Indonesia
NovelToon NovelToon
Gagal Menikah Dengan Tunangan

Gagal Menikah Dengan Tunangan

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:50.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anjana

Demi ada yang merawat putranya, keluarga Dermajaya membuat sayembara dengan imbalan yang sang tinggi. Siapa yang nantinya akan dipilih, maka akan mendapatkan imbalan.

Siapa sangka jika yang akan dipilih adalah perempuan yang sudah mempunyai tunangan, dan mau tidak mau harus merelakan hubungannya kandas begitu saja.

Siapakah perempuan itu? yakni Alianda, gadis yang memiliki multitalenta dan juga berprestasi. Namun, karena sebuah sayembara, Alianda harus terikat pernikahan dengan lelaki depresi.


Akankah Alianda akan temukan kebahagiaan? yuk simak cerita selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takut dengan suami sendiri

Malam semakin larut, rasa kantuk pun mulai menyerang kesadarannya hingga tidak bisa menahan rasa kantuk yang akhirnya menyudahi obrolannya.

"Sudah malam dan waktunya untuk istirahat, tidurlah." Ucap Victor sambil bangkit dari posisi duduknya.

Alian ikut bangkit dari tempat duduknya.

"Em- aku tidur dimana?" tanya Alian sambil celingukan di dalam ruangan tersebut.

"Di tempat tidur. Aku yang akan tidur di sofa, dan kamu tidak perlu sungkan." Jawab Victor sambil menunjuk ke arah tempat tidur.

"Tat-tapi, kalau nanti kamu sakit, bagaimana? maksud aku kedinginan dan masuk angin."

"Kamu tidak perlu khawatir, aku akan merubah ruangan ini menjadi hangat, yaitu agar tidak kedinginan." Jawab Victor meyakinkan istrinya.

"Kamu 'kan, pemilik rumah ini. Sudahlah, biar aku saja yang tidur di sofa. Aku tidak ingin kamu sakit, dan urus urusannya nanti bertambah rumit. Sudah sana kamu tidur duluan, aku mah sudah terbiasa tidur di kursi, ataupun di lantai sekalipun." Ucap Alian merasa tidak enak hati.

"Kamu jangan bandel. Sudah cepetan tidur, ini sudah hampir larut malam. Tidak baik tidur sampai malam-malam begini, sayangi kesehatan kamu. Apalagi kamu harus menuruti segala perintahku. Jadi, buruan tidur." Jawab Victor sambil mengatur suhu di dalam kamar agar tidak kedinginan.

Alian sendiri masih terdiam dan sulit untuk berkata apa, lantaran dirinya merasa rendah dimata suaminya.

"Kenapa masih berdiri di situ, Alian? Buruan cepetan tidur, bentar lagi mau tengah malam. Jadi, jangan abaikan kesehatan kamu, tidak baik." Kata Victor kembali menasehati istrinya.

Alian yang tidak lagi mempunyai bahan bicara untuk menolak, akhirnya nurut dan bergegas tidur.

"Tat-tapi."

"Tidak ada tapi tapian. Sudah sana cepetan tidur, buruan." Ucap Victor sambil menyuruh istrinya untuk istirahat.

"Jangan bandel. Ikuti saja perintah dariku." Jawab Victor yang hendak mengambil selimut dan juga bantalnya sekalian.

Alian mengiyakan dan masuk ke kamar mandi sebelum tidur, yakni untuk melakukan ritualnya.

'Bagaimana ini? aku benar-benar pusing mikirnya. Semoga saja tidak terjadi sesuatu pada diriku. Aku sangat takut jika nasib buruk akan menimpa diriku ini.' Batin Alian yang tengah memikirkan nasibnya.

Karena tidak mau mendapat marah dari suaminya, Alian segera cepat-cepat keluar dari kamar mandi sesudah melakukan ritual sebelum tidur.

Saat baru saja keluar dari kamar mandi, didapati sang suami yang tengah meletakkan bantal dan selimut di sofa. Merasa tidak enak hati, Alian sendiri tidak bisa berkata apa-apa lagi.

"Kalau nanti badan kamu sakit, bagaimana?" tanya Alian tidak enak hari dengan suaminya sendiri.

"Tidak akan. Sudah malam, buruan istirahat. Jangan banyak bergadang, tidak baik untuk kesehatan kamu." Jawab Victor.

Kemudian, ia gantian yang ke kamar mandi yang juga mau melakukan ritual sebelum tidur. Sedangkan Alian yang tidak mempunyai pilihan lain, akhirnya mengiyakan dan bergegas naik ke tempat tidur.

Pelan-pelan membaringkan badannya, dan mencari solusi agar tidak menghadap ke sofa maupun ke langit-langit kamar. Agar tidak menjadi pusat perhatian suaminya, Alian akhirnya membelakangi suaminya sambil meringkuk dan memeluk guling.

'Semoga malam ini aku tidak berulah, dan aku tidur dengan tenang. Kalau sampai aku berulah, bisa berabe aku.' Batin Alian yang was-was dengan pola tidurnya yang tidak jauh bedanya seperti jarum jam yang berputar sembarangan arah.

Tidak ingin bangun kesiangan, Alian pelan-pelan memejamkan kedua matanya. Kemungkinan mengatur pernapasannya dan kini kedua matanya terpejam dengan sempurna.

Saat itu juga, Victor keluar dari kamar mandi. Setelah itu, ia segera tidur di sofa. Namun sebelum tidur, arah pandangannya tertuju pada Alian yang terlihat sudah tidur.

Untuk memastikannya, Victor mendekati istrinya terlebih dahulu sebelum dirinya tidur. Takut, jika istrinya hanya berpura-pura tidur.

Karena penasaran, Victor membungkukkan badannya dan memeriksa istrinya, dan jarak diantara keduanya begitu dekat. Bahkan, napasnya sama-sama dapat dirasakan oleh satu sama lain. Sedangkan Alian yang kesadarannya masih terjaga, rupanya mendadak ketakutan jika suaminya melakukan sesuatu hal di luar dugaannya.

Terlihat begitu jelas saat kelopak mata milik istrinya digerakkan, dan membuat Victor justru tersenyum dan mengeluarkan suara jika dirinya sedikit tertawa kecil.

"Aw!" pekik Alian sambil mengusap keningnya, juga merasakan sakit saat mendapat sentilan dari suaminya.

"Geser!"

Victor pun langsung mendorong tubuh istrinya hingga bergeser beberapa jengkal. Kemudian, Victor langsung menyambar selimut yang ada pada istrinya.

Keduanya saling tarik menarik saat berebut selimut.

"Benar yang kamu bilang, tidur di sofa bikin badan sakit, akhirnya aku pilih untuk tidur bersama kamu." Ucap Victor.

"Ya udah kalau gitu, aku yang akan tidur di sofa." Jawab Alian yang langsung menyibakkan selimutnya dan segera pindah tempat.

Naas, Victor langsung menyambar lengan milik istrinya, hingga kesulitan untuk beranjak dari tempat tidur.

"Aku tidak mau badan kamu sakit, yang ada kamu akan merepotkan diriku saja. Jadi, cepat kamu naik ke tempat tidur, dan segeralah untuk istirahat." Ucap Victor yang langsung menarik tangan miliknya sang istri.

Terasa sakit saat suaminya menarik tangannya, disitulah si Alian kesulitan untuk melepaskan tangan suaminya. Mau tidak mau, Alian akhirnya kembali ke tempat tidur, meski bercampur dengan perasaan takut sekalipun.

1
Sulastrie Herlina
segampang itu??????
Mamak Owim
yimak
Al Kahfi
jangan lupa mampir di karyaku Thor "Selingkuh yang tak di inginkan"
peto
SERUU.....BUET CERITANYA
Novie Tanjung Novie Tanjung
dikit Amad sich thorr...
tpi lnjut dech...
💪trus buat up na ya thorr....
Siti Nurhaliza Ija
makanya jgn suka ngerebut milik org lain nah GK dapetkan makin nyesek🤣
Rendy Rendy
lake aj,, sambung ke episod selanjutnya
Rendy Rendy
walaupun allan bukan anak kandung tpi kasi sayang seorang ibu itu harus ada dan harus tulus buat mereka. dan pernikahan itu bukan sayembara. tetapi pernikahan itu berawal dari dua orang yang saling percaya. dan saling mencintai ❤💞bukan cinta ❤😘 karena harta🥰
MouthofMexico
oke .... ditunggu next part nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!