Teman..kata yang selalu mereka gunakan untuk mendeskripsikan hubungan mereka. Namun tanpa mereka sadari Cinta pun datang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 17 - PINDAH
Hari ini Raisa akan kembali ke Jepang. Cuti nya tak bisa lebih lama lagi ia lakukan. Raisa pun berpamitan kepada mertuanya sambil membawa Ibu nya dan Bang Deni. Raisa berhasil mengurus kepindahan nya bersama Ibu dan Bang Deni ke Jepang. Selama sisa cuti nya, ia sibuk mengajari Ibu dan Bang Deni untuk belajar bahasa Jepang. Tanpa Raisa duga bang Deni bisa belajar bahasa Jepang lebih cepat.
Raisa terus mendorong koper nya menuju ke pesawat. Mulai hari ini ia dan Dimas akan LDR. Raisa sebenarnya tidak percaya dengan hubungan LDR apalagi kak Diana masih saja dekat dengan Dimas dan Raisa tidak ingin merusak momen bahagia nya bersama Dimas dengan memikirkan kak Diana yang pernah dicintai oleh Dimas.
Raisa memeluk Dimas erat dan sangat erat.
"Aku akan merindukan mu" Ucap Raisa.
"Jaga diri kamu, aku akan mengunjungi mu secepatnya" Ujar Dimas.
Raisa terus melihat Dimas yang berada di belakang nya, berat hati nya meninggal kan Dimas disini namun ia tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya sedangkan di Jepang Ibu nya akan lebih baik lagi hidupnya bersama nya tentu saja.
*********
Setelah sampai di Jepang......
"Ibu besok kita akan melakukan pemeriksaan untuk mata ibu ya, kata teman Raisa sih kemungkinan besar mata ibu bisa di operasi dari pada di donor kan" Ujar Raisa.
"Apa ibu nggak merepotkan kamu begini nak?" Ibu nya merasa tak enak dengan Raisa setelah tahu jadwal Raisa yang padat.
"Ibu ini, sama Raisa pakai nggak enak segala, Udah yang penting ibu sehat dan bisa sembuh, Jadi jangan pikir apa - apa ya" Jawab Raisa.
"Raisa, Abang mau keluar dulu ya" Kata bang Deni.
"Kemana bang?" Tanya Raisa.
"Teman kuliah Abang sekarang kerja disini, dia mau nawarin pekerjaan disini, sekarang dia ngajak ketemuan"
"Hati - hati bang"
Ternyata setelah tahu mereka akan pindah ke Jepang teman dan beberapa kerabat jauh Raisa dan Bang Deni banyak membantu mereka sehingga mereka tidak sulit beradaptasi disini. Bahkan Tante nya dari keluarga bapak nya saja mau membantu merawat Ibu saat Raisa kerja.
*****
Esoknya......
Raisa membawa ibu nya ke rumah sakit tempat ia kerja. Banyak teman Raisa di Jepang yang membantu membiayai mata ibu Raisa. Mereka kebanyakan kasihan dengan Raisa bahkan mereka sering melihat Raisa yang sering menghemat makanan nya demi bisa menabung untuk bertemu ibu nya. Sebab itulah banyak bantuan untuk Raisa datang.
"Ini ibu Lo, Raisa?" Tanya bang Bimo yang tidak sengaja bertemu di depan elevator.
"Iya bang, Ibu kenalkan ini bang Bimo" Raisa menuntun tangan ibu nya ke bimo yang saat ini sudah mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan.
"Nak Bimo? teman Raisa?" Tanya Ibu nya.
"Ibu Bang Bimo ini, Senior Raisa di SMA dulu, dia yang banyak membantu Raisa biar bisa ke Jepang terus dia banyak banget ngebantuin Raisa selama di Jepang, dia sering banget ngejaga Raisa selama di sini" Ujar Raisa.
"Oh begitu, terimakasih ya nak Bimo, ibu sangat - sangat berterima kasih sama kamu" Ibu Raisa terharu mendengar kebaikan Bimo.
"Jangan berterimakasih Bu, saya juga melakukan itu karena punya niat lain jadi saya nggak sepenuhnya tulus sama Raisa." Jawab Bimo.
Raisa dan Ibu nya terkejut, apa yang Bimo maksud dengan niat lain? Niat apa yang Bimo punya?
"Saya sudah menyukai Raisa sejak SMA Bu, maka nya waktu Raisa di Jepang saya membantu dan menjaga nya semata - mata karena saya berharap bahwa Raisa akan berpaling ke saya dan menyukai saya" Bimo berbicara jujur.
Perkataan jujur Bimo membuat hati Raisa berdenyut nyeri. Berkali - kali Raisa merasakan betapa ia menyesal telah memberikan harapan kepada Bimo dan berfikir bahwa ia bisa melupakan Dimas dengan ada Bimo. Ia benar - benar jahat kepada Bimo. Ia memanfaatkan rasa suka Bimo kepadanya untuk dirinya agar bisa melupakan Dimas.
"Kamu menyukai Raisa nak?" Tanya Ibu raisa.
"Iya Bu, tapi Raisa selalu menolak saya mungkin pesona saya masih kurang untuk menaklukkan nya" Bimo menjawab nya dengan candaan.
"Maaf" Jawab Raisa pelan.
Raisa tahu betapa sakitnya berharap, rasa sakit itu pernah ia rasakan dulu saat ia berharap bahwa kak Diana akan terganti kan oleh nya. Ia berharap bahwa Dimas akan menyukainya, namun......Kak Diana selalu menjadi prioritas Dimas.
"Yang penting Lo hidup bahagia, gue udah bahagia, kalau sampai Lo dibuat nangis sama di bocah tuh, bakal gue rebut balik Lo, siap - siap aja, bilangin tuh ke pacar Lo!"
"Dimas? Bukannya Dimas sudah menikah sama kamu nak?" Ibu Raisa bertanya kepada Raisa.
"Iya Bu"
"Nikah? Siapa?" Bimo terkejut.
"Maaf bang telat kasih tahu, sekarang Raisa udah menikah sama Dimas" Ujar Raisa masih merasa bersalah.
"Lo nggak hamil kan?" Bimo menanyakan itu tanpa tahu malu.
"Bang!!" Teriak Raisa.
"Eh nggak mungkin sih kalian aja reuni nggak lama, nggak mungkin secepat itu hamil nya sampai buru - buru nikah" Pikir Bimo.
"Bang udah malu tahu! Ayo ibu! Kita pergi! Ruang perawatan nya disana"
Raisa menuntun ibu nya menjauhi Bimo.
Bang....mungkin gue sangat bodoh telah menolak orang baik yang selalu ada bersama gue tapi sekali lagi maaf hati gue selalu jadi milik Dimas.....berapa kali pun Abang selalu bersama ku dan mengisi hatiku, Dimas tak pernah tergantikan, inilah cinta yang ku punya hanya untuk Dimas, semoga Abang bisa menemukan cinta yang bisa membalas Abang dengan baik.
*********
"Ibu, malam ini ibu harus dirawat disini ya, soalnya pemeriksaan akan dilakukan beberapa kali dan lebih mudah mengamati perkembangan ibu, jika ibu dirawat disini"
"Tapi Raisa, biaya nya gimana?" Tanya ibu nya khawatir.
"Tenang aja Bu, selama Raisa disini Raisa selalu menabung untuk Raisa kasih ke ibu, tapi semenjak ibu tidak pernah balas surat Raisa, Raisa nggak berani kirim uang, tapi Raisa selalu sisihin gaji Raisa buat ibu, terkumpul banyak dan cukup untuk pengobatan ibu kok"
"Terus Deni gimana di rumah mu sendiri? Dia baru saja tinggal disini...."
"Ibu, nanti Raisa mampir sebentar ke rumah, bang Deni udah besar dan juga teman bang Deni juga banyak kan disini, Raisa usahakan biar bang Deni nggak kelabakan disini ya Bu"
"Maaf ya nak ibu merepotkan kamu jadinya"
"Ibu, yang Raisa lakukan ke ibu ini nggak seberapa dengan yang ibu lakuin ke Raisa, ibu merawat Raisa dan membesarkan Raisa, Jangan pernah merasa repot sama ibu, sekarang Keluarga Raisa cuma ibu dan Bang Deni saja, jadi jangan pernah merasa begitu ya Bu"
"Baiklah sayang....."
Ibu Raisa Memeluk Raisa dengan erat untuk merasakan bahwa Putrinya sudah sangat besar. Tubuh Raisa sudah berbeda dari saat terakhir ibu nya memeluk nya. Raisa telah tumbuh dengan baik.
-bersambung-
epilog apa prolog?
mantap thor
Sukses selalu thor..
Salam dariku Jadi Bodyguard Janda Cantik