Indonesia
NovelToon NovelToon
Candala

Candala

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen School/College
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Isikerang

Mungkin bagi kalangan banyak orang Bangku Sekolah Dasar merupakan tempat pertama yang akan menjadi sebuah kenangan berharga dalam lingkungan pertemanan. Tetapi tidak untuk gadis kecil ini, karena ia menganggap sekolah dasar adalah awal mentalnya di uji dan nyawanya dipertaruhkan. mengapa nyawanya di pertaruhkan? seorang anak kecil yang mendapat jajahan dari teman temannya sendiri di asingkan. di acuhkan. dan dinilai tidak mempunyai bakat apa-apa.

credit by isikerang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isikerang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga puluh Juni

Hari ini adalah hari dimana semua calon siswa baru disekolah ternama yang tidak bisa ditembus sembarangan siswa itu memberikan pengumuman siapa saja calon siswa yang lolos terdaftar sebagai siswa disekolah itu.

"Bismillah ya Ar," ucap pak Liam menenangkan putrinya yang mundar mandir seperti setrika itu."Kalo ga keterima gimana Yah?" ucap gadis kecil itu merasa cemas, keringat dingin mulai bercucuran di keningnya.

"Serahin aja semua ke Allah ya nak," ucap pak Liam sembari memberi kode agar gadis kecil itu duduk di kursi."Yang merasa dirinya daftar lewat jalur prestasi silahkan keruangan ini," ucap pak guru selaku panitia pendaftaran siswa baru disekolah itu.

"A-aku berati?" ucap gadis kecil itu semakin cemas karena baru pertama kali ia nekat seperti ini demi masa depannya yang cerah.

"Iyah, udah sana ke ruangan jangan lupa baca bismillah dulu pas udah dipanggil nanti," ucap pak Liam kembali menenangkan gadis kecil itu.Semua calon siswa baru disekolah itu diberikan surat yang didalamnya berisi dia lolos atau tidak di sekolah ternama ini. Gadis kecil itu sudah mendapatkan surat lalu ia membukanya dilapangan sekolah bersama pak Liam, tapi yang membuka surat itu pak Liam bukan gadis kecil itu karena ia trauma saat membuka surat hasil nem di SMP-nya.Pak Liam membuka surat itu, dan isinya 'Nama pendaftar : Artiuma, Jalur prestasi. Selamat, anda dinyatakan lolos menjadi siswa baru di SMAN Tubaraja, jangan lupa daftar ulang pada tanggal dua belas Juli'. Pak Liam menatap gadis kecil itu sembari menggelengkan kepalanya, ia ingin tahu seberapa kuat mental gadis kecil itu jika tidak bisa bersekolah di sekolah impiannya.

"Gapapa Yah, aku bisa daftar di sekolah swasta," lirih gadis kecil itu memberi senyum palsu untuk menutupi kesedihannya.

"Ngapain harus daftar ke swasta? coba deh buka," ucap pak Liam menyodorkan kertas itu kepada putrinya. Gadis kecil itu membuka kertas dan membacanya, tangisan yang awalnya membuat ia seakan hancur, kini terbayar bahagia, karena di SMP nya yang lolos ke SMAN Tubaraja hanya empat Orang, gadis kecil itu salah satu dari mereka berempat."

Aku keterima yah Alhamdulillah," ucap gadis kecil itu memeluk ayahnya penuh haru, baru kali ini nasib bahagia menimpanya.

"Ia nak, ayo kita pulang, kita kasih tau Bunda isi surat ini," ucap pak Liam menggandeng anaknya lalu me-nyelah motor tua nya.Sesampainya dirumah, Pak Liam dan gadis kecil itu sudah bekerjasama mengerjai Bu Misa, mereka memasang muka murung seperti tidak ada hal menarik untuk dibicarakan.

"Gimana?" ucap Bu Misa sembari menyuruh mereka masuk ke dalam rumah.Pak Liam hanya menggelengkan kepalanya lalu menatap gadis kecil itu untuk memberi kode putrinya saja yang mengatakan ini.

"Lulus," ucap gadis kecil itu, satu kata namun bermakna bagi mereka."

Alhamdulillah ya Allah," ucap Bu Misa meneteskan air mata haru karena putrinya akan bersekolah sesuai impiannya.Sudah beberapa hari ini gadis kecil itu membaca buku lalu mereview kembali buku itu sembari menunggu tanggal dua belas Juli untuk pendaftaran ulang. Ia mulai mengkhayal membuat sebuah buku dengan alur cerita tentang kehidupan remaja di SMA, ia mengarang sampai larut malam, tak peduli tidak makan seharian karena otaknya dipenuhi alur cerita untuk naskahnya itu.

"Aku bakal jadi penulis yang dikenal banyak orang," ucap gadis kecil itu lalu menulis kan 'You Can Do It' ditempelkan nya kertas itu di dinding kamarnya sebagai motivasi jika dirinya sedang bermalas malasan dalam belajar, dan mencari bakat nya. tak lupa gadis kecil itu menempelkan lukisan seorang anak memegang sebuah buku, lukisan tokoh Usagi di buku sailor moon miliknya. selain memiliki kemampuan menganalisis dan mereview buku, gadis kecil itu mempunyai skill dibidang gambar ya walaupun gambar nya hanya sekedar membuat anime atau pemandangan, atau hewan dan tumbuhan.

"Yah spidol itemnya abis, belum selesai lagi gambarnya," cetus gadis kecil itu lalu mencari spidol item lainnya di tempat pensilnya.

"Aku lupa lagi belum bilang ke Bunda beli spidol item, boros banget sih aku ini," ucap gadis kecil itu menyalahkan dirinya sendiri karena tidak memikirkan fasilitas untuk menggambar nya.

"Aku bakalan punya temen gak ya di SMA, temen temennya pada baik ngga ya ke aku? atau kejadian enam tahun itu bakalan terulang lagi? serasa season ke duanya sih," ucap gadis kecil itu sembari membereskan alat tulisnya, lalu naik ke tempat tidur dan menatap langit-langit kamarnya.

"Tapi kayanya kejadian enam taun itu gaakan ada lagi, bismillahi rahmanir rahim bismika allohuma Ahya wa bismika amut," ucap gadis kecil itu berbisik didepan dinding kamarnya lalu terlelap tidur.Matahari memberanikan diri memunculkan sinarnya, tanda bahwa hari sudah pagi, aktivitas gadis kecil itu sama seperti hari lalu, ia membaca buku, menganalisis, lalu mereview nya dengan bentuk fishbone, dan gadis kecil itu tak lupa meminta uang kepada Bu Misa untuk membeli spidol hitam yang sudah habis dipakai seminggu olehnya.

"Bun minta uang dong mau beli spidol," ucap gadis kecil itu memberikan tangannya kepada Bu Misa."Loh emang yang Minggu kemarin ilang?" ucap Bu Misa heran kenapa gadis kecil itu jadi boros.

"Nggak ilang Bund habis hehe, cuman spidol item doang ko yang abis, yang lainnya belum abis Bund," ucap gadis kecil itu memperlihatkan tempat pensilnya sebagai tanda bukti.

"Nih, awet awet Ar," ucap Bu Misa sembari memberikan uang seribu lima ratus kepada gadis kecil itu.

"Makasih bunda," ucap gadis kecil itu lalu mencari sendal diluar rumah.Sementara Bu Misa sudah selesai melipat pakaianya, ia berniat akan menyapu setiap ruangan rumah seperti biasanya.

"Allohuakbar Artiumm Artiumm," ucap Bu Misa menggeleng-gelengkan kepalanya karena melihat kamar gadis kecil itu berantakan oleh spidol dan kertas lukisan yang sudah dibuatnya bertebaran dilantai dan ditempat tidur.

"Tapi Bunda bangga sama kamu, kamu bisa ngelewatin masa kelam kamu nak, dan menurut Bunda, kamu itu sebuah intan berharga yang bunda miliki, kamu berbeda dengan anak anak lainnya," ucap Bu Misa sembari melihat lukisan lukisan buatan gadis kecil itu yang menempel di dinding kamar.

"Yaallah sailor moon aja masih dia gambar," ucap Bu Misa sembari terkekeh karena gadis kecil itu masih menyukai tokoh sailor moon padahal ia sudah mau beranjak menjadi remaja sesungguhnya. Gadis kecil itu memang memiliki kelebihan yang belum bisa orang lain miliki, tapi kelebihan atau bakat dan skill nya itu tidak berati apa apa Dimata teman SD nya, karena menurut mereka gadis kecil itu tidak berguna dan tidak akan menjadi apa apa, karena tidak pernah mendapatkan peringkat ke 5 besar selama enam taun itu, padahal ia mulai bebas dan mengembangkan bakatnya saat masuk smp, namanya saja sudah dikenal semua guru disekolah menengah pertama itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!