Jangan lupa dukung novel ini dengan cara like, vote, and beri komentar disetiap bab.
***
Novel berjudul Dunia Asmara adalah novel dewasa.
Miguel Arrawda, pria tampan dengan sejuta pesona. Ia menikah dengan wanita cantik bernama Nauora Kwanshi— putri dari seorang presiden.
Namun tiba pada suatu malam, seseorang menjebak Miguel Arrawda dengan membuatnya tidur bersama wanita yang rupanya ia kagumi sejak dulu.
Nixeelin Oliveira adalah gadis yang beruntung karena mendapatkan cinta Miguel Arrawda meski ia sendiri tak menyukainya. Namun masalah besar menghampiri, kesalahan satu malam bersama Miguel Arrawda membuatnya mengandung benih pria yang telah beristri.
Bagaimanakah kisah mereka? Akankah Nixeelin menjadi istri kedua ataukah justru ia menulis takdirnya sendiri.
Lebih lanjutnya yuk kepoin cerita mereka dalam novel ini.
Untuk info dan ingin berbincang dengan aku bisa follow IG ku @ningsih_official07
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman panas.
Perusahaan DX. Kwans
Hari berlalu lagi dan kini pagi sudah menyapa lagi. Disebuah perusahaan yang dipimpin oleh pria matang nan tampan yakni Miguel Arrawda. Pria gagah itu tampak tengah berada diruangannya, tengah memeriksa semua berkas yang dibawa oleh pegawainya, menggantikan tugas Andre untuk satu hari.
" Apa Tuan ingin dibuatkan kopi?"
Wanita cantik bernama lengkap Dita Mahez yang notabene adalah karyawan biasa Miguel, bersuara setelah terdiam beberapa saat disamping atasannya.
" Humm.."
Miguel menyahut, menjawab seadanya tanpa menatap lawan bicaranya. Ia tampak fokus pada setiap lembaran kertas yang menumpuk diatas mejanya.
Dita yang mendapati respon atasannya tersenyum tipis sebelum berlalu keluar dari ruangan sang presdir.
Drt. Drt. Drt.
Tak lama setelah berlalunya karyawan cantik itu, ponsel Miguel pun berdering diatas mejanya. Ia melirik pada layar gawainya, dan mendesah malas saat melihat nama sang istri yang tampil dilayar pemanggil.
Enggan mengangkat panggilan itu, namun Miguel juga tak bisa mengabaikan begitu saja karena gawai pipihnya yang bergesekan dengan mejanya, menciptakan suara yang mengusik konsentrasinya.
" Humm, ada apa menghubungiku?" ucap Miguel dengan ketus saat dirinya sudah menjawab panggilan yang rupanya dari sang istri.
" Aku akan mengantarkanmu makan siang." jawab Nauora diseberang sana.
Miguel menautkan kedua alisnya, untuk pertama kali istrinya— Nauora, mengantarkan makan siang untuknya.
" Kenapa tiba-tiba?"
" Entah siapa yang mengirim mereka, tapi media akan datang dijam makan siang. Mereka baru saja menghubungiku, mereka bilang akan mewawancarai kita berdua sebagai pasangan dengan hubungan yang baik." jelas Nauora.
" Apa?" Miguel sedikit terkejut, ia mengurai jarak dari berkas dihadapannya, bersandar pada kursi kebesarannya.
" Aku akan datang dalam beberapa menit."
Tut. Tut. Tut.
Panggilan diakhiri oleh Nauora begitu saja setelah ia menyampaikan ucapan akhirnya. Sementara Miguel, pria itu terdiam sejenak dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Selang beberapa saat, pintu ruangannya diketuk dari luar sana dan tak lama muncul Dita dibalik pintu dengan membawa secangkir kopi panas pesanan Miguel.
Dengan langkah gemulai Dita, wanita berparas cantik itu mendekat pada atasannya dengan senyuman yang berbeda meski Miguel tak mengangkat pandangannya.
" Tuan, ini kopi anda." ujar Dita meletakkan secangkir kopi itu diatas meja atasannya.
Miguel hanya mengangguk dengan pandangan yang tak lepas dari berkas didepannya. Tak lama Miguel meraih cangkir disisinya dan menyeruputnya. Dita yang melihat itu tersenyum penuh arti dalam diamnya. Karyawan cantik itu masih tak bergeming disamping tuannya, seolah ia tengah menunggu sesuatu.
Dan benar saja, tiba-tiba Miguel bereaksi. Pria matang itu kembali menyeruput kopi hitamnya dan setelahnya melonggarkan dasi dilehernya yang terasa mencekatnya.
" Haahh... "
******* berbeda meluncur dari bibir tipis Miguel, pria tampan itu terlihat gelisah. Wajahnya sedikit memerah, bulir keringat tampak terlihat dikeningnya. Miguel menghentikan kegiatannya dan menyenderkan kepalanya.
" Apa yang kau masukkan dalam kopi itu, kenapa terasa panas.." suara Miguel terdengar berat.
" Aku tidak mencampurkan apapun, Tuan." dusta Dita mendekat pada atasannya.
" Pergilah.." pintu Miguel sesaat kemudian, hendak beranjak dari duduknya namun seketika Dita menahannya.
" Tuan.. bukankah lebih baik jika kita menghabiskan waktu bersama. Nyonya pasti tidak akan tau." Dita menyeringai licik dan perlahan menyentuh dada bidang Miguel yang masih dibalut kemeja berwarna navi.
" Sial, apa kau ingin berhenti dari pekerjaanmu." Miguel dengan kasar menepis tangan pegawai wanitanya itu. Wajahnya merah padam, amarah tercetak jelas diwajah tampannya.
" Kenapa.. apa yang salah, Tuan. Bukankah kau menginginkan tubuh wanita. Aku tau kau tidak pernah menyentuh istrimu."
Untuk pertama kali Dita meninggikan suaranya, memperlihatkan sosok dirinya yang sebenarnya.
Miguel tersentak, ia benar-benar tak menyangka, karyawannya yang selama ini ia percaya justru mengkhianati dirinya dengan bertindak diluar akal sehat.
Sedangkan Dita, ia dengan tak tau malunya mendekat selangkah pada Miguel dan menciumi bibir pria gagah itu dengan paksa. Miguel semakin dibuat naik pitam hingga tak sadar mendorong kasar wanita cantik itu. Dita tersungkur diatas lantai marmer, bersamaan itu pintu ruangan pun terbuka.
Keduanya menoleh pada seseorang yang berdiri diambang pintu, Miguel dan Dita terkejut karena rupanya orang itu adalah Nauora yang tengah berdiri kaku didepan pintu, tak lupa Ciko juga terlihat dibelakang Nauora dengan menenteng paperbag.
" Ciko, taruh paperbag itu diatas meja suamiku dan bawa Dita keluar dari ruangan ini." titah Nauora dengan wajah datar nan aura dinginnya.
" Baik, Nyonya." seru Ciko bergerak cepat.
Sesaat setelah Ciko berlalu dengan menyeret Dita, Nauora menutup pintu ruangan dengan rapat. Pandangannya datar pada sang suami, sementara Miguel semakin merasa gerah, nafas pria itu juga semakin berat.
Masih dengan pandangan yang terarah pada Miguel, Nauora perlahan mendekat. Suara heelsnya yang menyentuh lantai marmer, menciptakan suara ketukan disetiap langkahnya.
" Kau baik-baik saja?"
Memberanikan dirinya, Nauora menyentuh bahu kekar suaminya. Namun seketika itu juga Miguel mencekalnya dan tanpa aba-aba menciumi bibirnya dengan penuh gairah.
Mata indah Nauora membulat sempurna, bibirnya seketika kaku. Bagaimana tidak, untuk pertama kali setelah menikah bersama Miguel, pria tampan yang berstatus suaminya itu menyentuhnya.
Nauora terdiam, dirinya yang mendadak mendapat perlakuan hangat dari sang suami membuatnya membeku ditempat. Namun sepersekian detik kemudian, Nauora tersadar saat lidah Miguel menjelajahi rongga mulutnya. Saat itu juga Nauora membalas ciuman sang suami hingga tak lama ciuman itu berubah menjadi luma-tan dan semakin memanas.
Miguel yang sudah tak sadar karena pengaruh obat ransang yang dicampurkan Dita kedalam kopinya, membuatnya bertindak jauh dengan menggiring Nauora pada kursi sofa.
Tak sampai situ, tangan Miguel dengan cekatan bergerilya dibalik pakaian sang istri, menyentuh area sensitif Nauora hingga sukses meluncurkan ******* dari bibir tipis wanitanya.
Namun entah mengapa, disaat satu ******* lolos begitu saja, Miguel tampak terperanjak, pria tampan itu tersadar segera menyudahi ciumannya. Mengurai sedikit jarak dari wajah cantik Nauora, Miguel menatap dalam manik mata cokelat istrinya. Deru nafas mereka saling menyapa satu sama lain diwajah.
" Maafkan aku." ucap Miguel setengah berbisik sembari mengusap sudut bibir Nauora.