Kisah Rumah William yg angker tapi siapa sangka di dalamnya tercipta rasa cinta dan kesetiaan terhadap pasangan masing masing walau berbeda suku,agama dan ras cinta itu tetap mereka teguhkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Try yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penolakan alif
"Pokoknya alif gak mau punya adek!", teriak alif dari kamarnya
"Alif gak mau keluar sebelum memberikan nayla ke orang,ini rumahku jangan bawa nayla kesini!", teriakan alif makin keras
Semua barang barang di kamarnya hancur dibanting,kami semua menjadi khawatir akan kondisi alif yg sepertinya sangat menolak kehadiran adiknya,kami mulai berpikiran yg tidak tidak,takut alif mencelakai adiknya
sendiri
"alif sayang,kami semua sayang alif,adek nayla juga sayang alif",bujukku,tapi alif tak menghiraukan,tangisannya memang sudah reda tapi ia menolak untuk makan dan menolak ke sekolah
"tidak!", kata alif singkat
"pokoknya selagi nayla ada dirumah ini,alif tidak mau apa2, atau alif ikut oma helena kealam baka", ucapan alif membuatku terkejut bahkan membuat semua yg mendengarnya terheran heran,anak sekecil itu bisa bicara yg seharusnya belum sampai dipikran anak seumuran alif.
kami semua sudah kehabisan akal,hingga kami kepikiran membawanya ke psikiater untuk konsultasi .
"apa sebaiknya alif kubawa ke tondano dulu nak", kata ayah
"kasian juga yah,nanti malah jadi ribet urusannya,dikira ferikha dan mas pram tak sayang lagi", kata ku kurang menyetujui pendapat ayah
"bawa ke psikiater dulu,siapa tau memang mengalami gangguan mental", saran papa
Esoknya mas pram,ayah,mama dan papa membawa alif ke seorang psikiater
"Namanya siapa sayang?", kata pak Dokter yg seorang ahli psikologi ternama di kota
"Alif pak dokter", ucap alif
"alif udah sekolah ya,terus alif dirumah sa siapa aj?", tanya pak dokter dengan tenang
"dirumah ada Ayah,bunda,Oma,opa,tante,om dan seorang bayi perempuan", jawab alif
"asyik dong apalagi ada bayi perempuan jadi asyik ada yg temenin mai", kata pak dokter mulai menelusuri alasan ketidaksukaan alif pada adiknya
"tapi alif tak suka bayi perempuan pak dokter,belum apa apa ia sudah mengambil haknya alif,orang orang tak ada lagi yg sayang alif", kata alif yg sontak buat kami terkejut
"jadi menurut alif bagaimana,apa adeknya buat pak dokter aja?", tanya pak dokter
"jangan pak dokter,nanti keluargaku jadi sedih,barlah alif aja yg sendiri yg penting jangan keluarga alif yg sedih"jawaban alif sungguh membuat kami sedih,alif hanya merasa nelangsa saat kelahiran adiknya.
Dokter hanya menyarankan agar kami selalu memantau alif dan memberinya perhatian yg lebih
"berilah perhatian jauh lebih banyak dibanding sebelum memiliki seorang adik,karna alif memiliki jiwa yg sangat peka", kata pak dokter
"apa alif pernah jatuh?", tanya pak dokter yg membuat kami saling berpandangan,rasanya alif tak pernah jatuh bathinku
"alif pernah jatuh dari ayunan di bawah pohon pak dokter", spontan alif yg menjawab
"kapan alif ?", tanya papa
"sebelum opa datang,alif main ayunan ma noni dan sinyo belanda waktu masih di rumah lama",kata alif yg membuatku kian tambah heran.
"Terima kasih banyak sarannya ya pak dokter", ucapku sambil pamit
Tapi keheranan terus meliputiku hingga tiba dirumah,kududukkan alif di kursi dan bertanya
"alif kenal dimana noni dan sinyo itu?", tanyaku penuh selidik.
"kan tinggal serumah dengan kita yah,gimana sih?", kata alif yg tambah bikin heran
"tapi kok ayah gak pernah lihat", ucapku lagi meragukan kata kata alif yg bisa saja cuma halusinasinya.
"alif berkata benar pram,papa juga sering melihat banyak anak anak tinggal dilantai 2", ucap papa membenarkan kata kata alif
"alif akan tunjukkan sesuatu nanti ke ayah", sambung alif
*****
Nayla terlihat sangat tenang tidur dalam ayunannya,ia sangat cantik dan menggemaskan
"Dokter bilang apa mas", tanyaku pada mas pram yg baru pulang dari ahli psikolog
"katanya alif mengalami kecemasan dan depresi fer", jawabku.
"alif hanya merasa kasih sayangnya terampas",ucap ku lagi
"katanya alif pernah jatuh ya fer?", tanyaku
",perasaan gak pernah kok mas,si alif cuma mengada ada itu mas", kata ferikha
entahlah,aku merasa bingung juga menghadapi kelakuan aneh alif akhir akhir ini,apalagi ia mengaku jatuhnya waktu main bersama sinyo dan noni tambah mengherankan.
"Ayahh,nih buktinya", kata alif datang menghampiriku dan memberiku sebuah benda yg ternyata CCTV
Kunyalakan rekaman CCTV itu dalam kamar tanpa sepengtahuan ferikha,ternyata CCTV nya jelas menggambarkan Alif bermain ayunan di temani 2 anak kecil yg berpakaian ala belanda tempo dulu,aku herqn siapa sebenarnya 2 anak kecil itu,sedang asyik asyiknya mereka bermain tiba tiba salah satu anak itu mendorong alif yg sedang duduk di ayunan hingga jatuh tersungkur,kepala alif berdiri,dan nampak seorang wanita dewasa berpakaian ala belanda pula datang mengobati kepala alif yg berdarah dan pendarahan langsung berhenti tanpa meninggalkan luka
Aku terhenyak,betapa banyak sebenarnya kejadian aneh waktu kami tinggal dirumah tua tanpa kami sadari,semoga perubahan alif akhir akhir ini tak ada hubungannya dengan semua itu.
"ayah,pram ingin menunjukkan sesuatu",kataku sqmbil menarik tangan ayah ke kamar tempatku memutar rekaman itu.
"Carol,felicya,Suzan", kata ayah saat melihat orang orang asing itu yg terdeteksi dalam CCTV
"ayah kenal mereka?", tanya ku,saat mendengar ayah menyebut nama mereka satu persatu
"mereka itu saudara sepupuku yg meninggal tidak wajar pram", kata ayah menatapku seolah takut akan terjadi sesuatu
"mereka itu sangat memusuhi ayah waktu masih kecil", kata ayah
"Ia anaknya tante Birni yg ingin menguasai rumah yg telah diwariskan ke opa hotman", kata ayah memulai ceritanya.
"ayah tak menyangka,setelah meninggal pun masih ingin mencelakai cucuku", gumam ayah
"untung rumah itu kita tinggalkan", sambung ayah
Rumah william menyimpan segudang misteri,disitulah dulu tempat eksekusi hukuman mati untuk para pejuang yg membangkang pemerintahan Belanda,dirumah itulah juga menjadi sarang wanita wanita penghibur untuk memuaskan nafsu birahi para tentara Belanda.
Tak heran jika malam tiba,kadang terdengar suara cekikikan wanita wanita malam,teriakan histeris orang yg disiksa dan suara teriakan anak anak kecil yg sedang bermain main.
"Tuan Charles,kami perwakilan kampung belanda meminta persetujuan tuan untuk menghancurksn rumah william", kata seorang lelaki yg datang bertamu
"Mohon pengertiannya tuan,rumah william sudah menjadi sarang setan,tak ada lagi yg berani lewat disitu wakau siang hari", kata seorang lagi yg mengaku kepala adat wilayah situ.
"permintaan saudara kami terima,tapi beri kamu waktu untuk memikirkannya satu dua hari ini,karna disitu banyak peninggalan orang orang tua kami yg harus dipindahkan.
Rumah William akankah tinggal kenangan
🤔🤔