Anisa pun semakin di buat bingung oleh pembicaraan Raffa dan Ibu mertuanya tersebut "tunggu tunggu aku semakin bingung ini, sebenernya apa yang kalian bicarain sih aku bingung loh" ucap Anisa yang mulai frustasi
"Raffa mending kamu jelasin ke Anisa siapa sebenarnya keluarga kita!" ucap Nenek Aini
"lagi pula ini sudah waktunya Anisa tau siapa keluarga kita yang sebenarnya, dia kan akan melahirkan keturunan keluarga kita, kalau dia mau melahirkan keturunan keluarga kita dia juga harus tau siapa keluarga kita sebenarnya" sambung Nenek
"Ya sudah nenek Ibu aku ke atas dulu mau ngasih tau soal keluarga kita ke Anisa" setelah berpamitan dengan Ibu dan neneknya Raffa pun langsung mengajak Anisa ke salah satu kamar yang berada di rumahnya tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imam Masyaf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 19
Sekarang Raffa dan Anisa sedang berada di jalan menuju rumah kedua orang tua Anisa, tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka hanya terdengar suara mobil dan motor yang berpapasan dengan mereka.
Keadaan menjadi canggung dia antara mereka berdua, Anisa bingung bagaimana caranya agar bisa keluar dalam keadaan canggung itu.
"emmmm, pak Raffa berapa lama lagi perjalanan kita?"tanya Anisa
"beberapa menit lagi, memang kenapa?"jawab Raffa
"tidak aku hanya ingin bertanya saja"ucap Anisa
"hem, pertanyaan yang tidak bermutu"ucap Raffa tiba-tiba sinis
Anisa yang mendengar ucapan Raffa tadi pun terkejut, "kenapa tiba-tiba pak Raffa berubah"batin Anisa yang merasa bingung, "memang pak Raffa itu orangnya tidak bisa di tebak sifatnya"batin Anisa
"Pak apa boleh saya bertanya lagi?"ucap Anisa
"mau tanya apa lagi, jika pertanyaan yang akan kau tanyakan gak jelas lebih baik kau diam saja Anisa menikmati perjalanan kita"ucap Raffa yang merasa kesal
"saya kan hanya ingin bertanya pak bukan ingin membuat bapak, emang salah saya apa coba"ucap Anisa sambil cemberut
Raffa yang melihat itu pun merasa gemas tapi ia tetap menahannya karena ia masih merasa gengsi terhadap Anisa "kenapa imut sekali sih serasa ingin saya makan, eh apa sih Raffa ingat kau hanya menikah dengan dia karena jabatan mu ingat itu Raffa"batin Raffa
Anisa yang melihat Raffa melihat dirinya dan melamun pun di tambah bingung tadi kesal kepadanya sekarang malah melamun dan dia melamun menghadapnya tanpa melihat jalan.
"Pak Raffa awas di depan ada sepada motor!"teriak Anisa
Raffa yang mendengar teriakan Anisa pun langsung membanting setir ke pinggir jalan, dan mereka pun akhirnya selamat dari kecelakaan.
"pak Raffa gimana sih, bisa nyetir tidak jika tidak mending saya saja yang menyetir tadi"ucap Anisa sambil memarahi Raffa
Raffa yang masih syok pun hanya diam mendengar amukan Anisa.
"pak kenapa diam aja, mending sekarang bapak turun aja biar saya yang menyetir!"perintah Anisa kepada Raffa
Dan anehnya entah apa yang merasuki Raffa ia menurut saja dengan perintah Anisa secara Raffa tidak pernah mematuhi perintah siapapun selain perintah dari ibu dan neneknya saja tapi ini tiba-tiba Raffa mematuhi Anisa yang notabene baru saja menjadi istrinya. Raffa dan Anisa pun bertukar tempat Anisa duduk di bangku supir dan Raffa yang duduk di bangku penumpang.
Anisa pun mengemudikan mobilnya Raffa menuju rumah kedua orang tuanya.
15 menit kemudian tidak teras mereka telah memasuki daerah pesantren milik Abah dari Anisa, memang rumah kedua orang tua Anisa berasa di dalam pesantren seperti pesantren pada umumnya rumah pemilik pesantren akan berada di sekitar pekarangan pesantren.
Ketika mobil yang di kendarai Anisa memasuki wilayah pesantren ia langsung melajukan mobilnya menuju ndalem rumah milik kedua orang tuanya, setalah sampai di depan ndalem mereka langsung turun dari mobil dan menuju pintu rumah lalu Anisa pun mengetuk pintu rumah dan mengucapkan salam.
"assalamu'alaikum Abah ummi"ucap Anisa
ia terus mengetuk pintu hingga beberapa saat kemudian ada yang membuka pintu tapi yang membuka bukan Abah ataupun Ummi melainkan seorang santri yang sedang bertugas di ndalem dan ternyata santri itu adalah teman Anisa ketika masih belajar di pondok.
Faiza Tazkia Shafia biasa di panggil Faiza ia adalah teman Anisa sejak kecil ia adalah salah satu teman Anisa yang sudah di anggap anak oleh Abah dan ummi sebenarnya ia sudah lulus tapi ia memilih mengabdi di pondok untuk menjadi pengajar dan juga ia sekarang menjadi kepala santri yang bertugas di ndalem, ia akan mengatur semua jadwal santri putri untuk bergantian bertugas di ndalem.
"Ning Anisa akhirnya kamu pulang kesini juga aku sudah rindu sekali denganmu"ucap Faiz yang langsung memeluk Anisa
"kita baru saja tidak bertemu 2 hari sudah rindu aja kamu"ucap Anisa yang membalas pelukan Faiza
...*BERSAMBUNG*...
...****************...