Indonesia
NovelToon NovelToon
The Devil'S Touch

The Devil'S Touch

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Persaingan Mafia / Menyembunyikan Identitas / Psikopat itu cintaku / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Thenia12 Nurhalimah

Ini hanya kisah gadis SMA yang menolak berhubungan dengan seorang Mafia.

De Willson series 1 (Menikahi mafia kejam)

De Willson series 2 ( The Devil's Touch)

JAUH DARI KEHIDUPAN NYATA (Hanya imajinasi author)

*

Maxime Louis De Willson putra pertama dari Javier De Willson. Ia tumbuh menjadi pria yang dingin dan posesif. Maxime menyamar sebagai penjaga petshop untuk menutupi identitas asli dari musuhnya.

Bertemu dengan Milan Kanaya membuat Maxime menutupi rapat-rapat siapa ia sebenarnya.

Sampai akhirnya Milan mengetahui Maxime seorang mafia pembunuh dan memutuskan untuk pergi dari hidup pria itu. Sikap posesif Maxime membuat Milan tidak bisa lepas dari cengkraman nya.

Sampai berakhir Maxime harus bersikap kasar terhadap Milan. Dan membuat sang Ayah, Javier. Murka akan hal itu sampai berniat membunuh putra nya sendiri.

Akankah Maxime hidup bahagia bersama Milan atau mati di tangan Ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thenia12 Nurhalimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#17

Milan keluar dari gerbang selepas melambaikan tangan kepada geng ikan Lele. Tino dan yang lain pulang dengan motor mereka masing-masing, sebenarnya rumah Milan searah dengan Tino dan biasanya mereka pulang bersama tapi sekarang Milan sudah tidak tinggal lagi di rumah orang tua nya dan merahasiakan hal ini dari Tino dan yang lain.

Milan hanya mengatakan jika ia ingin pulang dengan kendaraan umum saja.

Ketika keluar dari gerbang sekolah ia mendapati mobil Maxime yang parkir di depan sekolahnya.

Maxime segera menurunkan jendela nya melihat Milan berlari kecil ke arahnya.

"Masuk!"

"Tidak menjaga petshop?" tanya Milan.

"Tidak, masuk saja."

Maxime menutup jendela nya dan Milan berjalan mengitari mobil lalu masuk ke mobil pria itu.

Di perjalanan keduanya hening beberapa saat sampai akhirnya Milan bertanya soal tunggakan sekolahnya.

"Eumm soal tunggakan sekolahku, itu hutang yang harus aku bayar. Aku akan menyicilnya nanti."

"Dapat uang dari mana?" tanya Maxime.

Gadis itu tiba-tiba menggaruk kepalanya, benar juga, darimana ia mendapatkan uang, dirinya saja tinggal gratis di petshop Maxime dan masih untung Milan suka menabung uang jajan yang di berikan orang tua nya dulu, jadi ia masih bisa istirahat di kantin bersama yang lain.

"Eumm aku akan mencari pekerjaan tambahan," sahut Milan pelan dengan nada tidak yakin dirinya bisa mendapatkan pekerjaan tambahan di saat Milan juga harus sekolah.

Maxime terkekeh pelan seraya membelokkan setir di sebuah pertigaan, mereka sudah memasuki kebun teh dan hampir sampai di petshop nya.

"Tidak perlu kerja tambahan, cukup ikuti semua perintahku dan aku akan memberikan bonus untukmu."

"Bonus?" Milan menaikkan satu alisnya. "Uang?" tanya nya lagi yang di jawab anggukan kepala dari Maxime.

"Benarkah?" mata Milan kini berbinar.

Maxime menoleh seraya tersenyum tipis lalu menganggukan kepalanya.

"Yesss!!" Milan bersorak senang seraya mengepalkan kedua tangan nya di udara.

Tak lama kemudian mereka sampai di petshop, keduanya keluar dari mobil. Milan berlari ke kamar mandi karena tiba-tiba ingin buang air kecil. Sementara Maxime mengecek keadaan Blacky dan Blackbox lalu memasukan dry food ke kandang kucing peliharaan nya.

Pintu kamar mandi terbuka dan Maxime menoleh ke arah Milan.

"Aku mau keluar sebentar, bisa kau jaga petshop ini?"

"Keluar?"

Maxime mengangguk.

"Oh ... baiklah." sahut Milan.

Maxime menoleh ke kandang Blacky. "Mereka sudah di kasih makan, nanti tolong bersihkan pup nya."

Milan hanya mengangguk dengan perintah Maxime dan pria itu pun merogoh dompet di saku celana nya dan memberikan beberapa lembar uang kepada Milan.

"Tapi aku belum tentu menuruti perintahmu, siapa tau aku lupa membersihkan pup mereka," sahut Milan menoleh ke arah kandang Blacky.

"Ambil saja, ini bonus awal."

Dan akhirnya Milan mengambil uang tersebut dengan menahan kegembiraan di hatinya kala melihat nominal uang yang lebih besar dari uang saku yang diberikan orang tua nya.

Ingin sekali meloncat-loncat mendapatkan uang dengan mudah seperti ini, tapi ia tahan karena takut membuat Maxime risih melihatnya.

"Aku pergi dulu." ucap Maxime selepas mengelus puncak kepala Milan.

Milan mengangguk dengan senyumnya, setelah melihat mobil Maxime melaju seketika Milan meloncat-loncat senang seperti anak kecil lalu mengipas-ngipaskan uang ke wajahnya seakan menjadi orang kaya baru saja.

"Kalau aku tau mendapatkan uang semudah ini dari dulu saja aku keluar dari rumah huhh ..."

Gadis itu pun masuk ke kamarnya berniat untuk mengganti seragam nya.

*

Dari sore hari Milan sudah membereskan petshop nya, merapihkan semua barang-barang karena akan segera tutup, ada beberapa pembeli yang masuk tapi raut wajah mereka tiba-tiba berubah kala melihat Milan yang duduk di kursi kasir.

Mereka pun dengan kesal bertanya kemana pria tampan pemilik petshop nya, bukan hanya itu. Mereka pun penasaran apa hubungan Milan dan Maxime.

Kala Milan menjawab semuanya dengan jujur para perempuan itu menaruh uang dengan kasar di meja lalu pergi begitu saja dari petshop.

Milan mengubah tanda buka menjadi tutup, ia membalik dan melihat jam dinding yang menunjukan pukul enam sore, Maxime masih belum kembali dari tadi siang.

Alhasil Milan memilih makan cemilan di kulkas, bermain dengan Blacky dan Blackbox, saling membalas pesan di grup whattsap Ikan Lele dan berakhir dengan ketiduran di meja kasir.

Jam sebelas malam mobil Maxime parkir di depan petshop, sebelum masuk ia mengintip terlebih dahulu, Milan sudah tidur dan itu membuatnya sedikit lega.

Di buka nya pintu masuk itu perlahan, ia jalan mengendap-ngendap ke kamar mandi agar Milan tidak bangun.

Maxime membersihkan tubuhnya di kamar mandi karena merasa tubuh nya bau anyir, bahkan ada darah di tangan nya, pria itu baru saja menghukum seseorang yang hendak mencuri data perusahaan miliknya.

Setelah selesai Maxime keluar dengan memakai kaos hitam polos lalu berjalan menghampiri Milan.

Seperti hari sebelumnya, Maxime menggendong tubuh gadis itu. Ia menatap wajah Milan di gendongan nya lalu menarik ujung bibirnya tersenyum.

Cekrek.

Seseorang yang berada di luar petshop Maxime memfoto Maxime yang sedang menggendong Milan diam-diam lalu pergi meninggalkan petshop itu.

Maxime segera membawa Milan ke kamar dan menidurkan gadis itu, ia duduk di samping Milan lalu mengelus kepala Milan penuh kasih sayang, Maxime tidak tahu bagaimana perasaan nya terhadap gadis yang sedang tertidur ini. Maxime hanya merasa senang ketika bisa melihat Milan lagi dan lagi.

Pria itu menyelimuti Milan lalu keluar dari kamarnya. Seperti biasa Maxime akan tidur di meja kasir saja.

*

Pagi hari kegiatan berlangsung seperti biasanya, Milan bangun untuk mandi sementara Maxime mulai membuka petshop nya dan selepas Milan berseragam lengkap gadis itu menghampiri Maxime di meja kasir dan duduk di depan nya.

Maxime mendorong makanan yang sudah ia pesan tiga puluh menit yang lalu.

"Makanlah ..."

"Se-semalam ... apa Tuan menggendongku ke kamar?"

Maxime menjawab dengan deheman seraya mengaduk-ngaduk kopi miliknya.

Milan mengangguk-ngangguk. "Ohh ..."

"Makan," titah Maxime lagi.

Milan mengangguk lalu fokus dengan sarapan nya sekarang.

"Oh iya Tuan, lain kali biarkan aku tidur di sini saja. Tuan saja yang tidur di kamar," ucap Milan dengan mulut penuh makanan.

Maxime terkekeh pelan melihat pipi Milan yang menggembung.

"Kenapa Tuan?" tanya Milan yang heran kenapa Maxime tiba-tiba tertawa seraya menatapnya.

"Tidak," sahut Maxime. "Tidurlah di kamar saja, biar aku di sini."

"Tapi--"

"Habiskan makananmu!" potong Maxime.

Milan hanya mengangguk pelan dan diam-diam gadis itu memperhatikan cara makan Maxime. Pria itu makan dengan sensual dan elegan, Milan merasa aneh dan merasa pria seperti Maxime tidak cocok menjadi penjaga petshop. Dia lebih cocok menjadi orang kaya menurut Milan.

Bersambung

Maaf telat ya, aku lg sakit hehe

1
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭😭😭
Nur Syamsi
Wah ngidam bareng ya,😃😃
Nur Syamsi
Lucu klaw Athes and hhe gents hadir, 🤣🤣🤣
Nur Syamsi
Dasar giliran 20 kali lipat langsung berbinar dan protes langsung hilang
Nur Syamsi
Dasar Genk somplak bicara biasa Tdk tau tempat ....masa ibu bosnya dikatain ....
Nur Syamsi
Kenapa Rhea betul kan apa yg dikatakan Aberto....
Nur Syamsi
Maxim beda ma Jafir, klaw Jafir sabar menunggu Sky ....untung teman" Milan menasehatinya shg Milannya jdi takut akhirnya Kwek Kwek Kwek....
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 sebagai status istri seorang wanita itu sakiiiit bangat klaw didiamkan begitu ma suami ....
Nur Syamsi
Maxim punya indra keenam yg tajam Milan makanya jgn macam"
Nur Syamsi
Maxim sekali jatuh cinta wah Tdk maw nunggu lama lama tu Milannya lulus 😃😃
Nur Syamsi
Aberto kenapa dia Rea lebih mementingkan Pelix drpd Magma anaknya ap Aberto td curiga
Nur Syamsi
Danil itu hanya menasehati Tessa, Tessanya sja yg Tdk sadar kalaw hati Tdk bisa dipaksakan
Nur Syamsi
Manta Milan , jawabanmu cocok sekali Maxim orangnya Tdk menonjolkan kekayaanya....
Nur Syamsi
Arsen kau di prenk ma si kembar jahil 😃😃😃
Nur Syamsi
Whu Arsen cemburu tp belum gentel....
Nur Syamsi
Ternyata kamu penghianat Jack tunggu apa yg kau tuai
Nur Syamsi
Waduh Dafa kamu berurusan dg orang yg Tdk bisa kamu remehkan
Nur Syamsi
Betul betul Maxim Tdk pernah Tdk ada jawaban yg tepat untuk Milan
Nur Syamsi
Indra keenam Maxim Tdk pernah meleset....
Nur Syamsi
Klaw disekolah nmanya Mukhlis tp klaw dirumah nmanya Maxim, ada ada saja Msksim masa maw jdi satpam lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!