Indonesia
NovelToon NovelToon
Until I Love You

Until I Love You

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nizamimila7

Lulus dari SMA Al-Fattaah, Jejak Kirana dipersunting oleh seorang laki-laki biasa namun mampu memikat hatinya. Berawal dari sepucuk surat berupa syair-syair cinta, yang ternyata hal itu berhubungan dengan kisah hidupnya di masa depan. Hidup bahagia hanya dapat dirasakan sementara olehnya, ketika kekasih hati menghadap ke Ilahi. Nasib Sang Putri begitu sengsara tiada sosok Ayah di sisi. Hati yang sudah lama terkunci rapat, perlahan terbuka kembali setelah bertemu dengan Roudullah Khalil teman satu kelasnya di SMA, keduanya menikah karena perjodohan. Akankah dia bisa jatuh cinta lagi, untuk kali kedua? Ikuti kisah selengkapnya di Until I Love You

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nizamimila7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlalu Cinta

Air mata berkilauan di matanya, dia memberikan setengah senyum.

"Mengapa kamu jadi terdiam? Aku cuma ingin tahu kebenarannya saja!"tegas Jeje membuat Roudullah menelan ludahnya.

Jeje memalingkan muka. "Aku rasa sudah menemukan jawabannya. Sikap diam mu ini, telah mengatakan semaunya!"

Jeje melangkah pergi dari hadapan Roudullah. Tetapi Sang Suami mencoba menghentikan langkahnya.

"Saya bisa jelasin semua ini!"ucap Roudullah, "Tapi kamu harus janji, tolong tetaplah disini!"

Jeje menyeringai. "Nggak perlu, aku sudah tahu semua kebohongan dari kamu! Dan yang terbaik, adalah kita berpisah." Air mata memenuhi matanya. Roudullah menghela naas berat.

"Saya memang salah! Tapi semua sudah terlanjur terjadi. Pada akhirnya saya bisa memiliki kamu sekarang!"

"Cukup! Aku rasa hubungan ini sampai disini saja! Sekarang kamu bebas, memilih apa yang kamu cari."tegas Jeje lalu melangkah pergi.

Jeje berdiri di ambang pintu ruang kepala sekolah dengan matanya yang dibanjiri air mata. Pak Aman dan Istrinya saling bersitatap. Khalisa yang sedang menatap wajah Ibunya yang meratap itu langsung berlari dan memeluk dirinya.

"Ayo, kita pergi dari sini!"cetus Jeje.

"Bagaimana dengan Roudullah?"tanya Ibundanya.

Jeje menggeleng-gelengkan kepala dan air matanya yang mengalir di pipi.

Roudullah berlari menghampiri istirnya yang hendak masuk ke mobil. Namun Jeje bersikeras untuk tidak menggubrisnya. Mobil Sang Ayah pun melaju dengan cepat. Dia berlari menuju ke mobilnya berusaha mengejar Jeje yang sudah terlampau jauh.

Tiba-tiba handphonenya berdering. Terpaksa Roudullah harus menepi. Panggilan telepon dari Mamanya. Kali pertamanya, Mama Roudullah menghubungi anaknya di dalam jam kerja.

"Pulanglah Nak, papa baru saja dilarikan ke rumah sakit karena mendadak jantungnya berhenti berdetak!"ucap Mamanya membuat mata Roudullah melebar.

Jeje harus merasakan pupus sebelum benih cinta itu tumbuh. Semua terasa mampus. Hasrat cinta pun runtuh, tak ada yang utuh.

Roudullah pun kembali ke Bandung menemui Sang Ayah. Sedang Jeje tetap pada pendiriannya.

"Suamimu itu benar-benar tidak mengejar mu yah? Kalau dia sungguh mencinta, harusnya dikejar jangan mau kalah sama ego!"kesal Pak Aman.

"Sebenarnya, apa yang telah terjadi di antara kamu dan roudullah? Mengapa sampai Bunda tidak tahu soal ini, mendadak kalian berdua jadi bertengkar hebat!"keluh Ibunda Jeje.

"Ayah, Bunda, tolong maafkan Jeje yah!"

Di Bandara, Jeje harus berpisah dengan Khalisa untuk yang pertama kalinya. Dia tidak ingin melibatkan Sang Putri yang tidak bersalah itu, menjadi pelampiasan hatinya yang telah patah.

Jeje membawa dukanya sampai ke kota pelajar. Salah satu mimpinya, ingin mengunjungi kota indah ini, namun belum juga bisa terwujudkan.

Dia begitu sangat membenci, harus datang dengan perasaan yang rumit.

"Assalamualaikum,"ucap salam Jeje membuat seorang wanita di depannya berbalik badan.

Dinda melongo melihat sahabatnya itu ada di hadapannya.

"Jeje? ini aku lagi nggak halusinasi, kan?"cetus Dinda, "Kamu beneran ada di rumah aku?" Jeje mengangguk seraya tersenyum simpul.

"Wajahmu mengapa jadi sembab gitu? Nggak mungkin karena kelamaan di pesawat, kan?"imbuhnya membuat Jeje geleng-geleng kepala.

Dinda pun mempersilakan Jeje ke dalam rumahnya. Jeje duduk di sofa ruang tamu. Dinda menyuguhkan segelas air putih.

"Sorry yah Je. Di rumah aku nggak ada yang spesial. Cuma ada air putih aja!"ucap Dinda, "Tapi jangan salah loh! Meskipun air putih, aku percaya dia bisa membuatmu jadi terasa lega."

Jeje manggut-manggut lalu meneguk air putih itu. Dinda beranjak dan duduk di samping Jeje.

"Pasti kamu ada masalah yah! Kalau nggak, buat apa juga jauh-jauh datang kemari. Iya, nggak?"ucap Dinda.

"Iya Din, sekarang aku percaya sama kamu. Kalau apa yang kamu katakan waktu itu, benar adanya. Surat-surat cinta itu bukan dari Gadhing!"jelas Jeje membuat Dinda melotot.

"Kok bisa? Maksudnya, kamu tahu darimana kalau yang aku katakan itu benar?"

Jeje menghela napas panjang dan mengembuskannya. "Aku sengaja membuat dia mengakui kalau surat-surat itu tulisan tangannya!"

"Gila! Nggak nyangka yah, kalau dullah bisa seberani itu!"cetus Dinda sambil geleng-geleng kepala.

"Jelas bisa lah, dari lagaknya yang songong. Masa nggak bisa ungkapin perasaannya?"sahut Jeje, "Kalau boleh, aku mau tinggal disini untuk beberapa hari saja." Dinda menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis.

***

Roudullah pun tiba di rumah sakit Haikal Husada Utama. Dia berlari menuju ruang perawatan Sang Ayah. Di depan ruangan, dia bertemu dengan Sang Ibu dan sekretarisnya, Putra.

"Roudullah, mengapa kamu datang seorang diri? Mana Jeje?"

"Ma, Roudullah ingin bertemu dengan ayah dulu. Boleh yah!"jawab Roudullah masuk ke ruang rawat Papanya.

Sang Ayah masih memejamkan matanya dengan berbagai alat yang membelenggu tubuhnya. Roudullah berani meneteskan air matanya saat papanya tidak bisa menyaksikan itu.

"Pa, tolong maafkan aku. Aku tidak bisa menjadi apa yang Papa inginkan,"

"Anakku, sebenarnya apa yang sudah terjadi di antara kamu dan jeje? Tolong jangan kamu sembunyikan lagi pada Mama!"ucap Mamanya yang tiba-tiba muncul.

"Aku telah berkali-kali menyakiti perasaan nya, Ma. Bukan hanya di malam pengantin kita, tapi jauh sebelum itu, aku selalu membuatnya sedih." Air mata Sang Ibu mengalir di pipinya.

"Jangan sampai ayahmu tahu soal ini. Baginya, ini adalah aib besar dalam keluarga kita. Papa dan pak aman, bukan hanya seperti sahabat. Keduanya justru seperti seorang kakak dan adik,"ucap Mamanya, "Kamu selesaikan masalah ini dengan bijak. Jika memang tidak bisa diperbaiki lagi, kamu juga harus siap untuk ikhlas."

Roudullah keluar dari ruang rawat Sang Ayah. Tiba-tiba datang seorang petugas rumah sakit mengulurkan amplop cokelat kecil yang ditujukan pada dirinya. Roudullah duduk di bangku tunggu. Perlahan dia mengeluarkan isi dari amplop cokelat kecil itu. Terdapat sebuah foto, wajah dia dan seorang laki-laki. Roudullah ternganga. Mengapa foto lama dirinya dan Gadhing Endaru bisa ada di sana. Di dalam foto itu tampak keduanya sedang memakai seragam sekolah, Gadhing Endaru merangkulnya erat.

Foto itu mengingatkan dimana dirinya mengikrarkan janji pada Gadhing untuk menjadi pembawa cinta itu pada seorang gadis yang duduk di sebelah Roudullah di kelas bahasa.

Dia adalah, Jejak Kirana. Gadis yang awalnya membuat dia muak. Namun tak disangka bisa membuat hatinya bergejolak.

Setiap hembusan napasnya, selalu tercipta kata-kata cinta pada gadis itu. Tetapi sayangnya dia hanya mampu menjadi sebuah bayangan, yang tak akan pernah bisa menggapainya.

Ada secarik kertas, yang ditulis untuk dirinya.

"Aku bukan bayangannya, aku ini adalah kawan baiknya. Dirimu pun juga bukan. Kamu harus tahu, wanita yang telah dirimu sia-siakan itu sebelum menjadi milikmu, adalah milikku. Dia cinta sejatiku, meski dunia bilang tidak. Andai aku masih di dunia, dirimu tak akan pernah mendapat kesempatan untuk memilikinya. Seseorang yang begitu kau dambakan. Mengapa dengan mudahnya dirimu campakkan. Sekali lagi, aku bukan bayangannya. Aku adalah kawan baiknya."Roudullah menitikkan air matanya.

...[BERSAMBUNG]...

1
Eli Usada
Udah aku masukin ke rak buku dong~ Aku tinggalin jejak komen juga di sini biar author semangat~~
I'm site
Semangat thor jangan lupa mampir baca novelku ya 😁
Nia: Terima kasih Kak. Siap nanti akan mampir juga 🥰🙏
total 1 replies
Garden Rose
nanngung amat thor buset dah... lg seru"nya padahal... semangat ya thor.. lanjutin terus karyanya....
Nia: Halo Kak! Terima kasih juga sudah berkenan mampir...
Siap, nanti diusahakan mampir juga 🥰🙏
total 3 replies
Mrs.Q
gemesin bangett 🤣🤣
Nia: Halo Kak, terima kasih 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!