Maafkan yang telah menyakitimu aku sungguh tak pernah berniat. Aku mencintaimu namun cintaku padamu tak penah bisa mengganti penyesalanku yang telah menyakitimu....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capture 20
Naura pun tersenyum sembari menghapus airmatanya dan kemudian dia mencium punggung tangan Ayah dan Ibu mertuanya secara bergantian...
Ibu Lidia terlihat begitu bahagia mereka langsung membawa Naura masuk kedalam rumah mereka.
"Ayo sayang kita masuk,dan Bunda ingin membuatkan makanan yang sepesial untuk kamu.. Kamu masuk dan beristirahatlah."Ibu Lidia pun tersenyum dia tak bisa lagi mengungkapkan kebahagiaannya dengan kata kata.
Gibran pun tersenyum lalu dia mengajak Naura masuk kedalam kamar mereka.
"Sebaiknya kamu istirahat dulu sayang,lihatlah kamar kita tak ada yang berubah di sini masih sama seperti waktu kamu tinggalkan."ucap Gibran sembari menunjukan kamarnya yang tak pernah berubah..
Naura pun tersenyum dia sangat senang karena dia masih di sambut baik oleh kedua mertuanya hal itu tentu saja menjadi momen terindah untuknya karena mereka tak pernah menyalahkan kepergian Naura justru mereka bisa menganggap semua itu sebagai pelajaran yang berharga untuk Gibran.
"Iya Mas terima kasih.."Naura pun duduk di sofa tempat di mana dia tidur dulu,Naura tersenyum sembari menatap di sekeliling dan dia bingung mencari bantal dan selimut miliknya yang gak ada di tempatnya..
"Mas bantal dan selimut yang di sini kemana?"tanya Naura sembari mencoba mencarinya namun dia tak nampak.
Gibran pun tersenyum lalu dia menggelengkan kepalanya..
"Bantalnya ada di sana kenapa jangan bilang kalau kamu masih mau tidur di sini lagi. kalau iya aku akan memarahimu sayang.."Gibran pun duduk di samping Naura sembari memeluknya dengan sangat erat.
Naura pun tersenyum dia sangat grogi mendapatkan perlakuan itu dari Gibran namun hatinya sangat bahagia karena sepetinya semua masalah mereka sudah selesai dan kini mereka pun akan hidup bahagia...
"Sayang aku sangat merindukanmu. dan aku sudah sangat lama mendambakan hal ini.. Sayang aku ingin kita bisa menjalani semuanya dari awal lagi. dan aku ingin kamu bisa menjadi Ibu dari anak anak kita. Sayang aku sangat menginginkan kehadiran seorang anak."Gibran pun sepetinya sedang merayu.
Naura hanya bisa mengangguk dan hal itu tentu saja di sambut bahagia oleh Gibran karena pada akhirnya mereka bisa benar benar menjalani rumah tangga mereka dengan bahagia..
"Terima kasih sayang,ya sudah sekarang kamu bersih bersih dan beristirahatlah aku mau menemui Ayah dan Bunda."Gibran pun melepaskan pelukannya sembari tersenyum...
Naura pun hanya mengangguk dia merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. di mana dia bisa mendapatkan perhatian dari seorang suami yang sudah sangat dia rindukan.
...****************...
Tepat setelah mereka selesai makan malam,Naura dan Gibran pun kembali kedalam kamar mereka untuk menikmati indahnya surga dunia yang belum pernah mereka lalui selama pernikahan mereka.
Gibran nampak sangat senang apalagi saat melihat Naura yang hanya mengenakan lingerie berwarna hitam membuat kejantanannya langsung bangkit..
Setalah beberapa saat mereka pun akhirnya sama sama menikmatinya dan kini Gibran jgn jatuh di dalam pelukan sang istri..
"Terima kasih ya sayang aku sangat bahagia sekali malam ini,akhirnya aku bisa menjadi laki laki sejati juga. sayang kamu tahu ini adalah pertama kalinya aku melakukan itu dan maaf jika aku tak tahu cara untuk membuat kamu bahagia."Gibran pun kembali memeluk tubuh istrinya yang nampak kelelahan..
Naura pun tersenyum dia mengangguk kemudian membalas pelukan dari suaminya itu. Setalah itu keduanya pun sama sama terlelap hingga pagi menyinari.
Gibran pun membuka matanya dan melihat Naura yang masih terlelap di pelukannya..
Gibran pun tersenyum dan dia melihat jam di dinding telah menunjukkan pukul enam lebih lima belas, Gibran pun tak tega membangunkan Naura dengan lembut Gibran pun menggeser tubuhnya lalu bergegas pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Gibran pun tersenyum sembari memberikan dirinya karena saat ini dia adalah laki laki yang paling bahagia..
"Aduh aku kan ada metting pagi ini,wah aku harus buru buru ini jangan sampai telat karena ini omset miliaran rupiah."Gibran pun berbicara di dalam hatinya kemudian buru buru menyelasikan ritual mandinya dan bergegas bersiap untuk ke kantor.