Namaku Naya, aku adalah siswa SMA Negeri di Bekasi, aku bertubuh besar, pendek, dan pendiam Namun aku mudah bergaul, aku mempunyai banyak teman di sekolah karena ketomboyanku, aku juga terkenal di kalangan guru - guru karena kecerdasanku. Aku sangat aktiv dalam pelajaran dan beberapa ekskul di sekolahku dari ekskul basket, karya tulis ilmiah atau kir, PMR sampai Pramuka. Sekolah sering menunjukku untuk mengikuti beberapa lomba di luar sekolah, dari lomba puisi, cerpen sampai pidato tingkat provinsi.
Kenaikan kelas sebelas sudah di lewati, seperti biasanya aku mendapat rangking pertama di kelas. Siang itu kepala sekolah dan walikelasku mencariku, akupun menghampiri mereka di ruang kepala sekolah. Ternyata aku ditunjuk untuk mewakili sekolahku, aku diikutsertakan dalam LPK Pramuka atau Latihan Pengembangan Kepemimpinan selama satu minggu.
Selama LPK, aku bertemu dengan kakak pembina yang sombong, pendiam, pintar dan sangat ganteng, bukan hanya dia namun akupun bertemu dengan teman - teman baru yang cantik - cantik, ganteng - ganteng, dan pintar - pintar. Banyak kejadian yang membuat jantungku berdegub kencang saat berdekatan dan menatap matanya.
Akankah dia menjadi pacarku, Gantengnya! Kakak Pembina Pramukaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Suci Mutiara Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Telepon Romantis Kakak Pembina
Pagi ini seperti biasa aku merapihkan diri di depan kaca sebelum berangkat ke sekolah, saat bercermin aku memperhatikan wajahku dan tubuhku yang besar.
"Apa kak Heri akan masih mau denganku, aku kan besar gendut, kenapa dia mau jadi pacarku, apa alasannya ya, semoga nanti malam dia meneleponku lagi, aku ingin sekali bertanya padanya dan aku harus jujur sama dia, ups! kenapa sekarang aku jadi ngomong aku kamu bukan loe gue lagi, hehehe" kataku di depan cermen sambil merapihkan rambut dan kemeja sekolahku.
Kaki melangkah dengan semangat ke sekolah, mulai hari ini aku tidak membawa sepeda karena aku bertekad diet menurunkan berat badanku, sepanjang perjalanan aku mampir ke warung - warung seperti biasa menitipkan kue jualanku. Di tengah perjalanan handphoneku berbunyi, aku melihat layar telepon panggilan masuk dari kak Heri.
"Adik kesayanganku sudah sampai di sekolah belum?", kata kak Heri ditelepon.
"Belum kak, masih setengah perjalanan, kakak maaf aku terburu - buru sebentar lagi bel masuk, aku mau lari dulu ke sekolah ya kak, dah kakak sayang", kataku setelah berbicara dengan kak Heri, aku langsung menutup telepon dari kak Heri.
Setelah sampai di sekolah bajuku sudah basah keringat, ditambah aku terlambat lima menit ke sekolah, terpaksa aku di hukum hormat di bawah tiang bendera selama setengah jam, aku berpikir cinta itu melelahkan, aku berkorban untuk tidak bawa sepeda ke sekolah demi menurunkan berat badan, karena aku berpikir kak Heri yang ganteng seperti Jimin BTS hanya suka pada pandangan pertama denganku, setelah dia menyadari aku jelek dan gendut pasti dia akan meninggalkanku dan nasibku seperti yang kakakku bilang, aku akan merasakan patah hati ketika kak Heri meninggalkanku.
Seharian ku lakukan aktivitasku seperti biasa, sepanjang waktu ku habiskan dengan belajar dan membaca buku, aku tidak berkumpul dengan sahabatku saat jam istirahat, bahkan Rina dan geng yang biasanya membuliku, mereka berhenti membuliku karena aku tidak merespon bulian mereka, aku hanya cuek dan terus di duduk di dalam kelas.
Bel jam pulang sekolah berbunyi, para siswa siswi sudah diperbolehkan pulang, saat pulang sekolah aku terburu - buru memgambil tas dan beranjak dari mejaku.
"Nay, tunggu, loe kenapa Nay, sejak loe pulang dari LPK loe diam aja, bahkan loe gak mau gabung sama kita, loe marah soal waktu itu kita pada ngerjain tugas di rumah galang ketimbang di rumah kakak loe ya, sorry deh sorry Nay, maafin kita, kita gak akan ngulangin lagi, loe itu sahabat terbaik kita, ya gak sih guys, pulang sekolah kita ke mall dulu yuk main time zone nanti gue traktir deh, kita kan udah kelas sebelas nih setahun lagi lulus, kita foto box buat kenang - kenangan, gimana?", kata Ica yang menarik tangan kiriku di kelas.
"Hm...maaf teman - teman, gue kayanya gak enak badan, terua belum lagi gue mau ngambil hasil dagangan gue ke warung - warung, terus loe tahu sendiri kan kakak gue killer banget end tegas banget, kakak gue bakalan marah kalau gue lebih mentingin main ke mall ketimbang di rumah belajar or beberes rumah", kataku sambil menoleh ke arah Ica, Puput, Caca, dan Ika.
"Sebentar aja Nay, gak ada lima belas menit kok kita di mall, selesai foto loe langsung balik, gue ongkosin deh Nay, lagipula kan loe bisa sekalian nanti pulang ambil hasil dagangan kue loe, kan biasanya juga loe ngambil dagangan kue ditambah ngobrol sama emak - emak yang punya warung sejaman, mau ya Nay", kata Ica masih erat menarik tanganku.
"Iya Nay, kapan lagi kita bisa foto bareng, kita kan gak pernah foto bareng sama sekali, supaya kita punya kenang - kenangan masa sekolah, gimana, mau ya Nay, please...", kata Puput yang memegang tanganku yang satu lagi.
Caca dan Ika pun memegang tasku dan mengangguk ke arahku.
"Ia...yaudah tapi janji sebentar aja ya, gak papa kan cuma sebentar", kataku menganggukkan kepala dan tersenyum.
Kami berlima pun naik angkot menuju mall, sesampainya di mall kami melakukan foto box dan aku terhanyut dalam kegembiraan bersama empat sahabatku.
"Bentar - bentar ya, handphoneku bunyi aku pintu luar dulu, di sini berisik, takut kedengeran kakakku", kataku yang menepuk bahu Ica lalu aku berjalan ke pintu luar mall.
"Iya kak, iya setengah jam lagi sampai rumah, aku kan gak bawa sepeda jadi jalan capek dan lumayan butuh waktu, bentar ya, nanti sampai rumah aku traktir hokben si Riki, tadi bikin kuenya lumayan banyak, semoga laris", kataku berbicara ditelepon dengan kakakku.
"Yaudah buruan cepat pulang, loe gak lagi bohongin gue kan, semakin loe cepat pulang semakin cepat loe beberes rumah, semakin loe punya banyak waktu untuk belajar, ingat loe harus bisa dapat beasiswa Mombukaguso Jepang, yaudah gue tunggu di rumah", kata kakakku ditelepon dan mematikan teleponnya.
"De, nanti malam jam sembilan kakak telepon ya, kakak kangen banget sama adik kesayangan kakak ini, Naya Aulia", kata kak Heri, setelah selesai teleponan dengan kakakku, aku membuka dan membaca sms dari kak Heri.
"Aku juga kangen sama kakak, aku kangen ingin sentuh wajah kakak lagi, love you kakak pembinaku yang ganteng", kata - kata yang ku ketik di sms untuk kak Heri.
Satu jam kemudian aku sampai di rumah, aku memesankan hokben untuk ponakanku, lalu aku membersihkan rumah, setelah selesai membereskan rumah aku pergi tidur siang, waktu berjalan begitu cepat, malam pun tiba.
"Nay, naya tolongin kakak dong belikan kakak ayam bakar di gerbang perumahan, ini uangnya, kembaliannya buat loe beli pulsa", kata kakakku menghampiriku yang sedang mencuci piring di dapur dan menaruh uangnya di atas meja makan.
"Iya kak", kataku sambil buru - buru mencuci piring, aku pergi keluar membeli ayam bakar peaanan kakakku, saat menunggu pesanan, aku melihat jam dinding di warung ayam bakar, jam menunjukkan pukul sembilan malam, aku merogoh kantong celanaku, aku lupa membawa handphone.
"Maaf bang apa masih lama pesanan saya", aku bertanya pada pelayan warung ayam bakar.
"Ini lagi di bakar ayamnya, lima belas menit lagi matang mbak, tunggu sebentar ya mbak", kata pelayan padaku.
Aku menunggu sambil gelisah, tidak lama kemudian ayam bakar pesananku di bungkus, Aku buru - buru pulang membawa ayam bakar, sesampainya di rumah, kakakku mengajakku makan ayam bakar bersama kakak iparku dan ponakanku Riki, aku makan dengan gelisan, setengah jam kemudian kakakku, kakak iparku dan ponakanku masuk kamar setelah selesai makan ayam bakar, aku segera membereskan dapur.
Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, setelah pekerjaanku beres aku ke kamar, aku mengambil handphoneku di atas meja rias, aku melihat sepuluh panggilan tak terjawab dari kak Heri. Aku Callme kak Heri, kak Heri langsung menelponku.
"Kok kakak hubungin gak diangkat - angkay dek?", kata kak Heri ditelepon.
"Maaf kak, tadi aku di suruh sama kakakku beli ayam bakar dan pulsa, kakak lagi apa?", kataku ditelepon, lalu aku mengambil buku pelajaran sambil mengerjakan PR dari guruku, aku masih teleponan dengan kak Heri.
"Kakak lagi di asrama de, bentar lagi mau keluar sama teman - teman asrama, biasa nyari makan sekalian bikin tugas bareng", kata kak Heri ditelepon.
"Oh yaudah kakak siap - siap aja dulu, nanti teman kakak nungguin kakak lama karena teleponan sama ade", kataku ditelepon.
"Her, ada di dalam, gue buka ya pintunya, teleponan sama siapa sih, yang lain udah pada di bawah", terdengar suara perempuan seperti suara kak Sisca.
"Oh iya, bentar - bentar saya siap - siap, kalian tunggu aja di bawah, saya teleponan dulu lima menit lagi saya ke bawah", kata kak Heri ditelepon.
"De, kakak jalan dulu ya, love you adik kesayanganku", kata kak Heri yang menutup teleponnya lebih dulu tidak seperti biasanya menunggu aku yang lebih dulu menutup telepon.
"Huft!..argh... apa sih yang aku pikirkan, suara perempuan tadi seperti kak Sisca, kalau mereka satu asrama dan satu kampus, berarti mereka jalan bareng, makan barenh, selama dua tahun ke depan mereka akan selalu bersama, apalagi kak Sisca cantik cocok dengan kak Heri yang ganteng, sudahlah aki malas memikirkanknya, aku harus fokus belajar, aku gak mau patah hati seperti apa yang di katakan kakakku", kataku dalam hati sambil menggaruk kepala dengan pulpen yang ada di tangan kananku.
Selesai belajar aku merapihkan buku - bukuku, waktu menunjukkan pukul dua belas malam, Handphoneku berbunyi, aku melihat panggilan masuk dari kak Heri, aku mengangkat telepon kak Heri.
"De, belum tidur?", tanya kak Heri ditelepon.
"Baru selesai belajar kak, kakak sudah selesai mengerjakan tugas, kakak sudah makan?", tanyaku ditelepon dengan suara pelan
"Sudah semua sayang, sayang kenapa!, sayang sakit?, kok suaranya pelan, sayang gak suka kakak telepon malam - malam ya, sayang sudah mengantuk?, maaf ya, karena kakak kangen jadi kakak telepon larut malam", kata kak Heri ditelepon.
"Gak papa kak, hanya memikirkan sesuatu, kakak sekampus dengan kak Sisca?, kenapa kakak gak jadian aja sama kak Sisca yang cantik, kenapa kakak sukanya sama aku?", jawabku ditelepon
"Kakak sudah anggap Sisca seperti adik kakak, gak lebih, kamu pasti cemburu, berarti kamu cinta sama kakak", kata kak Heri
"Kakak belum jawab pertanyaanku, kenapa kakak suka sama aku?", tanyaku ditelepon
"Karena kamu spesial dan berbeda dari perempuan lain, kamu gak ngebosenin, kamu manis, kamu lebih dari kata cantik, kamu selalu buat kakak kangen, rindu sama kamu, sebenarnya sejak awal ketemu kamu, kakak sudah memperhatikan kamu, hanya saja kamu jutek sama kakak, jadinya kakak diamin kamu tapi sebenarnya kakak mau dekat sama kamu, jujur saja baru pertama kali kakak merasakan jatuh cinta sama perempuan, baru kamu perempuan yang bisa bikin kakak merasa kangen dan jatuh cinta", kata kak Heri ditelepon.
Sejenak aku terdiam mendengar kak berbicara, kak Heri menceritakan semua tentang dirinya, jantungku beedebar kencang, airmataku menetes di pipiku, baru pertama kali aku merasakan kehangatan, perasaanku campur anduk, seperti tumbuh perasaan bahagia, semangat, haru, dan takut kehilangan, baru pertama kali aku dicintai dan mencintai seseorang.
"De, de, adik kesayanganku belum tidurkan! kenapa dari tadi kakak aja yang ngomong, gantian dong, kakak kan juga mau tahu tentang kamu, tentang keluarga sayang - sayangnya kakak, cerita dong sama kakak, dua tahun lagi kan kita menikah jadi mulai sekarang jangan sungkan sama kakak, kalau ade perlu apa - apa, perlu uang atau yang lainnya untuk kebutuhan ade sekolah, pasti kakak bantu, ade bilang aja sama kakak, kakak serius sama ade", kata kak Heri ditelepon.
"Iya kak, sebenarnya aku ingin cerita, kedua orangtuaku sudah almarhum sejak aku bayi, kakak perempuanku yang merawat dan membesarkanku, aku sekolah berjualan kue uangnya untukku tabung untuk masa depanku nanti dan sebagian lagi ku berikan untuk belikan hadiah ponakanku sesekali, keluargaku sederhana kak, aku jatuh cinta sama kakak, aku sayang sama kakak, aku juga serius sama kakak, aku bahagia mendengar kakak ingin menikahiku setelah lulus nanti tapi aku gak bisa kak karena kakakku minta aku untuk melanjutkan kuliahku, maaf kalau aku membuat kakak kecewa, kalau kakak merasa ku kecewakan lebih baik kakak meninggalkanku sekarang sebelum nanti kita sama - sama terluka yang sangat dalam", kataku ditelepon.
"Kok ade mikirnya seperti itu, kakak janji gak akan pernah ninggalin ade, nanti kakak akan ngomong sama keluarga ade setelah ade lulus, sekarang ade tidur dan jangan banyak pikiran, besok pagi ade harus bangun pagi ke sekolah dan berjualan kue, kakak sayang banget sama ade, adik kesayanganku yang selalu kakak kangenin setiap detik, love you adik kesayanganku, mmmuuuaaccchhh", kata kak Heri ditelepon, sebelum menutup telepon duluan, kak Heri menciumku dari jauh dari suara telepon.
"Kenapa kak Heri yang lebih dulu menutup teleponnya, perasaanku sangat bahagia mengingat kata - katanya ditelepon barusan, dia berjanji gak akan meninggalkanku, uuuhhh kak Heriku sayang ganteng...romantis banget, aku jadi semangat belajar", kataku dalam hati sambil senyum - senyum sendiri.
semangat terus buat up lagi 😍 ditunggu kelanjutannya ya
aku tunggu nih😁
like n rate5
feedback yah di novel ku yah👍👍
CINTA dan SIRF TUM 🙏🙏🤗
semangat terus ya nulisnya 💪 semoga ide-ide nya selalu dapat🤗
Mampir juga ya di novelku "Suami Dadakan" makasih💖
Salam dari kisah danau hijau buatan kakek