Indonesia
NovelToon NovelToon
One Shoot JKT48

One Shoot JKT48

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gabijh1799

Kumpulan cerpen yang tokohnya dari member JKT48

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gabijh1799, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahabat (Indira)

"Ehh kal kok gini sih" kesal gadis pada teman prianya

"Emang kenapa? Kan tugasnya gini doang" balas pria itu

"Mana ada, kan tugasnya harus dihias bukan gini doang" kesal gadis itu menunjukkan hasil gambaran awalnya

"Udah lah, kan guru cuman nilai isinya doang bukan hiasannya" balas pria itu yang ingin mengerjakannya seadanya

"Kan hiasan juga dinilai" balas gadis itu juga

Dan berlanjut hingga mereka merasa lelah dengan perdebatan ini. Haikal dan Indira adalah sepasang sahabat dari kecil yang membuat mereka dibilang cukup dekat namun banyak yang menilai mereka memiliki kecocokan dari Haikal yang pendiam dan cukup dingin serta Indira yang gampang membaur serta periang.

Tak banyak yang tahu bahwa persahabatan mereka muncul dari Haikal yang memiliki masa lalu yang buruk hingga dari orang tua Indira ingin mengasuhnya serta bersahabat dengan anak mereka yaitu Indira apalagi orang tua Indira sangat ingin memiliki anak lelaki namun belum dikaruniai itu menjadikan mereka memutuskan untuk mengasuhnya.

Hingga duduk di bangku SMA, Haikal dan Indira selalu bersama-sama namun mereka berbeda kelas karena Haikal memasuki kelas IPA dan Indira kelas IPS yang membuat mereka jarang bertemu di sekolah dan berkumpul pada teman-teman mereka saja. Tak jarang Haikal menghampiri Indira yang membawakan bekalnya karena mamahnya menitipkannya pada Haikal untuk Indira maupun sebaliknya.

Dan dari sana Haikal merasa ada sesuatu dihatinya yang membuatnya melihat Indira seperti wanita spesial di dalam dirinya namun Indira hanya ingin Haikal menjadi sahabatnya karena keterikatan mereka sebagai saudara walaupun itu saudara angkat.

Hal itu membuat Haikal mengurung perasaannya dalam-dalam untuk kebahagiaan Indira juga yang mungkin mereka tak berjodoh, namun Haikal juga akan menjaga Indira dari para pria yang ingin mendekatinya namun tidak tulus padanya. Sepertinya halnya beberapa waktu lalu, Haikal sempat melabrak salah satu pria yang dekat dengan Indira tetapi pria itu selingkuh dibalik Indira dan itu membuat Haikal geram.

"Ehh Sha Lo itu yah" Haikal naik pitam dengan kelakuan cowo yang ada di depannya

"Lo apaan sih kal" balas pria itu yang bernama Rasha

"Lo itu udah selingkuh dari Indira masih ngga tau diri" kesal Haikal mencengkram kuat kerah baju Rasha

Sontak gadis yang bersama Rasha terkejut, "Ehh kok..."

"Sampe Lo ketemu Indira lagi, abis Lo sama gw" ancam Haikal kemudian melepas cengkramannya dan meninggalkan mereka

Mendengar percakapan mereka berdua, gadis yang berada disisinya kebingungan. "Ehh sayang dia siapa kok mukulin kamu?"

"Eeee bukan siapa-siapa kok lie, ya udah kita lanjut lagi" jawab Rasha pada selingkuhan yang ternyata itu callie teman Indira sendiri

Setelah kejadian itu hubungan Indira dan Haikal mulai renggang karena Indira salah paham dengan Haikal yang memukuli Rasha yakni gebetan Indira yang telah membuatnya tertarik namun Haikal tidak setelah melihat Rasha bersama dengan wanita lain.

"Mulai sekarang kamu jangan ganggu hidup aku lagi" ucap Indira dengan marah setelah kejadian sebelumnya

Sontak Haikal terkejut dengan Indira yang emosi, "Tapi Dira..."

"Aku ngga mau alasan dari kamu, sekarang kamu keluar dari kamar aku" Indira mengusir Haikal dari kamarnya yang semula ingin meluruskan kejadian tersebut

Haikal meninggalkannya di kamar dengan keadaan merenung setelah apa yang telah dia lakukan, sebenarnya dia berniat baik untuk menjaga hati Indira agar tidak merasakan sakit hati namun ditanggapi salah oleh Indira yang membuat mereka berdua tak bertegur sapa hingga lulus SMA.

*

"Selamat yang anak-anak ayah udah lulus" ucap bangga papah mereka berdua

"Iya pah, Dira seneng bisa Lulus" balas Indira

Setelah itu, Haikal menarik pelan kemeja papahnya, "Pah aku mau ngomong sesuatu tapi berdua sama papah"

"Boleh kal" Haikal dan papah angkatnya memisahkan diri pada Indira serta mamah angkatnya.

"Mah papah sama Haikal ngomongin apa?" Bisik Indira pada mamahnya

"Ngga tau mamah juga" jawab mamahnya yang juga tak mengetahuinya

Disisi lain Haikal menjelaskan bahwa dirinya akan melanjutkan pendidikannya di luar kota tepatnya di kota Jogjakarta, sontak papahnya terkejut. "Kamu yakin kal?"

"Maaf pah sebelumnya aku udah ngerepotin papah sama mamah yang udah rawat aku sampe sekarang tapi aku belum bisa balas kebaikan kalian" jawab Haikal menjelaskan alasannya

"Gpp kal itu udah tugas papah sama mamah sebagai orangtua" papahnya memaklumi pemikiran Haikal

"Tapi pah, aku ngerasa punya hutang budi" Haikal menundukkan kepalanya

Papahnya menepuk pundaknya, "Kamu tenang aja kal, kami ngga menuntut apa-apa dari kamu, yang penting kamu jadi apa yang kamu pengin kita ikut seneng"

"Iya pah makasih yah"

"Sama-sama, tapi kamu yakin mau kuliah di Jogja?" Tanya papahnya kembali mengonfirmasi

Haikal menganggukkan kepalanya, "Iya pah, aku ngga selamanya bisa bareng Indira terus apalagi dia udah punya pacar"

"Papah juga ngerasa begitu tapi Indira..." Balas papahnya yang merasa jika Haikal tak ada maka Indira tak ada yang melindunginya

"Aku yakin Indira bisa jaga dirinya dan papah juga bisa gantiin aku untuk sementara" ucap Haikal merasa Indira cukup dewasa untuk itu

Papahnya menghela nafasnya, "Iya kal, maaf yah udah ngasih tugas kamu buat jagain Indira"

"Gpp pah aku juga ikhlas kok" balas Haikal merasa itu juga tugasnya sebagai pria selain papahnya

"Ya sudah, kamu mau berangkat kapan?" Tanya papahnya

"Rencananya Minggu depan pah" jawab Haikal mengingat pendaftaran perkuliahan disana

Papahnya menganggukkan kepalanya dan memberikan semangat, "Baiklah kalo gitu, semoga kamu sukses yah nak. Buat papah, mamah, ayah, dan bundamu bangga"

"Iya pah aku akan berusaha" balas Haikal

Haikal dan papah angkatnya kembali ke Indira serta mamah angkatnya kemudian mereka kembali ke rumah mereka.

*

Menjelang keberangkatan Haikal menuju Jogja, Indira sempat melihat Haikal seperti membereskan barang-barangnya yang membuat Indira kebingungan namun dia tidak ingin menegurnya karena mereka masih memiliki masalah.

Indira pergi bersama Rasha untuk berkencan namun dia salah karena Rasha berniat untuk putus dengannya.

"Kenapa sha?" Tanya Indira merasa Rasha sedikit berbeda dari sebelumnya

"Kamu udah berubah Dira apalagi dengan adanya Haikal" jawab Rasha merasa kesal dengan Indira dekat dengan Haikal

"Haikal? Emang dia kenapa?" Indira kebingungan

"Dia gebukin aku di depan banyak orang" jawab Rasha mengingat kejadian sebelumnya

"Itukan salah dia kenapa aku yang salah" balas Indira menduga itu kesalahan Haikal

"Kalian berdua sama-sama salah" kesal Rasha meninggalkan Indira sendirian

"Sha... Rasha..." Teriak Indira namun digubrisnya

Sepeninggalnya, Indira langsung menuju rumahnya mencari keberadaan Haikal untuk meminta pertanggungjawabannya.

"Haikal!!!" Teriak Indira setelah sampai di rumah

Mendengar teriakan anaknya, mamahnya menegurnya. "Kenapa sih nak teriak-teriak gitu"

"Haikal kemana mah?" Tanya Indira

"Dia ke stasiun" jawab mamahnya

"Stasiun? Ngapain?" Indira kebingungan

"Dia mau berangkat kuliah"

Sontak Indira terkejut karena dia tak mendapatkan kabar tentang itu, "Hah?! Kok bisa"

"Dia diterima di kampus Jogja jadi dia mulai sekarang ngga akan ikut keluarga kita lagi" jawab mamahnya menjelaskan kepergian Haikal

Indira langsung mengejar kemana Haikal pergi, sesampainya di stasiun dia tidak menemukan keberadaan Haikal dan hanya menemukan papahnya yang baru saja mengantar Haikal.

"Papah?!" Indira terkejut melihat papahnya disana

"Loh nak ngapain kesini?" Tanya papahnya menyadari anaknya disana juga

"Haikal kemana pah?" Tanya Indira tetap mencari keberadaan Haikal

"Sini dulu nak" pinta papahnya untuk duduk

"Kenapa pah? Haikal kemana?" Kesal Indira yang tak mendapatkan jawaban

"Sini papah ceritain"

Papahnya mulai menceritakan Haikal kenapa memilih berkuliah di Jogja dan alasannya untuk meninggalkan keluarga Indira untuk hidup mandiri selama disana, serta papahnya menceritakan masalah Haikal dan Indira yang sebenarnya. Dan itu membuat Indira terkejut karena selama ini dia salah paham dengan tindakannya pada Haikal yang membuatnya meninggalkan Indira.

"Haikal udah berangkat pah?" Tanya Indira dengan matanya yang berkaca-kaca

Papahnya menganggukkan kepalanya, "Udah nak, 15 menit yang lalu"

"Papah..."

Indira menangis menjadi-jadi karena kesalahannya telah membuat Haikal sebagai tameng dan sahabat meninggalkannya disana.

*

Beberapa tahun kemudian, Indira telah menjadi seorang pembuat komik atau komikus terkenal yang menjadikan dirinya menjadi sorotan setelah menerbitkan sebuah judul komik yang menceritakan perjalanan hidupnya bersama Haikal serta perpisahan mereka juga dengan harapan Haikal dapat membacanya.

Hari ini adalah sesi wawancara serta tandatangan buku komik yang telah Indira terbitkan setelah beberapa bulan dan laku keras. Antrian panjang pun terjadi untuk meminta tandatangan komikus berbakat ini.

Pada saat giliran salah seorang maju, dia terkejut melihat stelan orang itu sangat rapi serta memakai jas putih, Indira juga melihat bukunya bertuliskan namanya namun dengan gaya tulisan yang sangat dia kenali. Indira melihat siapa yang berada dihadapannya dan benar itu adalah seorang pria yang dia tunggu-tunggu kehadirannya kembali setelah bertahun-tahun tak berjumpa.

"Haikal...." Indira terkejut dengan seorang pria di depannya

Haikal tersenyum padanya, "Halo Indira"

Sontak Indira terkejut dan memeluknya serta tangisannya pecah disana, "Ha...ikal"

Haikal ikut terkejut karena tangisan Indira membuat beberapa orang melihat mereka, "Ehh kok nangis sih, malu tuh diliatin fansmu"

Indira melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya agar terlihat menarik kembali serta melanjutkan acaranya.

"Jangan kemana-mana" lirih Indira

Haikal hanya menganggukkan kepalanya dan menunggu Indira disebuah kafe dekat acara itu berlangsung, setelah itu Indira menuju ke kafe itu dan memeluk Haikal kembali namun sangat erat hingga Haikal kesulitan untuk bernafas.

"Di...Ra aku... Ngga... Bisa... Nafas" ucap Haikal terbata-bata karena kesulitan bernafas

Indira langsung melepaskan pelukannya, "Ehh maaf kal"

"Kangen banget yah?" Ejek Haikal

"Pake nanya" kesal Indira memukul pelan lengannya

Setelah itu mereka duduk bersama dan memesan makanan serta minuman mereka. "Jadi kamu komikus yah"

"Kan kamu liat sendiri" balas Indira

"Hahaha iya juga, bagus ceritanya" ucap Haikal yang telah membaca karyanya

Indira tersipu malu, "Makasih kal"

"Kok aku familiar sama ceritanya yah" Haikal merasa cerita dalam karya Indira sedikit familiar

"Ngga ah" elak Indira

"Kek cerita siapa gitu" Haikal berusaha memancing agar Indira jujur

"Ngga yah itu cuman imajinasi aku" elak Indira kembali

"Yakin?" Ledek Haikal dengan menoel hidungnya

Sontak Indira kesal, "Ihhh"

"Hehehe iya Dira, papah sama mamah sehat?"

"Alhamdulillah sehat"

"Alhamdulillah kalo gitu"

Pesanan mereka datang dan mereka menyantap hidangan hingga habis, Indira terpikirkan sesuatu tentang kejadian dimana hubungan mereka berdua retak.

"Kal"

"Hm" balas Haikal sedang sibuk melihat ponselnya

"Aku minta maaf" Indira menundukkan kepalanya

"Maaf? Buat apa? Kamu ngga bikin salah kok" Haikal kebingungan

"Maaf aku udah nuduh kamu yang nggak-nggak dan kita ngga ngobrol sampe kamu ngilang" balas Indira tentang kesalahannya

Haikal mengingat kesalahannya dan dia teringat dengan itu, "Ohh itu, kamu ngga perlu minta maaf. Itu aku yang salah"

"Ngga kal, kamu bener harusnya pas itu kamu mukulnya lebih keras lagi" elak Indira yang merasa itu kesalahannya

"Yakin nanti kamu tambah marah?" Tanya Haikal apakah Indira akan marah kembali

"Mana ada, aku udah kesel sama dia semenjak itu" jawab Indira mengungkapkan sejujurnya

"Ohh baru sadar" sindir Haikal

"Ihhh kok gitu sih" kesal Indira memukul lengannya kembali

Melihat ekspresinya Haikal tertawa, "Hahaha aku kangen liat muka kamu kek gitu"

"Apaan sih, kangen tuh ketemu bukan ngilang tanpa kabar" kesakitan Indira melipat kedua tangannya di dadanya

"Hehehe maaf yah" Haikal mengusap kepalanya

Indira sangat nyaman dengan usapan Haikal itu namun dia tak tahu apa yang dilakukan Haikal sekarang, "Sekarang kamu ngapain kal?"

"Ngapain hayoo" jawab Haikal dengan bercanda

"Kamu yah aku tanya serius" kesal Indira mendapatkan candaan dari Haikal

"Aku juga serius kok"

"Kal"

"Hm"

"Kamu ngapain kesini?" Tanya Indira kembali

"Ketemu kamu dong" jawab Haikal dengan entengnya

"Terus ngga kerja?"

"Kerja?"

"Iya lah masa kamu udah pake stelan kek gini ngga kerja" jawab Indira merasa dengan stelan semi formal yang dia kenakan karena tak biasa dia melihat Haikal seperti ini

"Aku lagi libur kok makanya aku ke acaranya kamu" balas Haikal

"Kok rapi banget" Indira kebingungan dengan jawaban Haikal

"Ngga boleh emang, kamu mau aku Dateng pake yang biasa aja" Haikal juga kebingungan dengan reaksi Indira

"Ehh jangan, kamu mah kalo kemana-mana pake baju seadanya" Indira mengingat persis Haikal berpakaian bagaimana

"Kan minimalis"

"Mana ada minimalis"

"Hehehe iya deh, sebenarnya aku ada rapat sebentar tadi terus aku tinggal deh" balas Haikal kenapa dirinya bisa disini

"Kok gitu?"

"Rapat saham doang, aku udah tau laporannya jadi ngga masalah" balas Haikal kembali keperluan disini

"Ohh itu tapi kamu kerja dimana?" Tanya Indira tentang pekerjaannya

"Jangan deh, kalo kamu tau nanti kamu sakit" elak Haikal

"Sakit? Emang kenapa?" Indira keheranan

"Jangan deh pokoknya" elak Haikal

"Ihh jangan bikin penasaran deh" kesal Indira dengan Haikal yang selalu membuatnya penasaran

"Pokoknya jangan"

"Iya deh terserah kamu aja"

"Hehehe, aku mampir ke rumah boleh?" Tanya Haikal

"Ngga" tolak Indira

"Kenapa?"

"Kasih tau aku apa kerjaan kamu" Indira kembali menuntut jawaban

"Jangan nanti kamu sakit"

"Apaan sih cuman sebutin doang"

"Iya deh, aku dokter" jawab Haikal tentang profesi sesungguhnya

Sontak Indira terkejut bukan main, "Dokter, kamu?"

"Kenapa ngga percaya?" Haikal kebingungan

"Yakin kamu dokter?"

"Iya lah, ini aku lagi ambil spesialis"

"Beneran loh" Indira masih tak percaya

"Iya lah, tuhkan kamu kaget nanti sakit"

"Ngga ada yah, mana ada denger temen jadi dokter terus sakit"

Mereka tertawa-tawa bersama dan bercerita tentang kehidupan mereka setelah perpisahan mereka. Haikal memperhatikan Indira bercerita mengingat dahulu Indira sering bercerita padanya dan itu membuat dia rindu akan momen itu dan sekarang.

"Gitu deh, emang ngeselin produsen komik" Indira merasa proses pembuatan komiknya cukup rumit

Haikal hanya menganggukkan kepalanya mendengar semua cerita Indira, tetapi dia juga ingin mengungkapkan sesuatu, "Ehmm Dira"

"Kenapa kal?"

"Nikah yuk" ucap Haikal

Mendengar ucapan Haikal, Indira terkejut bukan main. "Hah?!"

"Kenapa?" Haikal mengerutkan keningnya

"Nikah?!" Tanya Indira kembali

"Iya Dira, sebenarnya aku masih nyimpen perasaan ke kamu" jawab Haikal tentang perasaannya

"Tapi kal..."

"Kamu udah punya yang baru?" Dugaan Haikal

"Bukan gitu" elak Indira

"Kenapa?"

Indira berpikir sejenak, "Aku... Mau kal"

"Beneran Dira?" Haikal terkejut dengan jawaban Indira

Indira menganggukkan kepalanya, "Iya kal, sebenarnya setelah aku tau niat baik kamu aku jadi sadar kamu lindungin aku dari cowo ngga bertanggungjawab itu"

"Ohh sadarnya sekarang" sindir Haikal

"Ihhh bisa ngga sih kalo bercanda ada waktunya" kesal Indira merasa Haikal bercanda tak pada tempatnya

"Hehehe iya dir" kekeh Haikal

Indira memegang tani, "Aku mau kal"

Mereka berdua berpelukan setelah sekian lama tak bertemu akhirnya perasaannya yang telah dia pendam selama ini terbalaskan dengan baik begitupun sebaliknya.

*

Setelah semua urusan dilakukan serta kedua orangtua mereka merestui, akhirnya Haikal dan Indira melangsungkan pernikahan di sebuah ballroom hotel yang cukup sederhana walaupun bagi tamu cukup mewah.

Banyak yang terjadi selama perpisahan mereka dari Haikal yang beralasan untuk berkuliah di Jogja untuk melupakan perasaannya namun gagal begitupun Indira yang selalu merasa bersalah atas sikapnya pada Haikal dan itu juga menumbuhkan rasa cinta pada Haikal walaupun dia tak tahu ingin menghubunginua bagaimana.

Setelah semua acara pernikahan, Haikal mengajak Indira menuju rumahnya di sebuah apartemen cukup besar. Untung saja dia memiliki cukup dana untuk membelikan rumah untuk pernikahan mereka karena selama Haikal menghilang dia tinggal di sebuah kos yang cukup murah serta.melakukan pekerjaan paruh waktu agar dia bisa hidup selama berkuliah dan akhirnya terbayarkan.

"Putri" panggil Haikal dengan nama tengah Indira

"Dih tumben banget manggilnya pake nama tengah" ejek Indira setelah sekian lama tak mendengar Haikal memanggilnya itu

"Hehehe sekali-kali"

"Aku seneng banget bisa nikah sama kamu" ucap Haikal merasa bahagia akhirnya mimpinya terwujud

"Aku juga kal, kalo pas itu kamu bilang aku ngga akan pacaran sama cowo-cowo itu" balas Indira merasa jika sebelumnya Haikal mengajaknya berpacaran tak akan seperti ini

"Emang kamu mau?" Haikal mengerutkan keningnya

"Mau ngga yah" Indira berpura-pura berpikir

Haikal menjahili Indira dengan menggelitik tubuhnya hingga mereka melakukan hal yang sudah selayaknya pasangan suami istri lakukan. Dan dari sana hubungan mereka kian erat hingga tak bisa terpisahkan dengan apapun selain maut.

...***...

1
nayy
sushi,sushi apa yang..🗿
Tokisaki Lily: bang?!😊ngapain ngingetin?!😊
total 1 replies
Anta Sena
hallo
Gabijh1799: Gimana bang?
total 1 replies
Ai Hosino⭐🌟🌠
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/sedih banget cerita nya/Sob//Sob/
Gabijh1799: Waduh jangan sedih dong
total 1 replies
Monkey D. Luffy
Terima kasih untuk cerita yang menyenangkan! Jangan berhenti menulis ya thor 🌟
Gabijh1799: Siap bang, makasih juga udah mampir
total 1 replies
Pluto
Ceritanya bikin nggak bisa berhenti baca, lanjutkan thor!
Gabijh1799: Makasih yah udah mampir, dishare juga yah biar fans JKT bisa ikut nimbrung hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!