Karya ini ikut Even ya kakak semua, do'akan yang terbaik.
Pengkhianatan dalam keluarga telah membuat Atta kehilangan orang tuanya dan juga kesehatan nya. Kelumpuhan nya semakin hari bukan lah semakin membaik, tapi malah semakin memburuk. Sehingga Arumi datang dan membuat pengkhianatan itu terungkap, seorang pengasuh yang menjadi pengasuh kesayangan di kediaman Atta Humais. Banyak para pelayan yang iri, Namun... Arumi abai, Karena Atta. Atta menjadi kan nya ratu di istananya dan menjadi wanita satu-satunya yang bertahta dalam hatinya. Mampukah Arumi menyembuhkan Atta yang ternyata di racuni oleh Tante nya sendiri? Dan mampukah Arumi dan Atta bertahan dengan kasih sayang yang beda kasta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Penangkapan Maya
Setelah menemani Callista berbelanja, Atta membawa Callista makan malam, tentu Arumi selalu ada di samping Atta.
"Kau duduklah juga, makan bersama, '' punya Atta pada Arumi.
'Sayang, dia hanya pengasuh, masa iya duduk bareng kita, '' ucap Callista
''Dia yang telah membuatku bangkit seperti ini lagi, kedudukannya jauh lebih tinggi dari siapapun yang ada dalam rumahku, termasuk Papamu, " ucap Atta yang selalu saja tidak bisa mengontrol emosi nya jika sudah bersangkutan dengan Arumi. Arumi mencengkeram pundak
Atta.
Callista menatap Arumi dengan tatapan tak biasa.
''Jangan menatap ku seperti itu, Nona. Nanti Nona tertarik padaku, gimana hayo... '' ucap Arumi seraya tersenyum
''Duduklah, Kau juga belum makan apapun dari tadi, '' ucap Atta yang mana ia mengambil tangan Arumi dan menariknya agar duduk di kursi yang ada di samping nya.
'oh Tuhan, Tuan. Kenapa anda begini, jika begini... bisa gagal kan rencana kita, ' bathin Arumi
''Maafkan ucapan ku tadi, Callista. Aku hanya tidak tau bagaimana cara mengapresiasi sikapku pada orang lain, kau sudah dengar kan bagaimana aku selama ini, semua pengasuh ku jahat, hanya Arumi yang benar-benat tulus merawat ku, mungkin jika bukan Arumi, aku suda mati, dan pembunuh itu bisa bahagia, di rumah itu hanya ada pengkhianat, Callista. Tidak ada satupun orang yang aku percaya disana, termasuk tanteku sendiri bahkan... dialah tersangka utama yang paling aku curigai dalam kecelakaan yang menimpa ku dan kedua orang tuaku, '' ucap Atta
Callista terkejut dengan apa yang Atta ucapkan.
''Apa, Tante adalah orang pertama yang kau tuduh, Atta... itu tidak mungkin, mana mungkinn tantemu melakukan itu, bukankah dia sangat baik padamu, '' ucap Callista tidak percaya
''Aku sudah berulang kali mengatakan, tidak ada satupun orang yang aku percaya dirumah itu, termasuk tanteku dan juga Papamu, tapi semoga saja apa yang aku khawatir kan bukanlah kenyataan dan mereka tidak terlibat, " ucap Atta. Atta sangat tahu akan sikap dan sifat Callista, Dia adalah tipe orang yang suka penasaran dengan segala sesuatu, dia akan mencari tahu apapun yang ingin dia tahu, dan itulah yang Atta gunakan sekarang.
"Atta kau.... " ucap tiba-tiba seseorang yang suaranya masih sangat Atta kenal.
"Syifana, '' ucap Callista
" Waw, Callista. Kau pasti senang kan, karna bisa bertunangan dengan Atta, mantanku ini. Tapi aku hanya meminjamkan mu sebentar, kalau sudah sembuh, Atta nya kembalikan padaku ya, karena Atta hanya mencintaiku iya kan sayang, '' ucap Syifana seraya ingin menyentuh tangan Atta.
"Jangan pernah menyentuhku, Syifana. Karena kita sudah tidak ada hubungan apapun dan masalah Callista, dia tunangan ku sekarang, jaga cara bicara mu, " ucap Atta dengan tegas, membuat Callista merasa senang karena di bela oleh orang yang kita cintai.
''Pergilah, Syifana. Jangan membuat masalah disni, '' ucap Callista
''Atta, aku ini Syifana, apa kau lupa janjimu itu, hah!" ucap Syifana yang tidak suka dengan penolakan.
"Pergilah, Syifana. sebelum kau mempermalukan dirimu sendiri, " ucap Atta.
"Kau dengar, Syifana. Tunanganku ingin kau pergi, " ucap Callista dengan senyuman penuh kemenangannya.
******
''Makanlah, kau jangan memikirkan apa yang aku ucap kan, itu sudah berlalu, dan kasus nya pun di tutup oleh tanteku, aku sudah bisa melupakan kejadian itu, '' ucap Atta
''Tapi Atta, Tidak benar jika kau membiarkan orang jahat masih berkeliaran, biar bagaimana pun, Orang tuamu adalah mertuaku, '' ucap Callista
'Aku akan mencari tahu semuanya, Aku akan buktikan, jika aku adlah calon istri yang baik untukmu, Jika memang tante yang melakukannya, maka kau juga harus tahu kenyataan itu, meskipun sekarang sudah terlambat untuk menghukumnya, tapi setidaknya hatimu lega karena tahu siapa penyebab kecelakaan yang terjadi padamu dan juga orang tuamu, ' batin Calista. Atta dan Arumi tersenyum melihat mimik wajah Calista yang termenung, mereka sangat yakin jika apa yang telah Atta ucapkan sudah masuk dalam pikiran Calista.
Malam semakin larut, Atta pun mengantarkan Callista kerumahnya.
''Gak mampir dulu, ?'' tanya Callista
''Lain kali saja, kakiku sudah capek, mau ku regang kan dulu, '' ucap Attsma tersenyum pada Callista
''Baiklah, hati-hati di jalan, Arumi... jangan macam-macam kau, Atta hanya milikku, '' ucao Callista
''Siap, Nona, '' ucap Arumi seraya tersenyum. Laku Callista pun melambaikan tangannya. rasa penasaran nya kini memuncak.
Callista langsung mecari Papanya.
''Pa, Papa... pa... '' teriak Callista seatha mencari Papanya.
''Ada apa Lis, '' sahut mamanya Callista
''Papa mana, Ma, ?'' tanya Callista
''ada diruang kerjanya, ada apa sayang, ?'' tanya sana Mama
'Callista tidak menjawab ia langsung menuju ke ruang kerja Papanya, namun Betapa terkejutnya Calista saat mendengar Papanya berbicara dengan seseorang.
'' Sudah hentikan, Maya. jangan terlalu mencemaskan hal-hal yang tidak akan mungkin terjadi, itu kejadian sudah lama dan kasusnya sudah ditutup, Kau bisa tenang dan perankan apa yang harus kau lakukan, sekarang Calista dan Atta sudah bertunangan dan sebentar lagi mereka akan menikah, jadi sangat mudah untuk mengontrol Atta setelah ini, semua bukti yang kau miliki kau harus melenyapkannya, sekarang ada di mana bukti itu,?'' tanya Papanya Calista.
.
.
.
'' Bagaimana mungkin video itu berada di tangan anaknya Mima, Kenapa kau tidak becus, Maya! Bagaimana jika anaknya Mima memberikan rekaman itu pada Atta, kau bisa di penjara," ucap Papanya Calista. Calista yang mendengar semua itu terkejut serayah menutup mulutnya dengan tangannya Ia tidak menyangka jika tante nya Atta ternyata adalah dalang ari pembunuhan kedua orang tua Atta.
Tanpa sadar, Callista pergi dan mengirim kan pesan pada Atta. Ia tidak tahu jika Papanya juga terlibat dalam hal ini.
(Anaknya Mima, bukti kejadiannya ada di tangan anaknya Bik Mima ) pesan itu di baca oleh Arumi, karena saat ini ponsel Atta dipegang oleh Arumi.
Arumi yang menerima pesan itu langsung memberi tahu kan pengacara Ridwan. Agar bisa memerintahkan seseorang untuk menangkap anaknya Mima.
"Sebentar lagi tuan, sebentar lagi kebenarannya akan terungkap, " gumam Arumi seraha menatap Atta yang sudah terlelap dalam tidur nya.
...----------------...
pagi menyambut dengan begitu indah Atta dan Arumi kini terlihat begitu ceria membuat Tante Maya menatapnya.
'' Sepertinya kalian sangat bahagia, Apakah kalian mendapat kabar baik,'' tanya Tante Maya pada Atta.
'' tante benar Kami mendapatkan kabar bahwa kasus kecelakaan yang Mama dan Bapak alami kini telah dibuka kembali Dan kami memiliki bukti Siapa yang melakukan itu dan ternyata benar kematian orang tuaku itu bukanlah kecelakaan tapi sudah direncanakan,'' ucap Atta tersenyum pada tantenya, Tentu saja wajah Maya langsung pias, dia tidak menyangka jika keponakannya ini begitu lincah dalam mencari celah.
semua bukti sudah berada di genggaman Atta, selain rekaman video tentang kejadian itu, ada beberapa bukti lagi yang mengarah pada tantenya dan itu kini berada di tangan pengacara paman Ridwan.
di saat mereka selesai sarapan pagi ada beberapa polisi yang datang untuk membawa tantenya Atta.
'' Atta apa-apaan ini, kenapa Tante yang jadi tersangkanya,'' ucap Maya saat tangannya diborgol oleh seorang polisi wanita.
Namun Atta hanya diam dengan senyuman di bibir nya.
'' Mari kita Jelaskan di kantor, Nyonya,'' ucap polisi itu seraya memberi hormat pada Atta
Aku mendukung mu...
Tonjok saja Callista...👊🏻👊🏻👊🏻