Ariana adalah anak tunggal dari sepasang suami istri bernama Eva dan Bagas. Kehidupan Ariana penuh warna sampai kemudian Ia dipertemukan dengan Aldo yang karakternya berkebalikan dari Ariana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Pagi ini Ariana sarapan seorang diri karena Eva sedang menjemput Bagas di rumah sakit. Dokter sudah mengizinkan Bagas untuk pulang walaupun masih harus melakukan control untuk beberapa hari kedepan sampai kondisinya benar-benar normal.
"Non, Itu udah datang daddynya."
Mendengar ucapan Reina, Ariana langsung berjalan cepat menuju pintu utama. Seperti halnya Reina, Ia juga mendengar suara pagar dibuka.
"Yeaayyy Daddy udah sembuh," sorak Ariana ketika melihat Bagas masuk ke dalam rumah bersama dengan Istrinya.
"Cepat kan? Cuma semalam aja di RS,"
"Aku senang banget,"
Ariana memeluk tubuh tegap lelaki kesayangannya. Matanya memejam seraya mengucap syukur. Ia benar-benar bahagia ketika melihat kondisi Bagas yang berangsur baik.
Wajah tampan Bagas sudah tidak sepucat saat mereka video call. Sorot matanya juga berhasil meyakinkan Ariana kalau Daddynya itu memang sudah sehat.
"Enggak boleh mampir ke sana lagi pokoknya!"
Bagas terkekeh lalu mengecup kening putri tunggalnya.
"Iya, Sayang. Daddy juga bosan kalau ke sana terus,"
***********
Ad, ntr mlm kita ke situ ya!
Ariana mengerinyit bingung. Belum paham dengan pesan yang dikirimkan Dona.
Mau numpang bljr bareng di rmh lo. Gue ngajak Aldo jg bwt ngajarin kita
Sebentar!
Apa-apaan ini maksudnya?
Sejak kapan mereka kenal Aldo?
Lho kok Ariana jadi kesal sendiri pas tahu teman-temannya kenal Aldo? Harusnya biasa aja kan?
Ariana hanya membaca pesan tersebut. Ia berdecak lalu membanting ponselnya ke bantal.
"Makin sombong deh Aldo. Harusnya enggak usah ajak dia," keluh Ariana seraya mengacak rambutnya kesal.
**********
"Nanti teman-temanku mau dateng ke sini, Dad untuk belajar bersama. Boleh kan?" Ariana memecah kesunyian yang tercipta di tengah makan malam mereka.
Sejurus kemudian, Bagas menatap putrinya dengan lurus.
"Cowok?"
Mata Ariana berkedip. Kaget saja kenapa pertanyaan itu yang selalu keluar dari bibir Bagas kalau tahu temannya ingin datang?
"Cewek sama cowok,"
'Cowok yang ini pasti enggak masalah buat, Daddy.' batinnya yakin. Bagas sudah dekat dengan Aldo. Dengan senang hati Bagas menerima kehadiran putra bungsu Revan itu.
"Kenapa ngundang cowok? Kamu tahu kan kalau ini udah malam?" Cecar Bagas. Ia melirik tajam putrinya yang langsung tersedak. Eva dengan cepat mengusap punggung anaknya dan memberi minum.
"Belajarnya di ruang tamu. Jadi tidak masalah kan?"
Ariana tersenyum mendengar pembelaan Mommynya. Eva masih menanti jawaban Bagas begitupun dengan Ariana.
"Tetap saja--"
Bunyi bel menginterupsi mereka semua. Reina yang berada di dapur langsung beranjak untuk membuka pintu.
Bagas mengangkat sebelah alisnya saat melihat Ariana yang langsung antusias sampai berniat untuk meninggalkan nasinya yang belum habis. Ia senang teman-temannya datang ke rumah.
"Habiskan dulu makannya! Tidak boleh belajar bersama kalau nasimu masih ada," titah Bagas yang tidak ingjn dibantah.
Bahu Ariana meluruh lalu kembali duduk. Ia harus menghabisi nasinya secepat mungkin.
"Mommy sudah selesai. Jadi Mommy yang akan menyambut mereka," ucap Eva lalu berjalan ke ruang tamu. Sehingga hanya Ariana dan Bagas di ruang makan.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam. Silakan masuk,"
Senyum Eva mengembang. Ia menyambut Dona dan Sinta dengan hangat.
"Maaf tante mengganggu,"
Dona mengusap lehernya canggung. Ia mengisyaratkan Sinta untuk masuk terlebih dahulu. Namun Sinta menggeleng. Kelakuan mereka membuat Eva geleng kepala.
"Kenapa segan begitu? Ayo masuk jangan lama-lama di luar," ajaknya sekali lagi.
Sekarang mereka seolah berebutan untuk masuk. Benar-benar mereka ini!
*************
"Aldo, lebih baik berbicara bisnis saja dari pada belajar buku-buku tebal itu,"
Bagas mengatakan itu seraya terkekeh. Ariana dan kedua temannya sontak menoleh pada Bagas.
"Bosan kamu mengajari mereka?"
Hah?
Sekarang yang menjadi objek tatapan ketiga gadis itu adalah Aldo. Mencari jawaban atas kalimat Bagas tadi. Benarkah kalau lelaki itu bosan?
Ariana mendengus. 'Udah tau bakal bosan ngapain datang?!'
"Tidak, Om. Aldo senang bisa membantu orang,"
Apa katanya?
Membantu?
Aldo hanya memberi mereka tugas. Bukannya mengajari!! Menjelaskan materi hanya sedikit. Seolah suaranya sangat pantang dikeluarkan dalam kadar yang banyak.
"Harus belajar sabar, Aldo. Nanti kalau sudah nikah sama Ariana, kamu enggak kaget lagi. Dia memang suka merepotkan,"
Ariana merasa tanduk di kepalanya mulai muncul. Telinga dan wajahnya merah seketika. Apa-apaan daddynya ini?!
********
mundur alon alon la aqu, thor..
. nyesek, booooo
sabaarrr
thor...
kok gini yaa???
yg jujur jelas tegas...
kdg gk mksud..
ariana pun gmn gituuu
kesel bgt deh na ariana ini...
maaf thor
cerita nya seru, bagus tp ya itu...
muter2 , mbulet....
i like you
obsession
jealous kan??
kok diulang yak??
byk pengulangan... 🙏
kok gk jujur aj sih??
aldo.....
siapa ya gerangan?