Sorang gadis yang setia menunggu sang kekasih nya yang berjuang mencari rupiah demi untuk mereka bisa hidup bersama,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAHRIani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pc 17
'' aduh... kenapa pakai mati segala sih... di saat kondisi tidak memungkin kan begini..? Yudis mengumpat kesal melihat ponsel yang tidak bisa di gunakan sama sekali di saat ia sedang membutuh kan nya
" coba kau pasang sabuk pengaman mu dengan kuat..? ujar Yudis menyuruh dania agar memasang sabuk pengaman nya dengan benar
" sudah mas, kamu mau apa mas..? dania panik, tiba-tiba Yudis membanting setir ke kanan, dan sedikit menyerempet mobil yang menghalangi nya di depan
" aduh mas. berbahaya sekali cara mengemudi mu..? dania panik dengan tindakan Yudis barusan
" sudah diam lah, yang terpenting kita selamat dari kejaran mereka..? ujar Yudis memarahi dania,
dengan melaju cepat, Yudis pun mengendarai mobil nya asal-asalan dan menjalan kan nya ke arah yang tidak seharus nya mereka lalui untuk pulang kerumah Yuna
" mas... kita salah jalan ini..? ujar dania ketika menyadari jalan yang mereka lalui itu berbeda dengan jalan pulang
" mas tau, tapi apa boleh buat, sudah terlanjur lewat sini, yang terpenting kita tidak di kejar oleh mereka lagi..? jelas Yudis
" tapi mas, seperti nya kita masih di ikuti oleh mereka ..? dania menoleh ke belakang dan mendapati mobil mereka masih saja di ikuti dari belakang
" jangan hirau kan, abai kan saja mereka...? ucap yudis cepat
ia masih membawa mobil dengan kecepatan penuh, belum pernah ia berkendara seperti ini, namun mau bagai mana lagi, ia harus melakukan nya demi keselamatan mereka berdua
" apa salah kita mas, kenapa mereka mengincar kita..? tanya dania sambil menetes kan air mata
" mas juga tidak tahu, apa ini ulah Sinta gila itu ya...? Yudis berkata demikian, karena semua bukti masih berada di tangan mereka
Yudis memang belum melapor kan masalah kecelakaan mama leana ke pihak polisi, karena pihak polisi pun masih mengumpul kan bukti yang lebih kuat lagi
" mas jangan asal main tuduh begitu. kalau ini bukan ulah mbak Sinta. mas berdosa telah menuduh nya..? dania mencoba mengingat kan Yudis
" sudah lah, malah kita pula yang berdebat perkara Sinta..? sentak Yudis. yang mana membuat dania terdiam tak berkata lagi
selama mengemudi. Yudis sebenar nya takut akan kecelakaan. tapi mau bagai mana lagi. ia tidak memiliki jalan keluar selain melajukan mobil nya sejauh mungkin yang ia bisa
" awas mas... ada mobil....? teriak dania menoleh ke arah depan dan mendapati mobil yang tengah melintang menghadang mobil mereka
dengan panik, Yudis pun membanting setir ke arah kiri dan, lepas kendali, alhasil mobil pun terjungkal ke kanan dan berbalik ke kanan
dengan wajah puas, Sinta melihat dari jauh bagai mana mobil Yudis yang terguling ke kanan
" coba kalian periksa mobil itu..? Sinta memerintah kan seseorang untuk melihat keadaan mobil yang di kendarai yudis dan juga dania
" baik bos..?
ia pun segera mendekat ke arah mobil Yudis dan melihat keadaan Yudis yang sudah tak sadar kan diri dalam kondisi kaki tercepit dan bersimbah darah di seluruh wajah, begitu dengan dania
" aman... selama mereka tidak ada yang menolong, mungkin mati di tempat..? ujar seseorang dengan tersenyum puas
mereka pun meninggal kan mobil Yudis yang masih tergelatak di tempat, mereka pun berjalan kembali ke arah Sinta yang menunggu informasi dari anak buah nya
" bagai mana..? tanya Sinta begitu anak buah nya mendekat
" aman bos.. sekarang mereka sekarat, lebih baik kita tinggal kan saja mereka bos, nanti kita bisa ketahuan..? ajak anak buah Sinta segera menjauh dari lokasi kecelakaan tersebut
dengan tertawa puas Sinta pun meninggal kan Yudis dan juga dania yang masih berada di dalam mobil tersebut
" siapa suruh kau menggagalkan rencana ku..? ujar Sinta dan masuk kedalam mobil nya
" itu lah akibat yang kau dapat kan dari ku, aku sudah berbaik hati tidak mengusik mu, tetapi kau yang menggagal kan rencana ku yang sudah ku susun serapih mungkin...? ucap Sinta dengan kesal
dengan cepat ia pun meninggal kan lokasi kejadian itu, di mana dania membuka mata nya dan segera membuka pintu mobil mencari pertolongan.
untung saja dania tidak sama parah nya dengan Yudis, dengan cepat dania pun mencari pertolongan ke pada pengendara yang berlewatan
" pak tolong suami saya, suami saya sudah tidak sadar kan diri di sana.. saya mohon pak. buk...? ujar dania menangis meminta pertolongan
dengan cepat, pengendara lain pun yang melintas membantu dania. untung saja, di saat rombongan Sinta sudah pergi. banyak pengendara yang berlewatan
beramai-ramai mereka pun mengeluar kan Yudis dari dalam mobil, cukup lama mereka mencoba mengeluar kan Yudis dari dalam mobil dan akhir nya kaki yang terjepit pun bisa di keluar kan
" cepat.. bawa mobil kemari, biar kita bawa ke rumah sakit..? ucap seseorang setelah berhasil mengeluar kan kaki Yudis yang terjepit
" bawa kesini saja pak, biar saya yang membawa ke rumah sakit..? ucap seseorang yang datang menawar kan mobil nya dengan suka rela
dengan cepat rombongan pun mengangkat Yudis ke dalam mobil dan memasuk kan nya, begitu juga dengan dania yang masuk ke dalam mobil tersebut dan mencari rumah sakit terdekat
" mas.. tolong bertahan mas, demi anak kita..? dania menangis sepanjang perjalanan
" sabar ya dek... pasti ada hikmah di balik kejadian yang menimpah...? ketika salah satu ibu-ibu yang menemani dania
dania pun tidak menjawab ia hanya menangis pilu ketika melihat kondisi Yudis yang terluka parah
sesampai nya mereka di rumah sakit, Yudis pun di larikan segera ke UGD, agar mendapat kan pertolongan lebih cepat
begitu juga dengan dania, ia di minta untuk melakukan pemeriksaan, karena kondisi dania tengah hamil saat ini
dengan sabar seorang ibu-ibu tadi yang menemani dania dan juga anak nya yang mengantar kan mereka ke rumah sakit, menunggu dania di ruang tunggu
" siapa keluarga mereka, bagai mana kita mengabari keluarga nya..? ucap nya pada sang anak
" kita tunggu saja mereka di sini untuk sementara ma.. mana tau setelah pemeriksaan nanti kita bisa mencoba meminta kontak keluarga mereka..? saran sang anak
sedang kan Yuna dan elang kini mencari dan melacak keberadaan mobil yang di bawa oleh Yudis
ketika mereka sampai di lokasi, berapa terkejut nya mereka melihat kondisi mobil yang sudah tidak berbentuk dan sedang terguling ke samping, yang mana membuat Yuna terdiam tak percaya atas apa yang sedang di lihat nya saat ini
" maaf mbak, kenapa mbak menangis menatap mobil ini..? tanya orang yang tadi sempat menolong Yudis
" saya keluarga yang punya mobil mas, kemana sekarang pengemudi nya..berada..? tanya Yuna. cepat
" mereka dalam perjalanan ke rumah sakit terdekat mbak, ke arah sana..? menunjuk ke arah mereka datang
" baik lah mas, terima kasih atas informasinya...? Yuna. pun meninggal kan lokasi dan mobil nya yang masih terguling,
Yuk baca juga cerita terbaru aku
ASKYLLA RAIN
Atau kalian bisa cek profil aku karna di sana ada cerita baru yang aku buat dan yang lama buat kalian baca udah pada end sebagian.
Terima kasihh, di tunggu kedatangan kalian.
Like👍 dan Coment semangat yahh ✍️ ❤️❤️❤️