Indonesia
NovelToon NovelToon
Dewan Cinta Hati Freya

Dewan Cinta Hati Freya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Teen school
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nabila Hana

Kata orang cinta pertama tidak akan pernah berhasil. Freya tidak pernah memercayainya. Siapa peduli dengan omong kosong itu?

Freya Elvina mencintai kakak kelasnya, Areka. Anggota OSIS sekaligus wakil ketua dari organisasi yang selalu menghukumnya. Sayangnya bagi Areka, Freya hanya satu dari sekian banyak murid yang melanggar. Tidak lebih.

Maka, inilah kisah persahabatan, tentang cinta yang hilang dan sebuah memori indah.

[Writer : NamikazeHana, ide : Hanshira]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabila Hana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

"Ada yang harus aku tanyakan padamu, Alex," ucap seorang anak laki-laki di depannya. Tanpa melirik pun, Alexander sudah tahu siapa. Ketua OSIS Bayanaka, Yuan.

"Apa? Tanya soal dewan lagi? Kok gak gerak? Bosen, AnAn. Bosen aku tuh denger kamu ngomong gitu."

Yuan mendelik. "Yeah, you know what i mean.

Dan stop bicara layaknya gadis. Kamu itu cowok, Alex."

"Oke," balas Alex, "jadi ada apa ketua OSIS yang sibuk ini datang ke ruangan dewan?"

Yuan menarik kursi dari bangku lain dan ditempatkannya di seberang Alex. Setelah dia duduk, tatapannya mengawasi gerak-gerik lawan bicaranya. Tetap tenang tanpa perlawanan. Terkadang dia bertanya-tanya, mengapa dewan siswa selalu terlihat tenang.

"Aku kesini bukannya mau nanya soal pelaku kemarin. Oke, lupakan saja. Ini berhubungan dengan dewan dan anggota yang kamu ajukan terdaftar di dewan," ucap Yuan. Laki-laki jangkung itu membenarkan posisi rambut hitamnya.

"Kenapa?"

"Freya punya tanda merah di SMP, 'kan? Kenapa kamu mengajukan gadis itu? Ini baru aku dan Areka yang tahu, bagi anggota OSIS yang kamu maksud itu ...."

"Mereka akan muncul dengan semestinya, aku tahu. Aku sengaja menjadikan Freya umpan, Yuan," lanjut Areka. Yuan bergeming. Dia tidak paham pemikiran ketua ekstrakulikuler yang satu ini. Baiklah orang di depannya memang aneh.

Areka masuk dari ruangan, tidak perlu mengetuk. Dia sudah tahu ada Yuan di dalam. Di tangannya ada sebuah surat.

"Yuan, aku tahu kamu tidak akan menandatangani ini. Aku juga tidak mau menyerahkannya padamu," ucapnya.

"Ada baiknya kalian bicarakan di ruang sebelah. Ruang tertutup. Aku tidak akan ikut campur terlebih dahulu." Areka mengangguk mengikuti instruksi yang ketuanya berikan. Di samping ruang dewan ada ruang tertutup, untuk sidang tertutup pula.

Kembali Alexander melihat data di atas meja sampai dia mendengar suara langkah kaki yang sangat cepat. Dia tahu siapa itu.

"Freya! Jangan lari-lari!" teriak suara berat yang menggema di luar.

Alexander menengadahkan kedua tangannya, lalu menutup jari jemari sembari menghitung mundur dari sepuluh hingga satu.

"10 ... 9 ... 8 ... 7 ... 6." Suara langkah kaki Freya semakin cepat, beradu dengan suara langkah kaki yang dia duga adalah Leon.

"5 ... 4 ... 3 ... 2 ... 1," ucap Alexander.

"Kak Alex! Ada yang harus aku tanyakan padamu!" ucap Freya tiba-tiba.

Leon terengah-engah di belakangnya, tetapi segera laki-laki itu segera menjewer kuping adik kelasnya. Tidak lama Freya meringis. Alexander hanya bisa geleng-geleng menatap keduanya.

"Kamu mau tanya soal tadi pagi, Freya?" terka Alexander.

Freya mengangguk. "Kenapa hp Ezra ada di Ka ... Aww, Leon sakit!"

Alexander segera melirik Leon. Hanya dengan tatapan, laki-laki itu menurut. Segera melepas dan kembali ke mejanya. SementaraY Freya hanya mengembangkan pipi.

"Ezra adik tiriku. Percaya? Namun, aku rasa dia masih menolak kenyataan dan membuat semua hubungan rusak," jelas Alexander.

"Eh maksud?" tanya Freya.

"Kita semua kenal, bahkan lebih tepatnya kami sahabat dengan Ezra," celetuk Leon.

Freya membelalak. Informasi yang didengarnya benar-benar baru. Kembali dia menatap Alexander. Meminta penjelasan lebih.

"Freya kamu ingat tugasmu apa?"

Freya menjawab, "Mengawasi dan mencari tahu penyebab Ezra melakukan semua itu."

"Benar," balas Alexander, "aku menyuruh Areka menugaskannya pada Leon. Ada kamu, dia langsung beri padamu. Areka percaya."

"Seandainya aku yang ada di posisi kamu. Mungkin aku enggak bakal bisa cari tahu soal Ezra, Frey. Gerakan kami terlalu mudah dibaca. Terutama Daqta," lanjut Leon.

"Sayangnya Areka menarik tugasmu. Bukan tanpa alasan, dia sudah mengetahui dalang di balik kasus adikku," ucap Alexander.

Freya mengerutkan dahi. Kak Areka menarik tugasku? Tapi itu peluang bagiku masuk dewan.

"... aku harap kamu ngerti, Frey. Mulai sekarang jangan pulang sendirian. Kami enggak mau kamu terluka. Bergantian dari kami akan mengantarmu pulang." Freya langsung menatap fokus pada kedua kakak kelasnya. Apa yang sudah dia lewatkan?

"Tunggu, pulang bareng?" ulang Freya.

"Iya, Freya," ucap Leon, "habis ini kamu bakal dianter Areka. Cukup berbahaya pulang sendiri, di tambah beberapa pelaku sudah tahu hubungan kamu dan Ezra."

"Kalau gitu ... Reta juga dalam bahaya, Kak! Dia lebih dekat dibandingkan aku dan Ezra," kilah Freya cepat.

"Tenang, Freya, enggak perlu ngebut gitu. Reta ya ... dia bakal diawasin Daqta kok. Mereka punya hubungan keluarga, jadi tenang ya?" balas Alex.

Freya bernapas lega. Lalu memilih pergi mengambil surat. Namun, pintu terbuka lebih dahulu. Menampakkan Areka yang berdiri dengan wajah yang kusut seperti baju yang belum di setrika.

"Kak?"

"Oh, Freya, kamu udah ada di sini? Mau pulang?" tanya Areka tiba-tiba. Freya menggeleng.

"Enggak, aku mau cari surat dari Reta. Dia tahu siapa pelaku dari orang yang ada di balik Ezra." Mata semua orang membelalak. Areka segera mengekor.

Freya lalu membuka satu per satu surat, menerka-nerka mana yang Reta kirim. Ada satu, dari Reta. Titimangsa Bandung kemarin sore.

"Kamu yakin?" tanya Areka.

Freya mengangguk. "Dengan begini kalian enggak perlu mengawasi aku yang bakal terlalu dekat sama Ezra." Freya berjalan, menyerahkan surat kepada Alexander, lalu berucap, "Freya yakin, Kakak percaya Ezra."

Lembaran surat dibuka, meninggalkan amplop putih yang disobek. Alexander membaca dengan teliti, sementara Areka dan Leon menunggu hasil. Freya pribadi gigit jari seraya mengatur debaran jantungnya.

"Leon, siapkan surat sidang tertutup untuk lusa. Areka, kamu bicarakan pada Yuan perihal sidangnya, sekaligus undang dia," ucap Alexander, "dan kamu, Frey. Jadilah saksi dari kasus ini bersama Reta."

"Eh?" Sontak ketiganya berucap bersamaan. Tatapan Alexander lebih tajam dibandingkan biasanya.

"Satu lagi! Bilang Daqta untuk bicara pada BK. Oke?"

Freya berpakaian rapi. Padahal, dia tidak mengikuti kelas tambahan di hari ini. Hari ini, segala kekacauan akan berakhir? Freya menatap ruangan sepi, belum semua orang hadir kecuali dewan.

Kriet!

Pintu terbuka, sosok OSIS muncul di balik pintu membawa Ezra. Mereka duduk berdampingan. Ditambah tiga orang laki-laki yang tidak Freya kenal datang dan duduk di kursi paling belakang.

"Semua sudah datang ya? Maaf kita tunggu Daqta dan Miss. Shella terlebih dahulu," ujar Leon.

Freya melihat Alexander duduk di depan dengan Areka yang di pisahkan satu kursi. Milik Miss. Shella. Freya mengerti, Alexander sengaja menyuruh Leon yang menjadi moderator. Sementara dia mengamati. Setelah pindah jabatan, moderator bisa saja dipegang Freya.

Perasaan Freya semakin berdebar. Jujur, dia belum melihat Reta. Berbagai B

'bagaimana jika....' mulai berkeliaran di benaknya. Ingin rasanya keluar dari ruangan, tetapi ketiga kakak kelasnya pasti heran.

Tok Tok Tok!

Freya menoleh ke pintu. Reta, Daqta dan Miss. Shella masuk ke dalam ruangan. Kakak kelasnya langsung mengarahkan Reta duduk di samping Ezra, lalu mengantar guru tersebut ke depan.

Daqta mengaktifkan layar dari ponsel investasi dewan yang membuat running text di depan pintu menampilkan 'Sidang Tertutup'.

1
ItsKatie TheMaster
semangat kak! Ditunggu Feedbacknya yaa!
Sri Indah Wijayanti
Wih Freya dapat tugas pertama nih😃 berhasil nggak ya dia🤔
Sri Indah Wijayanti
Ekhm Freya satu kelas belajar nih sama kak Areka, makin senang aja tuh pastinya Freya
Sri Indah Wijayanti
Cieee yg udah bisa mandiri😆 nggak ada kata sedia Kaya sebelum kena masalah lagi nih ya

Eh btw kok tiba² Leon berubah jadi lebih lembut ya, apa jangan-jangan ....
Sri Indah Wijayanti
Freya masih di kasih kesempatan tuh, ayo berjuang jangan di sia²kan lagi
Sri Indah Wijayanti
Nah kan Freya malu karena perbuatan sendiri
Sri Indah Wijayanti
Manja banget dah si freya, jadi gemes aku
Miss R⃟ ed qizz 💋
lanjutan
Miss R⃟ ed qizz 💋
up up up.
Miss R⃟ ed qizz 💋
keren
Miss R⃟ ed qizz 💋
up up terus
Miss R⃟ ed qizz 💋
lanjutan. lagi
Miss R⃟ ed qizz 💋
suka suka
Miss R⃟ ed qizz 💋
semga sehat selau Thor
Miss R⃟ ed qizz 💋
hebat lanjtkan.
Miss R⃟ ed qizz 💋
wow
Miss R⃟ ed qizz 💋
ok selanjtnya
Miss R⃟ ed qizz 💋
lanjutkan lagi
Miss R⃟ ed qizz 💋
semangat lagi
Miss R⃟ ed qizz 💋
up up lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!