Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

Kebebasan dari balik jeruji ternyata bukanlah akhir dari hukuman. Setelah bertahun-tahun mendekam di penjara, Indri berharap dapat memulai hidup yang baru. Namun, dosa masa lalu yang telah menghancurkan kehidupan seseorang membuatnya menjadi sasaran balas dendam.

Di balik kepulangannya, Evan telah menyiapkan sebuah permainan yang dirancang dengan sempurna. Bukan untuk membunuh Indri, melainkan membuat wanita itu merasakan penderitaan yang jauh lebih menyakitkan daripada kematian. Sedikit demi sedikit, kehidupan Indri direnggut—harga dirinya, kebebasannya, hingga harapan untuk hidup bahagia.

Namun, semakin jauh Evan melangkah menjalankan rencana balas dendamnya, semakin dalam pula ia terjebak dalam perasaan yang tak pernah ia duga.

Lantas... Akankah Indri berhasil terbebas dari belenggu dendam yang mengikat hidupnya? Ataukah justru Evan yang akan terperangkap dalam rasa yang sama beracunnya dengan kebencian yang selama ini ia pelihara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Tidak sampai dua puluh empat jam, semuanya bergerak jauh lebih cepat daripada yang Indri bayangkan.

Ia tidak mengetahui bagaimana rencana itu dijalankan. Ia sengaja tidak bertanya. Orang yang dihubunginya hanya memberikan satu kepastian: urusan itu akan diselesaikan.

Dan bagi Indri, kepastian tersebut justru membuat malam-malamnya terasa semakin panjang. Ia mencoba tidur, tetapi matanya terus terbuka.

Setiap kali memejamkan mata, wajah Evan muncul. Pria yang memenuhi hidupnya dengan dendam. Pria yang membuatnya merasa terbelenggu. Pria yang beberapa jam sebelumnya sebenarnya ingin mengatakan sesuatu kepadanya, tetapi kembali kalah oleh egonya sendiri.

Indri menggeleng. "Aku sudah memilih." Namun kalimat itu tidak membuat hatinya tenang.

Pagi berikutnya, Indri berada di kantor. Ia mencoba bekerja seperti biasa. Tangannya bergerak membuka dokumen, tetapi pikirannya tidak berada di sana. Ponselnya tergeletak di samping laptop. Tidak ada pesan. Tidak ada kabar. Hingga menjelang siang, teleponnya berdering.

Nomor yang sudah sangat lama tersimpan dalam ponselnya. Ia menjawab dengan tangan gemetar.

"Ya?"

"Sudah selesai." Suara di seberang terdengar singkat.

Dunia Indri seolah berhenti. Ia tidak bertanya bagaimana. Tidak bertanya kapan. Tidak bertanya apa yang terjadi. Hanya satu pertanyaan yang mampu keluar dari bibirnya.

"Evan? Apakah dia..." Indri memejamkan mata. Dadanya terasa kosong. Ia tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya.

Jeda panjang terdengar.

"Sudah tidak ada. Sesuai keinginanmu. Jangan lupa transfer bayaranku."

Telepon berakhir. Ponsel hampir terlepas dari tangan Indri. Ia duduk perlahan di kursinya.

Evan sudah mati. Seharusnya ia merasa lega. Bukankah itu yang selama ini ia inginkan?

Bebas. Tidak ada lagi ancaman. Tidak ada lagi dendam. Tidak ada lagi bayangan masa lalu yang terus mengejarnya. Namun anehnya, tidak ada kebahagiaan. Yang ada hanya kehampaan.

Indri menutup mulutnya dengan tangan. Air matanya jatuh.

"Apa yang sudah kulakukan?"

...

Sore harinya, berita tentang kecelakaan itu mulai tersebar.

Sebuah kendaraan mengalami kecelakaan tragis di perjalanan.

Korban dinyatakan meninggal dunia.

Nama Evan disebut dalam laporan. Indri membaca berita itu dari layar ponselnya. Tangannya kembali gemetar. Ia menutup layar. Namun beberapa detik kemudian membukanya lagi.

Nama itu masih ada. Evan. Benar-benar Evan. Pria yang ia benci. Pria yang ingin ia jauhi.

Pria yang kini tidak akan pernah muncul lagi.

Indri menyandarkan tubuhnya pada kursi. Untuk pertama kalinya, ia menyadari sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.

Selama ini ia mengira kebebasan berarti Evan tidak lagi berada di hidupnya. Ternyata kebebasan yang diperoleh dengan cara seperti ini terasa jauh lebih mengerikan daripada belenggu yang selama ini ia jalani.

Malamnya, Indri pulang lebih awal. Haris sedang duduk di ruang keluarga menonton televisi saat ia sampai rumah.

Ketika Indri hendak menuju kamarnya, suara televisi di ruang keluarga tiba-tiba membuat langkahnya terhenti. Berita mengenai kecelakaan Evan kembali ditayangkan. Indri membeku.

Haris menatap layar dengan mata berkaca-kaca. "Kasihan sekali."

Indri tidak mampu bergerak.

Haris melanjutkan, "Padahal dia pengusaha muda yang sukses."

Kalimat sederhana itu terasa seperti pisau yang menusuk dadanya. Air mata Indri hampir jatuh. Ia segera berbalik, berjalan cepat menuju kamarnya.

Begitu pintu tertutup, tubuhnya merosot ke lantai. Ia menangis tanpa suara. Tidak ada seorang pun yang tahu. Tidak ada seorang pun yang boleh tahu. Ia telah mendapatkan apa yang selama ini ia pikir sebagai kebebasan.

Tetapi malam itu, Indri akhirnya memahami sesuatu yang menyakitkan: membunuh dendam tidak selalu berarti membunuh orang yang menjadi sumber dendam.

Kadang-kadang, yang harus dibunuh adalah kebencian itu sendiri. Sayangnya, Indri baru menyadarinya setelah semuanya terlambat.

...

Tengah malam telah lewat ketika Indri perlahan membuka pintu kamar Laura kecil.

Rumah sudah sunyi. Hanya lampu kecil di sudut lorong yang menyala redup.

Indri melangkah masuk. Di atas ranjang, Laura kecil sedang tertidur pulas. Wajah anak itu terlihat begitu damai. Rambutnya terurai di atas bantal, sementara kedua tangannya berada di dekat dada.

Indri berdiri di sisi ranjang cukup lama. Matanya mulai berkaca-kaca. Anak itu tidak tahu apa pun. Tidak tahu tentang kesalahan masa. Tidak tahu tentang ibu kandungnya. Tidak tahu bahwa orang yang berdiri di samping tempat tidurnya sedang membawa sebuah rahasia yang begitu berat.

Indri akhirnya duduk di tepi ranjang. Tangannya bergerak perlahan menyentuh rambut Laura kecil.

"Maafkan aku..." Suara itu nyaris tidak terdengar.

Laura kecil bergerak sedikit dalam tidurnya, tetapi tidak terbangun.

Indri tersenyum getir. Ia kemudian membungkuk dan memeluk tubuh kecil itu dengan hati-hati. Begitu memeluknya, pertahanan yang sejak tadi ia bangun runtuh. Air matanya jatuh.

Indri memejamkan mata.

Di dalam pikirannya, wajah Laura kembali muncul. Laura yang dulu pernah menjadi korban dari kesalahan yang ia mulai. Laura yang harus menghadapi kehamilan, tekanan, dan penderitaan yang tidak seharusnya ditanggung perempuan itu.

Hingga akhirnya Laura meninggalkan dunia setelah melahirkan anaknya. Anak yang kini berada dalam pelukan Indri.

Dulu, Indri kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Sekarang, ia merasa telah melakukan hal yang sama sekali lagi.

Ia telah merenggut seseorang dari kehidupan Laura kecil. Evan, kakak Laura. Paman yang seharusnya masih bisa hadir dalam hidup anak itu.

Air mata Indri semakin deras.

"Maaf..." Ia mengusap punggung Laura kecil dengan lembut. "Dulu aku membuat ibumu menderita. Dan sekarang..." Suaranya tercekat. "Aku membuatmu kehilangan pamanmu juga."

Indri menundukkan kepala. Ia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Untuk pertama kalinya, ia melihat semua kejadian dari sudut pandang Laura kecil. Seorang anak yang telah kehilangan ibunya bahkan sebelum mampu mengenal dunia.

Kini harus kehilangan pamannya pula.

Dan semua itu terjadi karena keputusan orang dewasa yang tidak pernah mampu berdamai dengan masa lalu.

Indri memeluk Laura kecil sedikit lebih erat. "Aku ingin memperbaiki semuanya. Tapi kenapa setiap kali aku mencoba memperbaiki hidupku, aku justru menghancurkan hidup orang lain?"

Tidak ada jawaban. Laura kecil tetap tertidur. Wajahnya tenang.

Justru ketenangan itu membuat Indri semakin merasa bersalah.

1
ken darsihk
Belum up thorr
ken darsihk: ooh 🙏
Sehat selalu untuk author nya
total 2 replies
Eva Karmita
pengen banget pites kepala nya Rio ...tega amat ngk ngasih tau kehamilan Indri ke Evan 😏😤 ... astagaa bikin emosi aja ini anak manusia satu 😩
Eva Karmita
RioRiooooo... kenapa kamu sembunyikan kehamilan Indri 😏😤 harus nya kamu kasih tau Evan terserah kedepannya Evan mau bagaimana mau tanggung jawab atau lari dari kenyataan... jangan sampai kamu di salah kan kalau Indri mulai membuka hati untuk Riko..
Aditya hp/ bunda Lia
jangan jadi pengacau kamu Evan
ken darsihk
Akhir nya perasaan yng terpendam dari Evan menyeruak juga keluar
ken darsihk
sesungguh nya mereka saling mencintai Evan Indri , tapi mereka menyembunyikan dengan baik
Aditya hp/ bunda Lia
cepat kuatkan pilihanmu Van jangan sampe nanti pas lagi ijab kamu datang mengacau ... 🤭
ken darsihk
Evan pasti akan shick shack shock ketika dia tahu , Indri lah yng menginginkan kamu tiada
ken darsihk: iya bun 🤣🤣🤣
total 6 replies
ken darsihk
Thanks author spillan nya tentang Cinta 👍👍🩵
ken darsihk
Dan ketika Evan tau kematian nya atas ulah nya Indri juga , apa Evan bisa memaafkan Indri
Eva Karmita
kasih vote untuk emak ...siapa tau emak berbaik hati buat Evan balik kampung 😂😂

Evan sudah saatnya kamu keluar dari persembunyian hadapi dengan jentel ..jgn jadi banci kau ..,, selesai masalah mu dgn Indri jgn buat kesalahan lagi kasihan calon anakmu Van nanti tumbuh tanpa sosok mu , jgn sampai kamu menyesal Indri jadi milik Royco...
Aditya hp/ bunda Lia: Iya tuh Royco jamur 😂😂😂
total 4 replies
Eva Karmita
Riko sebenarnya kamu siapa ...tiba" hadir di kehidupan Indri dan mencoba masuk apa tujuan mu Riko tidak mungkin kan kamu langsung suka sama Indri dan mau bertanggungjawab 🤔🤔
ken darsihk
kupersembahkan secangkir kopi thor , untuk penjelasan nya 🤭🤭
Nurlinda: 😄😄😄😄😄🙏🙏🙏
total 1 replies
ken darsihk
Ada sesuatu yng tersembunyi kah dibalik kebaikan nya Riko ke Indri
ken darsihk
Gagal paham sama Cinta dia begitu baik , bukan nya Cinta hanya saudara tiri yak
Belum pernah di bahas deh thor hubungan Cinta dan Indri 🩵
ken darsihk: Yesss tengkyuuu thor
total 4 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Riko ini beneran tulus apa ada sesuatu ada udang di balik bakwan gitu 🤭
jujur ajah masih teka teki sama Riko dia itu emang cinta sama Indri atau ada maksud lain 🤔
Aditya hp/ bunda Lia: 🤷🤷🤷🤷🤷
total 4 replies
Eva Karmita
semangat Indri 🔥💪🥰
ken darsihk
Poor Indri 🤗🤗
Aditya hp/ bunda Lia
akhirnya bukan cuma pak Haris yang tau cerita Indri dan Evan ... cinta dan Vano juga
Aditya hp/ bunda Lia
dan saat semua membaik Rio mendapat bukti kalo Indri yang menyuruh orang buat sabotase mobil evan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!