Senshi Ken adalah seorang jenderal bijaksana di Kerajaan Ansi, yang dihormati dan dicintai oleh rakyatnya. Keberanian dan kepemimpinannya menjadikannya tokoh yang berpengaruh di kerajaan tersebut. Cerita ini mengisahkan perjalanan hidup Senshi Ken dalam menghadapi tantangan-tantangan besar, baik di medan perang maupun dalam politik istana. Dikenal sebagai pelindung rakyat, Senshi Ken selalu berjuang demi kebenaran dan keadilan, meskipun harus berhadapan dengan musuh-musuh yang kuat dan intrik politik di sekitarnya. Bagaimana kisah lengkapnya? Mari simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aimar Khalila Albani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 Kedatangan Meng Yi
setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya Meng Yi dan rombongan tiba di benteng Guang Dong.
Seorang prajurit melapor."tuan Chen, aku melihat segerombolan orang dari sebelah Utara."
kemudian Chen melihat ke arah Utara.
"berhenti disana!!!"kata seorang penjaga.
"tolong temukan aku dengan Chen."
"memangnya siapa kamu? beraninya menyebut jenderal ku tanpa hormat."prajurit itu marah.
"tuan, hentikan, dia kekasihku."Kata Chen.
Prajurit tersebut langsung terkejut mendengar ucapan Chen.
"bukankah dia istri raja?"
"tidak, sebelumnya dia kekasihku dan sampai saat ini pun dia masih kekasihku."Chen menegaskannya.
"baiklah, maafkan aku tuan."
prajurit tersebut kemudian mundur satu langkah.
"Meng Yi, masuklah siapa yang kau bawa itu dan mereka gerombolan dari mana?"
"Chen, ini aku Xie."Sahut Xie.
"iya Chen, dia Xie teman kecilmu dan rombongan ini aku bertemu mereka dihutan, mereka menuju kemari karena mereka tidak kuat lagi dengan sikap Biao Gong yang sadis dan kejam."
Setelah mendengar itu Chen menyuruh Meng Yi masuk kedalam benteng dia pun memberi tempat tinggal bagi Meng Yi dan mendirikan tenda pengungsian untuk rombongan tadi.
"Xie, lama kita tidak bertemu, bagaimana usahamu? lancar?"
"aku bangkrut Chen, bagaimanapun tidak? Biao Gong si raja gila itu menaikkan pajak 45% per hari."
"hmm... benar juga, mana mungkin pengusaha bisa bertahan dengan pajak seperti itu."
melihat Chen yang sedang asik berbicara dengan Xie Meng Yi menghampiri mereka berdua dengan membawa 2 cangkir teh.
"silahkan diminum"Kata Meng Yi.
"terimakasih."
Meng Yi pun tersenyum dan pergi karena masih ingin melanjutkan aktivitas memasaknya.
"Xie, kusarankan kau buka usaha di sokham, disana pajaknya tidak terlalu tinggi, bahkan menurutku sangat murah."
"iya Chen, aku berencana membuka usaha disana oleh karenanya aku kemari bersama kekasihmu, aku dengan pajaknya hanya 2% per penghasilan sehari."
melihat orang asing bersama Chen, Senshi menghampiri mereka.
"dia siapa Chen? aku tidak pernah melihatnya?"
"tuan, kau ada disini? sejak kapan? ini teman lamaku tuan, namanya Xie dia pengusaha sukses dulunya, tetapi dia bangkrut akibat kebijakan Biao Gong yang sangat gila."
"benar tuan"Sahut Xie.
"kalau begitu buka saja usahamu kembali di sokham, aku mematok pajak tidak terlalu besar."
"aku berencana begitu tuan."
Chen kemudian mengatakan bahwa Xie datang ke Guang Dong bersama Meng Yi.
"dimana Meng Yi Chen?"
"dia sedang berada di blok B tuan, aku memberinya tempat tinggal sementara disana."
"mengapa kau tidak menyuruhnya ke markas? sebaiknya biarkan dia berteman dengan Ling Ling."
Senshi pun berpamitan dan mengunjungi Meng Yi, saat itu Meng Yi sedang sibuk memasak, dai pun mendengar seseorang mengetuk pintu.
TOK TOK TOK!!!
"sebentar."
saat membuka pintu Meng Yi terkejut melihatnya, ternyata yang mengetuk pintu adalah Senshi.
"tuan senshi?"
"Iya Meng Yi, bagaimana kabarmu? apa kau baik-baik saja?"
"iya aku baik baik saja tuan."
"syukurlah, terimakasih sebelumnya Meng Yi kau sebelumnya telah memberikan kami informasi yang sangat berharga."
"bukan apa apa tuan, silahkan duduk tuan, aku akan membuatkan mu minum"
setelah lama berada disana Senshi pun berpamitan pada Meng Yi.
"Meng Yi, aku pergi dulu karena aku masih ada banyak tugas yang harus kuselesaikan, kemasilah seluruh barangmu dan pergilah ke markas militer ku, tinggallah dengan calon istriku Ling Ling."
"baik tuan."
setelahnya Senshi pergi dari rumah itu, Meng Yi pun mengemasi barangnya.
di markas militer Senshi bertemu Ling Ling yang saat itu dia sedang berolahraga.
"Ling Ling"
"iya?"
"Meng Yi ada disini, bolehkah jika dia tinggal bersamamu?"
"Meng Yi? kekasih Chen? tentu saja."
"iya kekasih Chen, terimakasih ya."
Meng Yi yang tidak tahu jalan pun bertanya tanya, hingga ia sampai di markas militer, Ling Ling yang melihat perempuan yang kebingungan pun segera menghampirinya.
"apa tujuanmu nona? ini markas militer, sebaiknya kau kembali jika tak memiliki tujuan."
"eh, tuan Senshi tadi memerintahkan aku bertemu dengan seseorang yang bernama Ling Ling."
"kau Meng Yi?"
"benar, namaku Meng Yi."
"aku Ling Ling, ikutlah denganku."
merekapun bertemu dan Ling Ling menunjukkan tempat tinggalnya, mulai saat itu juga mereka tinggal bersama.
1 hari setelah berada disana Senshi mencari Xie rekan Chen.
"Chen, tolong panggilkan temanmu kemari, aku memiliki ide menarik."
"baik tuan, kalau boleh tau ide apa itu?"
"begini, dia kan seorang pengusaha sukses sebelumnya, itu artinya dia tahu tentang perekonomian kan? bagaimana jika kita jadikan dia sebagai menteri perekonomian?"
"boleh tuan, menurut ku itu akan sangat membantu."
Chen kemudian mencari Xie, hingga akhirnya dia bertemu Xie yang hendak pergi.
"Xie kau mau kemana?"
"mau menuju sokham, aku ingin melihat tempat untuk usahaku disana."
"tunggu, tuan Senshi memanggilmu"
"dimana dia Chen?"
"dia berada di markas militer, sini aku antar."
merekapun pergi menemui Senshi.
"tuan, aku telah membawa Xie kemari."
"baiklah, Xie duduklah."
"baik, tuan."
"maaf menggangu mu hari ini, mengingat pengalamanmu, aku ingin kau menjadi menteri perekonomian disini, bantulah tuan Liu Ying dalam mengelola keuangan, bersediakah kamu Xie?"
"menteri? bukankah ini organisasi tuan?"
"memang kami hanya organisasi, tapi kami punya tekad untuk mengembalikan pemerintahan yang sah."
"begitu ya, kalau saya sebenarnya setuju saja tuan."
sejak saat itu Xie diangkat sebagai asisten dari Liu Ying.