ini bercerita Tentang Aksa Delvin Arion lelaki ganteng dengan segala kemampuan yang ia punya genius, jagoan, disegani banyak orangi dan mampu menaklukkan banyak hati perempuan karena ketampanannya. Sayangnya, Aksa terkenal galak dan angkuh pada semua cewek
Tetapi, ada satu kekurangan yang Aksa miliki. Dia belum pernah pacaran, belum pernah merasakan pahit manisnya jatuh cinta terhadap perempuan. Hanya Clara Lexa Viviana , perempuan Cantik yang sangat manis dan ceria itu yang mampu menghancurkan pertahanan Aksa untuk tidak memberi hati pada para perempuan. Sayangnya, Aksa terlalu gengsi untuk menyatakan perasaannya pada Clara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Gumpalan asap putih mengebul di udara kala Cowok itu mengempaskan dari mulut Bara api itu menyala di ujung rokok ketika ia kembali menghisapnya hingga dalam Kevin memejamkan matanya, dahinya mengerut dan bibirnya terlihat pucat kering.
di Dekat kakinya terdapat sampah Putung rokok yang berserahkan dengan jumlah dari lima Bukan,itu bukan rokok milik teman-temannya Kevin itu rokok milik sendiri yang bisa ia habiskan dalam kurun waktu tak lebih dari dua jam.kalian bisa menebak seberapa rusak paru-paru Cowok itu.wajahnya yang tampangnya seakan-akan perlahan memudar dan di gantikan dengan tampang kusut yang tak memiliki gairah hidup
Bukannya Hanya rokok teman sejatinya Kevin adalah minuman yang beralkohol ia mampu menghabiskan tiga botol minuman itu dalam waktu sehari tanpa memikirkan apa yang akan terjadi pada organ tubuhnya suatu hari nanti
" Kevin ada yang ngajak Lo main nih Dion salah satu anggota gengnya yang mendekati Cowok itu sambil memperhatikan sesuatu di layar ponselnya
" jam sebelas di Bogor.kalua kalah Lo harus turutin kemauan mereka ! Dion berujar serius' yang Kevin tanggapi dengan tawa menyeleneh
" kalau gue menang ? Kevin bertanya.
" Lo bebas minta apa pun dari
mereka,dan mereka wajib penuhi itu semua ! tutur Dion
Kevin tertawa, tawa yang terdengar seperti Remehan " accepted "
" Lo yakin bro " Dion meminta kepastian
" why not " balas Kevin
" mereka gengThe Calm Boys motor yang sampe sekarang Nggak pernah kalah dan terkenal sama kebengisan mereka," ujar Dion Gue bukanya Ragu sama Lo.tapi liat sendiri keadaan Lo sekarang
Kevin menatap sinis,Dion merasa tersindir dengan ucapan Cowok yang memiliki usia lima tahun ke atasnya
" Lo nggak percaya sama Gue HaH "
" Mereka mau Lo main sendiri tanpa di temenin satu orang pun ! suara Dion meninggi " mereka mau Lo lawan mereka sendirian karena mereka tahu Lo itu jago
" kalau mereka tahu gue jago, kenapa Lo jadi kayak nggak yakin sama gue ? Kevin berujar ketus
" lawan Lo ada tujuh dan Lo harus menang Dion menjeda." GUE sih terserah Lo gue cuman takut Lo kenapa-kenapa karena Lo udah anggap Adek gue sendiri
Kevin mendengus seraya Bangkit dari posisi duduknya di atas sofa kumuh yang ada di markas besar mereka
" kalua gitu bilangin sama mereka gue terima ajakan mereka "
" ya udah ! ucap Dion sambil mundur satu langkah " kalua Lo menang Gue bakal kasih apa pun Lo mau "
Kevin tersenyum lebar " omongan Lo udah gue pegang awas sampe Lo pura-pura amnesia
...ke esoknya harinya...
" Mas es krim strawberry sama coklat sama roti bakar dua iya! Kenta menyebutkan pesanan untuk Clara yang baru saja tiba di kedai es krim.suasana kedai tak begitu ramai , mungkin ramai Bila sudah menjelang malam Clara menebarkan senyuman manisnya usai Kenta memesan dua menu kesukaannya betapa Bahagianya Clara memiliki temen baik seperti Kenta Ganteng,lucu, baik pengertian dan mau diajak susah bareng pokonya Kentaitu paket komplet banget deh
Sambil menunggu pesanan mereka jadi keduanya memilih untuk Duduk di kursi yang sudah di sediakan pemilik kedai kursi dan meja yang ada di kedai itu terlihat indah karena berwarna-warni Clara pun mengajak Kenta duduk di sana mereka duduk saling berhadapan dan mulai membuka perbincangan
" Aku penasaran banget sama kamu kenapa sampe sekarang kamu belum punya pacar " Clara memicingkan kedua matanya pada Kenta meminta Cowok yang ada di hadapannya untuk memberi penjelasan
Kenta tertawa pelan " lagi Nggak mau pacaran aja sih terakhir gue pacaran tahun lalu dan putus gara-gara kita berbeda pendapat "
" Hah ? " Clara mengernyit " kamu punya pacar"
" terus alesan kamu putus kenapa"
" Dia nggak mau LDR ! kata Rizky " katanya LDR itu nyiksa batin kalua ketemu susah buat ketemu"
" hmm Emangnya dia Sekarang ada di mana
"Di Surabaya ikut bokapnya buat kuliah di sana "
" Oalah pantesan kirain dia masih di Jakarta ...kata Clara " kasihan banget kamu Kenta
" yah.... Kenta sedih dong Clara memberi tatapan simpatik dan penuh rasa peduli"
" Nggak,sih biasa aja ! Kenta mengelak
" katanya kamu susah move on..."celetuk Clara
" iya sih " Kenta cemberut, cemberut yang di buat-buat hingga wajahnya jadi lucu dan menggemaskan
" jadi Orang ,itu jangan kelamaan terjebak di masa lalu.kasihan masa depan kamu yang udah nungguin kamu buat fokus sama dia " Clara berujar
" masa depan gue siapa"
" masa depan kamu ada di depan kamu lah
Mata Kenta seketika tertuju pada Cewek yang ada di hadapannya kedua pupil membesar " Lo dong"
" Eh bukan !" Clara menepis tangan Rizky yang menujuk wajahnya maksud aku di depan kamu,Bukan ada di hadapan kamu gimana ya jelasinnya....."
Kenta terbahak-bahak " iya-iya gue ngerti kok "
" Nah itu akhirnya kamu paham ! Clara mengangguk sekali
Kenta pun terkekeh kecil sembari memandang Wajah Cantik Clara "Lo kenapa sih ngomongnya pake aku-kamu "
" HaH ?" Clara terperajat sesaat bibirnya terbuka " ehm... Nggak kenapa-kenapa sih.lebih enak aja pake aku-kamu gara-gara udah kebiasaan pake aku-kamu aku jadi nggak nyaman kalau ngomong pake lo-gue
" hmm tapi cocok sih ! kata Kenta cocok sama karakter Lo yang cute , manja cengeng "
" kamu ngehina aku " Clara melempar gumpalan tisu ke wajah Kenta membuat Kenta tertawa lagi. tak lama dari itu, seorang pelayan datang mengantar pesanan Kenta dan Clara . Dua mangkuk es krim di temani roti bakar.hmm sepertinya kedua makanan ini match banget dan tentunya membuat perut semakin tak sabaran untuk diisi
" jadi sekarang Lo sama Aksa gimana ! pertanyaan Kenta membuat tangan Clara berhenti menyendok es krim dan kembali memasukkan sendok ke dalam mangkok Clara menatap Kenta " "Gimana apanya
Kenta berhenti memakan roti bakar ia kini ia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi " Lo Suka kan sama Aksa
Clara mengedik bahunya dan menunduk menatap Es krim ia Enggan memberitahu Kenta soal perasaannya
" Aksa sebenarnya baik kok Orangnya Cuma dia itu kayak Macan yang harus di kasih pawangnya biar jinak dikit Kenta berucap sambil melahap roti bakar
" jahat banget temen sendiri disamain kayak macan " Clara ingin marah , tetapi ia malah tertawa
" Aksa itu Raja tega" Kenta berucap lagi " dia nggak bakal mikir dua kali sebelum ngomong.pokoknya, dia nggak peduli orang lain sakit hati atau nggak sama omongnya makanya Lo kudu belajar tahan batin kalua sama Kenta melanjutkan " kecuali sama nyokapnya soalnya dia takut omongan yang pedes itu nyeplos begitu aja takutnya nyokapnya sakit hati
" iya sih bener " Clara mengangguk setuju " Dia tiap hari ngamuk Mulu Aku nggak bisa bayangin kalua dia punya anak nanti
" Kenta yang hobinya tertawa itu terlihat semakin ceria di hadapan Clara, iya, ya ? Nanti pas anaknya minta makan malah diomelin Aksa terus, yang ada di suruh nyari makan sendiri kan gawat "
" masih mending kalau anaknya Udah gede ! sahut Clara " kalua anaknya masih kecil gimana ya "
" lama-lama anaknya bisa Kabur dari rumahnya " celetuk Kenta " nyari Bapak baru ha..ha..ha "
tiba-tiba tawa mereka berdua terhenti saat seorang mendadak muncul di dekat mereka dan mendatangkan musibah bagi Cewek yang di hadapannya Kenta, Kevin
tanpa aba-aba Kevin langsung menarik lengan Clara hingga membuat Cewek itu terangkat dari kursi
" ikut aku ! ucap Kevin , pelan penuh ancaman
Clara tersentak kaget itu lantas mengempaskan tangannya dari Kevin yang mencengkeram lengannya dengan kuat rasanya sakit Clara bahkan sampai meringis sangking kerasnya pegangan Kevin terhadap lengannya
" Apaan sih " Clara mendorong keras Dada Kevin mencoba menjauhi cowok yang sangat ia benci itu
" Clara plis ikut aku " ucap Kevin sambil kembali mendekati Clara dan mencoba menarik tubuh Clara tetapi Clara menghindar wajahnya mulai memanas dan matanya berkaca-kaca ia sangat benci melihat Kevin, juga benci dengan keadaan di mana dirinya tak bisa bisa menahan emosionalnya bila ada Kevin di sekitarnya.yang ada di otaknya hanyalah ketakutan dan traumanya
" He Kevin Lo mau ngapain sih ! Kenta bangkit dari kursi berdiri membelakanginya Clara bermaksud melindungi Clara dari Kevin
" GUE ada urusan sama Clara Bukan sama ngerti ! Kevin menunjuk Kenta dengan telunjuknya yang tersemat gelang Hitam yang melingkar di pergelangan tangan Kevin mata Kevin tajam cukup mengerikan namun tak membuat niat Kenta menurun untuk menyelamatkan Clara
" Mendingan Lo pergi dari sini deh ini tempat umum Lo Nggak malu di liatin banyak orang di sini ! Kenta berujar dengan kalem sebagai ciri khasnya yang tak menggebu-gebu dalam menghadapi suatu masalah. apalagi keadaan Kevin terlihat panas, maka sangat tidak mungkin bila Kenta ikutan memanas.yang ada , keadaan malah makin kacau
" Gue bakal pergi kalua Clara ikut sama gue " Kevin berucap hingga urat-urat di lehernya timbul Mendingan Lo minggir sekarang atau gue pukulin Lo sampe babak belur
ketika Kevin hendak menghajar Kenta para pelayan di kedai segera datang berusaha melerai.tiga orang menahan Dave dan membawa Cowok itu keluar dari kedai,dan dua orang menahan Kenta untuk tidak mengejar Kevin
" Berengsek Lo ! Kevin menunjuk Kenta kilatan matanya penuh amarah.
tak di sangka Kevin menendang tulang kering salah satu pelayan lain,dan menendang perut satu satunya pelayan yang tersisa.kevin pun kembali masuk ke dalam kedai dan menghampiri Clara lagi
" PERGI " Clara berteriak
" Aku cuma mau pergi sama kamu sebentar aja ! Kevin ngotot
" Aku Nggak mau aku Nggak mau di Paksa ! Clara hampir menangis' "Aku Nggak mau ngeliat kamu aku benci banget sama kamu
"Clara Aku mohon sama kamu penuhin permintaan aku yang satu ini.aku mohon kamu ikut aku ya ! Kevin semakin mendekati Clara,dan itu membuat Clara semakin histeris
" NGGAK MAU !!! Clara berteriak sangat lantang " AKU BILANG NGGAK YA NGGAK "
" Clara..."
omongan Kevin terhenti karena Clara yang memukulinya secara tiba-tiba. Cewek itu memukul kencang dada Kevin berkali-kali menampar menendang dan mencakar wajah Kevin Namun semua itu tak memberi efek apapun bagi Kevin. COWOK itu malah diam dan terlihat menikmati
" AKU BENCI KAMU ! Cahaya mendorong bahu Kevin dengan kencang membuat kevin mundur ke belakang beberapa langkah
" PERGI DARI SINI
" Aku nggak bakalan pergi sebelum aku berhasil bawa kamu pergi dari sini ! balas Kevin membuat Clara takut
" Lo udah gila ya ? Kenta yang dari tadi menyaksikan perdebatan antara Kevin dengan Clara itu akhirnya mengeluarkan suaranya lagi." Buat apa Lo Dateng ke Clara lagi mau Apain dia lagi Nggak ada kapoknya ya Lo mikir nggak Clara itu sekarang siapanya Lo pacar Bukan kan terus,apa hak lo ngatur dan maksa-maksa Clara
" GUE bilang ini bukan urusan sama Lo dan Gue nggak ngomong sama Lo ! lagi-lagi Kevin hampir meninju Kenta bila dua pelayan itu tidak menahannya
" TOLONG anda keluar dari tempat ini sekarang ! salah satu pelayan berucap dengan tegas " keluar "
Kevin melirik pelayan itu dengan sinis dan jahat " jadi pelayan aja belagu Lo
Plak
Salah satu tamparan keras dari Clara mendarat mulus di pipi Kevin, Clara menatap Kevin dengan mata yang menyala-nyala, seakan ada api yang berkobar di dalam sana
" PERGI !!! Clara menghardik."kamu tuh nggak pernah ada sopan santunnya ke orang lain selalu kurang ajar pergi aku bilang kamu pergi dari sini
terjadi keheningan beberapa saat setelah Clara menutup wajahnya menunduk dalam-dalam,dan menangis sekuat mungkin kejadian yang sempat membuatnya takut berkepanjangan itu merasuki otaknya dan menganggu batinnya
" Clara...." Kenta bergumam bermaksud ingin mendekap Clara namun niatnya ia urung lakukan lalu memilih mengusap bahu Clara
" lebih kita pulang aja ya ! ajak Kenta berbicara selembut dan sehalus mungkin pada Clara
Clara mengangguk
" Clara plis aku mohon sama kamu ! Kevin masih bersikeras ingin membawa Clara pergi entah ke mana Clara tak menggubris,ia tetap berjalan meninggalkan kedai bersama Kenta di belakangnya.
" Lo nggak usah maksa dia lagi ngerti nggak sih Lo apa kuping Lo nggak denger ! kesal Kenta
" Lo nggak usah ikut campur sok jago banget Lo lawan gue sekarang ! ketus Kevin
"Lo yang sok jagoan ketemu Aksa aja Lo ciut nggak usah ngerasa Lo yang paling hebat lah ! sahut Kenta dengan ketus
" nggak usah bawa-bawa dia ngerti "
" Emangnya kenapa Lo nggak suka atau jangan-jangan Lo takut
kedua cowok itu berhenti di depan pintu kedai sementara itu Clara berlari ke arah parkiran motor.lantas menganyun tungkainnya ke motor Kenta yang sudah terparkir di sudut sana tubuh Clara gemetar membuat kakinya sulit bergerak karena dengkulnya mendadak lemas mungkin ini faktor rasa takut dan panik yang begitu besar pada dirinya.tiba-tiba langkah Clara terhenti kala ia mendengar suara pecahan kaca yang terdengar sangat keras.bahkan suaranya bisa terdengar hingga Radius kurang lebih 50 meter
Clara menoleh ke belakang mendapati pintu kedai pecah sudah runtuh dengan sempurna ke lantai menimpa seorang yang ada di bawahnya.
kenta !!! Clara memekik sekencang mungkin segera berlari cepat ke arah kedai untuk menggapai Kenta yang terlihat tak sadarkan diri
tetapi, langkah Clara harus terhenti saat Kevin dengan cekatan menangkap tubuh anak itu dan menggendongnya secara paksa Clara meronta dan terus menangis.ia lihat banyak pengawai kedai yang berkerumun ke arah Kenta vdan berteriak sambil mengejar Namun Kevin bergerak cepat dan langsung masuk ke dalam mobil Hitam yang ada di kedai itu.kurang lebih lima detik Kevin langsung tancap gas dan melaju cepat meninggalkan tempat
" Kevin " Clara meronta-ronta di atas sofa jok mobil sambil berusaha membuka pintu untuk keluar.ia memukul jendela berkali-kali dan berteriak minta tolong walau nyatanya ia tahu tak akan ada yang bisa mendengar teriakannya kecuali kevin
" kenta ! " Clara menatap Kenta dari kejauhan cowok itu di bantu oleh banyak orang dan diangkat dari tempat semula.tangis Clara semakin tak terkontrol dan itu membuat ia sesenggukan hebat. Kevin mendengarkannya hanya bisa menahan Rasa amarah dan menampar pipi Cewek itu
" turunin aku ! Clara berteriak pada Kevin turunin aku Kevin
" nggak kamu nggak bakalan aku turunin kamu " balas Kevin
" turunin aku " Clara segera mencakar wajah Kevin hingga seketika terlihat tiga garis merah di pipi kanan Kevin
" shit " umpat Kevin " kamu mau ribut sama Aku di sini
" Aku mau ketemu sama Kenta" pekik Clara Aku mau pulang sama Kenta
" Temen kamu itu Udah mati " Dave tertawa jahat " kamu nggak liat tadi dia abis aku Apain
" Apaan sih " sekali lagi sangking geregetan sama Kevin Clara meninju wajah Kevin dengan tangannya yang kecil dan lemah
" Aku bersumpah tuhan Udah marah banget sama kamu dan secepatnya tuhan bakal cabut nyawa kamu " Clara marah
Kevin yang gila itu malah tertawa terbahak-bahak menanggapi omongan Clara " kamu masih percaya sama tuhan
" Emang dasar kamu manusia yang nggak punya Hati " Clara menarik nafas dalam merendahkan emosinya yang meluap-luap
Clara mengusap air matanya yang membasahi pipinya menyekanya dengan kasar dan perlahan air matanya berhenti menghiasi pipi mulusnya.kini Clara merongoh saku roknya dan mengambil ponsel.ia segera menghubungi Mamanya dan memintanya untuk segera menjemputnya dan menolongnya dari Kevin
sayangnya usaha Clara harus urung ia lakukan karena ponselnya di rampas oleh Kevin yang kejiwaannya terganggu itu langsung membentur ponsel Clara ke dasbor yang ada di hadapannya hingga layar ponsel seketika itu mati
" Hp aku " Clara kembali histeris.ia ingin mengambilnya tetapi Kevin mencegahnya
" kamu mau apa sih " Clara menepis tangan Dave yang menyentuh tangannya " plis aku nggak mau hal itu terjadi lagi...."
" Aku nggak bakalan apain-apain kamu aku Cuma ingin bawa kamu ke sana dan temuin kamu sama temen-temen aku " Kevin tersenyum miring
" ke sana ke mana " Clara memekik
" suatu tempat " ucap Kevin sambil sekilas melirik Clara dengan senyum nakalnya " pokonya tempatnya jauh dari jangkauan orang mama kamu atau bahkan Aksa nggak bakalan bisa temuin tempat itu
Clara semakin kelabakan dan ia hampir putus asa setelah mendengar ucapan Clara pun menekan klakson mobil dan membunyikannya berkali-kali, berharap ada orang yang memberi perhatian pada mobil Kevin. Clara terus membunyikan klakson dan berteriak, walau jendela mobil tertutup rapat ia menangis derai air matanya sampai jatuh dengan deras
" Berhenti " suruh Kevin ia mendorong tubuh Clara dengan kasar agar menyingkir dari stir mobil.akibat dorongan itu, Clara membentur pintu mobil dan kepalanya mendarat keras kaca jendela ia meringis setelah itu tubuhnya perlahan melemas dan ia mulai kehilangan kesadarannya
tp bahasanya acak adul
byk typo dimana"