Demi membalas budi kepada kedua orang tua angkatnya, membuat Tristan Abimanyu— terpaksa menyetujui perjodohan yang di rencana oleh kedua orang tuanya.
Anjani Putri—seorang gadis yatim pintu yang akan dijodohkan dengan Tristan. Hingga akhirnya mereka pun menikah, namun status suami istri mereka hanya sebatas di atas kertas.
Menikah tanpa cinta, membuat Tristan bersikap sangat buruk pada Jani, di mata Tristan istrinya itu selalu salah, terlebih Tristan tahu jika istrinya itu pernah berkerja di salah satu Bar, pekerjaan yang selalu dipandang sebelah mata dan rendah oleh orang-orang.
Akankah pernikahan mereka akan bertahan?
follow IG @Ar_Inthan99
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. IBB
Jani terkejut saat mendengar suara tersebut, segara ia menyerka air matanya.
“Jani, kenapa kamu menangis?” tanya Mamah Sarah, mamah mertuanya itu terlihat langsung menghampiri Jani.
“Aku gak apa-apa kok, Mah. Ini barusan bangun tidur, mimpi buruk,” kilah Jani berbohong, ia mencoba mengulas senyumannya.
“Yakin?” Mamah Sarah nampak ragu dengan jawaban yang diberikan oleh menantunya itu.
“Iya Mah, aku gak apa-apa kok, mimpi buruk aja barusan, sampe keingat ke alam nyata.” Jani memcoba menyakinkan Mamah mertuanya itu, sebisa mungkin ia melebarkan senyumnya.
'Maaf, Mah. Jani gak mungkin cerita yang sebenernya sama Mamah, maaf Jani bohong, ya Tuhan maafkan aku,’ lanjut Jani dalam hatinya.
“Kamu tidur di sini?”
“E-enggak kok Mah,” jawab Jani gugup.
“Tapi barusan kamu bilang baru bangun, harusnya kalau baru bangun kamu di kamar dong sayang.” Mamah Sarah menatap Jani penuh selidik.
“Oh itu, emm ... anu Mah, Jani emang baru bangun barusan, lagi cari Mas Tristan aja, kerena pas Jani bangun suami Jani udah gak ada di kamar, eh Jani malah keingat sama mimpi tadi, jadi Jani duduk di sini deh,” dustanya.
Ya Tuhan semoga saja Mamah Sarah percaya pada Jani, jangan sampai dia curiga.
“Oh begitu, barusan Mamah liat Tristan udah kebawah. Ya sudah sebaik kamu mandi gih, setalah itu kita sarapan bersama ya,” ujar Mamah Sarah.
Jani menganggukkan, setalah itu Mamah Sarah pun berlalu dari sana. Jani menghelai napas leganya, syukurlah wanita parubaya yang berstatus sebagai mamah mertuanya itu percaya.
“Sampai kapan aku akan membohongi mereka? Mereka sangat baik padaku, Ya Tuhan harus bagaimana aku,” gumam Jani.
Setalah itu Jani pun masuk ke dalam kamar, ia segara mandi, tidak enak jika tidak gesit, keluarga dari suaminya itu pasti sudah menunggu untuk sarapan bersama.
*
*
*
“Tristan, kamu dan Jani baik-baik sajakan?” tanya Mamah Sarah pada putranya itu.
Ia berjalan menghampiri Tristan yang sedang duduk di meja makan tersebut.
“Aku sama istriku baik-baik saja kok, Mah. Emangnya kenapa?” balik tanya Tristan.
Dalam hati Tristan merasa was-was, kenapa tiba-tiba sang Mamah menanyakan hal itu? Atau jangan-jangan Jani memberikan tahu semuanya? Tapi, rasanya itu tidak mungkin juga.
“Baguslah. Mamah barusan liat Jani menangis loh, dia kaya tertekan begitu, tapi pas Mamah tanya katanya dia cuman mimpi buruk.”
huh, Tristan bernapas lega, lalu ia tersenyum tipis.
“Kamu jangan sakiti Jani, Tris. Awas saja kalau kamu bersikap kasar sama dia, ingat kalau kamu kasar sama Jani—istri kamu, kamu tidak menghargainya, itu sama saja kamu tidak menghargai Papa dan Mamah.”
“Iya Mah, tenang aja.”
Padahal dalam hati Tristan merasa dongkol!
Seperti ia harus cepat membawa Jani tinggal di apartemennya. Bukan apa-apa, Tristan takut kedua orang tuanya kecewa dan tahu semuanya.
“Maaf Nak, bukan Mamah mau mencampuri urusan rumah tangga kamu, tapi Mamah ini adalah orang tua kamu, kamu menikah bukan berarti Mamah sama Papa lepas tanggung jawab sama kamu, Mamah hanya ingin memastikan jika anak dan menantu Mamah itu harmonis,” sambungnya.
“Iya Mah, aku paham kok,” sahut Tristan.
“Hati seorang wanita itu sangat lembut, sangat sensitif Tris, jadi kamu harus menjaga dari sikap mau pun lisan kamu terhadap seorang wanita, apa lagi pada istri kamu. Jangan Miss komunikasi pada istri sendiri, gak baik. Kamu sekarang adalah imamnya Jani, kamu pembawa arah, kamu kepalanya rumah tangga. Mamah tahu kalau semua ini terlalu cepat, Mamah mengerti posisi kamu, Nak. Tapi Mamah hanya minta satu sama kamu, jika memang kamu belum bisa menerima Jani, setidaknya bersikap baik padanya, awali semuanya dengan baik-baik, itu lebih bagus,” Paparnya.
Ck! bagaimana mungkin Tristan bersikap seperti itu apa Jani, setiap melihat wanita yang berstatus sebagai istrinya itu saja, Tristan sangat muak!
Membayangkan saat Jani di sentuh oleh banyak lelaki, membuat Tristan merasa jijik.
“Ya Mah, ini juga Tristan sedang berusaha.”
“Syukurlah kalau begitu, Mamah senang dengarnya.”
'Maafin aku Mah, aku berdusta seperti ini.' ucapnya dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Jani terlihat menghampiri mereka. Senyuman di wajah wanita itu terlihat merekah.
‘‘Masa-masa ini sangat menyebalkan dalam hidupku,” gerutunya.
Bersambung ...
anak nya yaitu Jani...
gitu ya Thor ?
sedangkan Tristan hanya anak angkat pak Abimanyu
Jani telah menyelamatkan nyawa ayah nya sendiri donk
AQ curiga nya sama Tara....
Ntar kalo dah tau kebenaran nya juga nyesal
semoga nanti Tristan jadi bucin akut