Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 - Sebuah dugaan
Di Hanoi Club.
Audas bersama dengan beberapa pengawal nya sedang berada di dalam ruangan eksklusif yang lain.
"apakah orang itu sudah datang?" tanya Audas kepada salah satu pengawalnya
Pengawal itu mengangguk
"sudah datang..hanya dia sedang bertemu seseorang terlebih dahulu" jawab pengawal itu.
Audas lalu menyenderkan tubuhnya di sofa
"ah sial.. kita hanya menjadi pilihan nomor 2, memang siapa yang ditemui orang itu?" tanya Audas lagi
"kami belum mengetahuinya, tapi info dari orang itu dia melakukan pertemuan reuni dengan teman lama" jelas pengawal itu melanjutkan.
Di ruangan eksklusif lain.
Beel pun masuk ke dalam tempat Gandalf ayahnya dan juga Rino teman ayahnya sedang berbincang, kemudian Beel duduk di kursi miliknya.
"jadi setelah ini kau masih ada pertemuan lagi?" tanya Gandalf kepada Rino.
"ya dengan seseorang yang ingin membentuk mitra bisnis bersamaku di Metrolis" jelas Rino
Beel menatap Rino, sedikit rasa penasaran terlihat di wajah Beel..dalam hatinya bertanya
...'apa mungkin mitra bisnisnya adalah Audas?'...
Ucap Beel dalam hatinya.
Setelah beberapa saat akhirnya reuni teman lama Gandalf dan Rino pun berakhir.
Gandalf lalu berdiri dan keluar bersama Rino sambil berbincang, sementara Beel memperhatikan keduanya dari belakang.
Sampai diluar ruangan, Gandalf pun pamit untuk pulang.. begitupun dengan Beel
"aku harap bisa membuka kerjasama dengan perusahaan miliknya untuk kedepannya" ujar Gandalf sambil menjabat tangan Rino.
"tentu saja.. perusahaanku selalu terbuka untuk bekerja sama denganmu" jawab Rino sambil tersenyum.
Kemudian Gandalf bergegas pergi bersama Beel, sementara Rino berjalan ke arah yang berlawanan menuju ke ruangan ekslusif lain.
Beel menoleh sesaat dan melihat Rino masuk ke ruangan eksklusif lain yang ada di ujung lorong, ruang eksklusif nomor 8.
Saat Rino masuk Beel kembali menatap ke depan dan berjalan di samping Gandalf
"jadi apa usaha dari om Rino tadi?" tanya Beel kepada ayah angkatnya, Gandalf.
Gandalf melirik Beel yang ada di sampingnya.
"perusahaan pengiriman barang.. Rino juga memiliki gudang dan lainnya di pelabuhan" jelas Gandalf.
Beel mengangguk
"begitu ya.." balas Beel.
Kemudian Gandalf dan Beel pun terus berjalan dan keluar dari Hanoi Club.
Setelah beberapa jam Beel pun sudah ada di kamarnya, Beel merebahkan dirinya di kasur.
"perusahaan jasa pengiriman dan gudang.." gumam Beel berbicara sendiri.
Lalu Beel mengambil ponselnya dan menelpon Arthur salah satu anggota Spider.
Arthur mengangkat panggilan Beel
"ya Beel?" tanya Arthur.
"sepertinya gua tahu siapa yang ditemui Audas.." jelas Beel pada Arthur
"benarkah? siapa orang itu?" tanya Arthur.
"seseorang bernama Rino.. tapi ini baru dugaan, beritahu tim lain untuk mengecek data dari orang bernama Rino ini" jelas Beel
"dan berikan laporannya besok sore" tambah Beel kemudian Arthur mengiyakan apa yang Beel inginkan.
Sambungan pun diputus oleh Beel, lalu Beel menaruh kembali ponselnya
"semoga ada informasi penting yang di dapatkan besok.." bisik Beel lebih kepada dirinya sendiri
Lalu Beel tertidur di kasurnya.
Besoknya Beel pun tiba di sekolah dan masuk ke dalam kelasnya 10C.
Di dalam teman-teman Beel yang lain sudah berkumpul, Beel pun berjalan ke tempat duduknya
"biasanya lu datang pagi.." ujar Jason.
"lagi malas berangkat pagi" jawab Beel.
Fajar lalu berbisik
"Beel, gua udah tau tempat tinggal Rexy" ungkap Fajar
Beel pun menoleh ke Fajar
"benarkah?" tanya Beel
"dia tinggal bersama ibunya.." tambah Bayu menjelaskan sambil berbisik.
Lalu Felicia mendekati Beel
"ayahnya meninggalkannya saat dia baru lulus SD" sambung Felicia.
"menurut kalian apa karena itu dia jadi seperti ini?" tanya Irma
"kemungkinan besarnya begitu" jawab Christi
"lalu bagaimana rencana lu Beel bersama dengan para 'pemimpin' dan guru Lee juga guru Sekar?" tanya Lena.
Beel hanya bersandar santai
"belum di rencanakan.." jawab Beel.
Christi menatap Beel
"apa aku boleh ikut juga dalam kelompok itu?" tanya Christi ke Beel.
Beel menoleh ke Christi
"itu terlalu berbahaya.." jawab Beel sambil melihat Christi.
"berarti itu juga berbahaya untukmu kan?" tegas Christi.
Beel menghela nafasnya
"sudah kubilang..kalian perlu melatih diri kalian untuk hal-hal seperti ini" jelas Beel.
"kalian harus tahu, ini bukan permainan game.. ini menyangkut nyawa kalian" jelas Beel berbicara dengan tenang.
Sementara teman-teman lain terdiam.
Jason hanya menunduk ke arah mejanya,
Fajar dan Bayu saling menatap,
Lena dan Irma yang sedang bersemangat menjalani latihan taekwondo nya pun menyadari bahwa latihan mereka kali ini bukan hanya untuk sekedar keren-kerenan,
Felicia sendiri bersandar sambil melipat kedua tangan di dadanya,
Christi sendiri melihat Beel
"kamu benar.." jawab Christi sambil menatap Beel penuh dengan perhatian.
Tak lama bel berbunyi menandakan pelajaran pun dimulai.
Guru Lee masuk ke dalam kelas dan mulai mengajar.