Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Dalam Perjanjian

Pernikahan Dalam Perjanjian

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:704.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Imelda Agustine

Naya dan Brama terjebak dalam perjodohan, mau menikahi Naya hanya karena sebuah perjanjian.

Brama : "Aku tidak mengijinkanmu untuk menyukaiku, karena itulah aku menikahimu."

Naya : "Tapi aku sudah menyukaimu."

Brama : " Hapuslah!"

AKU TIDAK MUNGKIN MENYUKAI BOCAH SMA SEPERTIMU, SUNGGUH BUKAN TIPEKU. - Brama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menolak

"Selamat pagi, pa." sapa Naya dan Brama, kemudian duduk bersebelahan untuk sarapan.

"Pagi." sahutnya. "Kalian akan berangkat bersama?"

Brama mengangguk. "Iya, aku akan mengantarkan Naya dulu."

"Ah, baguslah! Papa juga akan kembali pulang."

"Loh, papa kok udah mau pulang? Gak nginep lagi, pa?" tanya Naya, yang sontak mendapat tendangan kecil dikakinya hingga ia mengaduh kesakitan.

Herman tersenyum. "Enggak, gak baik kalo nginep lama-lama dirumah pengantin baru." sahutnya.

"Ah, he he begitu." menendang balik dengan keras kaki Brama.

"Aw!" pekiknya.

"Kenapa?" tanya Herman, heran.

"Gak, gak kenapa-napa kok, he he." tersenyum canggung, lalu menoleh pada Naya dan melotot. Tapi Naya bahkan tidak menoleh, fokus memakan sarapannya.

Hingga kemudian selesai sarapan, dan mereka berdua segera berpamitan.

"Berangkat dulu, pa!" pamitnya.

"Iya, hati-hati dijalan."

Mereka pun masuk kedalam mobil, dan Brama langsung melingkarkan lengannya dileher Naya untuk mencekiknya.

"Hn. Berani ya nginjek kakiku!" geramnya.

Naya memukul-mukul lengannya. "Aaaa. Ampun, Ampun, Ampun. Gak sengaja." rengeknya.

Brama melepas pelukannya. "Gak ada alasan lain apa? Selain gak sengaja."

"He he." Naya hanya bisa tersenyum canggung, apalagi saat Brama mencondongkan tubuhnya kepadanya.

Seakan tersekat ditenggorokan ketika Brama ingin berbicara, ia malah fokus memandangi bibir merah gadis itu dan tanpa sadar semakin mendekat bahkan hampir bersentuhan.

Seketika Brama sadar. "Astaga! Apa yang baru saja ku lakukan." gumamnya, memalingkan muka keluar jendela.

Begitupun dengan Naya yang sudah merah merona, memilih memalingkan muka keluar jendela.

****

"Terima Kasih tumpangannya." ucap Naya ketika turun dari mobil.

"Ya, Langsung masuk ke kelas! Jangan menoleh pada siapapun!" pinta Brama dengan tegas.

"Oke, siap!" sahutnya dan benar-benar langsung berlari ke kelas tanpa menyapa Dimas yang sudah menunggunya digerbang.

Brama jadi tersenyum, memelototi Dimas sebelum ia pergi.

"Yah! Kenapa mas itu serem bener." gumam Dimas, heran.

Sedangkan Naya berlari ke kelas, dengan nafas terengah-engah. Membuat Rika yang melihatnya berdecak heran.

"Gak bisa ya Kalo masuk kelas itu yang normal? Masa tiap pagi lari-lari mulu."

Naya masih memegang dadanya, mengatur nafas. "Gak bisa! Mas Bram bakal marahin aku, kalo liat aku ngomong berduaan sama Dimas."

Sontak Rika jadi tertawa. "Kayaknya masmu mulai cembukur nih!" ledeknya.

"Ah, ngarang aja kamu! Dia masih galak tuh, katanya sih aku harus jaga kehormatan dia sebagai istri."

Rika mengangguk, menelaah. "Bener juga sih."

"Aku sekarang bingung, soalnya kemarin aku udah janji bakalan ngasih waktu ke Dimas."

"Waktu? Untuk apa?"

"Katanya sih dia pengen ngomong sesuatu sama aku."

Seketika Rika terlonjak kaget. "Kayaknya dia bakal nembak kamu nih." tebaknya.

"Ah, gak mungkinlah. Dia kan udah punya gebetan."

"Kamu ketinggalan berita deh! Mereka udah putus tahu."

"Oh ya! Serius?"

Rika mengangguk. "Serius!" sahutnya cepat.

Naya sejenak jadi terdiam, meyakinkan perasaannya sendiri yang sudah memudar. Rasa suka itu memang sesaat, pikirnya.

Dan mata pelajaranpun segera dimulai dan Naya mulai berkonsentrasi, memusatkan pikiran pada apa yang diterangkan oleh guru.

****

"Nay." sapa Dimas, melangkah masuk kedalam kelasnya.

Naya menoleh. "Apa, Dim?"

Dimas menoleh pada Rika yang masih duduk dibangkunya, ketika teman sekelas lainnya keluar untuk menikmati jam istirahat. "Kasih aku waktu sebentar untuk ngomong sama Naya, ya?" pintanya.

"Hm. Oke." Rika pun beranjak dan keluar. "Aku tunggu diperpus." ucap Rika pada temannya itu.

"Oke, ntar nyusul." sahut Naya, lalu menoleh pada Dimas. "Mau ngomong apa, Dim?"

Dimas menunduk, tampak canggung ketika ingin melontarkan kata. "A..aku suka kamu, Nay." ucapnya kemudian.

"Hah?" Naya kaget.

Seketika Dimas tertawa. "Aku menyukaimu sejak awal, mau gak kamu terima aku jadi pacar kamu?"

Naya menggaruk tengkuknya, bingung nan canggung. "Maaf. Aku gak bisa."

"Kenapa, Nay? Bukannya kamu juga menyukaiku."

Naya menggelengkan kepalanya. "Sejak kamu jadian sama Sally, aku sudah tidak menyukaimu lagi. Lagian, aku sudah menyukai seseorang, jadi maaf ya."

Dimas menunduk kecewa. "Iya gak apa-apa, aku akan menunggu kalian putus." sahutnya, membuat Naya menganga.

Apa-apaan sih, pikirnya.

Disisi lain Sally tak sengaja lewat didepan kelas Naya, melihat mereka berdua. "Awas nanti pulang sekolah!" ancamnya.

Setelah cukup berbicara dengan Dimas, Naya segera menyusul temannya ke perpustakaan.

"Hei Nay, sini!" pinta Rika, dan segera Naya mendekati.

"Apa?" tanyanya penasaran.

"Coba lihat!" menunjukkan pesan. "Temanku si Riko baru saja menyewa kaset film Korea ini loh! Rencananya besok aku akan meminjam padanya, nonton bareng yuk!" ajaknya.

"Aduh pasti seru banget, tapi boleh gak ya aku main kerumahmu? Kayaknya gak bakal dibolehin deh kalo cuma sekedar nonton film doang."

"Bilang aja mau belajar bareng." bisiknya.

"Eh, iya." Naya jadi cekikian.

****

TOLONG BERIKAN RATING BINTANG 5, ya!!

1
Anisa Febriyanti
ko cuman sampe efisode 37 sih padahal ceritanya rame, :(
Siti Halimah
semangat
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel. upthor
Arikaa Ubaidiah
Lumayan
Khusnul Khotimah
Thor knp ceritanya ngambang gini , lnjut dong Thor gimana hubungan Naya dan Brama selanjutnya...moga mereka bisa hidup bersama bahagia selamanya... semangat terus ya thor
Purnita
seru thor aku makin meleleh neh lanjut kan thor 👍🏻😘
Siti Jubaedah
semangat....author.....
Wiwin Wiwin
👍👍👍
Rosari Nan
ini mn sih klnjtanya
Nur Halimah
tterusin cerita nya
Nur Halimah
lanjutkan lagi cerita nyA biar jelas
Selviah Selviah
mungkin aku suka nanti
zia kinara
ko ga da klanjutannya ya,,
arfan
up
Mishbah Ando Ibang
endingnya?.... tdk jelas
FUZEIN
Nah....tak jadi baca.....sakit jiwa raga..kalau syok baca...tapi menghilang...
Diana Mansiu
lanjutkn ya ceritanya
Sriamul Sbc
Lo kok....... lanjutannya mana?
Gilang Ayyash
2 tahun tk berlanjut.....sesaaaaattttt
Virginia Maniku
ngak azyik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!