Rini Atmaja Kesuma membalas dendam kepada paman yang telah merampas harta mereka dan menghilangkan nyawa sopir mereka.
Ternyata tujuannya untuk merebut kembali harta mereka ini akan membuka banyak tabir rahasia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yaff has, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16 Masa lalu biarkanlah berlalu (Penyelesaian dari Pop Burhan)
Astaga....
Ternyata uang sepuluh juta itu masih utuh. Apakah mereka kembali ke Kalimantan?
*****
Papi sedang di kantor, mami dan bibi sedang belanja. Kebetulan hanya paman seorang diri.
"Paman...!!"
"Bugh.. bugh.."aku menghadiahkan bogem mentah bertubi-tubi.
"Kamu kenapa han..?Lelaki yang selama ini kuhormati membuat aku menjadi muak menatapnya.
"Apa yang paman lakukan pada anak dan istriku..? Paman mengusir mereka..? Paman benar -benar kejam tak berperikemanusiaan.." mataku berkaca-kaca, tak ingatkah paman bagaimana rasanya tak mempunyai orang tua lengkap? Padahal paman dan Ibu dulu juga anak yatim. Mengapa putriku juga harus merasakan itu?
"Jadi menurut mu apa yang harus kita lakukan? Membawa mereka ke hadapan ibumu, dan akhirnya ibumu mati berdiri akibat ulah kedua anaknya..? Aku sangat menyayangi mbak ku itu, jika terjadi sesuatu pada mbak ku akibat ulahmu jangan menyesal."
Paman segera berdiri dan hendak meninggalkan ku. Tapi sebelum itu paman kembali melempar kata tajam.
"Burhan.. kamu sudah dewasa, berani berbohong berarti kamu sudah siap dengan resikonya. Apa kamu kira aku bisa terima akibat dari kebohongan mu itu mbak ku yang menjadi korban? Berarti itu sudah hukum alam hubungan tanpa restu tak akan bisa diselamatkan. "
"Tapi Paman, seandainya dibicarakan baik-baik mungkin mami dan papi bisa maklum dan akhirnya mem..."
" itu menurutmu, gimana seandainya usulmu itu kita coba dan hasilnya membuat mbak ku tidak hanya di rawat di rumah sakit tapi lebih dari itu gimana..? Apa kamu tidak ingat pesan Dokter..?"
Akhirnya aku hanya pasrah menerima takdir ku. Sekali lagi aku bersimpuh, lunglai atas segala kecerobohanku yang akhirnya mengorbankan anak istriku.
*****
Aku mondar - mandir di dalam kamar yang megah ini. Sudah hampir satu bulan aku menginap di rumah adik ipar ku. Ingin melancarkan rencana yang disusun rapi bersama mami. Percakapan ku dengan mami masih saja terngiang - ngiang dengan jelas.
"Jadi lelaki itu jangan lembek Han... kapan lagi kamu rampas kekayaan Atmaja...? Kalo berbuat jahat itu jangan setengah -setengah.."
"Bukan gitu ma... Aku ingin menikahi Tini... kalau aku mendapatkan Tini.., sama saja aku mendapatkan harta kekayaan yang melimpah itu bonus dengan anak nya.. he..he.." aku tertawa kegirangan.
"Diam kau.." mama melemparkan kemoceng yang di pegang nya ke wajah ku.
"Kamu tahu kan mami tidak menyetujui keinginan mu itu.. lagian masih banyak perawan di luar sana.., masak seleramu emak - emak...?"
"Pasti lah mi, mami gak setuju... Atmaja kan masih hidup. Mana mungkin menikahi perempuan yang masih bersuami.."
"Makanya cari perawan sana...! Hari gini suka istri orang.."
Mami gak tau aja, selama tiga tahun di kalimantan aku sudah menikah dan mempunyai bayi perempuan berumur sekitar sembilan bulan.
Ya.. sudah sepuluh tahun setelah kepulanganku dari Kalimantan karena papi mendesak aku harus segera pulang. Karena mami sakit. Akhirnya aku terpisah dari istri dan putri ku., berarti Sanjaku sudah berumur sebelas tahun. Ah...aku sangat merindukan mereka.
"Gini aja mi, kita singkirkan dua orang itu, kemudian kita merencanakannya, dan akhirnya kita leluasa beraksi gimana mi..?"
"Maksudmu membunuh papi dan adikmu..? Gila kamu han..!! Kamu pengen nginap di hotel prodeo ya..? Gila kok ngajak mami..? " Mami sekali lagi menoyor kepalaku.
"Bukan seperti disengaja mi, akting mi... akting.."
"Maksudnya apa sih..?"
"Kita putus rem mobil Atmaja ketika hendak pulang ke desanya. Kan desanya itu melewati jalan berbukit dan banyak jurangnya, tiba-tiba mobil nya blong dan masuk jurang emangnya kita yang di salahkan..?" Aku menaik turunkan alis ku pertanda ide ku ini sangat masuk akal.
"Emang gila nih anak..tapi terserah kamu aja deh.."
"Nah, ape gue bilang..? Akhirnya mami setuju kan..? Tapi mami juga harus merestui anak mami ini untuk menikahi Tini..."
"Dasar mabuk janda..."
"Ha.. ha.. ha.."
Kami tertawa lepas, tak sabar lagi rasanya menunggu hari itu tiba.
*****
Sekali sebulan Atmaja akan datang berkunjung menjenguk papi lumpuhnya. Istri dan anak nya tidak ikut karena sekolah, biasanya Atmaja akan tinggal selama seminggu.
Sudah lima tahun papi lumpuh, akibat bisnis yang bangkrut. Kami hidup dengan biaya yang diberikan Atmaja, untungnya paman dan bibi tidak minta gaji lagi cukup sekedar kebutuhan makan tak mengapa. Itu karena paman dan bibi hanya hidup berdua. Tidak mempunyai siapa-siapa lagi selain keluarga kami.
Lima belas tahun lebih berkeluarga, namun mereka belum dikaruniai seorang anak pun. Huh.. mampus itu mungkin karma karena sudah menjauhkan ku dengan darah dagingku sendiri.
Mobil yang sangat familiar sudah nongkrong di depan pagar.
"Tin...tin.."
"Yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga Mi," aku menyikut lengan mami. Mami hanya tersenyum. Nampaknya mami sangat menerima usulku tak ada gurat kesedihan di wajah mami.
"Wih... anak mami sudah datang..?" Mami berdiri dan memeluk Atmaja, mami menyambut hangat kedatangan anak sialan itu.
"Mami... kakak.... apa kabar..?" Atmaja datang dengan penuh senyum bahagia dan penuh semangat. Itu menandakan kehidupannya penuh dengan kebahagiaan.
"Baik sayang, kenapa sih mantu dan cucu mami gak pernah ikut,..? Mami kangen banget lho..." uih... ekting mami tak di ragukan lagi.
Sekarang gantian aku yang akan memeluk si jangkrik.
"Hai bro... tambah macho aja kamu.." akhirnya keluar juga kata basa basi yang memang sudah basi.
"Halah basi... kamu tu lebih macho tapi tetap setia menjomblo.., emang kamu janji apa sama si jomblo makanya kamu setia sama si jomblo..? Atau jangan-jangan kamu...?"
"Hei aku ini normal ya...!" Aku menimpuk bantal kursi ke arahnya. "Aku mau nikah sama istri mu " Mami dan Atmaja terkejut. Sehingga mata mami nyaris membulat sempurna.
"Apa...?"
"Mau nikah sama gadis seperti istrimu.. masih ada stoknya gak..?"
"Ugh kirain... lagian apa gunanya wajah ganteng..? Cari aja sendiri..!"
"Ha..ha..ha.. santai bro gue cuma becanda.."
"Tau kok.. makanya gak lucu.. he..he.." Atmaja segera berdiri menuju kamar papi. Kami menatap punggungnya dengan tatapan kebencian.
Kala itu, Papi ditelepon seseorang bahwa saham mereka dibawa kabur oleh orang kepercayaan yaitu sekretaris pribadi papi. Tak habis pikir dia itu seorang wanita namun mampu menggelapkan uang perusahaan triliunan rupiah Secara bertahap.
Sementara mami juga syok berat namun tak yang dialami papi. Hanya saja perubahan mental yang mami rasakan sangat jauh berbalik. Tertanam rasa benci terhadap papi dan Atmaja. Tak ada rasa cinta lagi pada papi karena tak menerima usul mami untuk mengirimku kuliah ke luar negeri agar aku bisa terjun langsung dengan profesional bagus ke dunia bisnis.
Menurut mami juga ini semua terjadi karena Atmaja yang lepas tangan dan tak mau meniti karir untuk penerus bisnis papi hingga akhirnya seluruh saham ludes akibat kepercayaan terhadap orang lain. Coba kalo anak sendiri tak mungkin itu terjadi, mungkin sampai detik ini kita masih memiliki segalanya ungkap mami disuatu hari.
Untunglah paman dan bibi mau menerima kami dengan ikhlas hati untuk tinggal bersama dengan mereka. Untuk biaya keperluan sehari-hari tercukupi dengan di bantu Atmaja dan istrinya.
Awalnya kami merasa malu menerima kebaikan mereka, mengingat bagaimana dulu papi dan mami tidak menyukai mereka. Dulu, mereka memang tak sungkan memperlihatkan sikap jutek mereka.
Seperti rencananya aku akan memutus rem mobil Atmaja dan sebelum itu kami membujuk agar papi mau ikut dengan Atmaja ke desanya....
***** bersambung *****