tepat di sebelah Domo berbaring.

"Apa itu benar Mbok Kah...? Tapi kenapa tengah malam begini dia tidak istrahat...? Bukannya tadi Dia sedang kelelahan...?." Batin Domo.

Perasaan gusar mendera dalam hati Domo. Keringat dingin membasahi sekujur tubuh nya, padahal sebelum nya udara begitu dingin. Ketakutan Domo semakin menjadi-jadi karena dia merasakan lengan nya seperti di sentuh.

Seperti tangan yang mencengkram, itulah yang di rasakan Domo saat ini. Tangan itu kuat mencengkram lengan Domo. Namun, ketakutan yang ia rasakan terkalahkan dengan rasa ingin tahu nya. Dengan sisa keberanian yang ia miliki, Domo mencoba membuka jarik penutup kepala nya.

"Jedaaaar........!." suara petir bergema, cahaya kilat masuk melalui celah-celah lubang di rumah itu.

"Aaaaaaaakh...!!!" Domo kaget bukan main. Dari cahaya kilat yang masuk ke dalam rumah serta cahaya remang yang di hasilkan dari lampu teplok di ujung ruangan Domo melihat seseorang berdiri di samping nya.

"Si... Si... Siapa kamu...? Mbok Kah...?." Tanya Domo tak yakin, karena Dia tau betul postur tubuh Mbok Kah yang memiliki tinggi badan yang tak seberapa. Namun orang yang ada di hadapan nya memiliki tinggi badan sama seperti nya.

Orang dengan tubuh kurus tinggi itu memakai kain sarung lengkap dengan penutup kepala serta muka nya. Dari remang cahaya Domo melihat orang itu seperti mengacungkan sebilah clurit ke arah nya.

Jantung Domo berdetak begitu kencang, Keringat mengucur bak hujan yang sedang turun deras di luar sana. Badan Domo lemas, kali ini dia benar-benar pasrah. Jika memang orang ini akan berbuat jahat, dia akan menerima nya, jangankan untuk berlari atau melawan, untuk bangkit dari pembaringan pun dia kepayahan.

"Craaaaak...!." Suara clurit memangkas kepala, darah muncrat mengenai papan di rumah Mbok Kah. Domo berteriak sekuat tenaga, bahkan suara petir yang bergemuruh sedari tadi seakan hilang seketika.

"Hei diam...!." Tegur orang tersebut, namun bukan nya diam Domo justru berteriak sejadi-jadi nya.

"Plak...!." Sebuah tamparan tepat mengenai pipi Domo. Domo diam, namun air mata nya tak berhenti mengucur.

"Ssssttttt...! Diamlah" Ucap orang tersebut. Dari suara nya, dia terdengar seperti seorang Pria.

"Sebenarnya apa yang kamu lakukan...? Kenapa hidup mu sepertinya tak jauh dari kesialan." Sambung pria tersebut.

"Lihat ular itu, Jika saja aku terlambat membunuh nya mungkin saat ini kamu yang mati" Ucap nya sembari menunjukkan jari nya ke bangka ular yang ada di dekat Domo.

"Ular...?." Domo melihat ke samping nya, dan benar saja seekor ular besar telah bersimbah darah di sebelah nya dengan kepala yang terpenggal.

"Tapi, siapa kamu...? Kenapa tengah malam begini ada di rumah Mbok Kah...? Dan bagaimana kamu bisa masuk ke dalam rumah ini...? " Tanya Domo penuh selidik.

"Aku Widodo, Deby Widodo. Aku keponakan Mbok Kah,mungkin Kau belum mengenalku. Aku sudah lama tidak mengunjungi si Mbok jadi agak lupa jalan untuk ke sini, padahal aku berangkat sejak pagi tadi namun karena lupa jalan akhirnya harus kemalaman dan juga hujan yang begitu deras ini sangat mengganggu perjalanku. " jawab lelaki yang bernama Widodo itu sambil menarik kepala yang tak gatal. Atau mungkin emang lagi kutuan 😁😁.

"Tadi aku masuk lewat pintu belakang, karena yang aku tau Mbok Kah tidak pernah mengunci pintu bagian belakang rumah nya. Lagian, siapa juga yang mau masuk ke dalam rumah reyot seperti ini. Untunglah, tadi aku datang tepat waktu, kalau tidak ... mungkin ular itu sudah melilit tubuhmu yang ringkih ini " Ucap lelaki itu sambil melirik ke arah ku seperti mengejek.

"Terimakasih atas pertolongan mu, sebenarnya aku bukanlah lelaki ringkih, namun karena keadaanku yang sekarang aku memang di haruskan untuk istrahat." Balas Domo menegaskan.

"Ya ya ya ya... memang sebaiknya kau istrahat, Akan ku kubur dulu bangka ular ini. " Ucap widodo dan mengambil bangkai ular yang ada di sebelah Domo.

"Tunggu, bau apa ini...?" tanya Widodo sambil mendenguskan hidung nya ke arah Domo.

"he he... Maafkan aku, tadi aku kencing di celana ..." Jawab Domo sambil nyengir.

"Ah sial...! Jadi yang ku pegang terasa hangat tadi air seni mu...?."teriak Widodo kesal.

"Maaf." Jawab Domo sambil tersenyum.

"Dasar penakut. " Gerutu Widodo sambil menyambar bangkai ular itu.

"Aku tidak takut, hanya saja tadi aku terkejut di tambah udara yang begitu dingin jadi tanpa sadar aku terkencing. " Kilah Domo membela diri.

"Alasan," Jawab nya.

Widodo yang kesal hendak pergi meninggalkan Domo, namun baru beberapa langkah dia pergi Domo memanggil nya kembali.

"Hey, bisakah aku minta tolong pada mu...?." Ucap Domo.

"Apa lagi sekarang..? " Jawab Widodo menghentikan langkah nya dan melihat ke arah Domo.

"Jika Kau tak keberatan, bolehkah aku ikut bersamamu ke belakang...? Aku ingin membersihkan diri. " Ucap nya.

"Kenapa harus dengan ku...? Apa kau takut jika harus pergi ke belakang sendiri...?" Ucap Widodo mengejek.

"Sudah ku bilang aku bukan penakut. " Bela Domo.

" Yaaa aku percaya kalau Kau begitu berani. " Sambil tersenyum Widodo mengucapkan itu. Widodo hendak melangkahkan kaki nya lagi, namun lagi-lagi Domo memanggilnya.

"Hey, bisa Kau membantuku...? " Tanya Domo.

"Huuuuft... Apa lagi tuan...?" Jawab Widodo sedikit kesal.

"Bantu aku berdiri, perutku masih sedikit nyeri kalau aku harus berdiri tanpa bantuan." Terang Domo.

"Bukan kah Kau lelaki kuat...? kenapa hanya karena luka yang tak seberapa itu Kau harus mengeluh...?" Jawab nya sambil mendekat dan mengeluarkan tangan nya untuk membantu Domo.

"Memang terlihat sepele, namun luka ini ku dapatkan tidak sembarangan, aku berkelahi dengan banyak kuntilanak dan aku masih hidup, bukankah aku sangat hebat...? " Ucapnya Domo sombong.

"Cih, bahkan cacing pun akan tertawa terbahak jika mendengar penuturanmu itu. Jangan sombong kamu, aku mau semua yang terjadi padamu, bahkan kalau bukan karena Mbok Kah Kau mungkin tidak akan selamat dari para gadis cantik itu." Jawab Widodo sambil memapah tubuh Domo.

"Masuklah, bersihkan dirimu. Aku akan mengubur bangkai ular ini dulu." Terang Widodo sambil melepas pegangan nya pada Domo.

"Bisakah Kau tunggu aku sebentar...?" Ucap Domo sambil menarik Baju Widodo yang sedikit basah.

"Kenapa...? Apa Kau takut...? atau Kau juga ingin aku membersihkan badan mu...?" Kata Widodo.

"Aku tidak takut, aku hanya ingin membantumu menguburkan ular itu. " Jawab Domo.

"Tak perlu, berjalan saja Kau harus di bantu, cepat masuk saja bersihkan badan mu, tidak akan ada yang bisa masuk ke rumah ini tanpa persetujuan Mbok Kah, jadi Kau tidak perlu khawatir." terang Widodo.

"Tapi ular itu...? " Tanya Domo.

"Dia hanya lapar dan kebetulan lewat, Sudahlah cepat selesaikan hajatmu" perintah Widodo.

Domo masuk ke dalam kamar mandi kecil berdinding seng yang mulai berkarat di sana sini. lampu teplok yang di bawa nya mulai tadi di gantungkan nya pada paku yang berada di sudut dekat sebuah ember warna hitam. Tetes air hujan mengenai tubuh nya, berkali-kali Domo mendongakkan kepala nya ke atas berjaga-jaga kalau-kalau ada sesuatu di atas kepala nya. Kamar mandi tanpa atap ini membuat Domo was-was, dalam keadaan seperti itu Dia teringat pada kejadian beberapa hari lalu saat Dia di hadapkan pada Mahluk-mahluk cantik yang bergelantungan di atas pohon.

Tubuh Domo meremang seketika, bulu kuduk nya seakan sedang menantang langit.

"Dok dok dok dok....! " suara ketukan begitu keras terdengar dari luar membuat Domo begitu terkejut.

"Eeeeh jaran manak...!" teriak Domo yang terkejut bukan main, gayung yang di pegang nya jatuh mengenai kaki nya.

"Hey, sudah belum...? Jangan lama-lama Kau di dalam, aku juga harus membersihkan diriku. aku tidak mau tidur dengan bau air senimu ini. " teriak Widodo dari luar.

"Iya tunggu sebentar." Jawab Domo sambil membuka pintu

"Bisakah Kau tak mengejutkan ku..? " Ucapnya kesal.

"Hahahahahaha.... bilang saja kamu takut, Dasar lemah. " Jawab Widodo sambil berlalu masuk ke dalam kkamar mandi.

Lama Domo menunggu Widodo di depan pintu, tak terhitung berapa banyak nyawa nyamuk yang telah menjadi korban kekejaman nya.

"Kriiieeeek... " Suara pintu di buka di susul Widodo yang keluar dari kamar mandi.

"Kamu lama banget di dalam, habis darahku di makan nyamuk di sini karena menunggu mu.

"Lha, emang siapa yang suruh kamu nunggu di sini...? " Ucap Widodo.

Domo hanya diam tak menjawab. Sebenarnya memang dia takut kalau harus masuk ke dalam rumah sendirian, jadi Dia putuskan untuk menunggu Widodo sampai selesai mandi. Sampai di dalam rumah, mereka berganti pakaian.

"Dimana Si Mbok...? kenapa dari tadi aku tidak melihat beliau..? " tanya Widodo.

"Mungkin sudah tidur, inikan sudah larut malam." Jawab Domo Sekena nya.

"Tidak mungkin, Dia pasti bangun saat mendengar keributan tadi, Di Mbok itu bukan orang sembarangan, meski usia nya sudah sangat tua, pendengaran beliau masih sangat tajam." Jawab Widodo.

"Istirahatlah, aku akan melihat Si Mbok terlebih dahulu" Sambung Widodo.

Dia berjalan menuju kamar Mbok Kah, Ada sedikit kecemasan dalam hati nya tentang keadaan sang bibi. saat sudah ada di depan pintu kamar, Dia sedikit ragu untuk masuk. Dia takut Akan mengganggu istrahat wanita tua tersebut. Namun rasa cemas nya tak bisa di bendung lagi, Dia membuka pintu kayu yang tak Di kunci mendekati meja di dekat cendela sebelah kiri dan Di dapati nya tubuh Mbok Kah yang terlgeletak dengan darah di mulut nya.

"Astaga Mbok...! "

tolong koreksi nya ya 😊

kasih tau saya kalau Ada yang lihat typo di dalam cerita biar bisa langsung Di edit 😀😀

Selamat membaca Dan Selamat malam. 😘😘😘

KOTA BARU 15 DES 2020

23:14 WITA

1
Dewi Cinta
ceritanya gk nyambung malah flashback perjalanan hidup Domo ngelawan raksa & nyi sekar..
agus wijaya
alurnya ...baik
santi
kok cerita kaya ga nyambung ya , sidomo kmn , bukan dia yg mau ngebunuh siluman monyet , hadeh lumayan deh ceritanya
Yurnita Yurnita
ternyata suami nya bodoh ya thor
nuna nanaa_
LUCUKKKKKK>///<
nuna nanaa_
jgn bilng daging org deh ya Allah Thor ni novel bikin jantung jwhsjsjwjjqnwhs😓😭😭😭😭
nuna nanaa_
Thor kejem bet sumpeh ya allah
nuna nanaa_
Thor ya Allah suka bgt lu nyiksa hidup si Dono ya Allah😓
nuna nanaa_
mulai lagi mulaiiiiii lu Thor morph lagi dah ni morph berubah jdi iblis kan anj😑
nuna nanaa_
ko di khayalan gw bukan gunderwo yak tapi kocheng anjerr hweee kocheng imut warna putih gede tpi mata dia merah trus cakarnya keluar semua😭🤏
nuna nanaa_
sukaaaa🤣👋👋👋👋
Mugiya
👍✌✌✌✌🤝🙏👏🙏
SaNi
Hay kak semua...
Hantu Hidung Mbeler numpang Pm yaaa...mampir yuuu....support aku duunkkk😫😫😭
Ganuwa Gunawan
jenis pesugihan apa ini ya thor..?
apa termasuk model baru... apa model lama.. nih pesugihan nya pak trio.
🎎 Lestari Handayani
bagus ceritanya
Patina Sinta
jadi mles bacanya di ulang² trus..mnding lbur deh
Patina Sinta
ga.jlas banget di ulang² trus
Patina Sinta
lah kra² si Dito knapa ya knapa nanya ke pembaca ya bkanya yg bikin cerita author ya..
Nur Kurniasih
nyimak dulu kak
Nur Kurniasih
maaf ini tentang pesugihan ya, soalnya baru baca soal cerita kya gini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!