Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Rahasia Seorang CEO

Cinta Rahasia Seorang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Koo nana

Abiyasa Mahendra (28) adalah CEO muda berdingin hati yang memimpin Mahendra Group, salah satu konglomerat terbesar di tanah air. Di mata publik dan rekan bisnisnya, Yasa adalah sosok perfeksionis, rasional, dan tak tersentuh oleh urusan asmara. Namun, hidupnya yang tertata rapi lenyap seketika ketika surat wasiat mendiang kakeknya memaksanya menikahi Nadira Kirana (18), seorang siswi SMA tingkat akhir yang ceria, impulsif, dan polos.
​Bagi Yasa, pernikahan ini tak lebih dari sekadar transaksi bisnis dan pemenuhan kewajiban demi mempertahankan posisinya sebagai CEO. Sementara bagi Dira, pernikahan impian yang ia bayangkan hancur berantakan saat harus berbagi atap dengan pria dewasa yang lebih mirip seperti dosen penguji daripada seorang suami.Akankah ikatan pernikahan tanpa cinta ini runtuh di tengah jalan saat Dira lulus sekolah, atau justru berubah menjadi kisah cinta sejati yang menyatukan dua peradaban yang jauh berbeda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Koo nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. TERBONGKAR

Suara gemericik air hujan di luar jendela penthouse menyambut datangnya pagi. Di dalam kamar utama yang berhawa sejuk, suasana terasa hangat dan tenang.

​Nadira perlahan membuka matanya. Pandangan pertamanya pagi itu jatuh pada dada bidang Abiyasa yang tak terutup kemeja. Kepala Nadira bersandar nyaman di sana, dan satu lengan kekar suaminya melingkar protektif di pinggangnya, menjaga tubuh mungil itu tetap dalam dekapannya sepanjang malam.

​Nadira tersenyum tipis. Jemari kecilnya terangkat, mengusap pelan rahang tegas Abiyasa yang sedikit ditumbuhi samar-samar bayangan rambut halus.

​"Mas... Abi..." panggil Nadira pelan, suaranya parau khas bangun tidur.

​Iris mata cokelat gelap Abiyasa terbuka perlahan. Begitu pandangan mereka bertemu, sebuah senyuman hangat—senyuman yang dulu tak pernah ada—terukir di bibir sang CEO.

​"Selamat pagi, Nyonya Mahendra," bisik Abiyasa dengan suara baritonnya yang berat, lalu mendaratkan sebuah kecupan singkat namun dalam di dahi Nadira. "Bagaimana tidurmu? Masih lelah?"

​Pipi Nadira seketika merona merah teringat kejadian intim mereka semalam. Ia dengan cepat menutupi separuh wajahnya dengan selimut.

"M-Mas Abi! Jangan diingatin terus, ah! Malu!"

​Abiyasa terkekeh pelan—sebuah tawa rendah yang menggetarkan dadanya. Pria itu menarik selimut Nadira turun, menatap wajah mewahnya dengan pendar puji. "Kenapa harus malu? Kamu kan istri saya."

​"Ya tapi kan... tetep aja!" cicit Nadira, memukul pelan dada tegap Abiyasa. "Udah ah, aku mau mandi! Nanti terlambat ke sekolah!"

​"Tunggu sebentar," tahan Abiyasa. Tangannya yang mengusap pinggang Nadira mencegah gadis itu bergerak turun dari tempat tidur.

​"Kenapa lagi, Mas?"

​"Mulai hari ini, kamu tidak usah diantar Pak Maman lagi," kata Abiyasa tenang namun pasti.

​Nadira membelalakkan matanya heran. "Lho? Kenapa? Pak Maman kan nggak salah apa-apa."

​"Bukan soal Pak Maman," potong Abiyasa seraya mendudukkan dirinya dan merapikan rambutnya yang agak berantakan. "Mulai hari ini, saya sendiri yang akan mengantar dan menjemputmu setiap hari. Menggunakan mobil biasa dan berhenti dua blok dari sekolahmu, sesuai kesepakatan awal."

​Nadira tertegun menatap suaminya. "Mas Abi beneran? Tapi kan jadwal Mas Abi padat banget di kantor! Nanti kalau ada rapat pagi gimana?"

​Abiyasa menoleh, menatap Nadira dengan tatapan teduh namun sangat tegas. "Jadwal rapat bisa disesuaikan, Nadira. Menjaga dan memastikan keselamatan istri saya secara langsung adalah prioritas nomor satu bagi saya sekarang."

​Dada Nadira berdesir hangat mendengar penjelasan itu. Senyuman manis kembali mekar di wajahnya. "Makasih ya, Mas Abi... Suami es aku yang makin hari makin manis."

​Abiyasa menyunggingkan senyum tipis, lalu mendekatkan wajahnya untuk mengecup singkat bibir manis Nadira. "Sama-sama. Sekarang cepat mandi sebelum saya berubah pikiran dan menahanmu di ranjang ini seharian."

​"Mas Abi mesum!" pekik Nadira kaget, langsung meloncat turun dari kasur dan ngacir berlari menuju kamar mandi.

​Dua blok dari SMA Garuda Mulia, sedan Toyota Camry hitam berhenti di tepi jalan yang rindang.

​Nadira menyandang tas sekolahnya yang berat, siap untuk turun. "Aku berangkat sekolah dulu ya, Mas."

​Abiyasa meraih tangan kanan Nadira sebelum gadis itu menyentuh gagang pintu mobil. Pria itu mengecup punggung tangan istrinya lama, lalu menatap matanya tajam.

​"Ingat pesan saya," panggil Abiyasa serius.

"Fokus pada pelajaranmu. Jangan hiraukan desas-desus atau orang-orang yang mencoba mengganggumu. Kalau ada masalah sekecil apa pun, langsung telepon saya."

​"Iya, Pak Bos! Siap laksanakan!" jawab Nadira dengan gerakan hormat ala tentara yang jenaka.

"Mas Abi juga jangan lupa makan siang ya! Awas kalau makanannya cuma kopi hitam lagi!"

​"Iya, Nyonya Mahendra," sahut Abiyasa seraya terkekeh pelan. "Hati-hati di jalan."

​Nadira turun dari mobil dengan senyum ceria yang tak kunjung padam. Kehidupannya yang semula penuh kecemasan akibat ikatan pernikahan rahasia ini, kini justru terasa begitu indah dan penuh warna karena kehadiran sosok suami yang teramat mencintainya.

​Namun, kedamaian di sekolah hari itu tidak bertahan lama.

​Saat bel istirahat pertama berbunyi, Nadira dan Sheila sedang berjalan di koridor utama menuju kantin. Suasana koridor yang semula riuh mendadak menjadi agak sunyi saat beberapa siswa berbisik-bisik seraya menatap ke arah papan pengumuman besar di dekat mading sekolah.

​"Eh, Nad! Itu kok Raka berdiri di depan mading sambil ngamuk-ngamuk gitu ya?" tunjuk Sheila heran.

​Nadira menghentikan langkahnya. Di depan mading, Raka—sang ketua OSIS—tampak sedang mencoba mencopot beberapa lembar kertas yang tertempel di sana dengan raut wajah sangat marah dan pias.

​"Raka! Jangan dicopot dulu! Biar guru-guru lihat!" seru seorang siswa laki-laki dari kelas 12 IPS.

​"Diam kamu!" bentak Raka emosi, meremas kertas-kertas tersebut.

​Nadira dan Sheila mendekati kerumunan. Rasa penasaran mendorong Sheila untuk melongok ke arah mading sebelum Raka menghancurkan semua kertas tersebut.

​"Ya ampun! Nadira!" jerit Sheila tertahan, menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya membelalak kaget menatap lembaran foto dan tulisan cetak di mading.

​"Kenapa, Sheil?" tanya Nadira bingung, melangkah maju.

​Di papan pengumuman itu, tertempel beberapa cetakan foto resolusi tinggi saat Abiyasa merangkul pinggang Nadira di teras sekolah sewaktu hujan deras pekan lalu. Foto-foto itu diambil dari sudut sembunyi-sembunyi. Namun, yang membuat darah Nadira berhenti mengalir adalah tulisan judul besar bercetak tebal di atas foto-foto tersebut:

​[SKANDAL SISWI SMA GARUDA MULIA: NADIRA KIRANA JADI SIMPANAN DARI CEO MAHENDRA GROUP? BUKTI NYATA DI BALIK BANTUAN YAYASAN PALSU!]

​Seketika, seluruh koridor sekolah mendadak membisu. Puluhan pasang mata siswa dan siswi di sekeliling mereka perlahan bergulir, menatap Nadira dengan pandangan menghakimi, jijik, dan penuh prasangka buruk.

​"Nad... ini... ini bohong kan, Nad?!" bisik Sheila gemetar, memegang lengan Nadira yang mendadak dingin kaku.

​Nadira membeku di tempatnya. Wajahnya seketika pucat pasi bagai mayat. Pikirannya kosong, dan rasa sesak yang sangat dahsyat meremas dadanya secara tiba-tiba. Ketakutan terbesarnya selama ini—gosip miring dan penghakiman massa sekolah—akhirnya kenyataan.

​Raka yang memegang remasan kertas foto itu berjalan mendekati Nadira dengan mata memerah.

​"Nadira..." panggil Raka dengan suara bergetar dipenuhi rasa kecewa yang mendalam. "Foto ini... tulisan ini... tolong bilang sama aku kalau semua ini bohong!"

​"Kak Raka..." cicit Nadira, suaranya hampir tak terdengar karena tenggorokannya yang menyempit.

​"Aku udah bela kamu di depan anak-anak lain sejak kemarin, Nad!" seru Raka penuh emosi, suaranya menggelegar di koridor. "Aku bilang ke mereka kalau kamu anak baik-baik! Tapi foto ini... foto pria tua kaya itu merangkul kamu kayak gini... apa artinya, Nadira?! Kamu beneran simpanan dia?!"

​"Bukan!" jerit Nadira, air mata pertamanya akhirnya pecah menetes di pipinya. "Aku bukan simpanan siapa-siapa!"

​"Lalu apa?!" desak Raka, melangkah maju satu tapak. "Tolong jelaskan ke aku! Kalau kamu bukan simpanannya, kenapa CEO sekelas Abiyasa Mahendra sampai rela datang jemput kamu hujan-hujan dan meluk kamu di depan sekolah?!"

​"Karena saya adalah suaminya."

​Sebuah suara bariton yang sangat dingin, berat, dan dipenuhi aura intimidasi yang membekukan darah mendadak memotong keriuhan dari arah ujung koridor.

​Seluruh siswa, guru-guru yang baru berlari menghampiri, termasuk Raka dan Sheila, seketika menoleh kaget.

​Di ujung koridor, berdiri Abiyasa Mahendra.

​Pria itu mengenakan setelan jas hitam elegan tanpa cacat. Di belakangnya, melangkah empat orang pengawal berbadan tegap berjas rapi, serta Kepala Sekolah SMA Garuda Mulia yang berjalan tergesa-gesa dengan wajah mandi keringat dingin.

​Langkah kaki Abiyasa yang teratur dan tegas menggema di sepanjang koridor sekolah yang hening. Tatapan mata cokelat gelapnya yang setajam elang memancarkan aura membunuh yang sangat pekat, langsung terkunci pada Raka dan mading sekolah.

​"M-Mas... Abi?" bisik Nadira terbata-bata di antara isak tangisnya.

​Abiyasa mengabaikan semua pasang mata yang menatapnya dengan mulut ternganga. Pria es itu melangkah lurus menuju Nadira, lalu secara terbuka merangkul bahu mungil istrinya, menarik gadis itu rapat ke dalam dekapannya seraya menghapus air mata di pipi Nadira menggunakan jemarinya yang hangat.

​"Jangan menangis, Nadira," bisik Abiyasa lembut di depan semua orang, sebuah perubahan nada suara yang sangat drastis saat bicara pada istrinya. "Saya di sini."

​Abiyasa kemudian memalingkan wajahnya menatap Raka dan seluruh siswa yang berkumpul. Aura dominasi sebagai pemimpin tertinggi konglomerat raksasa memancar penuh, membuat atmosfer koridor mendadak terasa mencekik.

​"Dengar semuanya," suara Abiyasa menggelegar tenang namun mengintimidasi seluruh ruangan.

"Nadira Kirana bukan simpanan siapa pun. Dia adalah Nyonya Abiyasa Mahendra, istri sah saya yang terdaftar secara hukum dan agama."

​KASAK-KUSUK HEBOH SEKETIKA PECAH!

​Sheila melotot sampai hampir melompat keluar matanya, sementara Raka mundur dua langkah dengan wajah yang hancur berkeping-keping karena terkejut.

​Abiyasa melirik dingin ke arah Kepala Sekolah yang berdiri gemetar di sampingnya. "Pak Kepala Sekolah, saya memberi waktu sepuluh menit untuk menemukan siswa atau oknum yang menempelkan fitnah ini di mading sekolah. Jika dalam sepuluh menit Anda tidak bisa menemukannya, tim hukum Mahendra Group akan mencabut seluruh investasi gedung sekolah ini dan menuntut lembaga ini atas pencemaran nama baik istri saya."

​"B-baik, Pak Abiyasa! Segera saya usut!" seru Kepala Sekolah panik setengah mati, langsung menyuruh para guru bergerak cepat.

​Abiyasa kembali menatap Raka yang berdiri kaku tak berdaya. "Dan untukmu, anak muda... sekali lagi kamu membentak atau membuat istri saya menangis di sekolah ini, saya pastikan karier ayahmu di perusahaan saya berakhir hari ini juga."

​Raka menelan ludah pias, tak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun di hadapan kekuasaan dan dominasi mutlak dari pria dewasa di hadapannya.

​Abiyasa tidak mempedulikan lagi kehebohan yang terjadi. Ia menundukkan kepalanya, menatap Nadira yang masih terisak dalam dekapannya.

​"Ayo pulang, Nadira," bisik Abiyasa sangat lembut seraya mengusap rambut istrinya. "Hari ini sekolahmu sudah selesai."

​Abiyasa menuntun dan merangkul erat pinggang Nadira melangkah menyusuri koridor sekolah di bawah tatapan takjub, hormat, dan rasa takut dari seluruh penghuni SMA Garuda Mulia.

Rahasia besar itu kini telah terbongkar sepenuhnya pada dunia, bukan sebagai sebuah skandal miring, melainkan sebagai bentuk perlindungan mutlak dari seorang CEO perkasa terhadap istri kecil yang amat dicintainya.

1
Ariany Sudjana
semangat belajar juga yah Nadira, kejar cita-cita kamu untuk bisa meneruskan kuliah seni rupa 😄🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!