Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Hamzah Bertemu Alifa

Ketika Hamzah Bertemu Alifa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Tria Sulistia

Jangan Dulu Dibaca. Masih Dalam Proses Revisi

Di saat dirinya tengah membutuhkan uang, tiba-tiba Hamzah ditawari untuk menjadi guru ngaji oleh seorang nenek.

Pada awalnya, Hamzah menerima hanya sebatas ingin membantu, tapi tak disangka tawaran itu membuatnya bertemu dengan Alifa. Wanita yang jauh dari kriteria istri sholehah namun mampu membuat hati Hamzah menjadi tentram.

Akankah Hamzah dan Alifa dapat hidup bersama mengarungi bahtera rumah tangga dengan karakter mereka yang berbeda jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tria Sulistia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpana

Sore itu Alifa menghabiskan waktu dengan rebahan di atas tempat tidur. Berselancar ria di media sosial, sesekali tertawa jika melihat konten yang menarik.

Dia semakin memarapatkan selimut kala merasakan hembusan angin yang begitu dingin masuk ke dalam kamarnya.

Suara rintik hujan di luar tak membuat Alifa terganggu. Dia tetap pada posisi nyamannya sampai suara teriakan Oma Haida memanggil nama Alifa.

Alifa berdecak kesal, memutar bola matanya malas, dan terpaksa dia pun turun dari ranjang. Memakai sandal bulunya dan kemudian berjalan dengan terpaksa menghampiri Haida.

"Alifa, kenapa kamu nggak ngaji, Sayang? Hamzah sama Yusuf sudah ada di bawah tuh."

"Aku lagi M, Oma," jawab Alifa singkat.

"M? Maksudnya menstruasi?" Haida bertanya memastikan.

"Bukan. Maksudnya M itu malas," kata Alifa dengan gaya santainya dan memutar badan hendak kembali ke dalam kamar.

"Astagfirullahaladzim, Alifa. Kamu sampai kapan nggak bisa ngaji. Nanti rugi lho, Sayang."

Alifa menghela nafas jengah. Dia bosan dinasehati terus oleh neneknya. Maka Alifa pun tak banyak bicara, dia lanjutkan saja langkah kakinya menuju kamar.

Sayangnya, tangan Haida lebih dulu mencekal lengan Alifa sehingga dia tak bisa bergerak.

"Alifa, please. Oma tahu kamu marah sama Oma tapi ini juga untuk kebaikan kamu."

"Oma, ngajinya nanti saja ya? Alifa lagi capek banget nih. Toh, Hamzahnya juga nggak akan kemana-mana. Kan dia tinggal di rumah ini," Alifa berusaha berbicara dengan nada yang tenang.

Haida melepas cengkraman tangan Alifa secara perlahan. Wanita lanjut usia itu perlahan tersenyum namun bukan senyum yang biasanya.

"Oke, Oma kasih waktu kamu lima belas menit lagi untuk bersantai. Tapi habis itu kamu ngaji. Titik."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Haida pun pergi berlalu meninggalkan Alifa. Supaya dia tidak mendengar suara protes dari sang cucu.

Alifa berdecak kesal. Namun begitu, dia tak pynya pilihan lain. Karena Alifa yakin, Haida pasti akan terus memaksanya mengaji sore ini juga.

Yang menjadi rencana Alifa sekarang adalah membujuk Hamzah agar sesi mengaji tidak terlalu lama.

Maka setelah lima belas menit yang dijanjikan telah lewat, Alifa keluar kamarnya dengan pakaian gamis merah muda dan juga jilbab dengan warna yang senada.

Alifa berjalan menghampiri Hamzah dan Yusuf yang berada di ruang baca. Dikarenakan hujan, membuat sesi mengaji berpindah tempat.

"Ehem," Alifa berdeham ketika dirinya sudah berada di dekat Hamzah.

Suara deheman Alifa itu pun membuat Hamzah refleks menoleh. Pria itu terpana dalam beberapa detik melihat penampilan Alifa yang berbeda dari biasanya.

Aura kecantikan Alifa benar-benar terpancar tatkala dia memakai jilbab dan juga baju panjang menutupi auratnya.

Tak perlu memakai riasan, Alifa memang sudah cantik natural. Dan hal itu diakui Hamzah dalam hati.

"Ehem,"

Kali ini bukan Alifa yang berdeham. Melainkan Yusuf yang menyadari kakak iparnya, Hamzah, sedang memperhatikan penampilan Alifa.

Sontak suara deheman Yusuf yang sangat keras membuat Hamzah kembali sadar pada dunia nyata. Meskipun Alifa adalah istri sahnya, Hamzah sadar masih ada jarak yang masih memisahkan antara mereka berdua.

"Hari ngajinya jangan lama-lama! Aku capek!" ketus Alifa sambil membuka mushaf Al Qurannya.

"Iya, terserah kamu saja, Fa," kata Hamzah sambil memalingkan muka berusaha menahan diri untuk tidak memandang wajah Alifa. "Meski ngajinya sedikit yang penting konsisten setiap hari."

Proses mengaji pun dimulai. Kala itu, Yusuf yang lebih dulu selesai dan tinggal giliran Alifa.

Namun, sebelum Yusuf pergi, remaja laki-laki itu bertanya, "Mas, perempuan yang tadi ngobrol sama Mas Hamzah waktu di sekolah, siapa sih? Kok sepertinya akrab banget sama Mas Hamzah?"

Alifa yang kala itu membuka mulut hendak membaca Al Quran sontak langsung terdiam. Dia segera menoleh pada Yusuf dengan tatapan yang tajam.

Kemudian Alifa menoleh pada Hamzah untuk menunggu jawaban pria itu. Rasa penasaran menyelimuti benak Alifa.

Dia yang menyangka Hamzah seorang pria alim, ternyata dengan mudahnya akrab dengan perempuan yang bukan mahrom.

Hamzah tersenyum sebelum memberi jawaban. "Tadi itu Nindi, teman Mas ketika di kampung."

"Ooh, begitu," Yusuf menganggukan kepala. Lalu mengajukan pertanyaan lagi. "Aku dengar katanya Mas ditawarin kerja ya?"

"Woy, ini mau ngaji apa ngobrol sih?" Alifa menyela dengan setengah berteriak membuat Hamzah dan Yusuf terlonjak kaget dan kompak menoleh ke arahnya.

Alifa berkacak pinggang sebal karena keberadaannya seperti tidak dianggap. Dadanya naik turun selaras dengan detak jantungnya yang meningkat.

Entah apa yang dirasakan Alifa. Dia merasa tidak senang Hamzah menceritakan perempuan lain di hadapannya. Sekalipun perempuan itu hanya sebatas teman.

Bibir Hamzah melengkungkan senyum pada Alifa agar wanita itu bisa tenang dan tidak salah paham.

"Kita bakal kok, Fa. Sorry ya? Yuk mulai."

Alifa mendengus sesaat sebelum membaca ta'awudz sebagai awal membaca ayat suci Al Quran.

Selama membaca ayat-ayat suci Al Quran itu, benak Alifa tidak bisa fokus. Dia masih saja terpikirkan oleh ucapan Hamzah tentang wanita bernama Nindi.

Dan tiba-tiba saja terbesit niat di dalam hati Alifa untuk menyelidiki informasi tentang Nindi itu.

1
Ifa
kapan lagi lanjutan ceritax ini sdh lama tdk d terbitkan ceritax.
tria sulistia
oalah. nungguin toh. aduh maaf ya? karena kesibukan author jadi nggak sempet nulis dan ide pun udah ilang. 😭😭😭
Ifa
thor kapan lagi lanjutanx ini jgn lama2 dong.
Ifa
thor knp hanya sedikit ceritax tolong dong kasih byk ceritax.
Ifa
thor knp hanya sedikit ceritax.
Ifa
thor kenapa hanya sedikit tulis aku penasaran
Ifa
knp hanya sedikit ceritax penasaran aku thor,lanjut klw bisa babx kasih byk .
tria sulistia: maaf ya. menjelang lebaran author disibukan dengan real life. hari author up dua episode sebagai gantinya
total 1 replies
Ifa
lanjut thor penasaran dgn ceritax .
Ifa
lama2 jd bucin ni,alifa ada rasa cemburu sm temanx hamza.
Ifa
hamza jgn menyerah lama2 alifa jatuh cinta sm kamu nanti itu.
ForGoodluck
Halo Thor!! Aku masih menunggumu di sini, hanya untukmu~ Aku tunggu lanjutannya loh!
tria sulistia: makasih kak. maaf ya kalau slow update. tapi akan author usahakan untuk terus menulis. insha Allah
total 1 replies
tria sulistia
oke kak. makasih sebelumnya.
Earlene Vania
luar biasa
Bunaˢ⍣⃟ₛ
singgah, semnagat upnya thor 😊
tria sulistia: makasih banyak kak. 😁
total 1 replies
Zey ✨️
Aku hadir Thor, semangat 💪
tria sulistia: makasih kak udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!