novel pertama ku,mohon dukungan dan doa untuk semua nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon abra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. jatuh Cinta.
"Sedang apa kalian di sini, pergiiii". sentak Sanders dengan keras. sampai Lia terlihat kaget di samping nya.
Ada rasa tidak nyaman di perhatikan oleh bawahannya. "Mereka pasti Bingung dengan sikapku sekarang, ada apa dengan ku. apakah benar aku mulai jatuh Cinta, tapi kenapa harus dia?". tanya Sanders pada dirinya sendiri sambil melirik Lia yang masih menunduk memainkan jari tangan nya. "Eehhhheeemmmm, jadi kau sudah sembuh sekarang Lia, jadi maukah kau bercerita. tapi sebaiknya kita makan siang dulu. aku lapar". ucap Sanders. "Saya sedang memasak makanan untuk makan siang tuan. apakah tuan sudi mencoba masakan saya?". tanya Lia ragu-ragu. tentu saja ayo kita ke dapur, Lia mengangguk pelan. "Tuan duduk saja dulu, saya akan menghidangkan makanannya. tadi belum beres saat tuan memanggil saya". Lia berkata sambil dengan cepat membawa beberapa masakan untuk di tata di meja. beruntung masakan nya masih di panci dan wajan jadi bisa langsung di panaskan. setelah semua tertata rapi Lia mempersilahkan Sanders mencicipi masakan nya. "Astaga, saya lupa bertanya. pakah tuan memiliki alergi makanan?" tanya Lia pada Sanders. "Tidak ada". jawab Sanders. "Syukurlah, boleh saya izin mengambil kan makanan untuk tuan?". tanya Lia ragu. ia tak ingin di kira mencari perhatian oleh Sanders. tapi ini juga bentuk terimakasih nya pada pahlawan yang selalu ada untuk nya. "ya, Lakukan lah". Lia mengangguk mengambil beberapa nasi dan Lauk. "Segini apa kah terlalu banyak tuan?". tanya Lia ragu. "Tidak, itu cukup ucap Sanders mengambil piring yang berisi masakan Lia". udang asam manis, capcay jamur, dan ikan Krispy yang sudah di filed. "selamat menikmati tuan". kemudian Lia ingin melangkah kembali ke belakang agar tidak menggangu makan siang Sanders. "Kau mau ke mana, makan lah bersama". ucap Sanders menahan Langkah Lia. "Saya akan makan di belakang Tuan". Jawab Lia pelan. "Duduk dan temani aku makan". perintah Sanders. "Tapi tuan..?". Lia berusaha menolak. "Aku tidak suka penolakan". jawab Sanders sambil menarik tangan Lia untuk duduk di sebelah nya. "saya akan kembali ke sini setelah mengambil piring tuan, apakah boleh?". Lia memang hanya menyiapkan 1 piring untuk Sanders saja. Sanders hanya mengangguk dan Lia dengan cepat mengambil piring di dapur. saat akan duduk di depan Sanders, mata elang Sanders terlihat tidak suka menatap Lia. "Tadi aku menyuruhmu duduk di mana, kembali ke tempat tadi cepat, aku lapar". titah nya menyuruh Lia duduk di samping nya. Sanders belum memulai makan nya, walaupun hidangkan ini sudah sangat menggugah selera nya. saat Lia sudah duduk dan mengambil makanan mereka makan bersama. Sanders sangat lahap. sudah lama dia tidak makan sebanyak ini. bahkan dia sampai menambah makanan nya. Lia tersenyum melihat Sanders sangat lahap makan masakan nya. "Pelan-pelan tuan, jika kurang saya akan membuat kan nya lagi". ucap Lia yang melihat Sanders makan dengan cepat. ia takut Sanders tersedak. Sanders yang mendengar ucapan Lia baru menyadari tingkah nya. "Masakan mu enak Lia. mulai besok kau yang memasakan makanan untuk ku, tanyakan jadwal makan malam juga pada pelayan di sini. ingat hanya memasak, bukan pekerjaan lain". ucap Sanders yang tau kadang Lia juga ikutan pelayan mengerjakan pekerjaan rumah. "baik tuan". ucap Lia patuh, inilah kesempatan nya untuk balas Budi. setelah selesai makan siang. Sanders tidak mengizinkan Lia untuk membereskan bekas makanan mereka. Sanders Langsung menarik Lia menuju balkon kamarnya. ya kamarnya yang dari kedatangan Lia di tinggali oleh nya. entah kenapa, Sanders justru menempatkan Lia di kamar nya dari awal ia membawa Lia ke Mansion ini. padahal puluhan kamar di sini banyak yang kosong.