Indonesia
NovelToon NovelToon
BestFriend Till Jannah

BestFriend Till Jannah

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Persahabatan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: weni mawadah

Assalamualaikum semua!!! perkenalkan namaku Nidah Maulidiyah 🤗 aku adalah seorang mahasiswi sekarang.. namun, aku ingin berbagi kisahku yang bertemu para sahabat yang selalu mengingatkanku perihal agama🤗 dimulai yang pertama aku kenal itu ada Ramani Andhara biasa dipanggil Rama. dia itu orangnya diam-diam perhatian. terus karakter yang aku kenal ke dua itu si Anjani Syafakillah biasa dipanggil Anjani. dia itu yang paling cerdas diantara kami semua dan seangkatan karena dia selalu juara umum 1 tuh. terus orang ke tiga yang aku kenal yaitu tak lain adalah alasan aku menceritakan kisahku yaitu Saridiah Nafisah. aku manggil dia Sari. Dia lah orang yang paling membuat aku kagum perihal agama. waktu di MA dia udah hafal 2 juz Qur'an.. minder banget mah aku sama dia tuh. Terus yang terakhir kukenal diantara kami berlima itu si Dilla Raffah biasa kupanggil Dilla. Nah, kalau yang ini sering bikin aku keinget dosa.. oke.. mulai sekarang ikuti kisah kami ber 5 yah✨🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni mawadah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikembar

"Apa yang terjadi padamu Alga? Kau akan berbuat apa pada kakak tertuamu ini? Apa yang gadis itu tulis? Berikan padaku!! Aku akan membakarnya!!"

"Jangan menyentuhku!!" Bentakan Alga terdengar oleh para warga yang langsung mendekat ke rumah Nidah. Umar membuka gembok dan mendapati Alga yang menjatuhkan pisau yang penuh darah setelah membunuh rekannya yang mirip dengannya dia Albi.

Ep. 17

***

"Mereka 3 bersaudara.. kembar seiras.." Ucap Nidah.

"Mengapa kau tak mengatakannya sejak awal?" Tanya Anjani.

"Nenek sekar menyuruhku untuk merahasiakan nya.. dia hanya tak ingin ketiganya menjadi jahat.. yang biasa bersama dengannya bukan bang Alzy melainkan bang Alga.. kalian malah percaya dengan yang kukatakan.. Polisi juga akan tau jika penjahat memiliki saudara kembar.. mana mungkin salah tangkap.. tapi kalau korban mengatakan yang salah adalah nama yang berbeda bagaimana?" Tanya Nidah.

"Maksud mu..."

"Kak.. ayah barusan dapat telfon katanya penjahat yang ada dirumah Nidah sudah ditangkap.." Ucap ayah Anjani.

"Kak.. itu Ramani datang sama temannya.." Ucap Ibu Anjani.

"Nidaaaaah!!" Rengek Saridia memeluk.

Nidah terkejut dengan reaksi Saridia. Padahal mereka berempat masih tergolong baru berteman. Tapi, rasanya Nidah sudah menjadi keluarga mereka. Kehangatan yang Nidah impikan itu terjadi dan seketika membuat tangisnya pecah.

"Nid.. lah.. kok nangis tiba-tiba?" Tanya Ramani.

"Nggak.. nggak papa.. ini si Saridia nangis duluan.. jadi ikut nangis akunya.." Ucap Nidah.

"Tadi ada telfon dari orang tua kamu Nid.. mereka akan segera pulang secepatnya.." Ucap Ayah Anjani.

"Iya om.. makasih banyak om.." Ucap Nidah.

"Sama-sama, om keluar dulu yah.." ucap ayah Anjani menutup pintu kamar anaknya.

"Nidaaah!! Maafin aku yah.. harusnya aku bilang dari awal soal kecurigaanku sama bang Alga.." Ucap Saridia membuat semua terkejut.

"Maksudnya?" Tanya Ramani.

"Iya.. semenjak aku liat dia ngasih surat Vinna dan Sari ke mu.. aku curiga dia belum berubah.. dan malah menargetkanmu.. makanya aku mau minta tolong ke bang tino.. dan untungnya kemarin dia datang sama bang Umar juga nanya apa yang terjadi sebenarnya sama korban bang Alga.." Ucap Saridia.

"Sebentar.. ini aku dah ketinggalan cerita berapa banyak nih?" Tanya Ramani.

"Apalagi aku.. kalian ngomongin aku sementara aku gak tau apa-apa.." Ucap Nidah.

"Bisa cerita dari awal gak Sar?" Tanya Anjani.

*Saridia POV

Jadi dulu tuh waktu SD aku punya temen dikelas yang ramah banget kesemua orang. Hidupnya tuh kek asik aja gak ada masalah hidup. Kek Nidah yang jarang murung atau jarang menyendiri. Dia cenderung mudah bergaul sekalipun ada masalah masih bisa berbaur sama temennya yang lain.

Jadi, aku denger kabar kalau dia itu didekati sama anak SMP. Aku gak tau diantara 3 sikembar siapa pelakunya yang jelas waktu itu yang jadi pacar teman sekelas aku tuh ngakunya namanya Alzy. Baru tuh gak berapa lama teman sekelas itu kek mulai murung gitu. Dia sempat ketakutan tiap bel pulang sekolah bunyi. Seakan dia gak mau pulang..

Hari itu..

"Saridia.. aku boleh gak malam ini nginap dirumahmu?" Tanyanya.

"Kenapa?" Aku jawab gitu karena aku beneran bingung. Karena aku merasa gak terlalu dekat sama dia.

"Gak ada pengen lebih kenal sama Saridia aja.." Ucapnya.

Tapi, tiba-tiba orang yang ngaku namanya Alzy itu datang ngerangkul temen aku. Yah, aku kira mereka lumrah aja kek orang pacaran.. jadi aku gak ada rasa curiga sama sekali.

"Sayang.. kamu aku antar yah.." Ucapan itu membuat temanku langsung ngangguk.

Aku nanya dong ke dia "kamu gak jadi nginep di rumahku?" Tapi dia malah gelengkan kepala tapi tangannya langsung megang tangan aku bilang "makasih yah Sar.. makasih banyak.. gak usah.. gak papa kok.."

Aaaaaaaaaaaaaa!!!!! Seketika itu juga tangisku pecah mengingat aku gagal menyelamatkan teman sekelasku.

"Saridia!!" Ucap Nidah memelukku.

"Seandainya aja aku paham maksud genggaman tangan dia yang kuat!! Pasti aku bawa dia nginap di tempatku.. dan aku malah hampir teledor sama keselamatan mu juga.. Maaf Nid.." Ucap ku menangis sesegukan.

"Tenanglah.. aku sudah baik-baik saja.." Ucap Nidah mengelus kepalaku.

"Nidah benar.. dan jika bukan karenamu juga.. Bang umar dan bang Tino mungkin tak akan ada disana untuk menangkap sikembar dengan bantuan para warga.. tapi.. Nidah? Apa benar nenek sekar juga berniat jahat?" Tanya Ramani.

"Aah.. soal itu.. sejujurnya aku memang tidak tau kalau Alga cucunya adalah senior kita.. omonganku siang tadi memang membuatku terkejut saat melihat foto di dalam rumahnya.. jadi karena itu aku menarik kalian ke dekat rumahku.." Ucap Nidah dengan aku mendongak.

"Nenek sekar ada hubungan apa memangnya?" Tanyaku mengusap air mata menggunakan tisu yang diberikan Anjani.

"Apa kau benar-benar tak tau kalau sikembar itu cucu nenek sekar?" Tanya Anjani.

"Tidak.. hah? Kok bisa?" Tanyaku bingung.

"Kau kemarin iseng masuk rumah kosong itu saat Nidah dan nenek sekar berbicara mengenai cucu nenek sekar.." Ucap Ramani.

"Bagaimana bisa berhubungan begitu?" Tanya ku.

"Ceitakan dulu bagaimana kau meminta bantuan bang Tino dan bang Umar.." Ucap Nidah.

"Mu ingat gak Nid? Waktu bang Tino manggil mu? Nah.. setelah itu aku nemuin dia buat nanya kebenaran soal bang Alzy sama bang Alga.. tapi keknya mereka juga gak tau apa-apa.. dan besoknya bang Umar nemuin aku buat nanya apa yang sebenarnya aku tau.." Ucapku menjelaskan dengan menggigit jari karena teringat wajah teman kelasku dulu.

"Ah.. iya benar.. apa yang terjadi pada yeman kelasmu memangnya?" Tanya Ramani.

"Dia.. bunuh diri.. setelah dilecehkan dia memutuskan mengakhiri hidupnya.." Ucapku ingin menangis lagi. Jika saja waktu utu aku menariknya memaksanya untuk menginap dirumahku.

"Sari.. dengarkan aku.. sesuatu yang telah terjadi bukan untuk disesali.. tapi, untuk dipelajari.." Ucap Anjani.

"Anjani benar!" ucap Ramani.

"Btw.. soal nenek sekar.. aku merasa dia tidak jahat.. namun, kasih sayang seorang nenek kalian juga tau kan?" Tanya Nidah.

"Kau bilang nenek sekar tak ingin ke 3 cucunya jahat.. lalu.." Ucapan Anjani di sela oleh Nidah.

"Entahlah.. aku benar-benar tidak tau mana kebohongan dan kejujuran dari nenek sekar.." Ucap Nidah.

"Nid.. btw aku mau ngasih tau.." Ucapku ingat yang dikatakan bang umar bahwa "suratmu bukan bang alga yang menyelamatkan nya.. kau ingat kan? Kita gagal pramuka inti hari itu karena bang Umar pindah dan Bang Tino sakit.. lalu bang Alga atau siapapun identitas dia.. dia ada urusan hari itu.. sebenarnya bang Tino sakit karena mudah sakit tiap hujan-hujanan.. dia yang nyelamatin suratmu yang hampir dibuang sama CS.." Ucapku menjelaskan.

"Aku tau.." Ucap Nidah.

"Kau tau?" Tanya kami semua bingung.

"Bagaimana kau tau? Kau saja hampir terbawa perasaan oleh bang Alga hari itu?" Tanya Ramani.

"Saat kau menemui Bang Tino.. aku sudah pulang.. saat aku berpaling.. aku melihat bang Alga yang tersenyum melihatku.. saat itu aku merasa ada yang janggal dengan kata-kata bang Tino.. Aku belum bilang ke kalian yah??" Tanya Nidah dengan kami menggeleng.

"Dia bilang.. 'jangan jatuh cinta pada Alga apapun yang terjadi..' lalu dia bilang lagi 'apa kau akan percaya jika aku yang menemukan surat itu?'.. dia seakan bilang kek.. aneh aja.. maksudku logis gak sih orang ngaku-ngaku gitu? Gak ada bukti.. modal ngomong.. anehnya aku gak ngerasa dibohongi.. justru aku ingat waktu bang alga ngasih surat aku nanya gimana caranya bisa sama dia? Dia malah jawab kek 'intinya' kek malas jelasin aja gitu.. seakan.. yah logikanya dia orang yang doyan ngomong loh.. tinggal jelasin aja pun.. gak nya nguras banyak waktu.." Terang Nidah santai.

"Bukan karena mu sukanya sama bang Tino?" Tanya Ramani iseng.

"Dih.. jatuh cinta juga jangan bodoh-bodoh kali.. pakai akal dikit.. tapi kalau urusan salting mah lain cerita.." Ucap Nidah.

"Kok gitu?" Tanya Anjani.

"Aku salting sama semua orang! Hehehe.." Ucap Nidah menyeringai.

"Seneng rasanya mu selamat.. asli aku denger tadi pengen nangis.." Ucap Ku lagi.

"Btw.. ini kalian gak balek?" Tanya Nidah dengan aku dan Ramani melihat jam terkejut.

"Astagfirullah!!"

"Ramani sama Saridia.. orang tuanya dah mau pulang tuh.." Ucap Ayah Anjani.

"Iya om.. makasih yah om.." Ucap ku dan Ramani salim.

Kami pulang kerumah masing-masing. Aku benar-benar bersyukur karena telah percaya pada bang Umar dan bang Tino. Dan aku berharap dengan ini aku bisa membuat arwah teman kelasku itu tenang karena pelaku pelecehannya tertangkap.

1
Rhyj_
semangat weniiii
ME_Mawad: makasih putriiii udah mau mampirr✨✨🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!