Indonesia
NovelToon NovelToon
THE UNWANTED QUEEN (RATU YANG TIDAK DIINGINKAN) OTHERLANDS THE SERIES #3

THE UNWANTED QUEEN (RATU YANG TIDAK DIINGINKAN) OTHERLANDS THE SERIES #3

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Romansa / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:44.8k
Nilai: 5
Nama Author: Iris Marbella

Olya Williams seharusnya tidak menjadi pengantin dari Raja Leonord Konstantin. Tapi dengan meninggalnya sang Kakak, membuatnya harus mengambil peran sebagai seorang ratu. Namun jika orang berfikir bahwa kehidupannya akan diisi dengan pelangi dan kebahagiaan, itu salah besar. Karena justru semuanya malah sebaliknya. Cinta rahasianya pada Sang Raja, dan hubungannya dengan pemuda tampan lainnya yang bernama Ivander akan membuat hidupnya dalam malapetaka. Siapakah yang akan Olya pilih, Sang Raja yang merupakan laki-laki impiannya sejak kecil atau seorang pemuda bermata hijau yang penuh kelembutan untuknya.

- Cinta akan menemukan jawabannya -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iris Marbella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 - The PLAN

EIGHTEEN

THE PLAN

Gina dan Magda sejak tadi menatapku secara bergantian. Kami terpaksa melakukan pertemuan di malam hari karena siang hari aku meminta Tinaa menyampaikan bahwa aku ingin istirahat lebih panjang. Kami berada di ruang Tulip dengan belasan pelayan hilir mudik keluar masuk karena sibuk membantu kami dalam memilih semuanya.

“Leon meminta semua perabotan mayoritas berwarna nila lavender.” Magda memberitahu kami sambil menunjukkan kain renda berwarna nila sutra sebagai contoh gaun pernikahanku.

Leon masih ingat warna kegemaranku. Bisa di bilang aku sedikit tersentuh. Hanya sedikit.

Gaun yang aku pilih berwarna putih sutra dengan panjang dua puluh meter dan memiliki beberapa daerah yang akan menampilkan kulitku secara terbuka. Bahu dan juga punggung. Batu mutiara akan menghiasi gaunku yang panjang itu.

“Lalu bagaimana dengan bunga-bunga di taman Rulselron nanti? Selain bunga matahari dan lavender tentu saja.” Gina bertanya pada Magda.

“Aster, Cosmos, Pansy,” Magda menyebutkan satu per satu.

“Dahlia, anggrek dan jangan lupa aku ingin Wisteria untuk buket bunga-ku.” Aku tidak ingin melewatkan bunga-bunga kesukaan-ku.

“Baiklah, Yang Mulia.” Magda meminta pelayan yang berada di sampingnya untuk mencatat permintaan-ku.

“Lalu bagaimana dengan penataan bunga-bunga itu?” Gina masih tidak puas dengan pembicaraan mengenai bunga ini. Sejak tadi kita belum beranjak dari sana.

“Mereka akan ditata secara melingkar,” Magda menunjuk peta acara di taman Ruselron di atas meja. Menujuk tujuh lingkaran yang akan mengintari panggung bundar besar yang akan menjadi saksi pernikahan-ku. “Lingkaran terdekat dengan panggung tetap untuk bunga matahari.”

“Ehm baiklah.” Gina melepaskan kaca mata miliknya dan mendesah dengan lelah lalu menoleh ke arah-ku. “Tiara dan cincin akan disiapkan Magda di hari pernikahan. Untuk tradisi kamu tidak boleh melihatnya sebelum hari besar itu.”

“Baiklah, Yang Mulia.” Kata-ku.

“Panggil aku Mam, seperti Leonord.” Gina mengatakan dengan nada datar. “Mulai sekarang kita akan menjadi keluarga dan kita akan sering melakukan banyak aktifitas bersama.”

Membayangkan kegiatan bersama Mama mertua-ku adalah seperti membayangkan masuk dalam kandang singa. Jika aku tidak bisa menjaga perilaku maka aku akan diterkam. Dengan segera.

“Baiklah.” Tidak ada gunanya menolak.

Magda berdeham. “Kalau begitu kita akan membahas upacara yang akan diadakan oleh ketiga tetua Ruxof. Neftali Ruxof sebagai yang pertama akan menghidangkan cawan berisi air suci di mana baik Yang Mulia Raja dan Ratu akan menggores sedikit kulit di jari kelingking mereka dan meneteskan darah di atas air tersebut. Dan keduanya akan bertukar cawan dan harus minum satu tegukan dari cawan tersebut.”

Aku pernah membaca bagaimana para leluhur-ku melakukan prosesi darah itu dan tidak kusangka aku akan menjalaninya sebentar lagi.

“Feran Ruxof sebagai yang kedua akan meminta calon pengantin untuk menyebutkan puisi ritual dalam bahasa kuno sebagai formalitas untuk meminta persetujuan para leluhur akan pernikahan ini.” Lanjut Magda.

“Dan Pero Ruxof sebagai yang ketiga akan melakukan ritual terpenting dalam upacara pernikahan ini, pembacaan buku perjanjian dengan diikuti pengikatan kedua tangan calon pengantian pria dan wanita dengan menggunakan tali yang berasal dari pakaian pasangan Raja dan Ratu terdahulu.” Magda memandang kami berdua secara bergantian.

Tali bekas pakaian Raja dan Ratu terdahulu. Ini yang paling mengusikku. Aku sudah tahu jalannya prosesi ini sejak kecil karena kami mempelajarinya tapi bukan berarti akan mudah mengikuti ini semua, terutama yang terakhir.

“Kamu hanya perlu menutup hidungmu saat prosesi ketiga, Olya.” Gina menyarankan dengan wajah tidak simpatik. “Tentunya akan ada wangi-wangi yang berasal dari ratusan tahun yang lalu. Ini tidak akan nyaman bagi diri-mu.”

Aku ingin memutar bola mataku tapi aku menahannya. “Aku tahu, Mam.”

Magda lalu menunjuk di sebelah kanan atas dan kiri atas panggung adalah dua orkestra yang akan disiapkan untuk melantunkan melodi-melodi klasik. Lalu dia menjelaskan akan ada lima belas meja panjang yang berada disisi kiri dan kanan panggung sebagai meja jamuan makan malam dengan lima belas menu makan siang. Semua pernikahan kerajaan selalu dilakukan di siang hari sebagai penghormatan kepada matahari.

“Menu yang akan disiapkan diantaranya Salmon Marinasi rempah, domba madu panggang, Daging Rusa dengan perasan lemon dan coklat serta puding sebagai penutup mulut.” Magda menyebutkan beberapa diantara mereka.

“Jangan lupa untuk menyediakan Anggur yang berasal dari tahun dua puluh lima. Leon sangat menyukainya.” Pinta Gina .

Pelayan kembali menuliskan di catatannya dengan cepat agar tidak ada yang terlewat.

“Apa yang ada dipikiran Leon untuk langsung mengadakan pernikahan secepat ini, semuanya menjai tergesa-gesa.” Gina menggerutu dengan suara paraunya yang khas.

Aku tidak menjawab.

Sementara Magda tertawa ringan untuk meringkan suasana. “Mungkin Yang Mulia sudah tidak sabar.”

Gina hanya menggeleng tanda tidak percaya. “Perjalanan dari San Clara menuju tempat utama apakah sudah dipersiapkan dengan matang?”

Magda memberi kami satu lembar urutan prosesi khusus perjalanan kereta kerajaan hingga tempat akhir. Aku hanya melihat beberapa diantara mereka. Salah satunya harus melewati gedung parlemen dan juga jalan Solar yang merupakan jalan terpadat di Klaptongad. Di bagian bawah kertas orang nomor satu di wafren, Hades memberi tanda tangan di bawahnya sebagai tanda persetujuan.

“Wafren sudah mensterilkan tempat-tempat yang tertera di atas kertas. Terutama Jalan Solar. Kami mengerahkan empat ratus anggota wafren. Semuanay berpangkat tingkat dua dan tiga. Hades akan berada di sana, Yang Mulia.” Magda menenakankan kehadiran Hades.

“Buat menjadi lima ratus. Ada hal-hal yang bisa saja terjadi. Hal terburuk.” Gina menimpali.

“Aku rasa lima ratus terlalu banyak.” Tanpa sadar aku menyela.

Magda hanya menatapku dengan seksama sementara Gina menatapku seolah-olah aku berucap aneh. “Olya, aku ingin memberitahu-mu sesuatu. Magda mengetahui masalah ini.”

Magda sedikit menundukkan kepalanya saat aku melihatnya. “Apa ada sesuatu yang terjadi?”

“Kami menerima kiriman kotak sebanyak lima belas kali yang hampir saja lima diantaranya masuk ke dalam kediaman San Clara. Semuanya untuk kamu. Dan isinya sama sekali tidak menyenangkan.” Gina memilih kata yang lembut.

Aku menaruh kertas tadi di atas meja dan fokus pada masalah hadiah-hadiah ini. “Apa mereka semua berbahaya?”

Gina mendesah seakan-akan dia membenci membahas ini. “Salah satu dari kiriman itu adalah potongan mata, telinga, dan jari seorang wanita. Mereka meminta-mu untuk mundur dalam pernikahan ini.”

Aku mencengkram kedua tangan ku sendiri diatas paha-ku. Magda menatapku dengan pandangan sedih sementara Gina lagi-lagi seperti sudah tau ini akan terjadi.

Jelas-jelas aku bukan menantu yang dia inginkan. Karena jika memang aku menantu impiannya maka raut wajah khawatir yang akan muncul.

“Lima ratus adalah jumlah yang layak dengan teror-teror yang berhasil disingkirkan wafren. Mereka bisa diandalkan.” Gina berdiri dan kami berdua dengan reflek ikut berdiri.

“Selebihnya kalian berdua saja yang mengatur karena selebihnya adalah acara khusus Leon dan Olya.” Gina berjalan dan beberapa Klementine langsung bergegas berdiri di sampingnya.

Aku dan Magda berdiri dan dan menunduk memberi hormat dan Gina hanya mengangguk ke arah kami dengan tatapan bosan. Lalu dia pergi dan pintu ditutup oleh para pelayan.

“Yang Mulia, masih ada beberapa yang harus kita bicarakan. Tapi jika anda ingin istirahat maka aku tidak akan memaksa.” Magda menyentuh lenganku.

“Lebih baik kita kembali ke kamar-ku. Aku ingin berbaring sebentar.”

Jujur saja aku harus mencari tahu siapa di dalam kediaman-ku yang selalu memberikan informasi mengenai kondisi-ku kepada Leon.

Karena sekarang Leon berada di kamarku. Duduk di sofa tidak jauh dari Magda yang sibuk menerima laporan dari pada Madelleine.

“Aku tidak percaya Mam mengatakan itu pada-mu.” Leon mengatakan padaku dari tempat dia duduk. Amarah tersirat dari ucapannya. “Mam benar-benar ingin mengacaukan semuanya.”

Magda berdeham untuk menyela dengan sopan. “Dia tidak ingin Yang Mulia Olya tidak dalam keadaan waspada. Saya rasa itu lebih tepat.”

Leon meminta seluruh Madelleine keluar yang tentunya mereka langsung lakukan setelah melakukan Arshow. “Magda, kamu terlalu baik. Kamu tahu bagaimana Mam lebih menyukai keluarga lain seperti Khun untuk menjadi istri-ku.”

Mendengar nama Khun perutku langusng terasa mual. Benar-benar mual. “Lebih baik kita selesaikan sisa rapat kita. Kita hanya menyisakan pesta bangsawan yang belum selesai untuk dibahas.”

Leon berjalan dan duduk di sampingku. Wangi udara terik dan sinar matahari menyapu hidungku. Tangannya membelai pelipis ku. “Ini adalah acar besar-mu. Apakah kamu ingin beberapa tamu undangan dikeluarkan dari daftar asli?”

Hampir semua bangsawan aku mengenalnya dengan baik. Masalahnya pesta eksklusif yang akan dipenuhi dengan warna kuning ini adalah pesta yang paling aku hindari. Bersama mereka selama satu setengah jam adalah neraka tingkat sembilan.

“Jika aku ingin keluarga Khun tidak hadir?” Aku sudah tahu jawabannya, hanya ingin tahu bagaimana Leon menyikapinya.

“Aku akan mengurangi jumlah mereka.” Leon bernegosiasi. “Hanya saja beberapa orang keluarga itu akan sangat sulit untuk dihadapi jika mereka tidak diundang.”

“Termasuk Yolanda?” Aku benci wanita itu.

Leon terkekeh. “Dia bukan siapa-siapa bagi-mu. Kamu seorang Ratu.”

“Kalian berteman bukan?” Apa aku terdengar cemburu.

Leon menatapku dengan penuh penasaran. “Kamu tidak perlu khawatir mengenai hubunganku dengannya. Aku tidak pernah menyentuhnya.”

“Bukan itu maksud-ku. Yolanda dan klan keluarganya sangat berbeda pandangan dari keluarga lainnya dan dia selalu memaksakan kehedaknya. Kehadirannya cukup mengganggu yang lain.”

“Akan kupastikan mejanya berada jauh dari kita.” Janji Leon.

“Maaf kalau saya memotong pembicaraan Yang Mulia,” Magda berdiri dengan tangan saling menangkup. “Selain pesta bangsawan kita juga perlu membahas malam konsumasi.”

Aku menutup mataku. Bagaimana aku bisa lupa dengan masalah ini. Malam konsumasi. Apa aku bisa menghindarinya?

Leon pasti merasakan ketegangan tubuhku secara tiba-tiba. Di bandingkan aku tentunya dia sama sekali tidak tegang ataupun khawatir tentang hal ini. Jujur saja matanya bahkan memperlihatkan bagaimana dia ingin sekali menyelesaikan semuanya dengan sempurna.

Leon mengelus pergelangan tanganku. “Malam konsumasi sama seperti tradisi sejak dulu. Aku tidak ingin mengubah apapun.”

Magda melihatku lagi dengan khawatir. Dia adalah orang yang paling mengerti emosi-ku. Mungkin karena dia tahu betapa besarnya semua ini untukku.

“Leon,” Aku mencoba membujuknya. “Para Ruxof, jika aku tidak nyaman mereka ada di sana. Apakah kamu bisa mengubahnya?”

Leon berhenti mengelusku dan rahangnya mengeras. Dia tidak menyukai gagasan itu. “Ruxof adalah saksi atas pernikahan ini. Mereka harus berada di sana.”

“Tolong,” Aku membenci memohon. “Aku tidak nyaman dengan semua itu. Mereka, mereka akan menyaksikan kita dan tubuhku,”

Leon menangkup wajahku. “Aku tahu jika ini tidak nyaman. Bagikupun juga sama.”

Aku menaruh tanganku di dadanya. Berharap bisa mengubah sesuatu di malam yang mengerikan itu. Malam di mana beberapa orang akan menyaksikanku di saat aku tidak menginginkannya sama sekali.

Leon menyadari tanganku bergetar. Dari semua prosesi, konsumasi adalah terburuk dari yang terburuk.

Leon mengambil nafas panjang. Jelas-jelas dia menahan semua perkataannya. Perkataan tidak menyenangkan. “Aku akan menyiapkan semua partisi. Penghalang antara kita dan mereka. Itu akan meminimalisasi pandangan mereka.”

Aku melepaskan nafas panjang. Tidak sepenuhnya lega tapi setidaknya ada hal yang Leon janjikan padaku.

“Selebihnya tidak ada yang boleh berubah karena itu bisa menimbulkan pertanyaan dan rumor di seluruh San Clara dan jika ini keluar ke publik maka ini tidak bagus untukmu. Mereka akan mempertanyakan hubungan kita secara fisik.” Leon bernada tegas.

Aku mengangguk pelan.

“Baiklah. Pesta bangsawan adalah hal terakhir. Mari kita mulai membahas mengenai pesta topeng.” Leon meninggalkanku dan menghampiri Magda yang sudah siap memberikannya beberapa pilihan topeng yang akan dipakai di acara nanti.

1
Biyaa
Bagussssss
Noonamaniz
aku tunggu kelanjutannya kak semangat sehat selalu aku selalu nunggu di sini jangan lupa yaa kakak/Joyful/
Iren Nursathi
bonus chapter thor sama mau tau visual masing² tokoh
DEDY
Thorr kelanjutannya bagaimana nasib katerin di tangan ivander sambung kelanjutannya thorr.
Iris Marbella: ditunggu ya kak dedy. Sekarang kita balik ke prequel dulu ya. THE REBELLION KING. Jgn lupa follow aku juga ya. Trims
total 2 replies
Iren Nursathi
gak rela pokoknya harus ada lanjutannya thor jngn gantuuuuuuung
Iris Marbella: Ditunggu kak, skrg prequel dulu ya
total 1 replies
Iren Nursathi
selalu luar biasa
Iren Nursathi
wow selalu menarik ceritanya
Iris Marbella
kak ditunggu ya. oh ya akan ada novel baru. Judulnya rebellion king. rilis minggu depan ya. Stay tuned
Iren Nursathi: ok aku tunggu jadi penasaran nih
total 1 replies
Iren Nursathi
up lagi thor
Iren Nursathi
oh sedihnyaaaaaaa gak rela kalo cepet tamat,ku harap ada sequelnya thor cerita anak² mereka
Iren Nursathi
makasih up nya thor tapi dikit bngt lagu yaaaa
Iren Nursathi
aku udh kasih vote
Iren Nursathi
kpn up lagi thor gak sbr nih
Iren Nursathi
yaaaaah thor jangan tamat dong aku mau sampe anak nya lahir terus beranjak dewasa,jadi beranak pinak gitu ada keturunannya yg meneruskan,soalnya ini cerita bagus bngt,dari segi cerita,tokoh,latar,dsb.bahkan aku berhayal thor kalo cerita ini tuh di buat film nya bakalan efik banget.jadi ku harap ceritanya sampe ada trilogy nya gitu.makasih thor
Iren Nursathi: aku tunggu frequel sama sequel nya thor pokoknya sequel nya harus ada thor biar ceritanya long lasting
total 2 replies
Iren Nursathi
up nya kapan thor aku tunggu²
Iren Nursathi
syediiiih thor
Iren Nursathi
kpn up lagi thor gak sabar nih
Iren Nursathi
lanjuuuuut
Iren Nursathi
up nya kpn thor
Iren Nursathi
lah bikin penasaran aza lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!