Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Ruang rapat utama kantor pusat Hartono Group dipenuhi ketegangan yang tidak biasa. Sebuah televisi besar di dinding menyala, menampilkan segmen berita ekonomi sore yang seharusnya hanya menjadi tontonan latar belakang, sebelum akhirnya membuat seluruh ruangan terdiam.

"...dan brand skincare lokal bernama Renata ini berhasil mencatatkan penjualan yang jauh melampaui ekspektasi pasar, bahkan disebut-sebut mulai menggerus paksa pasar pemain besar di segmen perawatan kulit menengah ke bawah," suara presenter berita terdengar jelas di ruangan yang sunyi.

Daniel duduk di kursi utama, tangannya mengepal di atas meja, matanya tidak berkedip menatap layar yang menampilkan cuplikan wawancara singkat dengan seorang perempuan berkacamata yang diperkenalkan sebagai kepala riset Renata.

"Matikan itu," Daniel akhirnya berkata, suaranya tajam.

Salah satu stafnya buru-buru meraih remote, tapi sebelum layar sempat mati, muncul grafik perbandingan harga yang membuat beberapa orang di ruangan itu saling berbisik pelan.

Ibu Ratna, ibu kandung Daniel, duduk di ujung meja dengan tangan terlipat di dada, wajahnya keras seperti biasa, tapi kali ini ada sesuatu yang berbeda di matanya—sesuatu yang mendekati kekhawatiran.

"Berapa lama ini sudah terjadi?" Ibu Ratna bertanya, suaranya rendah namun tegas.

"Baru minggu pertama, Bu," salah satu direktur pemasaran menjawab gugup, membolak-balik laporan di tangannya. "Tapi angka penjualan kami di segmen menengah sudah turun cukup signifikan sejak produk itu diluncurkan."

"Perusahaan macam apa yang bisa tumbuh secepat ini?" Daniel bertanya, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada siapa pun di ruangan itu. "Belum produknya belum ada sebulan, dan mereka sudah bisa menyaingi divisi yang kita bangun belasan tahun."

Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan itu secara langsung.

Seorang staf muda dengan berani mengangkat tangan. "Pak, ada informasi... perusahaan itu didirikan oleh Alex Hartono."

Ruangan seketika hening. Daniel menoleh cepat ke arah staf itu, matanya menyipit.

"Ulangi apa yang kau bilang."

"A-alex, Pak. Kakak tiri Bapak."

"Jangan bercanda, jadi perusahaan yang dimiliki Alex, adalah perusahaan yang menciptakan Renata?" Daniel menatap staf muda itu tajam.

Staf muda itu mengangguk pelan, matanya menatap ke lantai tidak berani menatap mata Daniel.

Ibu Ratna berdiri dari kursinya, wajahnya kini benar-benar berubah, kekhawatiran yang tadi samar kini terlihat jelas. "Bagaimana bisa? Dia bahkan sudah kita pastikan tidak punya apa-apa lagi."

Daniel diam sejenak, rahangnya mengeras.

"Aku bertemu dia dan bahkan menelponnya," Daniel akhirnya berkata pelan. "Aku bertemu nya di rumah, beberapa minggu lalu. Dia mengancam dan beberapa hari kemudian dia memiliki perusahaan, saat aku menelponnya dia benar-benar sombong."

"Kau tidak bilang apa-apa soal ini," Ibu Ratna menatap tajam anaknya sendiri.

"Karena aku pikir dia cuma mengancam kosong," Daniel menjawab, nada suaranya mulai naik. "Orang miskin yang berteriak di gerbang gak akan bisa apa-apa. Itu yang aku kira waktu itu."

Ibu Ratna berjalan ke jendela ruang rapat, menatap keluar ke arah kota, suaranya berubah dingin dan penuh perhitungan. "Kalau dia bisa bangun perusahaan sebesar ini dalam sebulan, berarti ada seseorang yang mendanainya."

"Mau bagaimana pun caranya," Daniel berkata, berdiri dari kursinya, "aku gak akan biarkan dia mempermalukan keluarga ini di depan publik."

Dia meraih ponselnya, berjalan keluar ruangan sambil menekan salah satu nomor kontak yang jarang dia hubungi, nomor yang selama ini hanya dia simpan untuk keadaan darurat.

Di dalam ruang rapat yang mulai kosong, Ibu Ratna masih berdiri di depan jendela, menatap ke arah gedung tinggi baru yang belum pernah dia dengar namanya sampai hari itu, wajahnya menyimpan sesuatu yang tidak dia perlihatkan kepada siapa pun di ruangan itu.

Beberapa staf yang tersisa mulai mengemasi laporan mereka dalam diam, tidak ada yang berani bersuara setelah pertengkaran kecil antara Daniel dan ibunya barusan. Salah satu sekretaris muda mengintip layar ponselnya di bawah meja, membaca komentar-komentar warganet yang mulai ramai membandingkan harga produk Hartono Group dengan Renata, banyak di antaranya bernada sinis terhadap merek yang selama ini dianggap terlalu mahal.

Sarah, yang sejak tadi duduk diam di sudut ruangan tanpa banyak bicara, akhirnya angkat suara pelan, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada siapa pun. "Aku kira kita sudah selesai dengan dia."

Tidak ada yang menjawab kalimat itu. Daniel sudah keluar ruangan sebelum sempat mendengarnya, dan Ibu Ratna terlalu tenggelam dalam pikirannya sendiri untuk peduli pada gumaman anak calon menantunya yang gagal.

Di luar gedung, lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu, sementara di kejauhan, menara baru yang belum genap sebulan berdiri itu justru terlihat semakin terang setiap malamnya.

1
Israel
alah bct kwontol. tinggal minta semua kebohongan daniel terungksp di public apasusah nya sih. author alay bau kencur pmo otak isekai. halu 100%
Israel
tlol bet kenapa ga minta regenerasi tanpa batas?
Israel
Tlol
Leonardo Akob
Saya suka baca Novelton
Anonim
bodoh mc nya buat aja permintaan uang tidak terbatas unlimited
Israel: Bullshit
total 5 replies
Ria Gazali Dapson
kasian alex , bertubi² cobaan nya
Syahraman [Hiatus]
pergi ke isekai
Israel: bct lu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!