Indonesia
NovelToon NovelToon
When Love Comes

When Love Comes

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sentuhan Pena.Ara

Kisah dua insan yang terikat akan tali pernikahan tanpa cinta. Mereka terpaksa menerima perjodohan ini, karena sebuah alasan tertentu.

Rasa canggung sering mereka rasakan saat mereka hidup bersama dalam satu atap. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa itu muncul.

Rasa ingin melindungi satu sama lain semakin kuat, bahkan tak terpisahkan. Namun, perasaan keduanya teruji oleh hadirnya masa lalu mereka berdua.

Masa lalu yang terus datang, membuat keduanya hampir menyerah akan perasaan masing-masing.

Akankah Sean dan Shena dapat bertahan ditengah ujian yang harus mereka hadapi? Bagaimana kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sentuhan Pena.Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemberkatan

Di gereja.

Sean kini menjadi pusat perhatian di gereja tersebut. Tubuh tegapnya yang dibalut setelan jas putih yang sudah pasti sangat mahal juga berkelas, dan dengan kemeja berwarna senada sebagai dasar. Tak lupa dasi kupu-kupu berwarna hitam yang tergantung indah di leher, rambutnya juga di tata sangat rapi hingga menambah kadar ketampanannya.

Wanita-wanita lajang yang datang bersama orang tuanya ke pernikahan itu menatap kagum pada Sean, bahkan ada sebagian orang yang terang-terangan memuji pria itu.

Sementara Sean menanggapinya dengan senyuman tipis, karena sejak tadi dia sedang merasa sedikit khawatir. Sejak mendengar kedatangan orang-orang tidak jelas itu ke rumah Pram hanya untuk mencari Shena membuat Sean merasa sedikit was-was.

Belum lagi dia mendapat kabar jika kaki Shena terluka, dan bo_ dohnya wanita itu tidak ingin pergi ke rumah sakit. Hal itu menambah kecemasan yang Sean rasakan.

"Sean, aku tidak menyangka jika kamu sekarang benar-benar akan ada di tahap ini. Aku pikir selamanya kamu akan menjadi bujang tua karena sikap kasar dan dinginmu itu," kata Rendra yang baru saja datang dengan Ferry.

"Benar, aku pun tidak menyangka," timpal Ferry. Sean mendengus kesal dan memutar bola mata malasnya ke arah mereka.

"Jangan banyak bicara! setidaknya aku lebih beruntung dari pada kalian soal karir dan cinta," jumawa Sean, dengan kerlingan mengejek.

"Ck, mulutmu begitu sombong! jika bukan karena dijodohkan, apa kamu akan menikah?" Ferry tidak terima diledek, dia pun melawan Sean.

"Tentu saja, karena aku tidak seperti kalian," kata Sean kembali membanggakan dirinya. Ferry dan Rendra menggeleng, mereka ingin marah. Namun, memang itulah kenyataannya, Sean memang lebih dari mereka berdua.

Sean kembali terdiam sambil memainkan ponselnya. "Kak Sean," panggil salah satu wanita yang baru saja datang, saat Sean tengah termenung dengan ponsel di tangannya.

Sean menoleh dan langsung mengulas senyum saat melihat wanita itu. "Clara, kamu datang?" tanya Sean, Clara adalah adik sepupu Sean yang sudah lama tinggal di negara J. Clara adalah anak dari adik kandung Grace.

"Apa maksud pertanyaanmu? tentu saja aku harus datang karena ini adalah pernikahanmu. Selain itu, aku juga ingin tau siapa yang berhasil membuka mata dan hati kakak sepupu terhebatku ini," sahut Clara sambil menyenggol lengan Sean.

Sean terkekeh, tidak banyak yang datang ke pemberkatan Sean dan Shena itu. Hanya beberapa kolega, keluarga besar Grace dan keluarga besar Kendrick saja.

Padahal sebelumnya Grace mengatakan jika mereka cukup menikah dan melakukan pemberkatan saja, tapi siapa sangka. Grace justru membuat pesta juga untuk Sean dan Shena, meskipun hanya dalam waktu dua hari.

"Kakak, di mana kak Samuel?" tanya Clara, karena sejak kehadirannya dia tidak melihat sepupu keduanya itu.

"Aku juga tidak melihatnya, di saat kami berangkat, dia juga berangkat. Tapi dia tidak ada di sini," jawab Sean, lalu dia kembali merenung karena memikirkan Shena. Dia benar-benar sedikit khawatir dengan gadis itu.

Jika saja tadi Grace tidak menahannya, mungkin Sean sudah pergi sejak tadi untuk menjemput istrinya itu, dan lagi, Sean masih bertanya-tanya soal siapa mantan kekasih Shena itu, kenapa sampai meminta orang untuk mengambil Shena. Beruntung Sean sudah antisipasi lebih dulu, sehingga apa yang orang itu rencanakan gagal.

Lalu, tak berselang lama, Sean diminta untuk naik ke altar pernikahan, hal itu tentu saja membuat Sean bingung, karena Shena dan keluarga belum datang.

"Kak Sean, ayok naik!" kata Clara, karena Sean hanya diam saja di undakan anak tangga menuju altar tersebut. Sena lagi-lagi terdiam karena khawatir dengan Shena.

Saat Sean tengah merenung, suara sorak sorai tamu undangan terdengar saat Shena menuruni tangga dan memasuki gereja tersebut sambil berjalan perlahan, dengan balutan gaun pengantin berwarna putih dengan bahu yang terbuka. Di belakang Shena terlihat Cherry dan Dinar yang menjadi pengiring pengantin wanita.

Tadi saat mereka ingin berangkat ke gereja, Pram sudah mengajak Hana untuk turut sebagai pengiring pengantin. Namun, Hana menolak dan mengatakan jika dia tidak ingin ikut ke pernikahan Shena.

Pram dan Gita pun hanya bisa pasrah, beruntung saat mereka keluar rumah. Dinar dan Chery datang, mereka mengatakan jika mereka sengaja datang untung menjadi pengiring pengantin wanita. Shena pun dengan hati mengijinkan, dan mereka semua berangkat ke gereja tanpa Hana.

Sean pun menoleh dan tanpa sadar langsung mengulas senyum saat melihat gadis yang kini sudah menjadi istrinya itu, meskipun wajah Shena masih tertutup kain tipis berwarna senada dengan gaunnya. Namun, entah mengapa Sean yakin jika gadis itu pasti terlihat sangat cantik.

Perlahan tapi pasti, Shena berjalan mendekat ke altar pernikahan, dan sesampainya Shena di undakan tangga. Tangan Sean tanpa sadar terulur ingin membantu Shena untuk naik ke altar.

Di balik kain putih, Shena tersenyum dan menerima uluran tangan Sean, kemudian Sean dan Shena pun mengikat janji suci pernikahan, bersumpah untuk saling mencintai dalam suka maupu duka dan bersumpah untuk selalu bersama hingga akhir hayat.

Lalu, setelah sumpah dan janji pernikahan selesai, para tamu undangan berteriak gembira terutama Dinar, Chery, Ferry dan Rendra. "Cium, cium, cium!"

Sean merasa kikuk, dia ingin melakukan apa yang diminta. Namun, dia takut jika Shena tidak menginginkannya. "Sean, apa kamu tidak berani mencium istrimu sendiri?" goda Ferry membuat wajah Sean bersemu merah.

Mendengar itu, Sean pun memberanikan diri membuka kain penutup wajah Shena. Mata keduanya sempat bertemu hingga beberapa detik, sebelum akhirnya Sean melabuhkan kecupan ringan di bibir mungil Shena.

Melihat itu, tamu undangan pun kembali bersorak kegirangan. Apa lagi Grace, dia langsung tersenyum melihat itu semua, dan tanpa sadar dia pun menitikan air mata.

Setelah memberikan kecupan ringan pada bibir Shena, Sean membawa Shena turun dari altar pernikahan untuk bertemu dengan anggota keluarga mereka.

Sean memperkenalkan Shena pada paman, bibi, juga beberapa sepupu dan kolega yang hadir. Mereka semua cukup takjub dengan kecantikan yang dimiliki Shena, dan mereka sangat memaklumi jika Sean jatuh hati padanya. Laki-laki mana yang akan menolak pesona paripurna seperti itu.

Setelah kedua pengantin itu bergabung dan beberapa kali mengobrol, Sean dan Shena pun berjalan ke aula gereja yang sudah mereka sewa untuk melakukan sedikit perayaan pesta, kemudian mereka memilih duduk di kursi yang sudah disediakan untuk mereka.

Sean melirik pada kaki Shena yang tidak terlihat karena tertutup oleh gaun yang panjang dan lebar itu. "Apa masih sakit?" tanya Sean.

"Sudah tidak terlalu sakit," jawab Shena tanpa menoleh pada Sean, kejadian beberapa menit lalu, tentang Sean yang menciumnya. Sudah membuatnya kehilangan muka untuk bertatapan dengan laki-laki itu.

"Shena!" panggil Chery yang sejak tadi kehadirannya sedikit terabaikan karena Shena dan Sean sibuk menyambut pada tamu.

Shena tersenyum pada Chery dan meminta sahabatnya itu untuk mendekat. Namun, belum sampai Cherry menghampirinya terdengar suara gaduh di luar gereja, dan tak berselang lama suara Grace yang duduk tak jauh dari pengantin terdengar. "Samuel, kamu kenapa Nak?"

Degh!

BERSAMBUNG...

1
Silfi Rinawati
mana lanjutanya..
Silfi Rinawati
akhir ceritanya sampai disini..
Silfi Rinawati
wah..ko pernah up..bgm ceritanya..
Silfi Rinawati
dah siang blm up juga..
Fitri Atta
lanjut
Silfi Rinawati
semoga sean sm sheana tidak terpengaruh oleh ulah ayah dn samuel lanjut..
Silfi Rinawati
wah..ceritanya berhenti smp disini..gk up"thor
Silfi Rinawati
ko blm up udh siang..
Silfi Rinawati
liciknya samuel smg sean dan sheana baik"saja..
Sentuhan Pena.Ara: iya, benar-benar licik emang.
total 1 replies
Silfi Rinawati
mumpung blm lebaran thor up nya sampai and..jd gk penasaran dg ceritanya sean and sheana..
Opan Wumbo
thor jangan lama2 up nya
nanti lupa ceritanya
Sentuhan Pena.Ara: siap kak, kemaren emang agak sibuk, sekarang udah mendingan. besok mulai rutin, ya. Terima kasih 🙏
total 1 replies
Silfi Rinawati
wah..rabu kamis ko gk up kk thor..
Silfi Rinawati
waduh pagi,siang,sore ko blm up jg thor..
Sentuhan Pena.Ara: sudah kok kak, silakan dibaca ya. tapi hari ini masih satu.
total 1 replies
Fitri Atta
sebentar amat lanjutin dong
Sentuhan Pena.Ara: pasti kak, ini lagi proses ya
total 1 replies
Silfi Rinawati
up nya sekarang dikit banget..
Sentuhan Pena.Ara: kemaren lagi ada perlu kak, hari ini aku udah up lagi ya, tinggal tunggu review.
total 1 replies
Fitri Atta
lanjut
Silfi Rinawati
udh sore blm up jg thor..💪💪
Fitri Atta
pertahankan shena,sean.
Silfi Rinawati
sean jangan mau nuruti perintah papah nya..kasihan shena.biarkan samuel menderita dg ulah nya sendiri.
Silfi Rinawati
udah siang blm up juga kk thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!