seorang pemuda yang merupakan pahlawan terkuat mengalami reinkarnasi ke 18 tahun yang lalu, 1 tahun sebelum kedatangan abbys.
melalui ingatan tentang masa depan, dan bantuan system, pemuda itu mendirikan akademi pahlawan yang menampung pahlawan pahlawan terbaik, dari segi bakat maupun sifat dan karakter.
berbagai kejadian berlalu, pemuda itu perlahan mulai paham, bahwa kedatangan abbys yang dulu dianggap sebagai bencana bagi dunia ternyata merupakan desa pemula bagi hegemoni myriad race
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nerei N, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20). Misi Eksplorasi, Gadis Palestina?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Nah, itulah ruangan ruangan yang ada di Istana Kristal Bintang Semesta, tentu ini masih lantai satu, akan ada peningkatan secara berkala dimasa depan" ucap Arya setelah selesai memimpin room tour para muridnya, dari Aula Utama, Aula Inti, Perkantoran, dan lain sebagainya.
"Sekarang, kalian bebas untuk melakukan apa saja, kalian bisa juga mengecek panel misi untuk melihat apakah ada misi yang mampu kalian lakukan" saran Arya kepada mereka setelah membubarkan mereka.
Serempak mereka berkumpul diberbagai panel misi, berbagai misi diperlihatkan diatas panel, yang secara otomatis dikelola oleh sistem, bagaimanapun saat ini Asosiasi Hero masih ditahap pembangunan.
"Hmmm, ada berbagai misi disini dengan berbagai bayaran, aku tidak tahu apa yang harus ku pilih" baca Brandon dengan bingung.
"Bagaimana dengan mu Alisya? Apakah kau sudah menemukan misi yang menurutmu cocok?" tanya Xu Hao.
"Yahhh, kurasa aku akan mengambil misi diplomatik, bagaimanapun kau sudah menghubungkan negara mu dengan Asosiasi Hero, disini, satu satunya Hero dengan asal Indonesia hanya diriku" jawab Alisya setelah melihat misi yang ada.
Mendengar itu Xu Hao mengangguk setuju, lalu mengalihkan pertanyaan yang sama kepada Brandon.
"Bagaimana dengan mu Brandon? Apa kau juga akan mengambil misi diplomatik juga?" tanya nya.
"Kurasa tidak, aku sudah menjadi buronan USA, akan buruk jikalau aku menampakan diri dihadapan mereka" jawab Brandon menggelengkan kepala dengan getir.
"Yahhhh, bagaimana jikalau kita mengambil misi ini? Kau seorang saintis, tentunya tahu banyak hal mengenai eksplorasi bukan?" tanya Xu Hao menunjuk sebuah misi untuk eksplorasi reruntuhan.
"Tidak masalah, disini dijelaskan bahwa bisa membawa 5 orang, bagaimana menurutmu? Siapa saja yang akan kita bawa?" tanya Brandon balik.
"Yahhh, aku punya beberapa kandidat, salah satu nya adalah senior ku di kepolisian, Zhang Liwei, aku hanya tidak tahu bagaimana pendapatmu?" tanya nya dengan ragu.
"Hei, apa yang kau ragukan? Ajak saja dia, daripada dia menganggur bukan?" canda Brandon.
"Haha, benar juga, oke aku akan mengajak nya" angguk nya sambil tertawa.
"Baiklah teman teman, kalau begitu aku permisi dulu, semoga kalian berhasil menyelesaikan misi kalian, dan jangan sampai lengah juga kawan" ucap Alisya sambil pergi setelah menerima misi melalui Kartu Tanda Hero nya.
"Ah, tentu, kau juga berhati hati, ku doakan misi diplomasi berhasil" jawab Xu Hao yang dibalas dengan lambaian tangan Alisya.
Lalu dia menghampiri senior nya yang sedang berbicara dengan seseorang yang seangkatan dengan nya.
"Kapten Zhang, seperti nya kau sudah beradaptasi dengan lingkungan Akademi Hero, apakah kau senggang?" tanya Xu Hao kepada nya.
"Owhh, Xu Hao, kau ada disini, tentu aku sedang senggang, ada memangnya?" tanya balik Zhang Liwei kepada nya dengan bingung.
"Yahh, aku ingin mengajakmu untuk melakukan sebuah misi eksplorasi, kau tahu, saat ini hanya ada sedikit misi yang tersedia, jadi kupikir lebih baik aku mengajak mu" jawab Xu Hao.
"Owhhhh, senior, bolehkah aku ikut juga dengan misi eksplorasi kalian?" tanya teman yang tadinya sedang berbicara dengan Zhang Liwei.
"Ini... Alexandre bukan? Kau tidak perlu memanggil ku senior, bagaimanapun disini kekuatan dan Kultivasi yang dilihat, tidak perlu formal" jawab Xu Hao dengan canggung.
"Ngomong ngomong, kalau yang ku ingat, kau berasal dari Perancis bukan?" sahut Brandon disamping nya.
"Benar, aku adalah orang Perancis, ada apa memang nya, apakah ada masalah?" tanya Alexandre dengan bingung.
"Tidakah kau memiliki misi diplomatik untuk negara mu juga? Bukankah orang Perancis hanya dirimu saja?" tanya nya dengan bingung.
"Haha, justru karena hanya aku yang orang Perancis lah aku memilih ikut dengan kalian" jawab Alexandre yang membuat mereka menjadi lebih bingung.
"Hahaha, bukankah setelah aku menyelesaikan misi eksplorasi bersama kalian, aku bisa melanjutkan untuk menerima misi diplomatik negara ku? Seperti yang kukatakan, hanya aku yang berasal dari Perancis, jadi tidak ada yang bisa merebut misi itu dari ku" jawab Alexandre melihat kebingungan mereka.
Jawaban lugas tersebut membuat mereka bertiga terdiam dengan logika Alexandre, membuat mereka teringat salah satu kemampuan Alexandre yaitu Processing Kecerdasan tinggi membuat sudut mulut mereka berkedut kedut.
"Yahhh, aku tidak kepikiran hal tersebut, kalau kau ingin kau bisa bergabung dengan kami" jawab Xu Hao.
"Lalu, siapa satunya? Kita butuh lima orang sedangkan sekarang baru empat orang" tanya Brandon menyela mereka membuat mereka kembali berpikir.
"Anu..... Boleh kah aku ikut dengan kalian" sebuah suara lirih terdengar ditelinga mereka, membuat mereka mengalihkan pandangan kepada asal suara tersebut.
Ditatap oleh empat pria membuat gadis yang tadi berbicara sedikit merinding.
"Owhhhh, kau ingin ikut kami? Tentu tidak masalah tapi apa kau tidak ingin memilih misi diplomatik untuk negara mu? Atau kau juga berpikir sama seperti Alexandre?" tanya nya pada gadis itu yang seangkatan dengan generasi kedua.
"Yahhh, bahkan jikalau pun aku memilih misi diplomatik itu akan sia sia jadinya, karena negara sedang tidak memiliki kemampuan untuk mengalihkan diri ke hal semacam ini" jawab gadis tersebut dengan sedih.
"Owhhh? Apa memangnya negara asal mu? Kau tidak pernah mengatakan apapun kepada kami? Tapi dari apa yang kulihat, kau sepertinya berasal dari timur tengah" tanya Alexandre yang merupakan seorang Sejarawan.
Gadis itu menggigit bibir bawahnya, ragu ragu untuk berbicara.
"Hei, kau tidak perlu ragu, sekarang kita adalah rekan, sekalipun kita berasal dari negara yang berbeda, sekarang kita satu tujuan" bujuk Xu Hao dengan lembut yang diikuti oleh anggukan semua orang.
"Palestina" setelah bergulat dengan pikiran nya, akhirnya gadis itu mengucapkan satu nama yang membuat semua orang terdiam.
Benar juga, saat ini Palestina masih sibuk memperjuangkan kemerdekaan nya, bagaimana mereka bisa mengalihkan perhatian kehal yang lain? Sedangkan mereka sendiri masih berjuang untuk bertahan hidup.
Palestina, sebuah negara yang selalu memperjuangkan kemerdekaan nya selama berpuluh-puluh tahun lamanya, bahkan sampai Kedatangan Abbys, Israel, masih sempat sempat melakukan serangan terhadap Palestina.
"Sial!!! Mengingat hal hal yang diperlihatkan tentang Palestina membuat ku marah, apakah orang orang itu begitu picik? Hanya karena nafsu kotor manusia mereka seenaknya menjajah negara lain?" geram Alexandre.
"Hmm hmmm, ini hampir sama dengan yang terjadi kepada Tiongkok ketika PD II, hanya saja ini lebih sadis dan lebih brutal" gumam Xu Hao.
"Huhhh, sayang nya situasi global sedang rumit saat ini, jika tidak aku sudah mendaftar untuk menjadi relawan kemanusiaan untuk Gaza begitu saja" jawab Zhang Liwei dengan jiwa kesatria nya.
"Tenang saja Salwa, hati kami selalu bersama mu, orang orang seperti kalian pantas memiliki kebebasan, benar kawan kawan?" tanya Xu Hao kepada yang lain yang dijawab dengan anggukan kepala.
"Terimakasih, aku menghargai dukungan kalian semua, kalian yang terbaik" jawab gadis bernama Salwa tersebut sambil tersenyum haru.
"Haha, tidak perlu berterima kasih seperti itu, gadis cantik sepertimu tidak seharusnya ditindas, tenang saja kau diterima disini, aku akan melindungi jikalau ada sesuatu" lugas Xu Hao yang membuat yang lain memandang nya dengan curiga.
Mendengar ucapan Xu Hao juga membuat Salwa sedikit malu dengan rona merah yang terlihat di pipi nya.
"Hei, ada apa dengan mu? Apa kau sakit? Sebaiknya kau tidak perlu memaksakan diri" tanya Xu Hao dengan wajah khawatir ingin mengecek suhu Salwa.
"Tidak, tidak apa apa, aku baik baik saja, aku hanya sedikit terkejut saja" ucap Salwa sambil menghindari tangan Xu Hao.
"Hah? Kenapa kau terkejut? Apa kau melakukan sesuatu?" tanya Xu Hao sambil mendekati Salwa.
tingkah mereka membuat sudut mulut ketiga orang lainya berkedut kedut, mereka hampir saja tertawa dengan tingkah Xu Hao.
"Hei Xu Hao.......